Predestinasi Paradoks: Kejadian Waktu Yang Terus Terjadi Secara Berulang

3 min read

predestinasi paradoks

Tema pembahasan soal fisika minggu ini adalah soal paradoks waktu yang dikenal dengan nama Predestinasi Paradoks. Hingga kini, predestinasi dianggap sebagai salah satu paradoks waktu yang pertama kali di identifikasi oleh ilmuwan.

Paradoks ini sendiri sudah pernah diangkat ke layar lebar guna menjelaskan secara detail penyebab dan dampaknya.

Hanya saja, sebagian besar belum memberikan jawaban secara menyeluruh, mengapa paradoks itu terjadi dan kapan ia akan berhenti.

Lalu apa sih predestinasi paradoks itu? Apa premisnya sehingga disebut sebagai paradoks yang membuat waktu terus berulang terjadi?

Jika anda penasaran atas jawaban dari dua pertanyaan besar ini, baca artikel ini sampai habis karena akan diulas secara menyeluruh tentang predestinasi paradoks.

Sekilas tentang paradoks waktu

Sebelum lanjut, apakah anda tahu arti kata paradoks? Bagi orang-orang awam, paradoks adalah sebuah pernyataan yang seolah-olah bertentangan atau berlawanan dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran.

Secara teologi, predestinasi dianggap sebagai takdir yang telah ditentukan oleh Allah dan tidak boleh diubah oleh manusia.

Dengan kata lain, peristiwa tersebut sudah menjadi hukum alam, dan Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa.

Dalam fisika, paradoks diartikan sebagai situasi yang muncul akibat sejumlah premis, yang sudah diakui kebenarannya namun memicu kontradiksi yang bertolak belakang dengan intuisi.

Sementara, tidak ada penjelasan mengenai paradoks ini dalam teori relativitas Einstein, sehingga tidak ditemukan dasar atau gambaran mengenai paradoks waktu.

Namun, menggunakan paradoks ini harus mengesampingkan teori perjalanan waktu atau ide untuk pergi ke masa lampau.

Apapun pengertiannya, paradoks waktu dianggap sebagai suatu peristiwa yang melanggar hukum paling dasar di dunia yakni kausalitas.

Hukum kausalitas sendiri dalam pengertian yang paling tradisional dikenal sebagai hukum sebab akibat. Dengan berlakunya hukum sebab akibat, secara alamiah akan menimbulkan ketidakonsistenan, yang secara langsung akan berdampak pada perjalanan waktu itu sendiri.

Baca Juga : 5 Misteri Besar Dalam Fisika Yang Berhasil Di Ungkap Manusia

Dalam teori perjalanan waktu ada dua kategori besar kausalitas. Pertama, kausalitas tertutup dan yang kedua kausalitas terbuka.

Paradoks predestinasi dan paradoks Bootstrap termasuk kausal tertutup karena melibatkan waktu dalam proses pembentukannya.

Dimana hukum sebab akibat akan terjadi secara berulang-ulang, mengikat secara internal dan konsisten dalam sejarah waktu itu sendiri.

Sementara, paradoks terbuka dianggap sebagai asal dari paradoks tertutup tadi. Paradoks Hitler dan Polchinsiki termasuk kategori ini.

Intinya, paradoks terbuka ini terjadi akibat inkonsistensi waktu, dimana waktu kadang melaju atau kadang melambat namun menuju ke masa lalu.

Lantas apa sih Paradoks Predestinasi itu?

Lalu, apa sih predestinasi paradoks itu? Bagaimana proses terbentuknya? Apa saja dampaknya kepada manusia? Berikut penjelasannya.

Predestinasi paradoks pada dasarnya terjadi saat seseorang sedang melakukan perjalanan waktu menuju masa lampau.

Pada saat perjalanan, terjadi kesalahan pada waktu sehingga kejadian yang ia alami pada saat perjalanan tersebut akan terjadi secara berulang-ulang, tanpa henti.

Kejadian ini pada akhirnya menghasilkan kausalitas temporal, dimana 1 peristiwa yang terjadi di masa lalu akan mempengaruhi 2 peristiwa di masa mendatang.

Sehingga, apabila ada seseorang yang berusaha melakukan perjalanan waktu, ia tidak boleh menghentikan setiap sejarah yang pernah terjadi dan mengubahnya seenak hatinya.

Karena, setiap upaya sekecil apapun untuk mengubah masa lalu akan berdampak di masa depan. Dampaknya ini dipercaya setara atau lebih besar. Dan dampak itu tidak bisa dihentikan.

Pada dasarnya, meskipun terjadi kejadian secara berulang-ulang, namun ia harus terjadi. Karena, disitulah letak takdir tersebut.

Yang secara tidak langsung sudah ditakdirkan untuk berubah dengan cara yang sama sehingga tidak boleh diubah oleh siapapun, terutama si time traveller itu sendiri.

Baca Juga : 7 Pertanyaan Seputar Fisika Yang Akhirnya Terjawab

Terdengar rumit kah? Biar saya jelaskan dengan singkat. Coba bayangkan pacar atau istri anda, mohon maap ye untuk yang masih jomblo dan gak laku-laku, sedang mencoba menyelamatkan mantannya dari kecelakaan tabrak lari yang menimpanya setahun yang lalu.

Dalam konsep waktu kecelakaan itu sudah tidak relevan lagi. Artinya kejadian tersebut telah terjadi dan tidak boleh diubah meskipun durasinya lebih singkat misalnya beberapa jam yang lalu, beberapa hari, bulan, tahun, dekade, dasawarsa dan bahkan abad sekalipun.

Lalu, pacar atau istri anda yang bisa melakukan perjalanan waktu akan melakukan perjalanan waktu untuk membantu mantannya agar tidak mengalami kecelakaan.

Dan, akhirnya, mantan pacar anda tersebut terhindar dari kejadian yang telah merenggut nyawanya di masa depan, lalu istri atau pacar anda akan bahagia bersama mantannya tersebut.

Baca Juga : 10 Teknik Mengambil Foto Yang Keren

Sementara anda? Masa depan anda akan berubah. Mungkin anda tidak akan berpacaran atau menjadikan istri orang tersebut.

Dengan kata lain, tindakan yang dilakukan oleh orang tersebut secara tidak langsung untuk menghindari takdir untuk bersama dengan anda.

Tindakan seperti ini akan meningkatkan kausalitas. Dengan menyelamatkan mantan pacarnya tersebut, kemungkinan ia atau keluarganya sendiri akan mengalami kecelaan yang sama, dengan risiko lebih besar atau setara.

Kemungkinan paling besar ada pada dirinya sendiri sebab perjalanan tersebut untuk mengubah takdir orang lain, yang berarti ia adalah orang yang secara tidak sengaja mengalami kejadian tersebut.

Berusaha mengubah masa lalu

Upaya tersebut secara langsung berusaha mengubah masa lampau, yang juga secara langsung berdampak pada masa depan.

Hal ini pada akhirnya akan menghasilkan predestinasi, sebuah paradoks yang akan terulang lagi entah pada dirinya sendiri atau orang lain.

Salah satu cara yang masuk akal untuk menghentikan paradoks ini adalah dengan berasumsi bahwa setiap versi kejadian yang dialami di bangun pada realitas yang konsisten.

Maksudnya adalah, dengan tindakan tersebut, berarti anda menciptakan momentum atau sebuah peristiwa dalam sejarah dan bukan untuk mengubahnya.

Salah satu contoh konkret tentang predestinasi ini ada dalam film The Time Machine (2002) saat Dr. Alexander Hartdegen menyaksikan tunangannya dibunuh oleh seorang perampok.

Hal ini membuat dirinya membangun mesin waktu untuk kembali ke masa lalu guna menyelamatkan tunangannya tersebut dari takdirnya.

Sayangnya, usaha tersebut gagal ia lakukan karena ia terjebak dalam predestinasi paradoks, yang terus berulang terjadi.

“Anda membangun mesin waktu Anda karena kematian Emma. Jika dia hidup, itu tidak akan pernah ada, jadi bagaimana Anda bisa menggunakan mesin Anda untuk kembali dan menyelamatkannya? Anda adalah hasil tak terhindarkan dari tragedi Anda, sama seperti saya adalah hasil yang tak terhindarkan dari Anda”.

Contoh lain dari paradoks predestinasi dalam film termasuk 12 Monkeys (1995), TimeCrimes (2007), The Time Traveler’s Wife (2009), dan Predestination (2014).

Penutup

Pada akhirnya, mengubah masa lalu berarti mengubah masa depan. Dengan kata lain, segala sesuatu yang sudah ditakdirkan untuk terjadi, maka ia harus terjadi.

Dan tidak ada orang yang boleh mengubah sesuatu yang terjadi di masa lampau, dengan tujuan apapun.

Selain melanggar hukum fisika yang paling mendasar juga mengakibatkan kausalitas temporal, yang mungkin dampaknya lebih besar di masa mendatang.

Demikian artikel tentang predestinasi paradoks: kejadian waktu yang terus berulang terjadi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *