Tuhan Adalah: Pengertian, Konsep Dan Hakikat [Menurut Whitehead]

4 min read

Tuhan dan Kreativitas

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Tuhan punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Tuhan adalah sesuatu yang diyakini, dipuja dan disembah oleh manusia sebagai yang Mahakuasa, Mahaperkasa dan lain sebagainya
  • Sesuatu yang dianggap sebagai Tuhan

Mendefinisikan Tuhan enggak akan pernah bisa dilakukan oleh manusia karena melibatkan hakikat dari manusia itu sendiri yang juga belum diketahui.

Namun sebagai manusia yang berpikir, Tuhan tetap perlu dijelaskan sebagai bagian dari iman dan kepercayaan agar setiap orang yang beragama bisa rasional.

Di artikel kali ini saya hendak mengulas definisi Tuhan, termasuk konsep dan hakikatnya. Definisi yang dijelaskan dibawah ini berdasarkan pemikiran dari Alfred North Whitehead.

Pengertian Tuhan adalah

Salah satu pertanyaan paling dasar yang tetap perlu dijawab oleh manusia apakah layak berbicara tentang Tuhan?

Dengan kata lain, kelayakan itu harus bertujuan untuk melengkapi skema metafisika dari interpretasi peran Tuhan secara utuh.

Lantas, apa pengertian Tuhan menurut Alfred North Whitehead? Untuk menjawab ini mari bahas dulu dasar pemikirannya.

1. Konsep Tuhan menurut Alfred North Whitehead

Konsep Tuhan dalam pandangan Whitehead terdapat dalam tiga buku karangannya yang paling terkenal, seperti:

a. Buku Science and the modern world (SMW)

Buku ini dibuat untuk memaparkan materialisme ilmiah. Dalam buku Science and the modern world, Tuhan dimengerti sebagai prinsip limitasi.

Dengan kata lain, pengertian ini berprinsip pada pembatas setiap nilai. Tapi bagaimana proses limitasi itu berlangsung?

Titiknya ada pada aktivitas dasariah manusia terlepas dari fakta atau proses realisasinya yang terdiri dari tiga anvisagment, yakni:

  • Objek abadi
  • Posibilitas nilai-nilai yang berkaitan dengan sintesis objek-objek abadi
  • Materi aktual yang terlibat dalam situasi total pencapaian di masa depan

Dengan demikian ada dua poin kunci penting yang perlu ditegaskan dari penjabaran tiga anvisagment diatas, yakni:

  • Aktivitas dasariah ialah realitas metafisik terakhir yang bisa dimengerti dan sepadan dengan substansi tunggal tak terhingga
  • Nilai adalah apa yang terkandung dalam peristiwa aktualisasi dan selalu berhubungan dengan proses menjadi

Dua dua poin diatas hanya boleh disatukan dalam satu nilai karena pada prinsipnya selalu berusaha meneguhkan identitas. Dengan demikian, Tuhan adalah hasil pembatas nilai.

Artinya, Ia adalah sintesis yang dibatasi karena suatu sintesis tidak ada yang tidak terbatas. Kalau begitu bagaimana prinsip limitasi dapat efektif? Atau dari mana datangnya proses limitasi itu? Apalagi kalau bukan dari Tuhan.

Tuhan adalah prinsip limitasi terakhir maka eksistensi-Nya adalah rasional terakhir. Sehingga tanpa Tuhan, tidak akan ada pembatasan nilai dan dunia akan kacau.

Tuhan bukanlah realitas konkret tetapi Dia menjadi dasar bagi setiap aktualitas konkret dan pada hakekatnya tidak dapat dijelaskan karena hakikat adalah dasar rasionalitas.

b. Religion in the making (RM)

Dalam buku ini, Whitehead mengatakan kalau Tuhan adalah satuan aktual non temporal. Dalam konteks ini, agama adalah unsur budaya atau usaha menerapkan realitas yang dilihat sebagai kesatuan jaringan prehensi.

Artinya, tidak ada satu unsur realitas yang berdiri sendiri atau majemuk tetapi saling melengkapi satu dengan yang lain.

Agama sendiri dipahami sebagai realitas kultural. Maka kekhususan agama adalah menyangkut soal batin yang dapat dipeluk atau dipercayai setiap orang (religiositas).

Dengan begitu terjadi pergesaran besar konsep Tuhan dalam buku ini karena dalam prosesnya terbagi dalam dua transformasi pemikiran, yakni:

  • Kreativitas yang berarti ciptaan Tuhan tidak terlepas dari yang namanya kreativitas. Kalau begitu bagaimana Tuhan dapat menciptakan dirinya sendiri? Tetap berangkat dari prinsip kreativitas juga. Maka prinsip kreativitas adalah prinsip yang menjelaskan dan membantu manusia untuk mengerti tentang dirinya dan bukan suatu aktualitas karena satu-satunya yang aktual adalah Tuhan sementara kreativitas hanyalah sesuatu yang nyata secara fisik
  • Objek ideal sebagai potensi murni yang belum diaktualisasi namun potensialitas itu bukan suatu yang tergantung pada aktivitas dasariah tapi tergantung pada Tuhan. Karena setiap Tuhan dalam budaya bercorak kreatif maka dihubungkan dengan proses menjadi sampai pada relevansi tertentu. Sehingga proses menjadi dari setiap satuan peristiwa tetap melibatkan entitas ideal.

Dalam buku ini, Tuhan sudah dihubungkan dalam atribut ke dua yakni posibiltas nilai-nilai. Tetapi definisi Tuhan dalam konteks ini sudah ditambah dengan 3 elemen yakni kreativitas, objek ideal dan Tuhan itu sendiri.

Dengan kata lain, Tuhan adalah satuan aktual tetapi non temporal dan berperan untuk menjalankan kreativitas tak terbatas dan dengan kebebasan yang juga tak terbatas. Satuan aktual itulah yang oleh kaum beragama disebut Tuhan (RM 88)

Tuhan sebagai sumber keteraturan dan karena dunia itu teratur maka adanya Tuhan itu perlu. Karena Tuhan adalah sumber keteraturan yang disebut sebagai prinsip harmoni atau prinsip tata nilai.

Maka peran Tuhan adalah Dia yang memberikan dan Dia mempertahankan nilai-nilai dalam dunia temporal.

c. Buku Proses and Reality (PR)

Dalam buku ketiga ini, Tuhan terdiri dari 2 aspek yakni aktual dan non-temporal. Artinya, ada aspek aktual yang sudah dihubungkan sebagai hakikat akhir atau consequent nature dan konsep non temporal dikembangkan sebagai hakikat awali atau primordial nature.

Agar mengerti dua aspek diatas, berikut penjelasannya:

  • Hakikat awali. Dalam hakikat awali, Tuhan adalah semua objek ideal ada didalam diri-Nya atau Tuhan berprehensi dengan semua objek abadi. Dari perspektif ini berarti Tuhan menjadi nilai dan prinsip limitasi yang dalam prosesnya berkembang menuju satisfaction yang ideal
  • Hakikat akhiri. Hakikat akhiri berarti Tuhan berprehensi fisik dengan semua satuan aktual. Maksudnya gimana sih? Tuhan dalam setiap budaya punya dua kutub ganda yakni prehensi fisik dan prehensi konseptual. Prehensi fisik adalah Tuhan yang punya relasi dengan semua manusia di dunia. Maka realitas Tuhan meliputi semua ciptaannya.

2. Konsep Whithead tentang Kreativitas

Whitehead juga menjelaskan hubungan antara kreativitas dan Tuhan dalam setiap bukunya. Berikut ringkasannya:

a. Buku SMW

Kreativitas dalam buku ini berdasarkan konsep Tuhan sebagai causa sui yang menyebabkan dirinya sendiri meski istilah kreativitas belum muncul dalam buku ini.

Namun dari pengertian diatas jelas bahwa disana ada aktivitas dasariah yang dianggap sebagai the ultimate kelak disebut kreativitas.

b. Buku RM

Bersama dengan Tuhan dan entitas-entitas ideal, kreativitas disebut sebagai elemen formatif bagi setiap aktulitas.

Secara ontologis, elemen-elemen formatif itu diandaikan oleh setiap satuan aktual yang sedang dalam proses menjadi.

Hal ini tidak dapat menjelaskan satuan aktual tanpa merujuk kepada elemen-elemen tersebut. Kreativitas tidak lain adalah salah satu dari 3 elemen transformatif diatas.

Disinilah kreatifitas dimengerti sebagai prinsip kebaruan karena selalu berproses menuju sesuatu yang baru.

c. Buku PR

Dalam buku ke-3 ini Whithead mengembangkan secara penuh metafisikanya sebagai suatu filsafat organik dengan tesis dasar bahwa dunia aktual adalah suatu proses dan bahwa proses itu tidak dapat menjadi satuan yang aktual.

Artinya, dalam proses itu ada banyak data yang berbeda dan tergabung menjadi suatu sintesis baru yang disebut satuan aktual partikular.

Disini Whitehead menyebut kreatifitas sebagai prinsip kebaruan yakni prinsip yang karenanya menjadi satu satuan peristiwa.

Maka penyebutan ini tak lain merujuk pada kreativitas sebagai the ultimate. Sehingga kembali ke konsep awal SMW sebelumnya dalam konteks aktivitas dasariah.

Maksudnya kreativitas sebagai kategori penting sehingga tanpa kreatifitas manusia tidak dapat mengerti realitas termasuk Tuhan.

Hubungan kreativitas dengan Tuhan

Namun ada satu pertanyaan penting dari penjelasan diatas, yakni apakah pandangan Whitehead tentang kreativitas merujuk pada Tuhan saja?

Tidak. Kreativitas ada bersama dengan Tuhan. Artinya, kreativitas identik dengan yang absolut tapi kreativitas bukan Tuhan karena Tuhan itu aktual.

Kreatifitas bukanlah pelaku efisien dari ciptaan. Maksudnya gimana nih? Dari perspektif ini, kreativitas secara radikal merujuk pada proses menjadi.

Artinya Ia bisa mencipta dirinya karena bersama dengan kreatifitas. Realitas bersifat netral dan hasil adalah perwujudan-NYa.

Dalam artian ini ia menulis kreatifitas merupakan terjemahan lain dari materi dari pandangan Aristoteles atau bahan netral dalam bahasa modern.

Namun, ia bukanlah sekedar penerima yang pasif, tidak juga firma yang tidak berelasi secara eksternal.

Tapi kreativitas merupakan gagasan murni tentang aktivitas yang dikondisikan oleh imortalitas objek dunia aktual.

Personalitas Tuhan

Sudah dikatakan bahwa Whitehead mengembangkan konsepnya tentang Tuhan dalam konteks metafisika dimana konsep itu sudah ditolak Aristoteles dalam karyanya tentang substansi.

Baginya, alam secara hakiki terjadi akibat adanya proses menjadi. Tuhan digambarkan satuan aktual dengan hakikat ganda, yakni hakikat awali dan akhiri.

Ia tidak dapat disamakan dengan kreativitas dan tidak dapat disebut sebagai suatu aktivitas unik semata.

Bagi whitehead kreativitas dimengerti sebagai prinsip kebaruan yang merujuk pada karakter metafisika dari satuan-satuan aktual yang berproses secara terus menerus.

Jika kreativitas bukan merupakan aktivitas unik Tuhan, Kalau begitu apakah Tuhan Whitehead personal? Tergantung dari pengertian person itu.

Dan ada dua aspek penting yang harus diketahui oleh anda untuk mengerti kata person, yakni:

  • Ada individualitas
  • Ada kesadaran

Jadi personalitas juga tidak lain sebagai sintesis dari masa lalu. Dengan kata lain personalitas selalu punya sejarah.

Apakah konsep person menjadi unsur yang penting dalam konsep Whitehead? Tidak. Karena yang penting adalah unsur relasi dan keteraturan harmoni.

Penutup

Sebagai seorang filsuf yang terkenal berkat pemikiran-pemikirannya yang unggul, konteks Tuhan diatas masih dapat diterima sebagai bagian dari proses belajar.

Demikian artikel tentang Tuhan adalah: Pengertian, Konsep Dan Hakikat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *