Tsunami Adalah: Pengertian, Proses, Penyebab, Ciri-Ciri dan 5 Dampak Bagi Manusia

7 min read

tsunami adalah

Tsunami adalah gelombang laut berukuran besar yang mencapai pesisir pantai. Gelombang ini bisa menghancurkan apa saja, termasuk pemukiman warga.

Kata tsunami mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda. Alasannya sederhana, karena kata ini acap kali di dengar oleh sebagian besar masyarakat Indonesia bahkan mungkin pernah mengalaminya.

Hal ini semakin diperkuat dengan kondisi geografis Indonesia yang masuk dalam lingkaran neraka atau ring of fire dan rentan terhadap peristiwa gempa bumi.

Gempa bumi sendiri adalah salah satu faktor utama penyebab Tsunami. Salah satu kejadian tsunami yang disebabkan oleh Gempa terbesar yang melanda Indonesia adalah tsunami Aceh, 2004 silam.

Tsunami Aceh merupakan salah satu tsunami dengan korban jiwa terbesar di dunia. Gelombangnya bahkan mencapai benua Afrika.

Tapi pernah sih anda bertanya-tanya, apa definisi tsunami yang sebenarnya? Apa penyebabnya? Mengapa tsunami bisa terjadi? Untuk menjawab semua pertanyaaan diatas, baca artikel ini sampai habis.

Pengertian tsunami adalah

Secara etimologis, Tsunami berasal dari bahasa Jepang 津波 yang dilafalkan menjadi tsoo-nah’-mee dari kata Tsu yang berarti pelabuhan dan nami yang berarti gelombang.

Jadi, secara etimologis, tsunami berarti gelombang pelabuhan atau ombak yang terjadi di pelabuhan.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], tsunami punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Gelombang laut dahsyat [gelombang pasang] yang terjadi karena gempa bumi atau letusan gunung api di dasar laut [biasanya terjadi di Jepang dan sekitarnya]
  • Gelombang akibat aliran air laut di permukaan laut [disebabkan oleh tiupan angin], tinggi gelombang bisa mencapai 30 m dengan panjang mencapai 200 km.

Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa tsunami adalah gelombang raksasa yang disebabkan oleh banyak faktor entah itu gempa bumi atau letusan gunung berapi di dasar laut.

Disisi lain, kecepatan tsunami tergantung pada kedalaman laut dan bukan jarak dari sumber atau titik awal gelombang.

Baca Juga : Fotografi Adalah: Pengertian, Sejarah Dan Tokoh Pentingnya

Artinya, gelombang tsunami bisa bergerak secepat pesawat jet di atas perairan dalam dan melambat di perairan dangkal.

Kadang, istilah tsunami disebut sebagai gelombang pasang surut. Namun, istilah ini tidak dipakai oleh banyak ahli kelautan karena pasang surut laut enggak ada hubungannya dengan gelombang raksasa tersebut.

Dalam konteks kelautan, kata tsunami ini punya beberapa penyebutan, diantaranya:

  • Gelombang laut seismik [seismic sea wave]
  • Gelombang pasang [tidal wave]
  • Gelombang laut katastropik [catastrophic ocean wave]
Mengapa tsunami terjadi?

Pada dasarnya, tsunami terjadi akibat peristiwa implus di dasar laut yang memicu gelombang osilasi progresif.

Gelombang ini tersebar dalam jarak yang sangat jauh di permukaan laut dan terus melebar. Di perairan dalam, tsunami bisa melaju dengan kecepatan 800 km (500 mil) per jam.

Panjang gelombangnya bisa mencapai 100-100 km [60-120 mil]. Namun gelombang diamplitudonya [tinggi] kecil, berkisar 30-60 cm atau sekira 1-2 kaki saja.

Momentum gelombang hanya berlangsung beberapa menit sebelum berubah jadi gelombang besar.

Dengan demikian, dalam periode setelah terjadinya gelombang, ada kemungkinan gelombang bertambah cepat akibat angin atau cuaca.

Agar lebih paham penyebab tsunami, tonton video pemodelan Tsunami dari National Oceanic and Atmospheric Administration [NOAA] dibawah ini.

Penyebab terjadinya tsunami

Secara umum, ada beberapa penyebab Tsunami, diantaranya:

1. Gempa bumi bawah laut

Gempa bumi bawah laut adalah suatu peristiwa tektonik yang disebabkan oleh pergerakan lempeng atau kerak bumi.

Meski demikian, tidak semua gempa yang terjadi dibawah laut berpotensi atau memungkinkan terjadinya tsunami.

Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa dengan magnitudo 7,0 yang terjadi di bawah laut dengan jarak kurang dari 100 km di bawah permukaan bumi.

Dan biasanya terletak di dekat zona subduksi, yang merupakan tempat dimana lempeng samudera atau benua bertabrakan.

2. Letusan gunung berapi

Selain gempa dibawah laut, letusan gunung berapi juga bisa memicu terjadinya gempa bumi yang kemudian diikuti tsunami.

Salah satu contoh letusan gunung berapi yang memicu tsunami adalah letusan vulkanik gunung Krakatau pada 1883 di selat Sunda.

Meski demikian, tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung berapi dibawah permukaan air memang jarang terjadi.

Dalam beberapa kasus, tidak terjadi letusan gunung berapi namun tsunami tetap terjadi. Dengan demikian, ada kemungkinan gelombang disebabkan oleh:

  • Aliran piroklastik [campuran antara aliran fragmen batuan, gas dan debu]
  • Ledakan kapal selam yang relatif dekat dengan permukaan laut
  • Pembentukan kaldera [gunung api vulkanik yang runtuh]
  • Tanah longsor
  • Ledakan gunung secara lateral atau erupsi samping [lateral blast]
3. Longsor

Dalam konteks yang lebih luas, tanah longsor ini mencakup sebagian besar gerakan tanah termasuk batu, lereng atau serpihan, merosotnya suatu wilayah permukaan, jatuhnya es, longsoran salju, gletser dan lain sebagainya.

Tsunami akibat longsor ini dapat terjadi, misalnya, saat massa tanah pada satu permukaan dalam jumlah banyak jatuh ke air atau terpindahkannya suatu massa secara subaerial.

4. Peristiwa jatuhnya meteor

Meski peristiwa ini jarang terjadi, namun ada kemungkinan jatuhnya meteorit atau benda luar angkasa lain akan memicu tsunami.

Terlebih jika lokasi atau tempat jatuhnya meteor berada di bawah permukaan laut yang akan memicu gelombang besar serupa peristiwa tektonik.

5. Cuaca

Gangguan tekanan udara yang biasanya disebabkan oleh cuaca yang bergerak cepat, badai misalnya, bisa juga menyebabkan tsunami.

Peristiwa semacam ini dikenal dengan nama meteotsunami atau  tsunami meteorologi. Tsunami Meteorologi adalah tsunami yang disebabkan oleh cuaca dengan karakteristik yang sama seperti tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi.

Penyebabnya tergantung pada intensitas, arah dan kecepatan udara saat bergerak di atas laut dan dipengaruhi juga oleh kedalaman laut.

Hanya saja, meteotsunami bersifat regional dan hanya beberapa wilayah saja yang sering mengalami kejadian semacam ini karena pola cuaca lokal atau fitur permukaan lain.

Ciri-ciri tsunami

Secara umum, ada beberapa ciri-ciri tsunami, diantaranya:

1. Diawali dengan suatu peristiwa

Ciri yang paling pertama adalah diawali dengan suatu peristiwa. Dalam konteks ini, peristiwa adalah penyebabnya entah itu letusan gunung berapi, meteotsunami atau mungkin gempa bumi.

Artinya, tsunami tersebut tidak mungkin tidak disebabkan oleh sesuatu. Ada suatu peristiwa yang mengawalinya.

2. Ada suara gemuruh

Soal ini masih subjektif karena berdasarkan penuturan korban ada suara gemuruh sebelum tsunami terjadi.

Makanya dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut tentang suara gemuruh ini apakah disebabkan oleh letusan, gerakan tanah dan lain sebagainya.

Selain itu, ada kemungkinan gemuruh disebabkan oleh riak air laut skala besar yang mendekat ke daratan dalam jumlah banyak.

3. Penurunan air laut

Seperti pada pemodelan diatas, Tsunami diawali dengan penurunan massa air laut di pesisir pantai seperti saat terjadinya ombak.

Namun penurunan ini sangat drastis dan mempengaruhi sebagian besar massa air yang dalam beberapa kasus bisa mencapai puluhan meter.

4. Terjadi secara bergelombang

Gelombang tsunami, dalam beberapa kasus, terjadi secara bergelombang. Artinya, ada kemungkinan gelombang pertama hanyalah peristiwa awal saja.

Untuk kemudian diikuti dengan gelombang berikutnya yang lebih besar atau mungkin lebih kecil dari gelombang awal.

Jenis-jenis tsunami

Disisi lain, tsunami juga punya beberapa jenis. Berikut beberapa diantaranya:

1. Jarak dekat

Tsunami jarak dekat adalah tsunami yang terjadi pada jarak 200 km atau kurang. Biasanya, titik awal dimana gelombang terjadi berada dalam rentang tersebut.

Selain itu, tsunami ini bisa mencapai daratan kurang dari 30 menit namun dengan kekuatan yang lebih kecil.

2. Jarak menengah

Tsunami jarak dekat adalah peristiwa gelombang air laut yang diawali atau berada pada titik awal sekitar 1.000 km di pesisir atau daratan.

Tsunami ini bisa mencapai daratan atau pesisir pantai kurang dari 30 menit tapi tak sampai 2 jam.

3. Jarak jauh

Tsunami jarak jauh adalah peristiwa tsunami dengan titik awal gelombang berada dalam rentang 1.000 km atau lebih.

Tsunami ini bisa memicu gelombang besar yang mencapai daratan atau pesisir pantai lebih dari 2 jam.

Ciri-ciri tsunami

Meski ciri-ciri ini belum punya dasar ilmiah, namun ada beberapa ilmuwan yang sepakat bahwa agar suatu gelombang dapat disebut tsunami, ia harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Kecepatan

Kecepatan tsunami dipengaruhi oleh banyak hal mulai dari kedalaman lautan, energi yang dilepaskan, angin, cuaca dan gravitasi.

Pada tsunami yang terjadi di laut dalam, kecepatannya bisa mencapai 800 km per jam. Dan terus melambat saat mencapai area dangkal.

2. Ketinggian

Berikutnya adalah ketinggian. Ketinggian tsunami cukup variatif dan ini berbanding terbalik dengan kecepatan.

Dengan kata lain, apabila tsunaminya cepat maka ketinggiannya sedang. Sebaliknya, apabila tsunaminya tinggi maka gelombangnya akan lambat.

Artinya, apabila gelombang tsunaminya lambat, ketinggiannya bisa mencapai beberapa meter setelah mencapai permukaan.

Tetapi, ketinggian ini tetap dipengaruhi oleh geologis pantai, seperti:

  • Pantai terjal yang memungkinkan gelombang tsunami terpantulkan oleh pembatas atau slope. Momen pemantulannya mengikuti periode gelombang. Dengan tinggi pantulan bergantung pada pada kecepatan gelombang
  • Pantai landai yang memungkinkan tsunami mencapai daratan dengan energi tabrakan yang konstan. Dengan kata lain, jika amplitudonya besar maka panjang gelombang akan berkurang. Di pantai landai inilah ketinggian tsunami bisa mencapai puluhan meter

Dampak tsunami

Setelah tsunami terjadi, tentu ada dampak-dampak yang dirasakan baik secara langsung ataupun tidak langsung, berikut beberapa diantaranya:

1. Dampak langsung

Dampak langsung berarti dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat secara langsung, diantaranya:

  • Rusaknya pantai dan biota laut
  • Rusaknya pemukiman penduduk dan mata pencaharian
  • Bisa menimbulkan korban jiwa yang banyak
  • Dan lain sebagainya
2. Dampak tidak langsung

Sementara, dampak tsunami secara tidak langsung adalah:

  • Butuh waktu bertahun-tahun untuk mengembalikan keadaan seperti semula
  • Ada bebean psikologis dan mental bagi mahluk hidup yang selamat dari peristiwa tersebut
  • Bisa menimbulkan penyakit serius terlebih bagi korban yang selamat
  • Dan lain sebagainya

Fakta menarik tsunami

Banyak orang yang mengkonotasikan kata tsunami sebagai suatu gelombang air yang besar. Konotasi ini tidaklah salah karena memang yang terjadi demikian.

Tsunami sendiri merupakan salah satu bencana alam yang paling berbahaya yang terjadi akibat meningkatnya gelombang air di luar dan dapat menghancurkan apa saja yang ada di daratan, entah itu pemukiman warga, hutan atau keadaan geologis lain.

Dan ada beberapa fakta menarik tsunami yang mungkin belum diketahui oleh anda. Berikut saya sajikan daftarnya:

  • Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi dan tanah longsor yang semuanya terjadi dibawah laut
  • Hanya beberapa kejadian tsunami saja yang diakibatkan oleh jatuhnya meteor raksasa ke bumi
  • Gelombang tsunami bisa mencapai 100 kaki atau sekira 30,48 meter
  • Sekitar 80% tsunami yang terjadi di Bumi terkonsentrasi di wilayah-wilayah sekitar cincin api pasifik atau ring of fire seperti Indonesia, Filipina dan Jepang
  • Tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 di Samudera Hindia yang disebabkan gempa bumi dengan kekuatan  MM 9,1-9,3 adalah tsunami terkuat dan terbesar yang pernah terjadi di Bumi dan menyebabkan 225.000 lebih orang tewas dan tersebar di 11 negara
  • Negara paling banyak mengalami Tsunami adalah Jepang. Istilah Tsunami juga berawal dari sana yang kini sudah di adopsi oleh banyak negara di dunia
  • Ada beberapa tsunami yang ukurannya tak lebih dari 30 cm sehingga tidak disadari oleh manusia atau alat pengukur kecepatan air
  • Gelombang tsunami yang kuat bukan pada gelombang pertama namun pada gelombang berikutnya
  • Rata-rata tsunami yang terjadi di Samudera Hindia memiliki tinggi 30 kaki atau sekira 9,144
  • Manusia tidak dapat berenang pada gelombang tsunami terjadi karena arusnya yang bisa menggiring seseorang ke arah yang berlawanan
  • Tsunami dapat menciptakan energi yang sangat besar sehingga bisa melintasi satu samudera dalam waktu beberapa jam saja
  • Para ilmuwan bisa memperkirakan waktu yang tepat tentang kapan dan bagaimana tsunami akan terjadi. Estimasi mereka didasarkan pada perhitungan kedalaman air, waktu gempa bumi, jarak daratan dari titik gelombang dan estimasi lain yang memungkinkan
  • Tsunami yang terjadi di Samudera Hindia pada tahun 2004 diperkirakan setara dengan 23.000 kali bom atom sehingga mampu menewaskan 225.000 orang lebih
  • Sejarawan Yunani, Shucydides dalam bukunya History of Peloponnes War adalah orang pertama yang mengaitkan istilah tsunami dengan gempa bumi bawah laut
  • Orang-orang yang tinggal di daerah pesisir laut setelah merasakan gempa bumi terlebih yang cukup kuat harus segera berlari ke perbukitan atau wilayah yang tinggi
  • Banyak ilmuwan percaya bahwa tsunami yang disebabkan oleh meteorit pernah terjadi di bumi sekitar 3,5 miliar tahun lalu
  • Pohon palem yang ditanam di pinggir laut atau disekitar pantai sebenarnya bertujuan untuk menahan gelombang tsunami karena pohon ini diketahui cukup kuat menahan gelombang
  • Tsunami terbesar yang pernah di catat oleh manusia terjadi di di Alaska pada tahun 1958. Meski demikian, hanya 2 orang yang dilaporkan tewas akibat peristiwa tersebut
  • Tsunami yang terjadi di Lisbon, Portugal pada tahun 1755 menewaskan 90.000 orang adalah tsunami terbesar dengan Korban jiwa terbanyak yang pernah tercatat sebelum tahun 2004
  • Mayoritas orang yang meninggal akibat tsunami di Samudera Hindia tahun 2004 adalah perempuan dan anak-anak
  • Tsunami bisa melahirkan toxic di darat karena meninggalkan banyak garam dan menyebabkan banyak orang yang mati karena kelaparan saat gelombang air surut
  • Dalam kurun waktu 2.000 tahun terakhir, sekitar 500.000 orang dilaporkan tewas akibat tsunami yang terjadi di Samudera Pasifik
  • Hawaii di AS adalah salah satu daerah yang paling rentan terkena Tsunami. Setiap tahun, daerah tersebut pasti mengalami yang namanya tsunami
  • Tsunami dapat melintasi samudera untuk mempertahankan energinya namun potensi energi itu ikut berkurang
  • Saat anda terjebak tsunami, disarankan untuk mencari objek yang mengambang dan membiarkan arus membawa anda kemanapun. Dengan demikian, kalau beruntung, ada kemungkinan untuk selamat.

Penutup

Sebagai salah satu wilayah yang rentan terdampak tsunami, melakukan mitigasi lebih awal merupakan salah satu langkah yang tepat.

Tujuannya bukan untuk menghindari kemungkinan tsunami tetapi juga untuk meminimalisir kemungkinan korban jiwa akibat bencana tersebut.

Demikian artikel tentang tsunami adalah: Pengertian, proses, penyebab dan beberapa fakta menarik. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *