7 Sakramen Dalam Gereja Katolik Dan Pengertiannya

4 min read

7 Sakramen Dalam Gereja Katolik

Sejak dulu, pusat ajaran umat Katolik ada dalam sakramen. Dan ada 7 sakramen dalam gereja Katolik yang diakui secara universal. 

Kata sakramen ini tidak saja ditemukan dalam karya tokoh-tokoh gereja Katolik seperti Turtullianus tetapi juga dalam berbagai dokumen-dokumen kanonik Gereja.

Di artikel kali ini saya hendak mengulas 7 sakramen yang ada dalam gereja Katolik. Tapi sebelum lanjut, baiknya saya bahas dulu deh pengertian sakramen ini.

Apa itu Sakramen?

Dalam Katekismus Gereja Katolik, Sakramen dipahami sebagai tanda kehadiran Allah dalam hidup manusia.

Atau tanda rahmat Allah yang berkhasiat, dilembagakan oleh Kristus dan dipercayakan kepada Gereja, yang karenanya kehidupan ilahi diberikan (#1131).

Definisi sakramen adalah sebuah definisi yang kompleks, maka ada baiknya saya uraikan satu per satu.

  • Kata berkhasiat dapat diartikan sebagai efektif atau suatu kata yang mengartikan bahwa menurut ajaran Katolik, sakramen dapat mewakili apa saja. Karena kuasa Tuhan hanya bekerja dan orang-orang Katolik mempercayai-Nya.
  • Tanda adalah objek, kata, atau isyarat yang menunjukan sesuatu diluar dari dirinya sendiri. Menurut ajaran Katolik, sakramen menggunakan semua jenis benda, kata-kata dan gerak tubuh manusia, tetapi semua ini mengarah pada sesuatu yang lebih besar, yakni rahmat dan belas kasih Tuhan.
  • Umat Katolik biasanya mendefinisikan Kasih Karunia sebagai Karunia Allah yang diberikan secara gratis dan cuma-cuma lewat kehadiran-Nya dalam Sakramen.

Umat katolik juga mempercayai bahwa sakramen menunjukan dan merupakan saluran anugerah Allah. Sakramen juga dipercaya sebagai sarana komunikasi yang efektif antara manusia dan Allah.

Disamping itu, dalam doktrin Katolik, sakramen punya 3 pengertian dasar, antara lain:

  1. Sakramen dilembagakan oleh Kristus. Kristus melembagakan tujuh sakramen sebagai cara dimana Dia dapat hadir ditengah-tengah umat-Nya, bahkan setelah kenaikan-Nya ke surga.
  2. Sakramen-sakramen ini dipercayakan kepada Gereja. Dimana Kristus memberikan sakramen-sakramen kepada Gereja sehingga Gereja dapat membagikannya kepada umat-Nya.
  3. Sakramen memberikan kehidupan Ilahi. Orang-orang yang menerima Sakramen sebenarnya berbagi kehidupan ilahi dengan Allah atau Kristus itu sendiri. Kehadiran Kristus dalam sakramen masuk ke dalam jiwa Gereja dan umat-Nya. Dia juga membantu mereka menjalani kehidupan Kristen dan menyelamatkan mereka sehingga mereka dapat mencapai kehidupan kekal.

Dengan demikian, dalam doktrin katolik, sakramen juga dipahami sebagai hadiah dari Tuhan yang diberikan kepada Gereja sebagai bentuk kasih-Nya.

Lewat sakramen inilah Allah membenarkan dan menguduskan umat-Nya dengan beberapa cara, seperti:

  • Menyelamatkan umat-Nya dan membuatnya menjadi kudus
  • Dia bertemu umat-Nya dimanapun mereka berada
  • Dia mencurahkan kasih Karunia-Nya
  • Dia membangun gereja dan menerima penyembahan

Sementara, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI] sakramen adalah upacara suci dan resmi untuk bertemu dengan Tuhan dan untuk menerima rahmat Tuhan lewat tanda-tanda.

Sakramen sendiri merupakan kata serapan dari bahasa latin, sacramentum, yang berarti menjadikan suci.

7 Sakramen Dalam Gereja Katolik

Lantas, sakramen apa saja yang ada dan diakui dalam gereja Katolik? Pasti penasaran kan? Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 7 Sakramen dalam gereja Katolik beserta penjelasannya.

1. Sakramen baptis

sakramen dalam gereja katolik
via katoliksitas.org

Ini adalah sakramen yang menjadi dasar kehidupan sacramental setiap umat Katolik. Dalam rencana penyelamatan Allah, pembaptisan amat sangat penting.

Dalam perjanjian Baru, Yesus melakukan banyak sekali peristiwa yang menjadi pralambang Sakramen Baptis ini.

Pembaptisan lewat air menjadi salah satu tema umum yang berulang kali muncul dalam kitab suci perjanjian lama dan perjanjian baru.

Misalnya, dalam PL [perjanjian lama] tanda keselamatan dengan air mencapai puncaknya saat Yosua mengantar bangsa-bangsa Israel ke Sungai Yordan, tanpa membasuh kaki-Nya dan kemudian masuk ke Tanah Perjanjian.

Baca Juga : 13 Fakta Menarik Tentang Pasukan Garda Swiss

Dalam perjanjian baru, Sakramen Baptis menjadi tanda kehadiran Allah dalam diri Yesus Kristus. Misalnya, ketika Yesus di Baptis di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis, dimana saat itu Roh Kudus turun ke atas-Nya.

Seperti roh Allah yang melayang-layang diatas permukaan air pada awal penciptaan, demikian juga Roh Allah melayang-layang di atas sungai Yordan dan mengurapi Yesus.

Dalam kateskismus 1225 dijelaskan bahwa pembaptisan Kristiani berasal dari Salib, begini isinya:

Dalam Paskah-Nya Kristus membuka sumber Pembaptisan bagi semua orang. Ia telah berbicara tentang sengsara yang akan dialami-Nya di Yerusalem, sebagai suatu ‘Pembaptisan’ yang harus Ia terima. Darah dan air akan mengalir dari lambung-Nya yang tertikam di salib juga merupakan lambang Pembaptisan dan Ekaristi, yang adalah sakramen-sakramen kehidupan Baru.

2. Sakramen krisma

sakramen dalam gereja katolik
via bungkul.com

Sakramen krisma bertujuan untuk menguatkan dan meneguhkan materai Roh Kudus yang telah diberikan kepada umat katolik setelah Pembaptisan. Tanda dari sakramen ini adalah pengurapan minyak suci yang bernama Krisma.

Dalam kitab suci perjanjian lama dan juga dalam Kateskismus 1293-1294, sakramen Krisma memiliki beberapa makna, seperti:

  • Pembersihan
  • Penyembuhan
  • Tanda penobatan

Sementara, dalam kitab suci Perjanjian baru, Santo Petrus mengatakan bahwa Yesus dari Nazaret diurapi pada waktu ia di baptis di Sungai Yordan.

Dan Allah Mengurapi dia dengan Roh Kudus dan kuat Kuasa. [Kisah Para Rasul, 10:38]

Pengurapan Yesus ini menandai tanda permulaan pelayanan-Nya ditengah-tengah manusia. Sejak itu, Yesus mulai tampil dalam peranannya sebagai Anak Allah yang menyandang tiga gelar yakni Imam, Nabi dan Raja (bdk. Kateskismus 436, 1286).

Sesudah diurapi di Sungai Yordan, maka Yesus benar-benar dapat disebut Kristus, karena ia telah diurapi.

3. Sakramen ekaristi

sakramen dalam gereja katolik
via crisismagazine.com

Ekaristi merupakan sumber dan puncak dari seluruh kehidupan umat Kristiani (LG 11; Katekismus 1324).

Dalam ekaristi, Kurban Yesus di salib akan dihadirkan. Kurban Yesus adalah puncak dari segala bentuk keselamatan dan juga sejarah penyelamatan.

Semua kurban dalam perjanjian lama menjadi pralambang Kurban Yesus, yang menggenapi dan melampaui semua kurban lain (kateskismus 614).

Kurban-kurban Binatang, seperti misalnya dalam Kurban Paskah berupa anak Domba, hanya melambangkan kurban yang paling utama, yaitu Yesus sendiri, yang adalah Anak Domba Allah.

4. Sakramen tobat dan rekonsiliasi

sakramen dalam gereja katolik
via factsanddetails.com

Dosa terutama pelanggaran terhadap Allah, pemutusan hubungan dengan Dia (Kateskismus 1440) sebagai Allah, maka umat-Nya membutuhkan pertobatan atau rekonsiliasi.

Sakramen ini pada dasarnya termasuk dalam kategori sakramen penyembuhan, dalam pengertian yang lebih spesifik sebagai penyembuhan iman dan rohani.

Dengan asumsi, setiap umat Katolik dan umat manusia umumnya, perlu dibersihkan dari dosa-dosa yang dilakukan sehari-hari, dengan sadar ataupun tanpa sadar.

Dengan demikian, setiap orang yang sudah dibaptis, lalu melakukan dosa kembali, maka perlu bertobat atau menerima sakramen tobat.

Dan pada akhirnya, hal ini kembali mengingatkan Yesus akan pelayanan-Nya yang semuanya dipusatkan untuk pengampunan dosa.

Yesus sendiri telah mengakui hal itu dengan mengatakan ‘… yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” [Matius 1:21]

5. Sakramen pengurapan orang sakit

sakramen dalam gereja katolik
via stlukesparish.com

Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa di taman Eden, penderitaan dan penyakit menjadi salah satu pengalaman universal yang wajib dialami oleh setiap manusia.

Yesus memandang penyembuhan jiwa dan raga-Nya sebagai kesatuan atau bagian dari perutusannya sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup.

Dalam perjalanannya, Yesus juga telah mengampuni banyak orang, menyembuhkan orang sakit, memutahirkan orang kusta, menyembuhkan yang lumpuh dan lain sebagainya.

Karya itu merupakan bagian dari karya ‘penyembuhan dan penyelamatan’ (Kateskismus 1421)  yang kemudian diteruskan oleh gereja dalam sakramen-sakramen, termasuk sakramen pengurapan orang sakit.

6. Sakramen tahbisan atau imamat

sakramen dalam gereja katolik
via katoliksitas.org

Dalam sejarah keselamatan, umat Kristiani selalu mempunyai imam-imam sebagai perantara Allah dan umat-Nya.

Para imam ini mempersembahkan kurban untuk memulihkan dosa manusia dalam ibadah atau karya-karya lain.

Imam adalah bagian dari umat Allah, yang terpanggil untuk melanjutkan misi penyelamatan Yesus di dunia.

Artinya, tidak semua orang Katolik akan menerima sakramen ini dan hanya orang-orang terpilih saja alias pada Biarawan dan Biarawati.

Disamping itu juga, pemberi sakramen ini hanya boleh dilakukan oleh Uskup, sebagai wakil Paus.

7. Sakramen perkawinan

sakramen dalam gereja katolik
via catholicsteward.com

Saat Allah menciptakan dua manusia sebagai pria dan wanita, Allah juga menciptakan perkawinan.

Dengan kata lain, Allah telah menciptakan manusia yang didorong oleh kasih, juga memanggilnya untuk mengasihi sesamanya.

Itu berarti, perkawinan dapat dipahami sebagai salah satu panggilan paling mendasar bagi manusia dan sudah menjadi bagian dari kodratnya.

Karena Allah menciptakan mereka sebagai pria dan wanita, maka kasih-mengasihi diantara mereka mencerminkan kasih yang mutlak dan tak terputus-putus atas nama Allah yang mengasihi manusia (Katekismus 1604).

Panggilan sakramen perkawinan merupakan panggilan bagi pria dan wanita supaya dalam hubungan perkawinan (dan kekeluargaan) mereka meneladani kasih Allah yang khas, yaitu kasih yang mutlak, tak pernah terputus, rela berkurban dan membaktikan hidupnya untuk keluarganya.

Dengan kata lain, kasih dalam perkawinan haruslah kasih yang diwarnai oleh imam. Selain itu, umat katolik hanya boleh menerima sakramen perkawinan sekali seumur hidup.

Penutup

Sebenarnya, ke-7 sakramen di atas dibagi dalam 3 kategori dasar yakni Inisasi, Penyembuhan dan Panggilan.

Dan ini harus diketahui oleh setiap umat Katolik, sebagai salah satu cara untuk mengamalkan ajaran katolik dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian artikel tentang 7 Sakramen dalam Gereja Katolik. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *