Trading Forex Adalah: Pengertian, Sejarah Singkat, Sistem dan Cara Kerja

6 min read

trading forex adalah

Sederhananya, trading forex adalah salah satu sistem perdagangan mata uang secara daring dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Dan kegiatan ini termasuk salah satu pilihan investasi yang cukup menjanjikan terlebih jika ia dimanfaatkan dengan baik.

Meski kata ini masih asing ditelinga sebagian besar orang, terutama mereka yang belum pernah mengenal dunia investasi mata uang.

Makanya tak heran kalau masih ada presenden buruk soal kegiatan ini. Ada yang bilang trading forex adalah judi, trading forex itu haram dan lain sebagainya.

Di artikel kali ini saya enggak membahas soal presenden buruk itu melainkan pengenalan tentang trading forex itu seperti apa.

Nah untuk anda yang penasaran apa itu forex dan bagaimana cara kerjanya baca artikel ini sampai habis.

Trading forex adalah

Foreign exchange atau yang lebih dikenal dengan istilah forex [FX] atau forex trading adalah sistem perdagangan mata uang asing di pasar uang internasional.

Pada prinsipnya, forex dalam konteks ini berbeda sama pasar saham, P2P lending atau yang paling mendekati adalah money changer.

Untuk diketahui, money changer adalah tempat penukaran mata uang asing yang menerapkan prinsip jual beli mata uang secara fisik alias langsung.

Artinya, money changer ini punya tempat transaksi, barang fisik yang berarti uang dan juga proses transaksi yang dilakukan antar satu orang dengan orang lain secara tatap muka.

Sementara, trading forex ini dilakukan dengan cara memindahbukukan dana dari satu rekening bank ke rekening bank lain secara daring.

Pasar forex termasuk salah satu pasar uang terbesar di dunia dengan pertukaran yang sangat cepat seperti halnya bursa saham.

Untuk ikut ambil bagian dari perdagangan ini seseorang bisa menggunakan jasa lembaga atau perusahaan pialang [commision house] yang sudah terdaftar di bursa.

Di Indonesia, agar suatu lembaga atau perusahaan bisa menjadi pialang saham ia harus terdaftar di Bursa Berjangka Jakarta [BBJ] yang merupakan lembaga yang setara dengan lembaga pialang saham Bursa Efek Indonesia [BEI].

Lantas, siapa yang bertransaksi di pasar forex ini? Bisa siapa saja mulai dari pemerintah dunia, bank-bank utama, perusahaan multinasional, hudge fund, spekulan mata uang hingga seseorang atas nama pribadi.

Banyaknya aktivitas yang terjadi di pasar saham ini menyebabkan perputaran mata uang terjadi dengan sangat cepat atau yang lazim disebut high speed trading.

Diperkirakan, transaksi di pasar forex mencapai lebih dari 1,9 triliun US Dollar setiap hari dimana uang tersebut berpindah tangan dengan cepat dari satu orang ke orang lain dari satu tempat ke tempat lain.

Dan ada beberapa hal yang menyebabkan pertukaran mata uang ini terjadi dengan sangat cepat, diantaranya:

  • Jumlah pemain yang semakin banyak dan semakin bertambah dari waktu ke waktu
  • Faktor ekonomi global yang tidak stabil
  • Faktor Politik dan sosial suatu negara yang juga akan mempengaruhi ekonomi negara tersebut secara langsung

Selain memicu pertukaran uang dengan sangat cepat, tiga faktor diatas juga membuat harga uang semakin fluktuatif sehingga resiko yang harus ditanggung para trader semakin besar.

Sebagai contoh, ada seorang trader yang bersiap membeli EUR-USD yang kursnya 2.2880 namun karena sentimen pasar yang cenderung negatif terhadap dollar, harganya turun menjadi 2.2770.

Si trader tentu saja khawatir dengan keadaan ini sebab bisa saja harganya terus menurun. Karena itu, ia harus melakukan cut loss sebesar 0.0110. 110 pips inilah yang jadi kerugian trader atau resiko yang harus ditanggungnya.

Sejarah Singkat

Trading forex atau pertukaran mata uang punya sejarah yang cukup panjang yang secara resmi dimulai saat uang kertas mulai dipergunakan di dunia.

Penemuan uang kertas ini mempengaruhi eskalasi perdagangan antar wilayah di dunia yang secara tidak langsung menciptakan pasar uang global.

Beberapa orang mengatakan kalau trading forex sudah ada sebelum munculnya pasar uang lainnya, seperti bursa saham, bursa berjangka, opsi termasuk obligasi.

Sebelum menggunakan uang, orang-orang menggunakan emas untuk berdagang. Namun karena tidak efektif dibawa kemana-mana karena dan tidak punya denominasi, emas kemudian digantikan dengan uang.

Hanya saja tiap negara punya mata uang sendiri-sendiri. Hal ini kemudian memicu kegaduhan diantara pelaku perdagangan antar wilayah yang secara tidak langsung memunculkan sistem penukaran mata uang asing.

Tujuan pertukaran mata uang asing ini adalah untuk memudahkan transaksi yang kelak menjadi cikal bakal trading forex, termasuk pasar uang lainnya.

Secara resmi, forex mulai diperkenalkan pada 1973 saat Amerika Serikat [AS] mengizinkan mata uangnya mengambang di pasar Forex.

Di tahun yang sama, ekonomi global mengalami perubahan sistem moneter dimana sebagian besar negara di dunia menetapkan sistem nilai tukar dari fixed rate ke free floating rate.

Baca Juga : Sejarah Desain Grafis: Fungsi, Tujuan dan Manfaat

Fixed rate adalah suatu sistem pertukaran mata uang dengan nilai tetap sementara floating rate adalah sebaliknya dimana sistem pertukaran uangnya dilakukan secara fleksibel.

Artinya, nilai tukar mata uang suatu negara ditentukan oleh permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar.

Dari perubahan moneter inilah nilai mata uang suatu wilayah atau negara cenderung berfluktuasi dibandingkan mata uang wilayah atau negara yang lain, termasuk Indonesia.

Itulah sebabnya mata uang Indonesia, Rupiah sering mengalami penguatan atau pelemahan yang disebabkan oleh banyak faktor dibanding mata uang asing, US Dollar misalnya.

Transaksi forex dilakukan antar bank baik untuk kepentingan bank itu sendiri atau karena permintaan dan penawaran dari nasabahnya.

Umumnya, transaksi antar bank dilakukan berdasarkan spot, dimana pembayaran dilakukan dua hari kerja setelah tanggal transaksi.

Selisih ini bertujuan agar bank punya waktu menyelesaikan settlementnya terlebih jika transaksi itu dilakukan terhadap bank di negara lain dengan zona waktu yang berbeda.

Sistem trading forex

Jika anda ingin ambil bagian dalam transaksi ini baiknya pelajari dulu sistem trading. Tujuannya agar anda bisa tahu model transaksi, kontrak dan nilainya.

Secara umum, ada beberapa sistem trading yang yang paling populer di dunia, diantaranya:

1. Two way opportunity

Jika anda melakukan transaksi di Bursa Saham Indonesia [BEI], atau di tempat lain di negara tertentu, umumnya anda harus beli dulu.

Setelah beli barulah dijual. Dan dalam konteks two way opportunity ini, pasar saham menawarkan dua model transaksi, yakni:

a. Buy open-sell reverse

Sama seperti perdagangan pada umumnya dimana transaksi harus dilakukan dengan cara membeli [buy] kurs suatu mata uang.

Disini bisa berarti anda harus membeli suatu mata uang dengan harga rendah untuk kemudian dijual lagi dengan harga tinggi.

b. Sell open-Buy reverse

Pada poin yang ini adalah kebalikan dari poin sebelumnya dimana transaksi dilakukan dengan cara dijual terlebih dahulu sebelum ditutup dengan pembelian.

Dengan harapan, harga jualnya lebih tinggi dibanding harga beli dan dari sinilah trader bisa cuan atau dapat untung [profit].

Oleh karena itu, sebelum bertransaksi pastikan anda tahu posisi anda apakah membeli dulu baru dijual [buy-sell] atau jual dulu baru beli [sell-buy].

forex trading adalah

Apabila pasar mata uang asing positif terhadap suatu mata uang, US$ Dollar misalnya, maka pasar akan cenderung membeli mata uang dollar.

Hanya saja, saat dollar mengalami pelemahan, para trader akan menjualnya. Selisih yang terdapat pada harga beli dan harga jual itulah yang dimaksud dengan keuntungan.

2. Contract size

Di Bursa efek Jakarta [BEJ], 1 lot mewakili 500 lembar saham maka di forex 1 lot mewakili US$ 100.000.

Apabila nilai ini cenderung besar bagi trader yang ingin ambil bagian dalam pasar ini, pialang biasanya akan menawarkan kontrol dengan sistem margin trading.

Maksudnya gimana sih? Maksudnya adalah, dengan menggunakan sistem ini, trader tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli 1 lot.

Biasanya sih, margin yang diberikan dalam kontrak ini sebesar US$1,000 untuk 1 lot. Hanya saja, ada berbagai macam jenis kontrak yang ditawarkan oleh pialang untuk menarik trader baru.

Karena Rupiah yang selalu berfluktuasi, maka ditawarkan konversi rupiah ke dolar dengan nilai yang flat artinya sistem nilai tukarnya adalah tetap.

Misalnya, ada satu perusahaan pialang yang menawarkan US$1 setara dengan 10.000, 11.000 atau mungkin 13.000 tergantung perjanjian antar investor dan trader.

Disisi lain, apabila ada trader yang merasa jumlah ini masih terlalu besar sehingga banyak pertimbangan saat bertransaksi alias takut rugi, pialang akan menawarkan model kontrak lain.

Model kontrak ini masuk kategori mini forex. Untuk paket regular, sepanjang yang saya tahu, apabila margin 1 lot setara dengan US$1.000 maka dalam mini forex, 1 lotnya setara dengan US$100.

Cara menghitung nilai kontrak

Nilai kontrak adalah hal esensial yang harus diketahui oleh seorang investor atau trader karena ini berkaitan dengan jumlah dana yang akan dimainkan.

Hanya saja, masih banyak orang yang bingung bagaimana cara menghitung nilai ini. Agar memudahkan anda biar saya jelaskan sedikit.

Dalam sampel ini, saya menggunakan satu mata uang sebagai contoh yakni EUR-USD. Untuk menghitung nilai kontrak, saya menggunakan rumus sebagai berikut:

Profit=[(Selling price buying price] x contract size x lot] – (commission x lot)

Sebagai contoh, ada seorang investor sedang membeli EUR-USD sebanyak tiga lot dengan nilai sebesar $3,000 [margin per 1 lotnya adalah US$1,000].

Dengan contract size setara dengan US$300,000 pada kurs 1,2850. Sementara, posisi dilikuidasi dengan transaksi jual berada pada kurs 1,2900.

Saat transaksi, ada komisi yang wajib diberikan kepada pialang sebesar $50. Dengan demikian, anda bisa memperhitungkan profit atau loss sebagai berikut:

Profit= [(selling price – buying price) x Contract size x lot] – (commission x lot)

= [(1,2900-1,2850) x US$ 100,000x3 lot] – (US$ 50 x 3 Lot]

= [(1,2900-1,2850) x US$ 100,000x3 lot] – (US$ 50 x 3 Lot]

(0,005 X US$ 100,000 x 3 Lot) – (US $ 50 x 3 lot)

= US$ 1,500 – US$ 150

= US$ 1,350 [cuan]

Perhitungan diatas juga bisa disesuaikan saat anda melakukan transaksi mata uang lain, USD-JPY atau USD-CHF misalnya.

Intinya, tetap perhitungan jumlah lot, margin, contract size dan kursnya juga posisi dilikuidasi dengan mata uang yang diperdagangkan termasuk komisi untuk pialang.

Cara kerja trading forex

Cara kerja trading forex sebenarnya cukup sederhana namun sebagian besar bergantung sama teknologi keuangan yang ada.

Agar lebih paham cara kerjanya, biar saya jelaskan poin per poinnya saja.

  • Transaksi dalam trading dilakukan dengan sistem over the counter [OTC] antar bank lewat jaringan komunikasi seperti RMDS [Reuters Monitor Dealing System] serta money broker voice box
  • Dua jaringan telekomunikasi diataslah yang menghubungkan antar bank dari seluruh dunia dengan counter-partynya
  • Transaksi atau perdagangan forex terus berlangsung selama 24 jam sehari, berputar dari satu wilayah ke wilayah lain yang dimulai 05.00 WIB dan sabtu 04.30 WIB
  • Untuk pasar asia, berlangsung antar jam 06.055-15.00 WIB, pasar Eropa antara jam 13.00-24.00 WIB dan pasar Amerika dimulai pada jam 20.30-04.30 WIB.

Penutup

Memanfaatkan trading forex untuk menghasilkan uang adalah hal yang lumrah saat ini. Hanya saja, karena banyak orang yang belum mengenal metode satu ini sehingga banyak yang mengatakan kalau sistem ini sama seperti judi.

Bagi saya pribadi, trading forex bukanlah judi atau apalah anda sebutkan. Karena ini adalah sesuatu yang legal dimana seseorang memanfaatkan perubahan nilai uang untuk dapat profit.

Memanfaatkan nilai uang itu enggak masalah karena berbeda dengan taruhan yang sepenuhnya bergantung sama keberuntungan atau trik seperti yang ada pada judi.

Demikian artikel tentang Trading Forex Adalah: Pengertian, Sejarah Singkat, Sistem dan Cara Kerja. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *