Pengertian Repost: Jenis, Fungsi, Tujuan, Manfaat dan Cara

Repost adalah kegiatan membagikan ulang postingan seseorang di media sosial entah itu Twitter, Facebook, Instagram dan lain sebagainya.

Fitur ini sendiri disediakan secara default oleh platform dengan tujuan utama untuk meningkatkan popularitas postingan atau media itu sendiri.

Misalnya, di Facebook, saat pengguna klik tombol Bagikan, yang adalah repost itu sendiri, maka akan muncul beberapa pilihan.

Mulai dari bagikan ke kabar beranda, kirim ke messenger, kirim ke WhatsApp, bagikan ke grub dan opsi lainnya.

Untuk opsi lainnya ini pun banyak. Mulai dari bagikan ke email, ke media sosial di luar Facebook dan lain sebagainya.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan repost? Apakah ada pedanan resminya dalam bahasa Indonesia? Apa fungsi bagikan ulang suatu postingan? Apa manfaat dan tujuan repost?

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Pengertian Repost

Seperti yang sudah disebutkan di atas yang mana repost adalah kegiatan membagikan kembali postingan orang lain ke kabar beranda atau ke luar platform.

Dan ini termasuk aktivitas general yang sering dilakukan pengguna saat berselancar di media sosial. Jenisnya sendiri ada banyak, yang akan dibahas pada poin berikutnya.

Secara etimologis, repost merupakan gabungan dari dua kata yakni re dan post. Re berasal dari bahasa Latin yang berarti kembali atau lagi.

Baca Juga:

Sementara, post adalah membubuhkan, mengupload, mengisi atau membuat postingan baru.

Dengan demikian, repost bisa diartikan sebagai to post again atau memposting kembali konten atau postingan pengguna lain.

Artinya, pengguna itu sudah lebih dulu ada atau dibuat. Saat postingan itu muncul di beranda pengguna lain, ia membagikannya di halaman beranda lagi.

Sehingga, postingan tersebut seolah-olah dibuat olehnya dan menjangkau lini masa orang lain lebih luas lagi.

Jenis-jenis Repost

repost adalah

Secara umum, repost terbagi dalam dua jenis yakni repost ke kabar beranda dan repost ke luar platform.

Jika repost ke kabar beranda, maka postingan orang lain itu hanya muncul di kabar beranda orang yang membagikan postingan tersebut.

Sementara, apabila di repost ke luar platform, misalnya dari Facebook ke Twitter, maka pengguna Twitter yang jadi pengikut atau followers orang yang repost satu postingan bisa melihatnya.

Disisi lain, jika dilihat dari bentuknya, repost ini terdiri dari beberapa bentuk, diantaranya:

  • Rescreenshot atau mengambil tangkapan layar dari sebuah kiriman atau unggahan pengguna lain untuk dijadikan postingan baru
  • Membagikan kembali postingan beranda orang lain dengan memanfaatkan fitur bawaan situs atau platform. Misalnya, di Facebook dengan nama Bagikan, Instagram dengan nama Regram dan Twitter dengan nama Retweet
  • Stitch atau kutipan video yang dimasukkan dalam video sendiri dalam bentuk duet atau tidak. Istilah mengutip atau Stitch ini lebih populer di Tiktok

Untuk jenis konten yang di repost pun cukup beragam mulai dari artikel berita, meme, video viral atau konten populer lainnya.

Memposting ulang konten orang lain dengan benar bisa menguntungkan bagi kedua belah pihak kerna bisa mendorong kolaborasi dan diskusi lebih lanjut.

Meski mayoritas pengguna lebih senang membagikannya tanpa seizin pengguna. Bahkan ada yang screenshoot tanpa menyertakan sumber asli postingan tersebut.

Fungsi dan Tujuan Posting Ulang

Ada banyak alasan mengapa satu konten di posting ulang. Mayoritas karena isi atau status pembuat postingan tersebut.

Lantas, apa sih fungsi dan tujuan sebenarnya dari posting ulang sebuah konten? Ada banyak, diantaranya:

  • Mempromosikan bisnis, individu atau organisasi yang fokus pada pemasaran pengeposan ulang
  • Sebagai bentuk dukungan kepada influencer, brand atau merek tertentu
  • Meningkatkan kesadaran tentang peristiwa terkini kepada pengikut atau teman di lini masa
  • Memberikan komentar, bantahan atau pandangan lain atas suatu isu, politik misalnya
  • Berbagi track musik baru dengan follower atau teman
  • Berkontribusi dalam event berhadiah yang salah satu syaratnya adalah memposting ulang salah satu konten dari pembuat lomba
  • Menggalang dana untuk donasi atau crowdfunding
  • Memberi selamat kepada teman atau anggota keluarga atas pencapaiannya

Dan tujuan lain seperti untuk provokasi, manipulasi atau meniru postingan dari satu merk, brand, tokoh dan influencer.

Manfaat Repost

Pada dasarnya, repost memberikan benefit dalam diversifikasi konten sehingga mendorong minat followers untuk memberikan tanggapan terhadap postingan tersebut.

Semakin bagus konten yang dibagikan semakin tinggi pula Engagement Rate. Yang berdampak pada popularitas konten.

Dengan fitur ini, pengguna tak perlu habiskan waktu berjam-jam untuk buat konten baru, menyusun kata atau mengedit video dan foto agar layak posting.

Meski terkesan instan, posting kemabli memberikan eksposur terhadap merk hanya dengan repost konten orang lain.

Bahkan, lebih jauh lagi, dimana konten ini bertujuan untuk menumbuhkan pengikut atau followers dengan basis audiens sendiri.

Terlebih di media sosial yang butuh mobilitas tinggi seperti Instagram dan TikTok dimana pengikut atau pengguna rata-rata aktif.

Secara umum, ada beberapa manfaat repost, diantaranya:

  • Untuk meningkatkan kepercayaan dan kesadaran merk dari pengikut dan followers
  • Meningkatkan konversi dan branding
  • Digunakan sebagai ide konten baru yang terdiri dari kumpulan konten yang sangat penting untuk bisnis

Dampak negatif Repost

repost adalah

Selain bermanfaat secara positif, fitur repost ini juga memiliki dampak negatif. Bahkan, sampai beberapa media sosial membatasi penggunaannya.

Misalnya, pembatasan share di Facebook apabila konten yang ada dibagikan terlalu banyak dalam jangka waktu tertentu.

Atau mungkin karena konten didalamnya yang tidak valid dan bertolak belakang dengan panduan komunitas pengguna.

Dari sinilah bisa diketahui kalau fitur ini punya dampak negatif salah satunya terkait dengan isu berita bohong atau hoax.

Sadar atau tidak, fitur repost ini sangat berkontribusi terhadap penyebatan berita bohong bahkan sampai menelan korban jiwa.

Selain berita bohong, isu terkait lain seperti kekerasan dan aktivitas ilegal lainnya pun menyebar tanpa filter.

Di Indonesia, contoh paling sengit bisa terlihat saat konstelasi politik berlangsung, Pilpres misalnya.

Saat itu, banyak konten-konten dari pengguna lain yang diposting kembali ke sesama pengguna, dibagikan ke halaman Facebook dan Group.

Dampaknya? Isu tidak bisa di kontrol lagi padahal kebenarannya belum bisa dibuktikan bahkan sampai berdampak pada kekerasan, persekusi, cyber bulling dan pembunuhan karakter.

Cara Repost postingan

Karena istilah ini erat kaitannya dengan media sosial dan setiap platform punya definisi nama sendiri untuk fitur ini, berikut cara repost konten di berbagai media sosial:

  • Untuk cara bagikan postingan di Facebook baik itu di halaman atau status pengguna bisa baca panduan resminya disini
  • Untuk cara regram postingan orang lain atau repost konten pengguna lain di Instagram, bisa baca disini
  • Untuk cara retwet status atau repost konten orang lain di Twitter bsia baca disini
  • Sementara, jika anda menggunakan TikTok dan ingin menggunakan fitur stitch bisa baca disini

Selain di media sosial, fitur serupa juga tersedia di situs micro blogging. Misalnya, fitur bagikan postingan yang ada di blog atau media online.

Meski demikian, ada beberapa pemilik blog yang tidak menyediakan fitur ini secara default tapi pengguna bisa menggunakan cara lain.

Seperti menyalin URL teks yang jadi alamat situs lalu dibagikan di media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Penutup

Fitur repost disediakan secara default oleh setiap platform dan bukan hanya di media sosial saja tapi juga di web dan blog.

Memanfaatkan fitur ini dengan baik jadi salah satu kunci keberhasilan merk dan mendorong enggagement akun.

Demikian artikel tentang pengertian repost termasuk fungsi, tujuan, manfaat dan cara. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

Satu pemikiran pada “Pengertian Repost: Jenis, Fungsi, Tujuan, Manfaat dan Cara”

Tinggalkan komentar