Reksa dana adalah: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Cara Kerja dan Keuntungan

Reksa dana adalah produk investasi alternatif yang bisa dipilih terlebih untuk mereka yang pengen investasi tapi modalnya pas-pasan.

Bahkan beberapa produk reksadana bisa dibeli dengan harga murah mulai dari Rp.10.000.

Termasuk untuk mereka yang punya modal investasi tapi ga tahu cara investasi dan bagaimana menghitung profil resiko.

Meski jenis investasi satu ini cukup menjanjikan, masih banyak orang yang belum tahu apa itu reksadana dan elemen-elemen lainnya.

Elemen lainnya ini apa? Ada banyak mulai dari ciri-ciri, jenis, cara kerja dan keuntungan yang didapat.

Itulah yang kemudian menginspirasi saya untuk buat satu artikel khusus tentang reksadana.

Dan untuk anda yang belum tahu definisi reksadana itu seperti apa termasuk elemen-elemen yang sudah saya sebutkan diatas, simak artikel ini sampai habis.

Pengertian Reksa Dana adalah

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], Reksa Dana, yang merupakan bentuk tidak baku dari Reksadana, adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan.

Jadi tak perlu heran mengapa istilah ini kadang di tulis reksadana kadang juga di tulis reksa dana.

Dalam praktiknya, reksa dana dapat diartikan sebagai satu produk investasi yang terdiri dari kumpulan uang dari para investor.

Kumpulan uang ini nantinya akan dikelola oleh sekuritas atau manajer saham untuk kemudian di alokasikan ke produk investasi lain seperti saham, obligasi, dan instrumen investasi lain.

Portofolio reksadana sendiri disusun dan diatur agar sesuai dengan tujuan investasi yang tercantum dalam prospektus.

Dengan begitu, produk ini memungkinkan investor kecil atau individu dapat akses ke portofolio ekuitas, obligasi dan sekuritas lainnya yang semuanya dikelola secara profesional.

Agar lebih mudah memahami definisi reksa dana, bisa lihat beberapa poin kunci dibawah ini, seperti:

  • Reksadana adalah alternatif investasi yang berasal dari dana masyarakat dan dialokasikan ke portofolio saham, obligasi atau ke perusahaan sekuritas
  • Reksadana memungkinkan investor kecil atau invididu punya akses portofolio terdiversifikasi yang dikelola secara profesional dengan harga murah
  • Reksadana dibagi dalam beberapa kategori yang mewakili jenis sekuritas, tujuan investasi dan profil resiko yang dipilih
  • Dalam beberapa kasus, ada beban tahunan yang disebut rasio pengeluaran. Jadi komisi yang didapat investor mempengaruhi keuntungan secara keseluruhan

Selain itu, dengan menanamkan uang di reksa dana, investor tidak harus punya keahlian menghitung resiko untuk jenis investasi yang dipilih.

Karena memang, produk ini dirancang untuk mendapatkan dana dari masyarakat yang punya modal dan ingin investasi tapi tak punya waktu dan pengetahuan.

Pada akhirnya, produk ini diharapkan bisa meningkatkan peran pemodal lokal agar bisa investasi juga.

Ciri dan karakteristik reksadana

Ada beberapa ciri-ciri yang membedakan reksadana dengan produk investasi lain, diantaranya:

  • Reksadana mengumpulkan uang dari investor publik dan menggunakan uang tersebut untuk beli produk dari sekuritas lain seperti saham dan obligasi
  • Nilai perusahaan reksadana bergantung pada kinerja sekuritas yang diputuskan untuk dibeli. Dengan demikian, saat anda membeli unit atau saham reksa dana, anda membeli kinerja portofolio atau sebagian dari nilai portofolionya
  • Investasi reksadana berbeda dengan investasi saham karena saham reksa dana tidak memberikan hak suara kepada pemegangnya. Artinya, bagian reksa dana mewakili investasi di banyak saham berbeda dan bukan hanya satu kepemilikan

Ciri reksadana diatas akhirnya melahirkan karakteristik reksadana itu sendiri, seperti:

  • Reksadana adalah perusahaan sekuritas yang memanajem aset dan produknya dijual oleh agen penjual reksdana [APERD] entah itu bank atau perusahaan sekuritas
  • Tidak ada biaya tambahan seperti uang tanggungan atau asuransi
  • Beberapa produk reksdana dapat dibeli tanpa biaya alias fee pembeliannya mulai dari 0-2%
  • Tidak ada biaya administrasi yang dikenakan saat beli produk reksadana
  • Tergantung sekuritas karena ada yang membebankan biaya penjualan produk reksadana sampai 2% dan ada juga yang fee jualnya 0%

Karakteristik diatas adalah karakteristik yang cukup general. Jika lebih khusus bisa cari sumber referensi lain.

Seperti misalnya, mayoritas investor reksadana itu adalah organisasi dan juga perusahaan ritel.

Jenis reksadana

Dalam perkembangannya kemudian, reksadana ini terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya:

1. Reksadana pasar uang [money market fund]

Reksadana pasar uang atau money market fund adalah instrumen investasi bebas resiko, jangka pendek dan kebanyakan produknya berasal dari surat berharga pemerintah.

Dengan demikian, ini adalah tempat yang aman untuk menginvenstasikan uang anda dengan imbal balik yang terjamin tanpa takut loss atau rugi.

Jika mengalokasikan uang di jenis reksadana satu ini, manajer investasi akan mengalokasikan dana itu ke berbagai produk investasi.

Seperti deposito berjangka, surat berharga pasar uang, sertifikat Bank Indonesia, Sertifikat Deposito [Negotiable certificates of Deposit], Commercial Paper [Surat Berharga Komersial] dan lain sebagainya.

2. Reksadana pendapatan tetap [Fixed Income Fund]

Reksadana pendapatan tetap adalah kelompok reksadana yang memungkinkan anda dapat pendapatan tetap dengan tingkat pengembalian tertentu.

Mirip sih dengan obligasi pemerintah, obligasi korporasi atau instrumen utang lainnya.

Idenya sederhana, dimana portofolio akan menghasilkan pendapatan dari bunga, yang kemudian diteruskan kepada investor.

Inilah yang jadi dasar mengapa reksadana pendapatan tetap kadang disebut bond funds atau dana obligasi.


Baca Juga:


Dananya dikelola secara aktif dengan membeli obligasi yang nilainya relatif rendah dan kemudian dijual dengan harga tinggi.

Dengan begitu, ada kemungkinan investor dapat return yang lebih tinggi dibanding deposito atau instrumen investasi lain.

Hanya saja, bergantung pada risiko dan jenis obligasi yang dibeli karena obligasi sendiri ada banyak jenisnya.

3. Reksadana campuran [Balance mutual fund]

Reksadana campuran adalah jenis reksadana yang produk investasinya berasal dari campuran kelas aset yang berbeda entah itu saham, obligasi, pasar uang dan lain sebagainya.

Kadang juga disebut dana alokasi aset [asset allocation fund] yang tujuannya adalah untuk mengurangi risiko eksposur antar aset.

Dalam bebrapa kasus, dana ditentukan menggunakan strategi alokasi khusus yang tetap sehingga investor dapat eksposur terprediksi antar setiap kelas aset.

Sebaliknya, yang lain, merujuk pada persentasi alokasi dinamis untuk memenuhi tujuan investor.

Memang sih, tujuannya mirip-mirip dengan reksadana campuran dimana dana alokasinya dinamis alias tak harus punya presentase dalam kelas aset tertentu.

Dan manajer saham diberi kebebasan untuk mengganti rasio kelas aset sesuai kebutuhan guna menjaga harga portofolio tetap stabil sesuai dengan harapan investor.

4. Reksadana saham [Equity fund]

Selanjutnya adalah reksadana saham yang merupakan salah satu jenis reksadana paling banyak peminat.

Seperti juga namanya dimana saat dana terkumpul manajer saham akan mengalokasikan uang tersebut untuk beli saham.

Beberapa nama perusahaan reksadana saham menggunakan nama sesuai dengan ukuran perusahaan tempat mereka berinvestasi mulai dari yang Kapitalisasinya kecil, menegah atau besar.

Ada juga yang menggunakan nama sesuai dengan portofolio aset atau pendapatan yang ditawarkan.

5. Exchange Traded Funds (ETFs)

Dan yang paling baru adalah traded fund atau reksadana yang diperdagangkan di bursa atau yang lazim disebut ETF.

Di kalangan investor Indonesia, ETF mungkin belum terlalu populer. Hanya saja, untuk beli atau jual produk ETF ini harus di jam bursa.

Harganya pun rata-rata air dengan reksadana jenis lain dan keuntungannya berasal dari pasar saham aktif.

Cara kerja Reksadana

Reksadana bisa diartikan sebagai produk investasi murah atau perusahaan sekuritas pada umumnya.

Bagi pemula seperti saya, sifat ganda ini mungkin agak membingkungkan dan tentu saja beda dengan saham, BBCA misalnya, yang merupakan representasi dari saham Bank BCA, tbk.

Begitu pula dengan cara kerjanya. Dimana saat seorang investor beli saham BCA, yang ia beli adalah sebagian kepemilikan saham perusahaan dan asetnya.

Dan ini berbeda dengan reksadana karena yang dibeli bukan kepemilikan saham atau aset melainkan portofolio.

BCA adalah perusahaan keuangan atau perbankan sementara reksadana adalah perusahaan manajer investasi.

Perusahaan manajer investasi ini kemudian berusaha menarik orang yang punya modal untuk menginvestasikan uangnya.

Uang itu kemudian di kelola di berbagai aset sesuai dengan jenis reksadana yang dipilih. Kalau ada return, maka return itu akan dibagi ke setiap investor.

Sesimple itu. Makanya produk macam ini lebih cocok untuk mereka yang ingin investasi modal kecil atau punya modal tapi tak cukup ngeh dunia saham.

Jika reksa dana diartikan sebagai perusahaan, CEO-nya adalah manajer investasi atau yang kadang juga disebut penasihat investasi.

Manajer investasi ini dipekerjakan oleh direksi dan secara hukum wajib bekerja untuk kepentingan pemegang saham reksadana.

Kebanyakan sih, fund manager ini merupakan pemilik dana dan jumlah karyawan sedikit.

Dalam bebrapa kasus, manajer akan mempekerjakan beberapa analisis untuk membantu mereka mengalokasikan dana ke aset yang tepat.

Keuntungan investasi reksadana

Saat seseorang menginvestasikan uang, yang paling sering ditanya tentu saja returnnya atau capital gain.

Dua istilah diatas merujuk pada keuntungan. Lantas, apa sih keuntungan jika saya investasi di reksa dana? Ada beberapa keuntungannya, diantaranya:

  • Bisa diversifikasi portofoloo tanpa modal besar. Bahkan, beberapa produk reksadana bisa dibeli dengan harga Rp10.000 – Rp100.000 saja. Cukup mudah dibanding beli saham yang harus dibeli per lot yang setara dengan 100 lembar saham
  • Pendapatan diperoleh dari dividen saham dan bunga obligasi yang disimpan dalam portofolio reksa dana. Dengan kata lain, manajer investasi akan mendistribusikan pendapatan kepada setiap investor dalam jangka yang waktu ditentukan entah itu harian, mingguan, bulanan atau tahunan
  • Jika reksadana menjual produk sekuritas yang harganya naik, maka ia akan dapat capital gain dan dana yang jadi keuntungan itu akan disalurkan juga kepada investor
  • Jika kepemilikan dana mengalami kenaikan harga tapi tidak dijual oleh pengelola dana, maka saham dana tersebut akan mengalami kenaikan harga. Dan saham perusahaan reksadana itu juga bisa dijual untuk dapat profit

Contoh paling sederhana misalnya saat anda beli produk reksadana Manulife OVO Bareksa Likuid di OVO Invest, tiap minggu anda bisa lihat berapa keuntungan yang didapat.

Total keuntungan biasanya dalam bentuk saldo investasi sementara imbal hasilnya dalam bentuk presentase, +0,28% misalnya.

Risiko Investasi di Reksadana

Menginvestasikan uang di reksadana bukan tanpa resiko. Karena prinsipnya sama seperti produk investasi lain, saham dan obligasi misalnya.

Dan ada dua risiko investasi yang harus diketahui oleh anda jika alokasikan uang di Reksadana, yakni:

  • Berkurangnya unit penyertaan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti harga saham, obligasi atau surat berharga yang masuk dalam portofolio
  • Risiko likudiditas terlebih jika investor melakukan penjualan masal atas unit reksadana yang dimiliki. Dengan demikian, manajer investasi bakal kesulitan menyiapkan uang tunai karena permintaan yang tinggi dalam jangka waktu singkat

Selain dua risiko diatas, ada juga risiko general lain seperti bagi hasil yang tidak pasti, masalah proteksi dan lain sebagainya.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan terkait dengan postingan ini akan saya ulas dalam QnA dibawah, seperti:

1. Dimana bisa beli semua produk reksadana?

Ada banyak aplikasi atau sekuritas yang menyediakan produk ini sehingga bisa dibeli oleh anda.

Mulai dari Bareksa, Tanamduit, Ajaib dan lain sebagainya. Ulasan lebih lengkap silahkan baca artikel saya sebelumnya tentang daftar aplikasi reksadana terbaik tahun ini.

2. Kapan bisa jual reksadana?

Kapan saja sesuai keinginan. Beberapa perusahaan bahkan tidak menarik biaya pembelian dan penjualan reksadana.

3. Apakah investasi di reksadana itu aman?

Tentu saja aman. Saya sendiri sudah lebih dari setahun investasikan uang di reksadana.

4. Berapa return produk reksadana paling tinggi?

Soal ini saya belum tahu karena baru invest di satu produk dulu yakni Bareksa Liquid.

Returnnya cukuplah sesuai dengan jumlah uang yang saya investasikan. Jika ada dari anda yang tahu return produk reksadana paling tinggi, bisa tinggalkan di kolom komentar.

5. Apakah bisa beli produk reksadana tanpa KTP dan NPWP?

Untuk saat ini tidak ada alternatif atau cara beli produk reksadana tanpa KTP, pakai kartu pelajar atau kartu mahasiwa misalnya.

Kalau NPWP mungkin saja karena anda bisa pinjam NPWP orang tua dulu. Kalau sudah cukup umur, mending buat KTP dan NPWP sendiri.

Penutup

Sebagai salah satu alternatif investasi, tidak ada salahnya jika anda sisihkan sedikit uang untuk beli produk reksadana.

Tidak perlu modal besar sebab anda bisa beli kapan saja dan dimana saja. Bahkan bisa tempatkan modal Rp10.000 saja.

Namanya juga investasi, dimana sifatnya jangka panjang. Ibaratnya seperti menabung, tapi uangnya bertambah.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin pertanyaan lain terkait dengan postingan ini bisa tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang reksa dana adalah: pengertian, ciri-ciri, jenis, cara kerja, keuntungan dan risiko. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. ***

Tinggalkan komentar