Inilah 3 Cara Menghitung Usia Alam Semesta

1 min read

cara menghitung usia alam semesta

Cara Menghitung Usia Alam Semesta – Ada banyak pertanyaan yang terlintas di benak anda saat mendengar kata alam semesta, namun sangat sedikit pertanyaan tersebut yang bisa terjawab. Salah satunya adalah usia alam semesta.

Sama seperti kita mencari tahu tentang kapan seorang anak melahirkan, atau kapan asal usul tentang anak tersebut, mulai ayah, ibu, nenek dan sebagainya termasuk usia dari seorang anak ataupun keluarganya tersebut. Hal itu berlaku juga tentang alam semesta. Lantas, bagaimana kita mengetahui usia alam semesta ?

Faktanya, alam semesta kita makin mendingin dan mengembang, beda dengan alam semesta yang lain yang lebih hangat dan padat.

Menurut para ilmuwan, di masa-masa awal, alam semesta kita sangatlah kecil, semua materi termasuk foton saling berdekatan dan tumpang tindih.

3 Cara Menghitung Usia Alam Semesta

Meski begitu, ada beberapa cara yang lazim digunakan ilmuwan untuk menghitung alam usia alam semesta kita. Apa saja itu? berikut daftarnya seperti dilansir dari Infoastronomy.org (16/04/2018).

1. Lewat perhitungan usia bintang yang lebih tua

3 Cara Menghitung Usia Alam Semesta
via astronomytrek.com

Katanya, manusia hanya mampu menjangkau 4% dari keseluruhan alam semesta. Perhitungan usia alam semesta dengan cara ini memang tidak akurat.

Namun, inilah cara yang paling populer untuk menghitung usia alam semesta. Dan cara ini masih digunakan hingga sekarang oleh para ilmuwan.

Baca Juga : 5 Misteri Sains Modern Yang Belum Dipecahkan Ilmuwan

Dengan menemukan bintang yang lebih tua di alam semesta yang bisa dijangkau manusia, maka mereka dapat memperkirakan usia semesta dari sini termasuk massanya.

Perlu juga anda ketahui, para astronom memperkirakan bahwa alam semesta ini terdiri lebih dari 200 miliar galaksi. Setiap galaksi terdiri dari miliaran planet.

2. Menghitung siklus bintang dari massanya

3 Cara Menghitung Usia Alam Semesta
via space.com

Massa sering dikaitkan dengan berat. Bintang-bintang pada dasarnya melakukan reaksi fusi termonuklir yang lebih cepat daripada bintang yang lebih kecil.

Baca Juga : Bintang Di Alam Semesta Lebih Banyak Dari Pasir Di Bumi, Ini Penjelasannya!

Misalnya, sebuah bintang dengan massa yang kecil, yang pada intinya 20 kali lebih besar dari matahari hanya berusia 30 juta tahun, namun bintang dengan masa setengah dari matahari bisa bertahan sampai 30 miliar tahun.

3. Mendeteksi debu dan gas yang ada di luar angkasa

3 Cara Menghitung Usia Alam Semesta
via space.com

Cara ini digunakan untuk mengetahui kapan supernova pertama meledak, yakni awal ketika bintang-bintang itu terbentuk. Ledakan pertama ini dikenal sebagai Fajar Kosmis.

Namun demikian, mengetahui supernova pertama kali dengan menggunakan deteksi debu dan gas bukan satu-satunya cara untuk mengetahui usia alam semesta.

Penutup

Karena alam semesta itu terlalu luas, maka ada kemungkinan manusia tidak akan pernah bisa menghitung usia alam semesta dengan akurat.

Selain itu, fakta ini juga semakin kabur manakala astronom mendapati bahwa setiap hari ada bintang baru yang mati dan lahir.

Sementara, galaksi terus tumbuh dan berkembang akibat material gelap yang ada. Material gelap ini sendiri dipercaya sebagai salah satu material pertama saat alam pertama kali terbentuk.

Perlu juga anda ketahui, cara diatas hanyalah salah satu dari cara untuk meneliti usia alam semesta yang belum diterima secara luas kebenarannya.

Dan bintang-bintang yang terdapat di alam semesta bukan satu-satunya cara untuk mengetahui usia alam semesta. Karena memang, alam semesta sudah terbentuk jauh sebelum bintang-bintang tersebut ada dan hidup.

Nah demikian artikel tentang 3 cara yang sering dilakukan ilmuwan untuk menghitung usia alam semesta. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *