Restorasi Ekologi: Pengertian, Fungsi dan Konsep

Restorasi ekologi, yang dikenal juga sebagai pemulihan ekologi adalah bidang ilmu yang secara khusus mempelajari soal pembaharuan ekosistem yang rusak dan hancur akibat intervensi manusia.

Bidang ilmu ini sendiri sudah dimulai sejak tahun 1980-an yang diinisiasi oleh John D. Aber dan William R. Jordan.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan restorasi ekologi? Apa hubungannya dengan restorasi hutan dan restorasi ekosistem?

Apa saja contoh restorasi ekologi? Apa contoh penerapan ekologi dalam bidang ekologi restorasi? Dan pertanyaan lain serupa.

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Apa itu Restorasi ekologi?

Restorasi ekologi tak lepas dari ilmu ekologi itu sendiri. Secara umum, ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan alam disekitarnya.

Ulasan lebih lengkap soal definisi ekologi, termasuk cabang, ruang lingkup dan tujuan pembelajaran sudah saya bahas disini.

Dalam konteks hubungan timbal balik, tidak melulu menghasilkan sesuatu yang positif atau menguntungkan antar keduanya.

Dan ini bisa dilihat sekarang dimana intervensi manusia atas alam yang berlebihan membuat ekosistem tidak lagi seimbang.

The Society for Ecological Restoration mendefinisikan restorasi ekologi sebagai aktivitas yang disengaja untuk mengawali atau mempercepat pemulihan ekosistem dengan menghormati kesehatan, integritas dan keberlanjutan” (SER 2004).

Dalam praktiknya, restorasi ekologi mencakup proyek yang lebih luas seperti pengendalian erosi, reboisasi, pengangkatan spesies non pribumi dan gulma.

Baca Juga:

Termasuk juga revegetasi area yang terganggu, pembaharuan tumbuhan alami, pengembalian spesies asli serta peningkatan habitat untuk spesies yang ditargetkan.

Dengan demikian, istilah pemulihan ekologi mengacu pada praktik-praktik untuk memperbaharui hubungan manusia dan alam sekitarnya.

Konsensus dari beberapa komunitas ilmiah yang mengatakan bahwa degradasi lingkungan saat ini serta penghancuran biota bumi sudah cukup besar dan sedang terjadi pada skala yang jauh lebih besar.

Bahkan, perkiraan tingkat kepunahan ini telah mencapai angka yang mengkhawatirkan atau berada pada skala 1.000-10.000 kali lebih tinggi.

Bagi banyak orang, keanekaragaman hayati (biodiversity) memiliki nilai intrinsik sementara manusia memiliki tanggungjawab terhadap mahluk lain dan kewajiban menjaganya bagi generasi di masa mendatang.

Pada tingkat yang lebih jauh, ekosistem alam menyediakan makanan, bahan bakar dan kayu.

Lebih jauh lagi, restorasi ekosistem melibatkan pemurnian udara dan air, detoksifikasi dan komposisi limbah, pengaturan iklim dan regenerasi tanah, dan pembaharuan tanaman.

Proses semacam itu diperkirakan bernilai triliunan dollar. Karena itu, hilangnya habitat alami adalah penyebab utama dari kepunahan spesies dan penurunan layanan ekosistem.

Ada dua cara untuk untuk memulihkan kepunahan tersebut : konservasi habitat dan pemulihan habitat yang terdegradasi.

Perbedaan dengan biologi Konservasi

ekologi adalah

Sejalan dengan pelestarian keanekaragaman hayati, harus diketahui juga bahwa ada kegiatan restorasi yang sifatnya hanya pelengkap bukan pengganti dari setiap upaya konservasi.

Banyak program konservasi didasarkan pada kondisi biofisik historis yang dilakukan untuk menanggapi perubahan iklim global dan kehancuran katastropik.

Hal ini berarti, restorasi sangat penting untuk menyediakan ruang baru untuk migrasi flora dan fauna.

Selain itu, biologi konservasi juga hadir untuk merestorasi organisme, meski tidak seluruh ekosistem namun fungsi, tujuan dan sasarannya sama.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa ekologis restorasi adalah bidang ilmu yang secara teoritis berakar pada biologi konservasi.

Artinya, bidang ini dipandang juga sebagai subdisiplin dari biologi konservasi meski pendekatan yang dilakukan agak berbeda termasuk fokus dan model penelitian.

1. Pendekatan

Pendekatan restorasi ekologi terletak pada pemulihan terhadap masalah yang sama seperti yang dimaksud dengan biologi konservasi.

Dua hal ini berusaha menjaga, memelihara dan melesstarikan habitat atau keanekaragaman hayati yang ada.

Sebaliknya, ekologi restorasi mengasumsikan bahwa degradasi lingkungan dan penurunan populasi merupakan proses yang dapat dipulihkan.

Oleh karena, intervensi manusia yang ditargetkan dapat mengarah pada pemulihan alam.

2. Fokus

Fokus dari ilmu restorasi biologi terletak pada bias bioregion daratan termasuk geopolitik dan usaha pendamaian dari bias region tersebut.

Sebab, pada dasarnya tanaman cenderung mendominasi sebagian besar ekosistem dan restorasi ekologi adalah bias botani yang kuat sementara mempertimbangkan biologi konservasi juga mempertimbangkan aspek zoologi.

Dalam sejarahnya, biologi konservasi berfokus pada target individu yang terancam punah dan dengan demikian berkonsentrasi pada dinamika tingkat genetik atau populasi.

Karena ekologi pemulihan bertujuan untuk membangun kembali eksosistem yang berfungsi, hal itu berarti dibutuhkan perspektif yang lebih luas terhadap alam dan pengertiannya.

Akhirnya, karena tanah menentukan fondasi utama dari restorasi ekosistem ekologi maka penekanan ekosistem terhadap mikroba dalam tanah berpengaruh.

3. Model penelitian

Fokus penelitian dari biologi konservasi terletak pada spesies langka yang terancam punah untuk membatasi jumlah manipulasi. Sebagai konsuekensinya, studi ini cenderung deskriptif, komparatif dan tidak direplikasi.

Namun, sifat ekologi restorasi sangat manipulatif karena memungkinkan peneliti untuk menguji hipotesis dengan lebih ketat.

Bahkan, setiap kegiatan restorasi ekologi pada dasarnya merupakan tes eksperimental untuk membatasi suatu populasi.

Landasan teori restorasi ekologi

Restorasi ekologi mengacu pada konsep ekologi pada umumnya. Berikut ini beberapa deskripsi singkat dari beberapa konsep ekologi.

1. Gangguan ekologi

Gangguan ekologi adalah suatu perubahan kondisi lingkungan yang mengganggu fungsi dan sistem biologis.

Biasanya terjadi pada berbagai skala spasial dan temporal alami, bahkan sangat penting terhadap banyak komunitas spesies.

Manusia memiliki dampak alamiah yang terbatas pada eksosistem namun tingkat keparahan dan ruang lingkup manusia memiliki pengaruh yang besar terhadap populasi.

Memahami dan meminimalkan perbedaan antara gangguan antropogenik baik yang alami dan modern sangat penting dalam konsep restorasi ekologi.

Selain itu, memulihkan ekosistem yang berkelanjutan sepenuhnya sering melibatkan proses belajar dan mencoba untuk memulihkan ganguan alam misalnya kebakaran.

2. Suksesi ekologi

Suksesi ekologi pada dasarnya adalah sebuah proses dimana spesies atau komponen tertentu dalam komunitas berubah seiring waktu.

Setelah gangguan, ekosistem umumnya berkembang dari tingkat organisasi yang sederhana seperti beberapa spesies yang dominan ke komunitas yang lebih kompleks seperti spesies yang saling bergantung satu dengan yang lain.

Ada beberapa ekosistem masyarakat yang cenderung pulih setelah mengalami gangguan alam atau antropogenik ringan hingga sedang.

Pemulihan pada sistem ini bertujuan untuk mempercepat jalur suksesi alami. Namun, sistem yang telah mengalami gangguan parah seperti perubahan bentuk fisik atau kimia lingkungan, dan mungkin memerlukan upaya restorasi intensif yang lebih banyak memakan waktu dan biaya.

3. Fragmentasi

Fragmentasi habitat, dalam konteks ini, dipahami juga sebagai diskontinuitas spasial dalam sistem biologi alamiah.

Contoh paling sederhana terlihat dari perubahan penggunaan lahan pertanian dan gangguan alamiah lain membuat ekosistem dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Fragmen kecil ini hanya mendukung populasi yang kecil dan populasi yang kecil ini rentan terhadap kepunahan. Lebih lanjut, fregmentasi ekosistem mengurangi habitat interior.

Habitat di sepanjang fragmen tepi yang telah melalui berbagai kondisi lingkungan yang berbeda karena itu mendukung spesies yang juga berbeda.

Fregmentasi secara efektif mengurangi habitat interior dan dapat menyebabkan kepunahan spesies-spesies yang membutuhkan habitat interior.

Proyak restorasi dapat meningkatkan ukuran suatu habitat hanya dengan menambahkan area atau dengan menanam koridor habitat yang menghubungkan celah antar dua fragmen yang terisolasi.

Fungsi ekosistem

Ekosistem berfungsi untuk menggambarkan proses dasar dari sistem alami, termasuk sistem nutrisi dan penggunaan energi.

Proses ini adalah komponen paling mendasar dan penting dalam suatu ekosistem. Pemahaman tentang kompleksitas penuh dan seluk beluk siklus ini diperlukan untuk mengatasi setiap proses ekologis yang mungkin terdegradasi.

Sebuah sistem fungsional, yang benar-benar melanggengkan diri, yang tidak diperlukan manajemen, adalah tujuan akhir dari upaya restorasi dimaksud.

Hal ini terjadi karena fungsi ekosistem yang sifatnya muncul dari sifat keseluruhan pemantauan dan manajemen stabilitas jangka panjang dari ekosistem dimaksud.

Konsep restorasi ekologi yang sedang berkembang

Restorasi ekologi merupakan konsep yang sifatnya manipulatif dan merupakan tempat pengujian ideal untuk menemukan prinsip-prinsip ekologi komunitas.

Meski demikian, ada juga konsep yang muncul untuk menciptakan suatu teknologi restorasi yang benar-benar baru.

Didalam teknologi tersebut ada standar kinerja, kerangka waktu, genetika lokal dan hubungan masyarakat dengan ekologi disekitarnya.

Dengan tetap mempertimbangkan kemungkinan etis dari pemahaman religius yang baru sebagai topik diskusi di masa mendatang.

Dan secara umum, konsep restorasi ekologi terbagi dalam beberapa bentuk, diantaranya:

1. Ontogeni

Ekologi ontogeni adalah sebuah studi tentang hubungan antar makhluk ekologis yang terus berubah selama seiring waktu berjalan.

Hal itu berlaku juga untuk organisme membutuhkan kondisi lingkungan yang berbeda selama beberapa tahap dalam siklus kehidupan mereka.

Untuk organisme yang tidak bergerak (misalnya tanaman) kondisi yang diperlukan untuk perkembangan dan pembentukan dapat berbeda dari tahap dewasa (Young et al. 2005).

2. Penerapan teori

Pemulihan didefinisikan sebagai penerapan teori ekologi untuk restorasi ekologi. Namun, karena berbagai alasan ini bisa menjadi proyek sulit direalisasikan.

Alasannya sederhana mulai dari alasan ekonomi, tingkat ketergantungan manusia dan pengaruh politik.

Hanya saja, dalam penerapannya, ada beberapa penerapan teori yang sudah pernah dilakukan, seperti:

  • Efek heterogenitas tanah pada heterogenitas komunitas
  • Heterogenitas spasial sumber daya yang dapat mempengaruhi komposisi komunitas tanaman, keanekaragaman dan lintasan

Meski disadari bahwa peningkatan heterogenitas sumber awal saja tidak cukup untuk memastikan keanekaragaman spesies dalam situasi dimana satu spesies mendominasi satu tingkat sumber daya.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan terkait postingan ini akan diulas dalam bentuk QnA dibawah, diantaranya:

1. Apa perbedaan restorasi hutan dan restorasi ekologi?

Seperti yang disebutkan diatas dimana restorasi ekologi adalah pembaharuan atas segala sesuatu yang disebabkan oleh intervensi manusia.

Artinya, restorasi ekologi tidak terbatas pada hutan saja tetapi juga pada alam, dalam pengertian yang lebih luas.

Artinya, kalau restorasi hutan hanya pada pemulihan hutan, tanpa memperhatikan habitat asli hutan maka restorasi ekologi akan melibatkan segala sesuatu didalam hutan.

2. Apa perbedaan restorasi ekologi dan restorasi ekosistem?

Restorasi ekosistem adalah pembaharuan pada satu ekosistem yang ada agar kembali seperti semula termasuk didalamnya manusia.

Dari sini dapat disimpulkan kalau restorasi ekosistem adalah bagian dari restorasi ekologis dalam pengertian yang sebenarnya.

3. Apa saja contoh restorasi ekologi yang pernah dilakukan manusia?

Ada banyak seperti restorasi hutan manggrove, penanaman kembali hutan-hutan yang gundul, pengembalian hewan ke habitat aslinya dan lain seterusnya.

Penutup

Dari berbagai penjelasan diatas dapat disimpulkan kalau restorasi ekologi adalah uatu ilmu yang berupaya mengembalikan prinsip-prinsip ekologi ke bentuk aslinya.

Tujuannya adalah untuk menjaga alam agar tetap ama ditinggali manusia sekaligus untuk membentuk hubungan timbal balik yang adil.

Demikian artikel tentang Restorasi ekologi: pengertian, fungsi dan konsep. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar