4+ Cara Melindungi Diri dan Keluarga Saat Terjadi Gempa Bumi

Biasanya, saat terjadi gempa, banyak yang panik lalu berhamburan ke luar rumah dibanding cari perlindungan pertama.

Sebagai bentuk edukasi, di artikel ini saya mau berbagai cara melindungi diri dan keluarga saat terjadi gempa bumi.

Ada banyak penyebab gempa bumi, yang paling umum disebabkan oleh pergeseran lempeng di perut bumi atau aktivitas sesar.

Termasuk gerakan geomorfologi lokal seperti reruntuhan tanah, gunung meletus hingga aktivitas manusia seperti tambang atau menjatuhkan bom dipermukaan tanah.

Tapi tidak semua aktivitas manusia dan alam itu bisa memicu gempa. Benar, ada juga yang getaran seismiknya kecil sehingga tidak terasa.

Oh iya, gempa bumi juga mengakibatkan efek lain yang tak kalah mengancam seperti tanah longsor, tsunami hingga runtuhnya bebatuan di kawasan tertentu.

Untuk penjelasan lebih detail tentang penyebab gempa bumi, simak artikel ini sampai habis.

Mengapa gempa bumi terjadi? Apa penyebabnya?

Gempa bumi disebabkan karena batu yang berada di bawah tanah tiba-tiba pecah di sepanjang jalur patahan. Pelepasan energi yang tiba-tiba ini menyebabkan gelombang seismik yang membuat tanah bergetar.

Ketika dua batu atau dua lempengan saling bergesekan juga menyebabkan gempa bumi. Setelah semua terkumpul, batu-batu tetap saling mendorong, namun tidak bergerak. Sampai akhirnya pecah karena tekanan sudah mencapai puncaknya.

Saat bebatuan pecah, gempa terjadi. Selama gempa bumi dan sesudahnya, lempengan atau balok batu mulai bergerak, dan mereka terus bergerak sampai benar-benar berhenti secara alamiah.

Tempat dimana batu tersebut pecah kemudian disebut sebagai fokus gempa. Dibagian atas fokus gempa, disebut titik gempa.

Gelombang seismik seperti gempa bumi juga bisa disebabkan karena ledakan didalam tanah. Ledakan-ledakan ini dapat memicu pecahnya batu saat membuat terowongan jalan, rel kereta api, kereta bawah tanah dan tambang.

Hanya saja, gelombang satu ini tidak menyebabkan gelombang seismik yang sangat kuat. Bahkan, anda mungkin tidak akan merasakan gelombang tersebut.

Terkadang, gelombang seismik terjadi ketika atau atau dinding tambang runtuh. Dan ini bisa dirasakan oleh orang-orang yang berada di sekitar tambang.

Ledakan bahwa tanah terbesar, dari uji hulu ledak nuklir [bom], yang dampaknya akan menciptakan gelombang seismik seperti gempa besar.

Fakta ini juga membuat organisasi dunia seperti PBB melarang percobaan terhadap tanah yang telah di eksploitasi sebagai sarana untuk uji coba nuklir global.

Karena memang, tidak ada hulu ledak nuklir yang bisa di ledakan di bumi tanpa menghasilkan gelombang seismik seperti gempa bumi.

4+ Cara Melindungi Diri dan Keluarga Saat Terjadi Gempa Bumi

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 4+ cara melindungi diri dan keluarga saat terjadi gempa bumi.

1. Saat berada di Rumah

gempa bumi

Jika gempa terjadi dan saat itu anda sedang berada didalam rumah, carilah meja dan bersembunyi dibawah kolong. Lindungi kepala dengan tangan dengan tas dan buku.

Usahakan agar tetap tenang dan tidak panik. Jika gempa berangsur berhenti atau telah berhenti, segera cari pintu keluar lalu menjauh dari rumah atau bangunan tinggi lain yang ada disekitar rumah.

Bagaimana jika saat itu saya sedang tertindur dan gempa terjadi secara mendadak? Jatuhkan saja diri anda ke samping tempat tidur.

Carilah perlindungan pertama disitu seperti kolong tempat tidur atau perabotan terberat lainnya.

Jika berhasil keluar rumah, amankan listrik dan gas yang ada di dalam rumah karena banyak kasus kebakaran dan kebocoran gas usai gempa terjadi.

2. Saat berada di luar rumah

gempa bumi

Jika saat gempa terjadi anda sedang berada diluar ruangan, di luar rumah atau sementara jalan kaki, lindungi kepala anda dan segera menjauh dari gedung yang tinggi.

Tujuannya untuk menghindari reruntuhan bangunan atau pecahan kaca yang diakibatkan oleh gempa bumi.

3. Saat berada di tempat lain seperti Sekolah, Kantor dan tempat umum lainnya

tips saat terjadi gempa bumi

Jika anda sedang berada di sekolah, kantor atau tempat umum lainnya, carilah tempat perlindungan pertama yang terjangkau seperti di bawah meja kantor anda.

Kasus ini sama seperti saat anda berada di dalam rumah, yang sudah saya jelaskan dibagian atas.

Usahakan untuk tetap tenang dan meminta rekan-rekan kerja atau teman-teman anda untuk tidak panik.

4. Saat berada di kendaraan pribadi seperti Mobil (tidak berlaku untuk Motor)

gempa bumi

Jika anda berada didalam mobil saat gempa terjadi, mobil tentu saja akan bergoyang. Jika kendaraan sementara berjalan, hentikan kendaraan tersebut, keluar sesegera mungkin untuk mencari tempat aman.

Untuk mengantisipasi gempa susulan, carilah berita melalui siaran radio dan media lain. Hal ini bertujuan agar anda bisa mewaspadai gempa-gempa susulan, dan tidak terprovokasi oleh berita-berita hoax atau kabar burung yang terjadi dalam masyarakat.

Selain itu, sebagai upaya untuk mengantisipasi bencana seperti gempa bumi ada baiknya anda menyiapkan perlengkapan-perlengkapan siaga bencana.

Bagaimana jika saya tinggal di daerah dengan potensi gempa yang tinggi?

Jika anda tinggal di daerah seperti itu, ada beberapa provisi yang bisa anda siapkan. Mulai dari proses identifikasi bahaya sampai peralatan mitigasi bencana.

a. Identifikasi bahaya [hazard]

Yang pertama adalah mengidentifikasi bahaya tersebut jika gempa terjadi dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

Situasi seperti saat anda dan keluarga sedang tertidur lelap atau saat ada keluarga dan orang tua yang sakit didalam rumah.

Jadi, identifikasi ini mencakup proses mengenal potensi apa yang terjadi apabila gempa itu terjadi.

Misalnya, lemari yang ditempatkan dipinggir tembok yang berpotensi roboh saat gempa dan bisa menimpa siapapun, termasuk anda.

b. Kerentanan [vulnerability]

Di tahap ini, cari potensi kerentanan di daerah anda selain bahaya gempa. Apakah daerah anda rawan bencana lain, tsunami atau longsor.

Hingga bangunanan tempat anda tinggal mampu mengakomodasi jika hal-hal itu terjadi?

Salah satu caranya adalah dengan membangun rumah yang tahan gempa dan pastikan interiornya aman dari kerentanan saat gempa.

Jadi, ini punya keterkaitan sama poin pertama yang sudah saya sebutkan. Intinya, pastikan rumah tersebut punya emergency exit yang memudahkan proses evakuasi.

c. kapasitas individu [capacity]

Yang terakhir adalah menanyakan kepada diri sendiri dan anggota keluarga apakah mereka sduah tahu apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi?

Atau, apakah rekan-rekan kerja anda sudah diberitahu atau dapat pelatihan mitigasi bencana dari pihak terkait, Basarnas misalnya?

Dengan meningkatkan pemahanan individu terhadap hal ini, mereka siap dan paham apa yang harus dilakukan saat gempa itu benar-benar terjadi.

Dengan begitu, potensi hilangnya nyawa akibat gempa bisa dikurangi setidaknya dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Lebih bagus lagi kalau tidak ada korban saat gempa terjadi.

d. Siapkan peralatan mitigasi
perlengkapan siaga bencana

Ada baiknya anda menyiapkan beberapa perlengkapan penting sebagai bagian dari siaga bencana. Ada beberapa perlengkapan penting yang harus disiapkan, antara lain:

  • Makanan yang dapat bertahan lama seperti Mie Instan dan juga air minum
  • Pakaian cadangan, selimut dan kebutuhan lain
  • Peralatan kesehatan seperti P3K dan obat-obatan lain
  • Radio kecil [jika ada] dan juga perlengkapan lain seperti senter dan baterai cadangan
  • Dokumen-dokumen penting jika sempat anda mengambilnya
  • Dll [sesuaikan dengan kebutuhan]

Mengapa harus butuh perlengkapan-perlengkapan seperti demikian? Jawabannya sebagai bentuk antisipasi kemungkinan terjadinya gempa. Selain itu, gempa bumi tidak dapat diprediksi dan terjadi kapan saja dan dimana saja.

Jangan lupa juga, sebagai bagian dari mitigasi bencana agar anda mencatat nomor telepon darurat. Jika memungkinkan, anda bisa mencatat nomor-nomor telepon darurat tersebut di ponsel pribadi anda. Ada beberapa nomor telepon darurat yang wajib anda catat antara lain:

  • Polisi
  • Ambulance
  • Pemadam kebakaran
  • Tim Search and Rescue [SAR] setempat
  • PLN
  • Telkom
  • KOGAMI
  • LINMAS [Desa]
  • Satgas [Kecamatan]
  • Satlak [Kota]
  • Satkorlak [Provinsi]
  • PMI
  • BMKG
  • Rumah Sakit
  • Klinik
  • Puskesmas
  • Kantor Desa

Catat juga beberapa nomor telepon penting seperti keluarga dan orang-orang terdekat anda. Selain itu, ajar juga orang-orang terdekat anda untuk mencatat dan menyiapkan berbagai perlengkapan yang mungkin dibutuhkan sebagai antisipasi gempa bumi.

Pasca gempa

Jika anda dan keluarga berhasil selamat dari gempa, lindungi provisi anda. Provisi adalah perlengkapan pribadi dan keluarga sebagai bagian dari mitigasi.

Ini sudah saya jelaskan dibagian atas. Mengapa harus siapkan provisi? Agar anda tidak bergantung atau mengandalkan pertolongan orang lain.

Sudah pasti, semua orang di lingkungan anda bakalan susah akibat gempa. Dan dalam situasi tertentu, saat orang-orang sedang lapar lalu panik, bisa terjadi penjarahan dimana-mana.

Saya yakin masih ingat dengan kasus penjarahan yang terjadi di Palu, oktober 2018 lalu, setelah gempa menghantam wilayah tersebut.

Jika terjadi chaos semacam ini, keluarlah dari tempat anda tinggal. Tinggal di daerah pinggiran kota saja.

Kalau punya keluarga lebih bagus lagi. Karena dalam situasi ini, warga yang ekonominya cukup atau tinggal dikawasan mewah bakal jadi sasaran utama.

Bagaimana jika jalan runtuh atau macet? Carilah alternatif. Jika tidak bisa keluar, minta perlindungan aparat.

Jangan lupa juga, jika ada orang lain yang butuh bantuan, segera dibanu. Gotong royong sangat diperlukan dalam situasi macam ini.

Hindari juga bangunan-bangunan yang nampak mau roboh. Jika anda tinggal di pesisir pantai, segera menjauh dan cari tempat-tempat tinggi.

Penutup

Sebagai negara yang masuk dalam lintasan Ring of Fire, masyarakat Indonesia perlu melakukan antisipasi dan persiapan bencana.

Sebab bencana seperti gempa bumi tidak dapat diprediksi dengan akurat dengan alat yang dirancang secanggih apapun.

Selain itu, dalam sejarah bencana alam yang terjadi di Indonesia namun upaya mitigasi bencana belum maksimal diterapkan mulai dari pendidikan sadar bencana, persiapan, hingga bangunan yang digunakan untuk tinggal.

Oleh karena itu, sudah saatnya bangsa indonesia membuat perencanaan yang matang dalam upaya menghadapi bencana alam.

Caranya sederhana, yakni dengan mengetahui apa yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan saat gempa.

Demikian artikel tentang 4+ cara melindungi diri dan keluarga saat terjadi gempa bumi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar