13+ Ragam Profesi Penulis dan Cara Mereka Menghasilkan Uang

Profesi penulis adalah salah satu ragam pekerjaan yang sudah dilakoni oleh ribuan entah sebagai pekerjaan utama atau sampingan.

Jika profesi tersebut dilakoni sebagai pekerjaan utama, tentu ada penghasilan pasif yang diperoleh sang penulis, langsung ataupun tidak.

Lantas bagaimana jika profesi itu sebagai sampingan saja? Apakah penulis bisa menghasilkan uang? Jika bisa, caranya bagaimana?

Saya sendiri menganggap kalau profesi ini punya peran yang lebih luas daripada sekedar menghasilkan sebuah karya.

Setiap profesi kepenulisan itu bergerak pada bidang yang berbeda-beda, termasuk target audiens juga media yang digunakan.

Misalnya, seorang wartawan dan seorang blogger yang punya audiens berbeda meskipun aktivitasnya sama, yakni menulis.

Begitu juga dengan media yang digunakan. Blogger menggunakan platform blogging seperti WordPress sementara Wartawan menggunakan Majalah, Koran atau media online.

Untuk mengidentifikasi ragam profesinya dan cara penulis menghasilkan uang, baca artikel ini sampai habis.

13+ Ragam Profesi Penulis dan Cara Mereka Menghasilkan Uang

Nah tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 13+ ragam profesi penulis dan cara mereka menghasilkan uang.

1. Blogger [Iklan]

Saat ini, aktivitas blogging termasuk salah satu kegiatan yang lazim dilakukan oleh masyarakat meski belum dianggap sebagai sebagai bagian dari profesi kepenulisan pada umumnya.

Sumber daya blogging pun ada banyak macamnya yang bisa dipilih berdasarkan keinginan, diantaranya:

  • Blogger yang merupakan platform blogging milik Google dan bisa digunakan dengan gratis
  • WordPress yang terdiri dari self-host [berbayar] dan host langsung [tidak berbayar alias gratis]
  • Squarespace, WIX dan Medium yang bisa digunakan gratis atau berbayar
  • Kompasiana, DetikForum, Qureta dan lain sebagainya
  • Media kepenulisan lain yang memungkinkan anggota menghasilkan uang seperti Quora dan lain sebagainya

Pada dasarnya, seorang blogger akan menulis keahliannya di blog untuk kemudian dibagikan kepada publik secara langsung.  Misalnya, seorang koki yang membagikan resep masakan pada blog yang ia kelola.

Disisi lain, salah satu alasan mengapa aktivitas ini sangat populer adalah karena setiap orang punya peluang menghasilkan uang dari blog.

Sepanjang blog yang ia kelola tidak bertolak belakang dengan peraturan yang berlaku di wilayah tersebut, ketentuan layanan di search engine dan juga pengelola platform.

Lalu, darimana penghasilan utama seorang blogger? Rata-rata sumber penghasilan utama blogger berasal dari iklan.

Salah satu platform iklan yang cukup populer adalah Google AdSense, MGID, Taboola, AdsKeeper dan lain sebagainya.

Selain iklan, blogger juga bisa meraup pendapatan dari paid promoted,  content placement, afiliasi atau referral, url shortener dan lain sebagainya.

Jika semua cara diatas bisa dimaksimalkan dengan baik, penghasilan blogger mungkin jauh lebih besar dari profesi kepenulisan lain.

Rata-rata penghasilan seorang Blogger pemula di Indonesia bisa mencapai 1.500.000 ribu rupiah. Pendapatan ini akan meningkat terus seiring dengan peningkatan trafik organik blog tersebut.

2. Penerjemah Buku [Komisi]

Pernah gak anda baca buku-buku yang ditulis oleh pengarang luar negeri tapi isinya sudah berbahasa Indonesia? Saya yakin pernah.

Saya sendiri pernah membaca salah satu buku karya Novelis legendaris Rusia, Maxim Gorki yang diterjemahkan oleh Pramodya Ananta Toer.

Sebenarnya, ini juga salah satu profesi dalam dunia kepenulisan yang mungkin cukup jarang ditemui dalam masyarakat.

Ibaratnya, penerjemah buku itu seperti seorang penulis sekaligus editor untuk buku yang ia terjemahkan dan biasanya sudah punya jaringan ke penerbit buku.

Yang menarik, profesi ini juga dibayar dan bayaran yang diterima dari komisi penjualan serta royalti.

Dimana, setiap penjualan buku, sang penerjemah akan mendapatkan bagian berapa persen dari total perjanjian dengan pemilik hak cipta, penulis asli dan juga penerbit buku.

Sebagai contoh, penerjemah buku bisa memperoleh komisi sebesar 5% dari penjualan buku. Apabila buku berhasil di jual sebesar 20.000 eksemplar dengan harga per buku Rp. 50.000 maka penghasilan seorang penerjemah bisa mencapai Rp. 50 juta rupiah.

3. Penerjemah Subtitle Film [Pembelian]

Mungkin beberapa dari anda sudah tidak asing lagi dengan nama-nama penerjemah film seperti Lebah Ganteng, Pein Akatsuki dan lain sebagainya.

Mereka memang penerjemah film indie, yang melakukan hal tersebut sekedar hobi. Namun, mereka juga bisa memperoleh penghasilan dari aktivitas yang dilakukan itu.

Dimana, biasanya mereka akan membuka jasa penerjemah film dan setiap film yang berhasil diterjemahkan, mereka memperoleh penghasilan.

Sementara, jika penerjemah sudah bekerja sama dengan agency tertentu, biasanya penghasilan mereka tidak dihitung berdasarkan jumlah film yang berhasil diterjemahkan.

4. Novelis [Royalti]

Profesi yang satu ini adalah salah satu profesi yang cukup wah dalam dunia kepenulisan. Salah satu alasannya adalah karena mengarang sebuah novel itu tidaklah mudah dan gampang. Apalagi, jika novel tersebut berhasil di terbitkan oleh penerbit.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa novelis yang berhasil menjadi jutawan hanya karena novel yang mereka buat.

Sebut saja Dewi Lestari yang punya nama pena Dee, Andrea Hirata, Pramodya Ananta Toer, Raditya Dika hingga Ayu Utami.

Lalu, darimana sih sumber penghasilan utama seorang novelis? Biasanya dari royalti yang diperoleh dari setiap penjualan buku.

Misalkan begini, anda berhasil menulis sebuah novel dan mengirimnya kepada penerbit. Jika penerbit bersedia menerbitkan buku itu, maka anda akan ada perjanjian antara pihak anda dan pihak penerbit.

Dimana, setiap buku yang berhasil terjual, anda akan memperoleh komisi sebesar 15% atau lebih, tergantung dari ketentuan penerbit.

Apabila buku anda diterbitkan sebanyak 20.000 eksemplar dan di bandrol dengan harga 50.000 per buah, maka penghasilan anda kira-kira: 150 juta rupiah.

Banyak kan? Apalagi, jika novel tersebut populer dan terus diproduksi, tentu saja penghasilan akan terus bertambah.

5. Kontributor Majalah, Koran Atau Media Online [Honor]

Ibaratnya, anda menjadi seorang penulis tanpa terikat kontrak apapun dengan pihak media entah itu media online, majalah atau koran.

Anda juga akan mendapatkan fee atau honor per tulisan yang berhasil diterbitkan. Biasanya, menurut pengalaman saya sendiri, setiap berita yang saya buat dibayar Rp. 25.000 ribu rupiah.

Meski terbilang cukup rendah, tapi menurut saya itu sudah cukup. Apalagi, jika media tersebut hanyalah media lokal.

Jika anda menjadi kontributor berita untuk media-media nasional, mungkin honor yang didapatkan itu lumayan tinggi.

Salah satu kawan saya, yang juga merupakan wartawan merangkap kontributor Liputan6, ia dibayar sekitar 250.000 per tulisan.

Itupun kalau berita jenis indeph reporting. Untuk berita biasa, dengan panjang tak lebih dari 500 karakter, bayarannya sekitar 90 ribu rupiah.

6. Wartawan atau jurnalis [Gaji]

Berbeda dengan kontributor yang sudah dijelaskan diatas, wartawan atau jurnalis biasanya sudah terikat kontrak dengan perusahaan media.

Kontrak tersebut bisanya di tandatangani saat ia melamar kerja di media tersebut. Yang berarti, dalam kegiatan mencari berita, mereka sudah dilengkapi dengan kartu Pers.

Baca Juga: 5 Situs Tempat Jual Foto Terbaik Dengan Bayaran Tinggi

Saat ini, berdasarkan data Dewan Pers, ada sekitar 48.000 media online, dan hanya ratusan saja yang telah terverifikasi. Coba bayangkan, berapa banyak wartawan atau jurnalis yang ada saat ini? Banyak sekali.

Penghasilan utama seorang wartawan adalah dari gaji yang mereka peroleh. Biasanya sih diatas Upah Minimum Regional [UMR] yang ditetapkan oleh pemerintah tempat ia bekerja.

Meski gaji yang mereka peroleh masih sering jadi perdebatan. Karena, banyak dari mereka yang bekerja siang dan malam sementara upah yang mereka terima kecil.

7. Ghost Writer [Biaya Kontrak]

Pernah dengar profesi ini gak? Ghost writer adalah salah satu profesi dalam dunia kepenulisan yang sedang hits kini.

Profesi ini sangat fleksibel dan penghasilan yang diperoleh juga cukup tinggi. Namun, biasanya bergantung pesanan.

Misalnya begini, jika anda bekerja sebagai seorang ghost writer, anda akan bekerja untuk menulis sesuai pesanan.

Yang berarti, jika klien memesan anda menulis sebuah berita feature, atau buku hingga novel, anda akan menulisnya seperti itu.

Dari setiap tulisan yang anda buat tersebut, jika sudah rampung, maka anda akan mendapatkan bayaran atau upah. Upah yang diperoleh ini biasanya bergantung dari pembicaraan awal.

8. Copyediting [gaji]

Pada dasarnya, copyediting sama seperti seorang editor, namun basis kerjaanya lebih banyak. Copyediting biasanya mengedit sebuah buku, novel, ensiklopedia dan lain sebagainya.

Copyediting akan memperbaiki masalah tata bahasa, ejaan, gaya dan tanda baca sebelum disiapkan untuk langkah selanjutnya, yakni proofreading.

Istilah copyediting kadang juga disebut dengan revisi yang dilakukan oleh perseorangan atau seorang editor.

Lalu, darimana penghasilan seorang copyediting? Dari gaji yang ia peroleh. Biasanya, seorang copyediting bekerja dibawah agensi penerbitan.

9. Proofreading [Kontrak dan kerjasama]

Nah, ketika sebuah tulisan sudah rampung di edit oleh editor atau copyediting, langkah berikutnya adalah diserahkan kepada proofreading.

Basis kerjaan seorang proofreading adalah membaca dengan teliti tulisan yang telah selesai di edit oleh seorang editor. Kesalahan ini mulai dari kesalahan ketik hingga penggunaan kosa kata.

Lebih kerennya lagi, seorang proofreader tidak perlu bekerja dibawah agensi langsung, melainkan dapat bekerja sampingan.

Lantas, penghasilannya seorang proofreader darimana? Dari setiap naskah yang telah selesai dibaca dan diberi saran, ia akan memperoleh pendapatan.

Pendapatan itu bisa berupa kontrak atau kerja sama, atau dibayar per satu tulisan. Biasanya variatif, bisa mencapai Rp. 300-600 ribu rupiah.

Tugas ini tergolong mudah karena biasanya proofreader hanya perlu membaca sebuah naskah dan tidak menyarankan perubahan yang besar pada naskah yang sudah di edit tersebut.

10. CopyWriting [Kontrak]

Ini merupakan salah satu profesi penulis yang cukup hits sekarang ini. Pada dasarnya, profesi ini bekerja dengan cara menulis atau mereview suatu produk.

Yang berarti, ini merupakan salah satu tulisan bisnis dengan tujuan untuk mempromosikan produk atau layanan lewat tulisan.

Rata-rata, penghasilan seorang copywriting adalah per segmen tulisan, atau dibayar per tulisan. Ini seperti menjadi influencer marketing di blogger.

Penghasilannya juga biasanya variatif dan tergantung pada panjang tulisan dan brand yang hendak di promosikan.

Jika produk tersebut dari brand terkenal, bayarannya juga cukup tinggi. Bahkan bisa mencapai 500-1 juta rupiah per tulisan.

11. Penulis buku [Royalti]

Novelis sebenarnya masuk dalam profesi ini. Tapi, saya membuatnya berbeda, karena pada dasarnya novelis adalah suatu kegiatan menulis dengan cara bercerita, yang menggunakan imajinasi dan cenderung menggunakan bahasa susastra.

Sementara, penulis buku adalah seorang penulis yang lebih mengedepankan kaidah ilmiah, pandangan atas suatu isu, dan relevansi pokok pembahasan. Jadi, dua profesi ini meski sama tetapi cara menulisnya yang berbeda.

Dari segi penghasilan, penulis buku juga memperoleh penghasilan dari royalti. Perhitungannya juga sama seperti seorang penulis novel.

12. Penulis ilmiah

Penulis ilmiah adalah seseorang yang menghasilkan sebuah tulisan ilmiah, yang telah melalui berbagai proses seperti pengumpulan bahan, penelitian, proses pembuatan hingga siap di publikasikan.

Skripsi, tesis dan disertasi adalah contoh tulisan ilmiah. Termasuk juga jurnal ilmiah, jurnal akademik dan lain sebagainya.

Penghasilan utama seorang penulis ilmiah dari proyek yang ia laksanakan. Apalagi, jika tulisan-tulisan seperti jurnal itu mendapat sponsor dana dari pihak Universitas, lembaga pemerintah dan lain sebagainya.

Dalam kasus tertentu, banyak juga orang yang menulis skripsi atau tesis orang lain, dan dari sini juga mereka memperoleh penghasilan.

13. Penulis lepas

Penulis lepas juga merupakan suatu profesi dalam dunia kepenulisan, yang cenderung menulis ‘suka-suka gue’.

Blogger juga termasuk dalam penulis lepas. Namun, penulis lepas tidak memiliki kecenderungan menulis. Mereka bisa menggunakan platform apa saja untuk menulis.

Misalnya, hari ini menulis di koran atau majalah, besok di Kompasiana, lusa di blog pribadi, tula di Facebook dan lain sebagainya.

Konten yang ditulis juga acak. Kadang menulis tentang fisika, politik, hukum, isu terbaru, pertahanan dan keamanan dan lain sebagainya.

Lantas, dari mana mereka memperoleh penghasilan? Banyak. Mereka bisa mendaftar di platform penulisan online seperti di IDNTimes, UCNews dan lain sebagainya. Atau, mereka menulis berdasarkan pesanan dari seseorang.

Penutup

Tidak menutup kemungkinan, profesi dalam dunia kepenulisan ini akan bertambah mengingat semakin berkembangnya ilmu pengetahuan.

Daftar diatas memang hanya sebagian dari profesi dalam kepenulisan, yang ada dan populer sekarang ini. Dan mungkin, salah satu dari anda masuk dalam kategori diatas.

Nah demikian artikel tentang 13 ragam profesi penulis dan cara mereka menghasilkan uang. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

Tinggalkan komentar