4 Alasan Ilmiah Mengapa Wanita Susah Mengandung

7 Likes Comment
mengapa wanita susah mengandung

Jika wanita susah mengandung setelah satu tahun melakukan hubungan badan yang tidak terlindungi, salah satu atau kedua pasangan mungkin memiliki gangguan kesuburan.

Kecenderungan gangguan kesuburan akan meningkat jika pasangan menunggu sampai usia mencapai 30 tahun atau 40 tahun untuk mulai berkeluarga.

Saat kesuburan alami mulai menurut, bagi pasangan yang tidak ingin memiliki anak, telah tersedia berbagai jenis bantuan dan perawatan kesuburan.

Dalam sepertiga kasus ketidaksuburan, masalah terletak pada saluran reproduksi wanita. Mungkin terdapat ganguan fisik, seperti kerusakan tuba falopii yang mencegah telur mencapai tujuannya, gangguan ovulasi, yaitu telur tidak dilepas setiap bulannya, gangguan implantasi, yaitu uterus memiliki kelainan yang tidak bisa mendukung adanya janin, atau kondisi serviks yang tidak mendukung pembuahan.

Namun penyebab kelainan bisa tidak diketahui atau berupa kombinasi dari beberapa gangguan kelainan kesuburan wanita.

Ini 4 Alasan Ilmiah Mengapa Wanita Susah Mengandung

Lalu apa saja alasan ilmiah mengapa wanita susah mengandung? Pasti penasaran kan? Nah berikut disajikan artikelnya. Berikut daftarnya:

1. Tuba Falopi Rusak

Tuba falopi

Kerusakan Tuba Falopi dapat menimbulkan jaringan parut dan perubahan bentuk, dan dapat menghalangi pergerakan sel telur.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Sakit Gigi Tanpa Obat

Tuba falopii dapat tersumbat akibat endomentriosis, yaitu adanya potongan lapisan uterus (endomentrium) yang menempel pada jaringan tuba.

Penyakit inflamasi pelvis (PID) yang sering kali disebabkan oleh infeksi menular seksual seperti Klamidia, dapat tidak diketahui saat infeksi.

Tetapi jaringan perut akibat peradangan tersebut dapat juga menjadi penyebab ganguan kesuburan dikemudian hari.

Alat kontrasepsi IUD atau spiralnya dapat meningkatkan resiko terjadinya PID. Biasanya hanya satu tuba yang terkena, sehingga wanita tersebut masih memiliki peluang mengandung setiap dua bulan.

2. Kelainan Uterus

uterus

Implantasi (Penanaman) telur yang telah dibuahi dapat dihalangi oleh adanya gangguan fisik uterus. Walaupun kelainan struktur uterus jarang ditemukan, tetapi hal ini juga berpotensi menimbulkan masalah kesuburan.

Uterus bisa tidak berkembang dengan baik saat tahap janin dan akibatnya dapat berbentuk aneh atau salah.

Baca Juga : Apa itu Kesehatan?

Berbagai tumor besar dan jinal (mioma) di dinding otot uterus dapat mengurangi luas ruang dalam organ tersebut dan menimbulkan perubahan pada bentuk uterus.

Tindakan bedah uterus atau penyakit radang uterus juga dapat mempengaruhi struktur uturus dan mungkin dapat menyebabkan ganguan kehamilan di masa mendatang.

3. Gangguan Serviks

serviks

Serviks dapat menimbulkan gangguan kesuburan dengan memiliki kondisi yang tidak cocok untuk pembuahan atau kelainan bentuk fisik.

Serviks, atau leher Rahim, menghasilkan lendir yang biasanya kental, tetap sebelum ovulasi, saat kadar estrogen meningakat, lendir berubah menjadi kurang kental sehingga pembuahan dapat masuk.

Jika kadar estrogen rendah atau jika terdapat infeksi dalam saluran reproduksi, lendir dapat tetap kental dan tidak dapat ditembus.

Gangguan lain yang dapat membuat serviks tidak dapat dimasuki adalah kadang sistem imun wanita membentuk antibodi terhadap pasangannya, yang akan merusak atau membunuh ‘benih’ dalam serviks.

Polip, mioma, penyempitan (stenosis), dan perubahan bentuk adalah gangguan serviks lain yang dapat dihubungkan dengan ketidaksuburan wanita.

4. Ganguan Ovulasi

ovulasi
via bungkul.com

Telur sama sekali tidak dilepas atau jarang, sehingga menimbulkan kesulitan pembuahan. Ovulasi merupakan pelepasan salah satu sel telur matang yang siap dibuahi.

Biasanya, telur dilepas dari ovarium secara bergantian, kira-kira satu bulan sekali. Perubahan yang terjadi pada pola ini berpotensi menimbulkan gangguan kesuburan. Inti permasalahan dapat berkisar tidak adanya pelepasan telur sampai pelepasan telur tidak teratur.

Baca Juga : Bagaimana Menurunkan Berat Badan?

Masalah ini seringkali ditemui karena bergantung pada interkasi rumit hormone. Faktor yang mempengaruhi hormon meliputi kelainan kelenjar hipofisis dan tiroid, sindrom ovarium polikistik, penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang, kegemukan atau kekerasan, olahraga berlebihan dan stress. Monopause premature juga salah satu kemungkinan penyebabnya.

Nah demikian artikel tentang 4 alasan mengapa wanita susah mengandung. Semoga bermanfaat. Jangan lupa baca juga artikel-artikel kesehatan yang ada di blog ini. Semoga bermanfaat!

_____________

Glosarium
1. Endometriosis

Ialah potongan endometrium yang tersangkut di tuba ini atau yang satunya, yang mengakiabtkan umbatan dan perubahan bentuk, dan membuat tubah tidak dapat dilewati telur.

2. Mioma

Sebuah pertumbuhan yang besar dan jinak telrihat mendorong dinding uterus ke dalam sehingga mengurangi ronggal dalam uterus dan mengubah bentuk organ.

3. Antibodi terhadap ‘benih’

Beberapa wanita, dengan sebab yang tidak jelas, membentuk antibodi terhadap ‘benih’ pasangannya. Saat ‘benih’ berenang dari vagina ke serviks, antibodi menyerang dan melumpuhkan ‘benih’ sehingga menghalangi usaha pembuahan.

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *