Jenis, Unsur dan 3+ Struktur Berita

Di artikel sebelumnya sudah saya ulas definisi berita. Untuk melengkapi artikel tersebut, di postingan kali ini akan saya bahas jenis, unsur dan struktur berita.

Seperti yang diketahui, kegiatan utama jurnalis adalah mencari, mengolah, mengumpulkan dan menyiarkan berita sampai diterima oleh pembaca atau pemirsa.

Tapi, apa sih berita itu? Bagaimana mengetahui suatu peristiwa layak diangkat jadi berita? Apa saja sih jenis-jenis berita?

Apa saja unsur-usnur yang harus ada dalam berita? Dan seperti apa struktur berita itu sendiri. Jika penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, baca artikel ini sampai habis.

Apa itu berita?

Pengertian lebih lengkap soal berita bisa baca disini. Di artikel tersebut sudah saya jabarkan pengertian berita, termasuk pengertian news dan juga pendapat para ahli soal berita.

Intinya begini: Berita adalah peristiwa atau isi pernyataan manusia yang aktual dan menarik perhatian orang banyak, yang disajikan lewat media massa periodik.

Sebagai informasi, tidak semua berita layak di publikasikan atau layak muat. Artinya, agar bisa dipublikasikan di media massa, berita harus memenuhi beberapa nilai berita.

Semakin tinggi nilai berita yang dikandung dalam sebuah peristiwa maka semakin kuat peristiwa tersebut diangkat jadi berita

Menurut Asep Syamsul M. Romli, ada empat nilai berita, yang dianggap sebagai kriteria umum nilai berita atau nilai berita menurut para ahli, sebagai berikut:

  • Cepat, dalam hal ini bisa diartikan aktual atau tepat waktu. Artinya, berita harus sesuatu yang baru saja terjadi misalnya peristiwa bencana alam seperti Tsunami dan gempa bumi atau mungkin peristiwa kecelakaan seperti tabrakan beruntun atau jatuhnya pesawat terbang
  • Nyata, dalam hal ini dapat diartikan sebagai informasi fakta yang terdiri dari kejadian nyata yang didapat dari pernyataan sumber berita. Misalnya, pernyataan Presiden tentang satu produk legislasi
  • Penting dalam hal ini menyangkut kepentingan orang banyak. Misalnya, terkait soal penyesuaian tarif pajak bumi dan bangunan, tarik cukai rokok, naiknya tarif listrik sampai iuran BPJS kesehatan
  • Terakhir menarik, yang dalam hal ini berarti mengundang orang untuk membaca berita yang ditulis. Contohnya kuliner ekstrim atau makanan unik di satu wilayah

Empat poin diatas sudah mewakili nilai berita yang umum diketahui masyarakat yakni kedekatan, aktualitas, mengandung unsur keluarbiasaan, ketokohan, kemanusiaan, konflik, kejutan dan lain sebagainya.

Jenis Berita

Sementara, berdasarkan jenis, berita dibedakan menjadi tiga bagian, yakni:

1. Berita Langsung [Straight News]

Berita langsung adalah berita yang disusun atau dibuat untuk disampaikan kepada khlayak secepat mungkin.

Karena itu, metode penulisan berita langsung berbentuk piramida terbalik seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

Jenis, Unsur dan 3+ Struktur Berita

Piramida terbalik, dalam hal ini, berarti unsur-unsur paling penting dalam berita ditulis dibagian pembuka atau teras berita.

Sementara, bagian yang penting atau kurang penting ditulis setelahnya. Dalam konteks piramdia terbalik, paling atas berisi Head atau title [Judul berita], Lead [Teras berita], Body [Isi berita] dan terakhir Leg [akhir berita].

Unsur penting dalam sebuah berita berkaitan dengan keaktualan. Artinya, berita itu masih hangat atau barusan terjadi. Contohnya, berita gempa bumi atau kecelakaan.

2. Berita ringan [Soft News]

Berita ringan adalah berita yang dari struktur penulisannya relatif lebih ringan dan tidak terlalu berat. Penulisannya tidak terikat pada prinsip piramida terbalik.

Karena, yang akan ditonjolkan bukan unsur pentingnya tetapi unsur insani yang bisa menyentuh perasaan orang lain atau ada unsur menghiburnya.

Contoh berita ringan seperti infotainment, gaya hidup, seni, budaya, berita olahraga, fotografi dan lain sebagainya.

3. Berita kisah [Feature]

Berita kisah atau feature yang juga disebut karangan khas adalah berita artikel atau laporan istimewa yang memberikan tekanan pada aspek tertentu suatu objek atau peristiwa yang mengandung bias emosional, pribadi atau humor namun buka merupakn berita aktual.

Berita kisah sendiri terbagi dalam beberapa kategori atau jenis yakni Feature Human interest, Feature Biography, Feature Profile, Feature Perjalanan sampai feature sejarah.

Unsur berita

Setiap jenis berita, entah itu berita langsung, berita ringan atau berita kisah harus bisa mengungkap unsur 5 W + 1 H.

Unsur-unsur 5W + 1H itu apa sih? Ini adalah akronim dari What [Apa], Who [Siapa], Why [Kenapa], Where [Dimana], When [Kapan] dan How [bagaimana]. Berikut penjelasannya:

1. What

What berkaitan dengan fakta atau hal-hal yang dilakukan pelaku atau korban dari satu kejadian. Dalam konteks ini bisa berupa pemicu kejadian dan akibat kejadian.

Nilai what ditentukan oleh kelayakan berita tersebut. Contohnya, peristiwa ditangkapnya anggota DPR oleh KPK, tanah longsor, sampai peristiwa pelantikan Presiden.

2. Who

Who berkaitan dengan fakta-fakta tentang orang atau pelaku yang terlibat dalam satu peristiwa.

Artinya, orang yang terlibat harus bisa di identifikasi namanya, umurnya, pekerjaannya, jabatan dan berbagai keterangan tambahan mengenai orang tersebut.

3. Why

Why berkaitan dengan latar belakang dari suatu tindakan atau kejadian yang telah di ketahui unsur whatnya.

Contoh, jika unsur whatnya adalah peristiwa tanah longsor yang menelan banyak korban maka unsur whynya adalah hal-hal atau penyebab tanah longsor entah itu pengundulan hutan, cuaca ekstrem dan lain sebagainya.

4. Where

Where berkaitan dengan tempat peristiwa terjadi atau TKP. Artinya, nama tempat harus bisa diidentifikasi dengan jelas.

Contoh unsur Where dapat dilihat dalam sebuah berita, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto ditusuk orang tak dikenal saat berada di alun-alun Menes, Pandeglang, Banten.

Dari berita tersebut, diketahui unsur wherenya ada di akhir kalimat yakni di alun-alun Menes, Pandeglang, Banten.

5. When

When berkaitan dengan waktu kejadian. Contohnya, Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri dan 4 Pejabat Setingkat Menteri Dalam Kabinet Indonesia Maju.

Proses pelantikan dilakukan di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/10) pukul 10.30 WIB. Unsur whennya ada dimana? Ada pada Rabu (23/10) pukul 10.30 WIB.

6. How

Terakhir How yang berkenaan dengan proses atau kronologis kejadian yang diberitakan.

Misalnya, bagaimana terjadinya suatu peristiwa, bagaimana pelaku melakukan perbuataannya atau bagaimana korban mengalami nasibnya.

Contoh: Saat itu, bus yang melaju dari arah kota Tebing tinggi menuju Medan, menabrak truk tronton yang berada di depannya.

Setelah tabrakan terjadi, kedua mobil tersebut pun terperosok ke parit sisi sebelah kiri jalan tol.

Struktur Berita

Struktur berita atau struktur teks berita terdiri dari head [judul berita], lead atau teras berita dan body atau isi berita. Berikut penjelasannya:

1. Judul berita [Title atau head]

Judul harus ringkas, mencerminkan isi, menarik dan sebaiknya berupa kalimat aktif yang terdiri dari subjek, predikat dan objek.

Contohnya, Presiden Joko Widodo Resmikan Palapa Ring. Pada contoh ini, subjeknya adalah Presiden Joko Widodo, Predikatnya resmikan dan objeknya adalah Palapa ring.

Selain itu, untuk membuat judul berita yang lebih hidup atau menarik perhatian, lazim dibuat dengan menghilangkan prefiksme atau prefiks ter- yang ada pada verba atau kata kerjanya.

Contoh, DPR akan memanggil Budiono menjadi DPR akan panggil Budiono.

2. Teras berita

Teras berita adalah bagian paling penting dari sebuah berita yang ditempatkan di paragraf pertama dibawah judul berita.

Ada beberapa pedoman dalam menulis teras berita, salah satunya bisa dilihat pada poin dibawah ini:

  • Dapat terdiri lebih dari satu kalimat tapi jangan melebihi tiga kalimat
  • Teras berita tidak boleh lebih dari 30-45 kata. Jadi teras berita yang singkat hanya terdiri dari 25 kata atau kurang dari itu
  • Tidak memuat semua unsur 5W + 1 H. Biasanya, dalam teras berita hanya unsur what, Who, where dan when saja. Sementara, unsur why dan How baru ditulis pada isi berita

Kadang, teras berita sering dimulai dari unsur who karena selalu menarik perhatian pembaca. Terlebih jika unsur Who itu adalah tokoh penting atau figur publik.

3. Badan berita

Badan berita atau isi berita adalah penjabaran atau perincian yang lebih luas dari teras berita. Unsur yang ada di badan berita terdiri dari Why dan Who.

Contoh, anda sedang menulis berita tentang peristiwa kecelakaan. Jika pada teras berita anda sudah jabarkan apa, siapa, kapan dan di mana peristiwa itu terjadi, selanjutnya pada body berita tinggal jabarkan kenapa dan bagaimana peristiwa kecelakaan itu terjadi.

Penutup

Mengetahui jenis, unsur dan struktur berita diatas sangat penting bagi setiap calon wartawan atau yang sedang kuliah di jurusan ilmu komunikasi.

Termasuk juga masyarakat awam. Sebab, dari sini mereka bisa membedakan mana berita yang berdasarkan fakta dan mana berita yang sekedar penggiringan opini atau malah hoax.

Jika ada dari anda yang punya tambahan, masukkan atau ada hal lain yang mau disampaikan terkait postingan ini, silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang jenis, unsur dan 3+ struktur berita. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***


CATATAN: Substansi artikel ini berasal dari kelas premium Skill Academy dengan judul Jurnalistik: teknik menulis naskah berita seperti jurnalis andal yang dibawakan oleh Prita Kusumaputri. Jika tertarik belajar lebih jauh soal jurnalisme, bisa beli kelasnya seharga IDR149.000.

Tinggalkan komentar