Zoonosis Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh, Transmisi Dan Pencegahan

4 min read

zoonosis adalah

Zoonosis adalah nama lain dari penyakit zoonosis atau zoonotic disease yang merupakan penyakit menular dari hewan atau serangga ke manusia.

Setiap tanggal 6 Juli, masyarakat dunia merayakan hari zoonosis. Hari tersebut merupakan hari dimana Louis Pasteur menemukan vaksin rabies untuk kali pertama.

Sampai kini, kampanye tentang penyakit ini terus digalakan oleh pemerintah, lembaga swadaya, aktivis perlindungan hewan termasuk juga pegiat dan pemerhati lingkungan.

Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular dari hewan ke manusia ini.

Saat kampanye itu berjalan, masyarakat dunia justru digegerkan oleh pendemi global dari penyakit zoonosis yang dikenal dengan nama Covid-19.

Corona virus disease 2019 atau yang dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari virus Corona yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Lantas, apa sih zoonosis itu? Bagaimana transmisi dan pencegahannya? Jika anda penasaran jawaban dari pertanyaan diatas baca artikel ini sampai habis.

Pengertian zoonosis adalah

Seperti yang saya sebutkan diatas, penyakit zoonosis adalah penyakit menular dari hewan atau serangga ke manusia.

Penyakit ini punya tingkat transmisi yang tinggi. Saat seseorang terinfeksi bisa menyebabkan penyakit akut hingga kematian.

Dan diperkirakan setiap tahun ribuan orang sakit dan meninggal akibat penyakit ini. Beberapa diantaranya sampai mewabah ke seluruh dunia.

Dan penyakit seperti ini sangat sulit di hindari oleh manusia akibat kedekatannya dengan hewan.

Ada jutaan hewan ternak yang dipelihara oleh manusia yang memungkinkan interaksi terjadi setiap hari baik langsung atau tidak.

Hewan peliharaan menawarkan persahabatan, hiburan dan bisa dijadikan sebagai sumber pangan dan ekonomi seseorang.

Beberapa hewan juga punya sejarah persahabatan yang panjang dengan manusia setelah kontak pertama dilakukan.

Salah satu contohnya adalah anjing. Anjing banyak dipelihara oleh manusia karena loyalitasnya yang tinggi.

Hal itu berarti, kontak antara manusia dan anjing terus terjadi baik sebagai teman hidup atau sajian di meja makan.

Penyakit zoonosis sebenarnya dipicu oleh kuman berbahaya seperti virus, bakteri, parasit dan jamur yang kemudian menyebabkan berbagai penyakit pada manusia mulai dari yang ringan, serius hingga fatal.

Sampai kini, para ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 6-10 penyakit menular yang berhasil diidentifikasi pada manusia berasal dari hewan.

3-4 diantaranya merupakan penyakit menular jenis baru. Dan setiap tahun, ratusan hingga ribuan orang dilaporkan sakit akibat kuman berbahaya ini, termasuk di Indonesia.

Jenis

Secara umum, ada beberapa jenis penyakit zoonosis yang paling sering dijumpai, diantaranya:

  • Virus yang merupakan mikroorganisme tak terlihat menggunakan mikroskop biasa dan hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop elektron. Dalam beberapa kasus, virus ini bisa menyebabkan penyakit menular, cacar, influenza dan rabies
  • Bakteri yang merupakan makhluk hidup bersel tunggal dan terdapat dimana-mana, dapat berkembang biak dengan kecepatan luar biasa dengan cara membelah diri, ada yang berbahaya ada juga yang tidak dan bisa menyebabkan peragian, pembusukan dan penyakit
  • Jamur yang merupakan salah jenis penyakit berbentuk spora seperti yang terdapat pada jamur yang tumbuh di daerah berair atau lembap
  • Parasit yang adalah organisme yang hidup dan menghisap makanan dari organisme lain yang ditempelinya

Contoh Penyakit zoonosis

Ada banyak contoh penyakit zoonosis yang berhasil di identifikasi oleh manusia, berikut beberapa diantaranya:

  • Flu hewan
  • Antraks
  • Flu burung
  • Tuberkolosis sapi
  • Brucellosis
  • Infeksi campylobacter
  • Cat scratch fever
  • Cryptosporidiosis
  • Sistiserkosis
  • Demam berdarah
  • Ebola
  • Ensefalitis dari kutu
  • Aborsi enzootic
  • Erysipeloid
  • Giardiasis
  • Corona
  • Kolotis hemoragik
  • Hepatits EHidatidosa
  • Leptospirosis
  • Infelksi listeria
  • Lyme
  • Kariomeningitis limfositik
  • Malaria
  • Demam burung beo
  • Pasteurellosis
  • Q Fever
  • Rabies
  • Demam gigitan tikus
  • Kurap atau kudis
  • Flu babi
  • Toksocariasis
  • Trichinellosis
  • Difetri zoonosis
  • Dan lain sebagainya

Baru-baru ini, salah satu penyakit zoonosis yang berhasil di identifikasi adalah COVID-19 yang merupakan jenis baru dari virus Corona.

Cara transmisi

Ada berbagai cara penularan penyakit zoonosis, diantaranya:

1. Kontak langsung

Kontak langsung terjadi apabila seseorang menyentuh hewan yang mungkin menyebarkan virus.

Dalam beberapa kasus, kontak langsung ini bisa terjadi apabila anda bersentuhan dengan beberapa bagian dari hewan seperti:

  • Air liur
  • Urin
  • Darah
  • Lendir
  • Kotoran
  • Atau cairan tubuh lainnya

Sebagai contoh saat anda menyentuh atau membelai hewan peliharaan anda atau terkena cakaran dan gigitan dari hewan.

2. Kontak tidak langsung

Kontak tidak langsung juga memungkinkan anda terinfeksi zoonosis. Biasanya, kontak tidak langsung terjadi apabila anda menyentuh benda-benda yang sudah terkontaminasi dengan bakteri atau virus dari hewan.

Misalnya di pagar, kayu, daun atau tempat-tempat lain. Dalam beberapa kasus, virus dapat bertahan tanpa inang selama 12 jam.

3. Vektor

Vektor adalah suatu kondisi dimana virus dan penyakit yang tersebar lewat kutu atau serangga seperti nyamuk sebelum menyentuh kulit.

4. Makanan yang sudah terkontaminasi

Setiap tahun, 1-6 orang dilaporkan terinfeksi penyakit zoonosis karena makan makanan yang sebelumnya sudah disentuh hewan.

Makanan dan minuman semacam ini sudah tidak aman lagi untuk dikonsumsi. Agar aman, ia harus dipasteurisasi terlebih dahulu.

Pasteurisasi adalah kegiatan mensterilkan kuman lewat pemanasan makanan seperti telur, ikan atau buah-buahan matang yang mungkin sudah dikonsumsi hewan pada suhu 60°C-70°C selama 30 menit dengan tujuan untuk membunuh bakteri patogen.

Siapa yang paling beresiko terkena Zoonosis?

Hampir setiap orang beresiko terinfeksi penyakit zoonosis. Namun ada beberapa kategori orang yang lebih beresiko terinfeksi ketimbang yang lain, seperti:

  • Anak-anak berusia kurang dari 5 tahun
  • Orang-orang dewasa atau lansia diatas 65 tahun
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh tertentu
  • Wanita hamil
  • Penderita HIV
  • Penderita kanker yang sedang menjalani komoterapi

Cara mencegah penyebaran penyakit zoonosis

Untuk mencegah penularan penyakit zoonosis, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, seperti:

1. Rajin cuci tangan

Pencegahan paling pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencuci tangan sebelum atau sesudah bersentuhan dengan hewan.

Sekalipun tidak bersentuhan, bukan berarti anda aman dari penyakit semacam ini. Karena itu diperlukan pencegahan untuk menghindari infeksi.

Oleh karena itu, disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun. Jika sabun tidak tersedia, bisa menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol dengan kandungan 60%.

Atau bisa menggunakan pencuci tangan desinfektan yang memungkinkan anda menghilangkan 90% jenis kuman yang menempel.

2. Hindari bersentuhan dengan hewan peliharaan

Kalaupun terpaksa, barulah anda berkontak langsung dengan hewan. Juga cegah gigitan nyamuk, kutu atau sentuhan lalat di makanan.

Selain itu, sebaiknya anda juga pelajari cara menjaga makanan agar aman dari kuman dan bakteri yang mungkin berasal dari hewan dan serangga.

Juga hindari gigitan dan cakaran hewan entah itu hewan peliharaan seperti Anjing dan Kucing atau hewan liar lain.

3. Hindari sentuh area-area tertentu di wajah

Setelah anda bersentuhan dengan hewan, sekalipun menggunakan sarung tangan, sebaiknya hindari bersentuhan dengan area-area tertentu di wajah.

Seperti mata, hidung, mulut dan lain sebagainya karena bisa meningkatkan risiko infeksi penyakit zoonosis.

4. Jangan mendekati hewan yang sedang sakit

Dalam keadaan tertentu, misalnya hewan peliharaan anda sakit atau hewan lain yang anda temui di hutan.

Hindari kontak langsung dengan hewan tersebut. Atau anda menghubungi petugas serta melakukan cara-cara lain guna menghindari kontak langsung.

5. Jangan makan dan minum setelah bersentuhan dengan hewan

Hindari mengkonsumsi makanan secara langsung setelah bersentuhan dengan hewan-hewan peliharaan, terutama hewan liar.

6. Minta petugas untuk memvaksin hewan peliharaan anda

Langkah preventif lain untuk menghindari penyakit zoonosis adalah dengan meminta agar hewan peliharaan anda di vaksinasi.

7. Gunakan metode pencegahan lain

Bisa menggunakan obat nyamuk untuk mengusir nyamuk, kutu atau serangga lain yang kemungkinan bisa menyebarkan zoonosis.

Penutup

Setiap manusia menginginkan dirinya agar bebas dari penyakit, termasuk penyakit yang berasal dari hewan peliharaan.

Pada akhirnya, kesadaran atas penyakit ini bisa membawa manusia untuk lebih mengutamakan kesehatan dirinya sendiri dan masyarakat disekitarnya.

Demikian artikel tentang zoonosis adalah: pengertian, penyebaran dan cara mencegahnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *