Pinus Adalah: Karakteristik, Cara Reproduksi dan Kegunaan

4 min read

pinus

Pinus adalah pohon yang biasa ditanam di lereng-lereng gunung yang daunnya seperti jarum atau kadang disebut eru atau tusam.

Beberapa dari anda mungkin pernah jalan-jalan ke tempat wisata hutan pinus atau mungkin pernah mendaki gunung dimana ada hutan pinus di track yang anda lalui.

Meski seringkali dijumpai banyak dari anda yang mungkin belum mengenal pohon yang satu ini.

Oleh karena itu, di artikel kali ini saya hendak mengulas tentang pohon pinus bersama karakteristik dan kegunaannya.

Pinus Adalah

Tumbuhan yang satu ini termasuk dalam genus pinus dari keluarga Pinaceae. Di Indonesia, salah satu jenis pinus yang paling umum ditemui ialah Pinus merkusii.

Pohon ini termasuk pohon berumur panjang dengan kisaran 100 hingga 1000 tahun tahun terlebih jika tumbuh dalam kondisi cuaca dan alam yang bagus.

Evolusi pohon pinus di belahan Bumi Utara dimulai saat periode Jurasik awal di era Mesozoikum sekitar 130-200 juta tahun yang lalu.

Pohon ini selalu hijau dengan daun yang mampu bertahan selama dua musim berturut-turut sebelum gugur ke tanah.

Mayoritas pohon-pohon ini ditemukan tumbuh di belahan bumi utara, kecuali pohon Pinus Sumatera yang tumbuh di belahan bumi selatan.

Pohon ini didapat digunakan sebagai bahan dasar furniture, bahan baku kertas, wewangian dan lain sebagainya.

Selain itu, pohon pinus menjadi bagian penting dari perayaan natal dari seluruh dunia. Oh iya, Natal sering kadang diidentikan dengan pohon satu ini.

Karakteristik pohon pinus

Ada beberapa karakteristik pohon pinus berdasarkan tinggi, kulit dan sifat resin. Berikut penjelasannya:

1. Tinggi

Pinus dapat tumbuh subur di daerah beriklim sedang dan subtropis dengan perkiraan ketinggian bisa mencapai 1.300 kaki [396 m] di tanah apa saja.

Entah itu tanah subur, tanah lembab, tanah berpasir hingga tanah kering. Rentang waktu hidup pohon ini bisa mencapai 400 tahun terlebih jika situasi alam tempat dimana pohon ini tumbuh sangat menunjang.

Hanya saja, untuk saat ini, rata-rata ketinggian Pinus berkisar 10 kaki [3,048 m] sampai 245 kaki [74,678 m] dengan sistem akar kuat yang mampu menopang tinggi pohon.

2. Kulit

Kulit pinus memiliki gonggongan yang terlihat tebal dan bersisik. Cabang-cabang Pinus tersusun dalam lingkaran disekitar kulit kayu.

Dalam situasi tertentu, kulit Pinus bisa terlihat sangat gelap dan berkerut seperti Pinus Putih atau terlihat seperti Pinus merah yang umumnya berbentuk segi empat.

3. Sifat resin

Resin yang terdapat pada Pinus mampu melindungi pohon dari luka atau lecet sekaligus membantu mempercepat proses penyembuhan jika luka atau lecet itu membesar.

Resin ini juga melindungi pohon dari infeksi jamur dan serangga yang secara signifikan mengurangi reproduksi dan pertumbuhan pohon.

Karakteristik daun

Daun dari Pinus berbentuk jarum dan dapat ditemukan dalam dua hingga lima kelopak bersama bersama cabangnya masing-masing.

Setiap cluster daun terkait dengan pangkalan dimana cabang terhubung ke setiap daun. Daun pohon ini bisa berada di ranting selama dua musim sebelum akhirnya jatuh dan digantikan dengan daun yang lebih baru.

Untuk mengidentifikasi Pinus anda bisa melihat jarum yang terdapat di daun pada setiap clusternya. Hanya saja, setiap jenis pinus punya beberapa karakteristik daun yang berbeda satu dengan yang lain, seperti:

  • White Pine [pinus putih] mempunyai lima jarum per cluster yang terlihat lebih pendek dan mengkilat
  • Red Pine [pinus merah] mempunyai dua jarum per cluster yang agak panjang dan cenderung berwarna coklat
  • Spesies Pinus lain biasanya memiliki dua atau tiga jarum per bundel atau cluster

Cara adaptasi

Cara adaptasi Pinus cukup unik dan bisa diidentifikasi dari daunnya yang kebanyakan berbentuk jarum.

Bentuk jarum ini membuat salju tergelincir dari dedaunan yang secara tidak langsung mencegah ranting patah atau putus karena beratnya beban akibat salju yang menumpuk terlebih di musim Dingin.

Baca Juga : Desain Grafis Adalah: Sejarah, Pengertian, Contoh dan Karakteristik

Bentuk jarum ini juga membantu pohon untuk memotong luas permukaan daun sehingga membantu mengurangi pori-pori daun.

Saat jumlah pori berkurang, jumlah air yang keluar dari daun dalam bentuk uap akan berkurang. Hal inilah yang membuat daun pinus bisa bertahan selama dua musim.

Permukaan daun juga dilapisi dengan cutin yang adalah zat pada lilin yang mampu melapisi daun untuk mencegah penguapan air.

Lapisan ini juga yang membantu sel-sel yang terdapat pada daun pinus agar tidak membeku selama musim dingin.

Reproduksi

Pohon pinus berkembang biak lewat kerucut yang ditempatkan pada organ kelamin laki-laki ke perempuan dengan sifat perkawinan monoecious.

Monoecious adalah suatu istilah yang menggambarkan dimana pohon memiliki organ kelamin laki-laki atau perempuan.

Biasanya, satu kerucut hanya memiliki satu organ dengan kelopak sari untuk laki-laki atau ovarium untuk perempuan.

Keruncut Pinus hampir mirip dengan tanaman berbunga atau Angiospremae hanya saja keruncutnya tidak bersepal.

Proses pembuahannya sama seperti bunga kebanyakan dimana sari akan terbawa oleh angin atau hewan yang mengkonsumsi biji-bijian di pohon pinus.

Manfaat atau Kegunaan

Secara umum, ada beberapa manfaat atau kegunaan pohon pinus, diantaranya:

1. Bahan baku furnitur

Pohonnya dapat digunakan sebagai bahan baku furniture. Misalnya, untuk membuat panel, bingkai, daun jendela, lantai, atap dan lain sebagainya.

Di beberapa wilayah terdapat perkebunan Pinus yang ditanam khusus agar bisa di panen jika pohonnya sudah siap digunakan.

Biasanya, pohon pinus akan dipanen apabila sudah tumbuh lebih dari 30 tahun. Oh iya, harga pinus semakin tinggi apabila pohonnya semakin tua.

2. Bahan baku pembuatan kue

Selain digunakan untuk bahan baku furniture, Pinus juga digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan kue.

Beberapa jenis Pinus memiliki biji yang cukup besar yang kadang disebut kacang Pinus. Kacang pinus ini bisa dicampur sama kue olahan untuk menambah cita rasa dan aroma.

Berikut beberapa contoh Pinus dengan biji yang cukup besar dan biasa digunakan untuk bahan baku pembuatan kue, diantaranya:

  • Pinus Siberica
  • pinus koraiensis
  • pinus pinea
  • pinus gerardiana
  • pinus monophylla
  • pinus edulis
  • Dan lain sebagainya
3. Kegunaan lain

Selain dua fungsi diatas, Pinus juga punya manfaat atau kegunaan lain, diantaranya:

  • Pohon pinus kaya akan resin yang disebut resin High-Terpene. Resin High terpene dapat didistilasi menjadi turpentine. Turpentine adalah salah satu bahan baku pembuatan cat vernis atau pelarut dalam cat. Ada beberapa contoh pohon pinus yang menghasilkan resin diantaranya Alepo Pine (pinus halepensis), loblolly pine (pinus taeda), ponderosa pine (pinus ponderosa) dan scothch pine (pinus sylvestris)
  • Dapat digunakan sebagai bahan olahan minyak sintetsis untuk parfum atau untuk bahan baku pembersih lantai dan kamar mandi
  • Pinus scothch, pinus Austria dan pohon pinus Monterey dapat digunakan sebagai tumbuhan penahan angin alami atau untuk reboisasi hutan serta sebagai pohon hias
  • Biji pinus cukup keras dan tahan lama sehingga bisa digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan
  • Kegunaan yang terakhir adalah manfaatnya untuk hewan lain. Karena pohon ini dijadikan sebagai rumah bagi Tupai, Burung, Rakun dan lain sebagainya

Dampak pohon pinus bagi perubahan iklim

Selain punya manfaat, keberadaan pohon pinus juga punya dampak negatif terhadap lingkungan, dalam konteks ini terhadap perubahan iklim.

Hal ini disebabkan oleh gas yang keluar dari daun pinus yang sebagian besar berbentuk uap beraroma kuat.

Gas ini muncul dari minyak pinus atau resin yang merupakan senyawa organik yang mudah menguap ke angkasa.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Nature Journal, uap yang kelar dari daun Pinus punya dampak langsung terhadap perubahan iklim.

Partikel kecil yang keluar dari pohon pinus ini akan berubah menjadi aerosol ketika bertemu dengan oksigen di udara.

Aerosol ini kemudian bergabung dengan senyawa lainnya lalu membentuk awan yang menghalangi sinar matahari memantul kembali ke angkasa.

Sehingga membantu mengurangi kenaikan suhu di atmosfer sekaligus memperlambat pemanasan global di bumi.

Penutup

Banyak daerah di Indonesia yang sudah menjadikan hutan pinus sebagai kawasan ekowisata yang tidak saja menguntungkan bagi manusia tetapi juga bagi hewan disekitarnya.

Disisi lain, pohon pinus punya karakteristik dan jenis yang sangat banyak. Soal ini akan saya ulas dilain kesempatan.

Demikian artikel tentang Pinus adalah: Karakteristik, Cara Reproduksi dan Kegunaan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *