5+ Fakta Sesar Kendeng Yang Ada Di Jawa Timur

2 min read

sesar kendeng

Sesar kendeng merupakan salah satu sesar aktif yang sedang diteliti oleh para ilmuwan saat ini. Sesar yang melintasi jawa timur itu dipastikan menjadi salah satu ancaman nyata gempa bumi di daerah tersebut.

Setiap hari, ada saja gempa bumi yang terjadi di Indonesia. Baik dengan intensitas sedang ataupun tinggi. Bahkan ada beberapa gempa bumi yang terjadi tapi tak dirasakan dan dideteksi oleh alat pendeteksi gempa.

Sebagian besar gempa bumi disebabkan oleh bergeraknya lempeng bumi. Indonesia sendiri dikelilingi oleh 3 lempeng aktif yang terus bergerak tanpa henti.

Selain lempeng, juga bergeraknya fraktur planar dalam lempeng yang dikenal sebagai sesar atau patahan.

Biasanya, dikontinuitas akan mengalami perpindahan batuan secara signifikan, yang mengakibatkan terjadinya gempa bumi.

Di Indonesia sendiri terdapat banyak sekali sesar. Beberapa diantaranya sudah lama ditemukan atau yang baru saja ditemukan.

Salah satu sesar yang baru ditemukan itu adalah sesar aktif yang dikenal dengan nama sesar Kendeng yang melintasi Jawa Timur.

5 Fakta Sesar Kendeng Yang Ada Di Jawa Timur, Potensi Baru Gempa?

Gempa bumi yang terjadi di Indonesia, terutama di Pulau Jawa bukan merupakan hal yang baru. Berabad-abad sebelumnya, Pulau Jawa terutama di wilayah Selatan dikenal memiliki potensi gempa yang massif.

Hal ini cukup wajar mengingat letak geografis wilayah tersebut yang menjadi jalur pertemuan dua lempeng besar benua yakni lempeng Eurasia dan Lempeng Indo Australia.

Meski demikian, penelitian akan dampak gempa juga mitigasinya belum dilakukan dengan maksimal oleh seluruh masyarakat.

Dalam artikel kali ini akan diulas tentang 5 fakta sesar kendeng yang ada di Jawa Timur yakni sesar Kendeng. Lalu apa saja faktanya? Pasti penasaran kan? Berikut disajikan artikelnya untuk anda.

1. Sesar kendeng berpotensi menghantam wilayah Jatim dengan kekuatan cukup besar

Berdasarkan penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letter mengungkap bahwa sesar ini berpotensi memicu gempa bumi berukuran besar.

Namun tidak dapat dipastikan berapa kekuatan yang diakibatkan oleh sesar yang satu ini. Berdasarkan prediksi, gempa ini akan menyebabkan kerusakan yang parah di daerah-daerah sekitar sesar.

2. Setiap tahun mengalami pergerakan sebesar 5 milimeter

Dari penelitian yang sama ditemukan bahwa sesar Kendeng atau patahan kendeng ini aktif dengan pergerakan cukup signifikan.

Pergerakan sesar yang satu ini diperkirakan mencapai 5 milimeter per tahunnya. Pergerakan ini termasuk besar untuk ukuran sesar.

3. Pergerakan tersebut menjadi ancaman nyata bagi wilayah Jatim

Dengan pergerakan yang sedemikian besar itu membuat sesar ini menjadi ancaman nyata yang harus siap dihadapi masyarakat Jatim.

Potensi gempa yang akan timbul akibat sesar ini memang belum diteliti lebih lanjut. Tetapi, ada kemungkinan besar bahwa daerah-daerah yang dilewati oleh sesar Kendeng ini memiliki pontensi gempa bumi yang besar.

4. Sesar kendeng membentang sepanjang 300 km

Sesar ini sendiri melintang dari barat ke timur sepanjang 300 kilometer. Titik barat berada di selatan Semarang, Jawa tengah sampai ke kawasan Jawa Timur.

Sementara, penelitian mengenai potensi gempa di Jatim yang bersumber dari sesar Kendang ini dilakukan oleh Pakar Tektonik, Irwan Meilano dari ITB. Juga peneliti S Susilo dari Badan Informasi Geospasial (BIG) serta peneliti dari Australia National University.

Baca Juga : Pengertian Human Interest Photography

Mereka bergabung untuk meneliti sesar yang satu ini, dan setidaknya sudah memberikan pemahaman baru bagi masyarakat disana tentang potensi gempa yang terjadi di wilayahnya.

Karena pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia itu termasuk jajaran sebagai pulau terpadat di dunia.

5. Terbentuk karena mekanisme kompresi

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa sesar Kendeng terbentuk karena mekanisme kompresi atau penekanan busur gunung berapi yang ada di Jawa Tengah hingga Jawa Timur sejak Zaman Mio-pliosen atau berjuta-juta tahun sebelumnya.

6. Tidak perlu khawatir

Meski penemuan gerakan sesar ini dianggap penting bagi ilmu pengetahuan kegempaan Indonesia, namun Irwan Malion menyebut kalau masyarakat tidak perlu panik atau khawatir tentang potensi bencana ini.

Tetapi harus terus waspada. Sebab, sampai sekarang gempa bumi akibat pergerakan lempeng ini belum terlalu besar.

Malion juga menyebut kalau sesar Kendeng berbeda dengan patahan Flores yang berada di dekat Bali dan sepanjang pulau Flores.

Dimana sesar atau patahan Flores tersebut sering menyebabkan gempa bumi dengan kekuatan besar. Bahkan mencapai 6 skala Richter, seperti yang terjadi di Lombok tahun 2018 lalu.

Penutup

Dalam ilmu geofisika, sesar terbentuk akibat batuan-batuan yang ada didalam perut bumi mengalami tekanan atau perubahan suhu yang rendah sehingga menjadi rapuh.

Di Indonesia sendiri, menurut penturuan dari Badang Meterologi, Klimatologi dan Geofisika [BMKG] terdapat 295 sesar aktif, termasuk sesar kendeng ini.

Oleh karena itu, mengantisipasi terjadinya gempa bumi akibat sesar adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh masyarakat.

Demikian artikel tentang 6 fakta sesar kendeng yang ada di Jawa Timur. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *