3 Fase Anjing Yang Sudah Terinfeksi Rabies

2 min read

ciri anjing terkena rabies

3 Fase Anjing Yang Terinfeksi Rabies – Memelihara anjing bagi sebagian orang adalah merupakan kegemaran tersendiri bagi sebagian orang. Anjing sejak dulu telah menjadi sahabat manusia.

Manusia memelihara anjing karena tingkat kesetiaan dan loyalitasnya yang tinggi. Namun, belakangan isu mengenai rabies kembali mencuat.

Banyak orang yang khawatir akan masalah ini. Ada banyak solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini antara lain melalui vaksinasi terhadap hewan. Bagaimana jika sudah terlambat? Ini yang jadi masalah. Jadi, tidak ada salahnya kan kalau kita mengetahui ciri-ciri anjing yang terkena rabies.

Pada intinya, tanda-tanda ini tidak dapat dilihat dengan jelas. Biasanya virus masuk melalui hidung dan udara atau juga lewat lapisan daging selama beberapa waktu. Jika sistem imun dan antibody dalam tubuh anjing tidak terlalu baik maka virus akan cepat menyebar melalui sum-sum tulang belakangan hingga akhirnya menuju otak.

3 Fase Anjing Yang Sudah Terinfeksi Rabies

Biasanya fase ini akan terjadi dalam 1-3 bulan pasca virus menginfeksi hewan. Pada fase ini aning akan mati dalam waktu 2-4 hari. Nah, berikut beberapa fase yang dilewati oleh anjing tersebut.

Fase Pertama: Mengalami Prodromal

Ciri-ciri anjing terkena rabies
via express.co.uk

Pada fase awal ini, dalam ilmu medis dikenal dengan istilah Prodromal. Biasanya terjadi dalam waktu 2-3 hari setelah terinfeksi virus rabies.

Pada fase ini anjing akan mengalami banyak sekali gejala kesehatan seperti perubahan kala menggonggong, menggigit benda-benda tertentu seperti kursi atau kaki meja, tubuh anjing akan mengalami demam, nafsu makan menurun, diam dan murung dan beberapa hal lain.

Ciri-ciri anjing yang sudah terinfeksi rabies pada fase pertama:
  • Perubahan suara saat menggonggong
  • Menggigit benda-benda tertentu entah itu hewan, kursi, meja dan lain sebagainya
  • Demam
  • Nafsu makan berkurang
  • Selalu diam dan murung
  • Dll

Fase Kedua: Mad Dog Syndrome

Ciri-ciri anjing terkena rabies
via joneshacker.com

Pada fase kedua disebut dengan istilah Mad Dog Syndrome. Biasanya setelah melewati fase pertama, anjing akan mengalami fase kedua yang disebut dalam bahasa Indonesia adalah fase anjing gila.

Pada fase ini anjing akan menjadi sangat agresif, dan bisa menggigit siapa saja yang lewat di depannya meski itu adalah tuannya sendiri.

Perilakunya sangat tidak wajar seperti yang di tunjukkan anjing normal lain. Fase ini terjadi dalam rentang waktu agak lama sebelum akhirnya anjing akan memasuki fase ketiga dan mati.

Namun, ciri-ciri utama pada fase ini anjing akan terobsesi untuk memakan apa saja yang ada di depannya walaupun itu bukanlah makanan.

Anjing akan selalu menyalak meski tidak ada apa-apa, kelopak mata yang terus terbuka lebar, anjing berjalan sempoyongan dan tidak konsisten bahkan cenderung mengalami disorientasi.

Anjing juga tidak akan takut terhadap apapun, beberapa bagian tubuh anjing akan kaku untuk ketika digerakkan, ketika berdiri anjing akan bergetar lalu terjatuh.

Ciri-ciri anjing yang sudah terinfeksi rabies pada fase kedua:
  • Lebih agresif
  • Suka menggigit
  • Kelopak mata terbuka lebar
  • Berjalan sempoyongan
  • Cenderung mengalami disorientasi perilaku
  • Tidak takut terhadap apapun dan siapapun
  • Anjing akan kaku saat berjalan
  • Tubuh bergetar
  • Sering terjatuh saat berjalan

Fase ketiga: Paralytic

Ciri-ciri anjing terkena rabies
via travelhealthpro.org.uk

Fase ketiga dikenal juga dengan fase paralytic. Setelah mengalami fase kedua anjing akan memasuki fase ketiga. Pada fase ini, virus telah mematikan sejumlah besar sel otak anjing dan jaringan sum-sum tulang belakang dari anjing. Dalam waktu 2-4 hari anjing akan mati.

Ciri umum pada fase ini adalah anjing akan sulit bernafas, sering tersedak, rahang bawah anjing tak tertutup, mulut terbuka lebar. Air liur akan terus keluar dari mulutnya dengan jumlah yang banyak, termasuk dengan air seni.

Sebagian besar otot-otot anjing tidak dapat bekerja seperti biasanya, mereka akan memasuki kondisi koma sebelum akhirnya mati perlahan-lahan.

Perlu diketahui, anjing dalam kondisi ini berbeda dengan anjing yang terkena racun atau terkena potas. Tanda-tanda rabies ini adalah fakta-fakta yang terjadi, jika kamu melihat tanda-tanda ini pada anjing kamu segeralah mengambil tindakan-tindakan perlu seperti melakukan vaksinasi awal.

Ciri-ciri anjing yang sudah terinfeksi rabies pada fase ketiga:
  • Anjing sulit bernafas
  • Sering tersedak
  • Rahang pada mulut selalu terbuka
  • Air liur terus-menerus keluar dari mulut anjing termasuk air seni
  • Koma
  • Mati [Terakhir]

Penutup

Fase diatas sebenarnya menunjukan ciri-ciri anjing yang terkena rabies. Jika ciri-ciri diatas terdapat pada anjing peliharaan anda, segera atasi atau bawa ke dokter sebelum terlambat.

Nah demikian artikel tentang 3 Fase Anjing Yang Terinfeksi Terkena Rabies. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *