4+ Tahapan Perkembangan Bumi Berdasarkan Teori Geologi

Secara umum ada 4 tahapan perkembangan bumi berdasarkan teori geologi. Apa saja tahapannya? Simak artikel ini sampai habis.

Tahapan, dalam konteks ini, merujuk pada periode waktu yang meliputi pembentukan fisik bumi dan perkembangannya sebelum kehidupan awal dimulai.

Dan sebelum bumi memasuki empat tahap yang akan saya ulas di artikel ini, bumi berada dalam masa Hedean.

Hedean sendiri adalah suatu kondisi dimana alam semesta mengalami pertambahan jumlah planet dan periode ini terjadi 4,6 miliar tahun silam.

Pada kondisi ini, para ilmuwan memperkirakan bahwa saat itu tidak ada waktu. Dan benda terestrial paling awal yang terdapat di muka bumi bukanlah batu melainkan mineral.

Di Australia, ada beberapa konglomerat sedimen yang tertinggal dan setelah diteliti usianya sudah lebih dari 3,3 miliar tahun.

Batu yang ditemukan ini berbentuk butiran zirkon detrial dengan perhitungan usia isotop antara 4,2 hingga 4,4 miliar tahun.

Dari beberapa penemuan tersebut diperkirakan kalau usia bumi mungkin jauh lebih lama dari usia bukti-bukti yang ditemukan.

Setelah melewati periode Hedean, berdasarkan teori Geologi, bumi melewati beberapa periode sampai mahluk hidup muncul, termasuk manusia.

Setiap fase ini mewakili periode waktu yang sangat lama dan semuanya akan saya ulas di postingan ini.

4+ Tahapan Perkembangan Bumi Berdasarkan Teori Geologi

Lantas, apa saja tahapan perkembangan bumi berdasarkan teori Geologi? Pasti penasaran, kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Tahap Arkaekum

Zaman Arkaekum atau dikenal juga dengan zaman Archean (Archeozoikum] merupakan zaman tertua bumi dan terjadi setelah periode Hedean berakhir.

Diperkiaakan kalau tahap Arkaekum sudah dimulai pada 3,8 miliar tahun dan berakhir antara 2,5 miliar tahun silam.

Pada zaman ini bumi masih berupa bola yang berisikan gas. Bagian dalam bumi sangat panas akibat perputaran porosnya yang belum sempurna.

Artinya, pada periode ini, bumi tidak memungkinkan untuk mendukung adanya kehidupan. Barulah zaman-zaman berikutnya kehidupan pertama mulai muncul.

2. Tahap Paleozoikum

Setelah melalui fase Arkaekum, bumi berada di fase Paleozoikum. Apakah bumi sudah stabil pada masa ini? Tentu saja belum.

Karena pada masa ini iklim terus berubah secara drastis, hujan terjadi terus menerus, gunung meletus dimana-mana begitu juga dengan badai.

Diperkirakan bahwa zaman Paleozoikum terjadi antara 500 hingga 250 juta tahun silam. Meski demikian, pada zaman ini tanda-tanda kehidupan mulai muncul.

Misalnya, hewan-hewan bersel satu yang merupakan mikro-organisme mulai hidup termasuk juga hewan kecil tak bertulang punggung seperti ikan, gangang dan rumput liar.

Ada banyak bukti yang menunjukan zaman ini sudah ada kehidupan lewat berbagai penemuan fosil yang sebagian besar sudah berbentuk batu karang.

Zaman ini juga kadang disebut sebagai zaman primer dan oleh ilmuwan dibagi menjadi enam subperiode waktu yakni Kambrium, Ordovisium, Silur, Devon, Karbon dan Perm.

3. Tahap Mesozoikum

Tahap Mesozoikum masuk dalam tahap periodisasi kuno kehidupan. Periode ini merupakan periode dimana bumi masih sangat muda dan baru memiliki satu benua yakni Pangea.

Penyebaran tumbuhan dan hewan pada zaman prasejarah ini dibagi menjadi beberapa zaman yakni Palezoikum, Mesozoikum dan Neozoikum.

a. Dinosaurus

Di era Mesozoikum atau yang bisa disebut era tengah inilah kehidupan mulai berevolusi dengan cepat.

Pada masa ini Dinosaurus yang merupakan reptil raksasa nan buas dengan bobot tubuh besar mulai tumbuh dan berkembang biak di bumi.

Periode ini membentang kira-kira 252 juta tahun hingga 66 juta tahun silam dan juga sering disebut era Dinosaurus atau zaman reptil.

Pada zaman ini, berbagai jenis mahluk hidup mulai ada yang akhirnya membentuk tiga subperiode kehidupan yakni trias, craceous dan jura.


Baca Juga:


Disatu sisi Pangea, dibagian pesisir misalnya, kondisi digambarkan dengan iklim cuaca yang panas sementara disisi lain menggambarkan cuaca yang hangat dan basah.

Sehingga, pada iklim cuaca yang hangat dan basah ini perkembangan tumbuhan flora dan fauna sangat tinggi namun penyebarannya masih terbatas.

Pada periode ini juga berbagai tumbuhan dan tanaman berdaun lebar, ikan bertulang punggung, binatang melata dan mamalia mulai hidup.

Meski di tandai dengan lahirnya berbagai hewan dan tumbuhan, kondisi bumi belum juga stabil. Akibatnya, Pangea pecah dan melahirkan beberapa benua.

b. Bumi pecah

Saat periode trias berakhir, sifat atau bumi Pangea yang telah terbentuk selama jutaan tahun pecah akibat kekuatan tektonik.

Sehingga membentuk dua benua yakni Laurasia yang terletak dibagian utara dan Gondawana yang terletak dibagian selatan.

perkembangan bumi menurut teori geologi

Pada perkembangannya kemudian, Laurasia pecah lagi dan membentuk tiga benua yakni Eropa, Asia dan Amerika Utara.

Sementara, Gondwana pecah lalu membentuk Afrika, Australia, Antartika dan Amerika Selatan.

Pangea dikelilingi oleh lautan dimana hanya terdapat satu samudera yang disebut dengan nama Panthalassa.

Sehingga hanya terdapat dua iklim sebagaimana yang telah dijelaskan di bagian atas.

Pada periode trias ini, Dinosaurus menjadi satu-satunya penguasa bumi beserta isinya entah itu di darat ataupun di laut.

Bahkan, di kutub selatan ditemukan fosil dinosaurus yang menjadi bukti bahwa Dinosaurus pernah hidup diseluruh wilayah bumi.

Karakteristik utama Mesozoikum

Untuk lebih memahami periode ini, karena merupakan periode penting dalam kehidupan, ada beberapa kriteria utama zaman Mesozoikum, antara lain:

  • Terdapat banyak sekali binatang reptil seperti tyrannosaurus, spinosaurus dan hingga dinosaurus
  • Kondisi cuaca di bumi pada waktu itu cukup hangat untuk mendukung adanya kehidupan
  • Perkembangan tumbuhan dan hewan reptil berada pada puncaknya
  • Perubahan pada berbagai wilayah di bumi akibat adanya kekuatan tektonik yang melahirkan dua benua baru sebelum pecah lagi dan melahirkan beberapa benua

4. Tahap Neozoikum

Pada zaman ini kehidupan di bumi mulai stabil sehingga mendorong munculnya hewan-hewan baru.

Termasuk hewan melata dan hewan menyusui seperti kera dan monyet. Karena itulah para ilmuwan membagi dua rentang waktu dalam masa ini menjadi tersier dan kwarter.

a. Rentang tersier Neozoikum

Neozoikum era berasal dari istilah Neos yang berarti baru dan Andov yang berarti hewan. Jadi secara tidak langsung, Neozoikum berarti era hewan baru.

Istilah ini digunakan dalam geologi untuk menunjukan subdivisi kronologis utama dari sejarah bumi.

Istilah ini pertama kali digunakan oleh Edward Forbes pada tahun 1854 namun dengan makna yang berbeda, karena didalamnya termasuk Mesozoikum dan Kenozoikum.

b. Rentang kuarter Neozoikum

Selanjutnya, A. Stoppani (1873) menggunakan istilah ini untuk menunjukan era yang dimulai setelah berakhirnya Pliosen.

Pada zaman tersier neozoikum ini terbagi menjadi tiga durasi kecil waktu yakni:

  • Kala Dilivium [Pleitosen] yang terjadi sekitar 3.000.000-10.000 tahun silam. Kala Diluvium merupakan titik penting pertumbuhan manusia karena pada waktu itu dipercaya bahwa manusia purba hidup. Keadaan pada Kala Diluvium masih sangat liar dan labil sebab masih merupakan periode bergantinya dua zaman yakni Glasial dan Interglasial
  • Kala Glasial atau zaman glasial yang merupakan zaman dimana lapisan es di kutub utara meluas sampai benua Eropa dan Amerika bagian utara . Sementara, daerah-daerah lain selain dua wilayah diatas terus-terusan terjadi hujan lebat selama puluhan tahun. Pada waktu ini, permukaan air laut surut sehingga wilayah bumi yang tinggi menjadi daratan. Hal ini di sebabkan karena terdapatnya pergeseran bumi dan gunung-gunung berapi mulai beraktivitas. Banyak hutan lebat mengalami kekeringan di masa ini
  • Kala interglasial adalah zaman yang terjadi diantara dua zaman es. Suhu pada zaman ini naik hingga lapisan es yang ada di kutub utara cair. Akibatnya, permukaan air laut naik sehingga terjadi bencana banjir diberbagai belahan dunia.

Dan diperkirakan pada masa inlah kehidupan manusia pertama mulai muncul dari Afrika kemudian menyebar ke berbagai wilayah di dunia.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini akan saya ulas dalam FAQ dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa yang dimaksud dengan Kambrium?

Dalam ilmu Geologi, sesuai dengan KBBI, kambrium adalah zaman geologi tertua dalam masa Paleozoikum yang terjadi antara 550-600 juta tahun silam.

Istilah kambrium diserap dari Bahasa Inggris, Cambrian, dari kata cambria untuk nama klasik Wales, wilayah asal batuan dari periode ini yang pertama kali dipelajari.

Ciri utama dari periode ini adalah fenomena letusan Kambrium yang ditandai dengan munculnya banyak filum.

Filum sendiri adalah golongan besar dalam klasifikasi hewan dengan persamaan sifat dasar.

Yang nantinya terbagi lagi dalam beberapa subfilum, kelas, ordo, famili, genus dan spesies.

2. Apa yang dimaksud dengan Ordovisium?

Ordovisium adalah suatu periode geologi pada masa Paleozoikum yang terjadi antara 1,7-1,5 juta tahun silam.

Disebut ordovoisum karena melanjutkan masa kambirum dengan yang juga dilanjutkan dengan periode silur.

Istilah ini pertama kali didefinisikan oleh Charles Lapworth pada 1879 yang diambil dari salah satu suku di Wales, Ordovices.

3. Apa yang dimaksud dengan Silur dalam periode Paleozoikum?

Setelah perideo ordovisium terjadi periode Silur yang dalam skala waktu Geologi terjadi antara 1,5 – 2,8 juta tahun silam.

Ciri utama dari periode ini adalah lapisan tanah awal yang mulai teridentifikasi dengan baik.

Pada masa ini juga terjadi kepunahan besar, yang disebut masa kepunahan Ordovisium-Silur, dimana 60% spesies laut punah.

4. Apa yang dimaksud Devon dalam periode Palezoikum?

Setelah periode Silur terjadi lahirlah periode Devon yang merupakan salah satu periode dalam skala Paleoziukum dan terjadi antara 2,8-2,5 juta tahun silam.

Istilah Devon sendiri diambil dari tempat batuan Exmoor yang berasal dari periode ini mulai dipelajari pertama kali.

5. Apa itu Karbon dalam periode Palezoikum?

Setelah fase Devon, terjadi periode karbon yang diperkirakan sudah dimulai pada 358-298 juta tahun silam.

Disebut fase karbon atau cabon berkat ditemukannya lapisan batuan dari masa ini di Eropa Barat.

Sebagian dari masa awal periode ini terbagi dalam beberapa subperiode mulai dari Mississippian sampai Pennsylvanian yang ditandai dengan munculnya pohon Konifer atau tumbuhan runjung.

6. Apa itu Permian dalam periode Palezoikum?

Periode permian, yang kadang juga disebut Perem atau Perm adalah suatu fase dalam periode Palezoikum yang terjadi antara 298 – 252 juta tahun silam.

Periode ini adalah masa akhir dari era Palezoikum. Dan pada praktiknya dibagi dalam tiga kala yakni Lopongian, Guandalupian dan Cisuralian.

Di akhir masa Permian, ditandai dengan kepunahan massal hewan darat sebanyak 80% dan hewan laut hingga 90%.

Penutup

Munculnya kehidupan di bumi diawali oleh beberapa periode geologi yang didalamnya melibatkan kronologis evolusi kehidupan.

Yang mana menciptakan evolusi kimia dimana melokuel organik relatif sederhana secara bertahap dikumpulkan untuk membentuk molekul makro yang lebih besar dan kompleks.

Pembentukan molekul kompleks inilah yang pada akhirnya membentuk kehidupan pertama dan terus berkembang sampai hari ini.

Artinya, ada periode waktu yang harus dilalui bumi sehingga mahluk hidup dan segala isinya bisa tinggal berdampingan.

Meski demikian, saya perlu ingatkan satu hal bahwasanya artikel macam ini tidak akan pernah selesai dibahas.

Alasannya sederhana karena kehidupan akan terus berlanjut dan akan ada periode di masa depan yang mungkin juga akan menambah daftar diatas.

Jika ada tambahan, masukkan, koreksi atau mungkin sanggahan terhadap materi postingan ini jangan lupa sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang 4 tahapan perkembangan bumi berdasarkan teori Geologi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar