Peta Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia Serta Contohnya

Melihat peta persebaran flora dan fauna di Indonesia pada dasarnya melihat keanekaragaman hayati baik genetik atau ekosis pada suatu wilayah atau negara.

Mengapa demikian? Karena setiap pulau di Indonesia mempunyai hewan dan tumbuhan uniknya sendiri yang tidak ditemukan di tempat lain.

Artinya, hewan yang ada di Pulau Sumatera ciri-ciri fisiknya berbeda dengan hewan yang ada di pulau Sulawesi atau mungkin di Papua.

Kasus yang sama juga berlaku untuk flora atau tumbuh-tumbuhan yang pengaruh paling kuat berasal dari lokasi dimana tumbuhan itu tumbuh.

Misalnya di daerah panas yang ketinggiannya relatif antara 0-650 MDPL maka cenderung tumbuh beberapa tumbuhan domestik seperti padi, kelapa dan lain sebagainya.

Jadi, semakin tinggi suatu dataran, tumbuhan yang tumbuh pun akan semakin variatif karena dipengaruhi oleh curah hujan, suhu, permukaan tanah dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, untuk anda yang sedang cari peta persebaran flora dan fauna di Indonesia atau mungkin wilayah persebaran flora dan fauna di Indonesia, simak artikel ini sampai habis.

Peta Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia Serta Contohnya

Karena ada dua topik yang dibahas di postingan ini yakni peta persebaran flora di Indonesia dan peta persebaran fauna di Indonesia, maka diperlukan pengkategorian topik.

Pertama akan dibahas soal peta persebaran flora diikuti dengan fauna. Agar jelas, berikut disajikan peta persebaran flora dan fauna di Indonesia, diantaranya:

1. Peta persebaran Flora di Indonesia

© Pinterest

Flora, secara umum dipahami sebagai keseluruhan kehidupan jenis tumbuh-tumbuhan dalam suatu habitat, daerah atau strata geologi tertentu.

Dengan demikian, flora dapat diartikan sebagai tumbuh-tumbuhan yang secara alami tumbuh sendiri atau yang dibudidayakan oleh manusia yang tinggal di daerah tersebut.

Setiap tumbuhan pada suatu daerah atau wilayah punya karakteristik dan bentuk tertentu, yang membedakannya dengan wilayah atau daerah lain.

Hal ini disebabkan karena berbagai faktor alamiah dari alam tersebut mulai dari tingginya dataran di atas permukaan laut, iklim atau cuaca pada wilayah, jenis tanah, sampai pengaruh makhluk hidup lainnya.

Baca Juga:

Iklim wilayah mempengaruhinya tinggi rendahnya curah hujan dan suhu udara. Artinya, wilayah dengan curah hujan tinggi umumnya didominasi oleh hutan.

Dan pada hutan, terdapat banyak sekali tanaman atau tumbuh-tumbuhan. Disisi lain, dataran rendah sering tumbuh semak belukar dengan variasi padang rumput yang luas.

Ini juga berlaku dengan flora di Indonesia yang sangat beragam dan variatif karena wilayah Indonesia yang termasuk daerah tropis.

Dan tumbuhan tersebut tersebar di seluruh Indonesia dari Pulau Sumatera sampai dengan Papua, dengan ciri dan karakteristiknya sendiri-sendiri, seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

Kategori wilayahKetinggian (MDPL)Contoh flora
Daerah panas0 sampai 650 meterPadi, kelapa, jagung, tebu dan karet
Daerah sedang650 sampai 1.500 meterKopi, tembakau, teh dan sayuran
Daerah sejuk1.500 sampai 2.500 meterTeh, sayur-sayuran, kina dan pinus
Daerah dingin> 2.500 meterTidak cocok untuk membudidayakan tanaman

2. Peta Persebaran Fauna di Indonesia

Peta Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia Serta Contohnya
© baraoutdoor.com

Fauna, secara umum dipahami sebagai keseluruhan kehidupan hewan di suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu.

Dari sini bisa dipahami kalau fauna adalah dunia tentang hewan. Secara keilmuan, ia bisa diartikan sebagai kumpulan hewan yang tinggal, hidup dan berkembang biak pada suatu daerah.

Peta persebaran fauna di Indonesia sangat variatif. Sehingga, satu hewan di pulau atau wilayah tertentu tidak bisa ditemui di daerah atau wilayah lain sekalipun masih dalam wilayah Indonesia.

Mengapa demikian? Apa penyebabnya? Ada banyak mulai dari iklim, sumber makanan sampai dengan habitat yang hanya cocok di daerah tersebut.

Selain itu, Indonesia termasuk daerah tropis yang terdiri dari banyak pulau. Dan setiap hanya bisa dihuni oleh hewan tertentu, sehingga secara tidak langsung, mereka terkurung pada area tersebut.

Dan pada akhirnya, mereka tidak bisa bermigrasi ke tempat lain. Intinya, peta persebaran fauna di Indonesia sangat beragam, seperti juga flora diatas.

Secara umum, peta persebarannya dikategorikan dalam tiga wilayah utama yakni barat, tengah dan timur, seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

Kategori wilayahTipe hewanNama daerahContoh fauna
Bagian BaratTipe asiatisJawa, Sumatera, Kalimantan dan BaliKuskus, beruang, landak irian, kelelawar, biawak, buaya, kadal, burung kasuari, burung cendrawasih, burung namdur dan lain sebagainya
Bagian tengahTipe peralihanMaluku, Nusa tenggara, Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnyaIkan duyung, monyet, kuda, sapi, banteng, komodo, burung mandar, burung dewata, burung maleo dan lain sebagainya
Bagian timurTipe AustralisKepulauan Aru, papua dan HalmaheraTerdapat banyak mamalia seperti macan, gajah, badak bercula satu, kerbau, rusa, banteng, ular, bunglon, kura-kura, ikan pesut, burung gagak, burung merak dan hewan lain

Perlu diketahui, peta persebaran fauna di Indonesia pada tabel diatas dipengaruhi oleh garis hipotesis yang dikembangkan oleh Alfred Russel Wallace.

Tapi, ada juga garis simulatif dari ahli lain yang juga menggambarkan persebaran fauna di Indonesia, seperti:

a. Garis Wallace

Peta persebaran fauna di Indonesia paling terkenal dan umum digunakan adalah garis hipotesis buatan Alfred Russel Wallace, Ahli Zoologi Inggris.

Pada 1901, ia datang ke Hindia Timur atau Indonesia saat ini untuk mengetahui perbedaan hewan di dua daerah yakni Bali dan Lombok.

Hanya saja, dalam perkembangannya kemudian, garis itu mencakup pulau-pulau lainnya di Indonesia, dengan dua garis utama yang memisahkan tiga wilayah.

b. Garis Weber

Selain garis Wallace, ada juga peta persebaran fauna di Indonesia yang mengadopsi garis hipotesis buatan Max Carl Wilhelm Weber, Ilmuwan jerman-Belanda.

Sama seperti Wallace, ia membagi persebaran fauna di Indonesia ke dalam dua bagian yakni tengah serta utara seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini:

Peta persebaran karya Webber diatas diperoleh dengan cara membandingkan hewan yang ada di daratan Asia dan Australia pada umumnya, dengan perbandingan 50:50.

Patokannya sendiri ada pada dua hewan yakni burung dan hewan menyusui. Artinya, tidak semua jenis hewan yang karakteristiknya muncul dalam wilayah tersebut yang digunakan sebagai analisis.

c. Garis Lydekker

Selain Wallace dan Weber, Indonesia juga mengenal garis hipotesis soal persebaran fauna di Indonesia buatan Richard Lydekker, seorang Naturalis-Geolog asal Inggris.

Pendekatan dalam membuat garis ini sama seperti Wallace, yang digunakan untuk mengetahui dimana batasan fauna timur Asia.

Dengan demikian, perbedaan jenis fauna di pada wilayah timur dan barat, tidak termasuk tengah, disebabkan oleh letak wilayah tersebut yang dipisahkan oleh wilayah lautan yang sangat luas.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin diajukan terkait postingan ini bakal diulas dalam bentuk QnA dibawah, diantaranya:

1. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran fauna di Indonesia?

Setiap wilayah di dunia memiliki keanekaragaman hayati yang berbeda-beda. Misalnya, hewan khas di Australia tentu berbeda dengan yang ada di Kanada atau mungkin Irlandia.

Bahkan, dalam satu kesatuan wilayah, yang saat ini dikenal sebagai negara, memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang juga berbeda seperti di Indonesia.

Lantas, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna tersebut? Ada banyak, berikut beberapa diantaranya:

  • Faktor Abiotik yang secara umum dipahami tidak memiliki ciri hidup atau tidak hidup. Dalam konteks persebaran flora dan fauna, bisa dipahami sebagai kondisi fisik wilayah tempat hidup flora dan fauna tersebut seperti suhu udara, tanah, cahaya, tingkat kelembaban, garam mineral, udara hingga air
  • Faktor biotik yang merupakan kebalikan dari faktor abiotik diatas. Artinya, persebaran flora dan fauna itu dipengaruhi oleh komponen-komponen dalam persebaran tersebut yang terdiri dari tiga kelompok mulai dari hewan lain, tumbuhan lain serta manusia yang perannya bisa dilihat lewat tabel dibawah ini:
KomponenPengaruh terhadap persebaran flora dan fauna
Peran hewanHewan-hewan seperti kupu-kupu, ngengat dan tawon dapat mendorong persebaran tumbuh-tumbuhan ke wilayah lain dalam radius tertentu karena mereka mengambil serbuk sari dari bunga tumbuhan
Peran tumbuhanBerkaitan dengan lingkungan tanah yang subur sehingga mendorong meningkatnya spesies tanaman
Peran manusiaMembudidayakan tumbuh-tumbuhan tertentu yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber makanan atau obat serta mendomestikasi, memelihara serta mengkonsumsi hewan. Dalam beberapa kasus, manusia bertindak destruktif dalam proses deforestasi, penggundulan hutan, pembalakan liar dan lain sebagainya

2. Apa saja faktor yang mempengaruhi keanekaragaman fauna Indonesia?

Kasusnya sama seperti pertanyaan sebelumnya dimana ada banyak faktor, baik langsung ataupun tidak langsung, yang mempengaruhi keanekaragaman fauna di satu wilayah.

Apa saja faktornya? Ada banyak mulai dari kondisi tanah, iklim, fisiografi, geologi, tumbuh-tumbuhan hingga makhluk hidup lain.

Misalnya, beberapa hewan endemik hanya bisa tinggal menetap di satu wilayah karena sumber makanan mereka hanya terdapat disitu.

3. Apa saja contoh hewan fauna asiatis, australis dan peralihan?

Sebenarnya, untuk contoh hewan fauna asiatis, australis dan peralihan sudah diulas daftarnya diatas. Hanya saja, karena contoh dan sebaran wilayahnya belum terlalu jelas, bisa dilihat daftarnya lewat tabel dibawah.

Tipe FaunaWilayahContoh fauna Asiatis
AsiatisJawa dan KalimantanBanteng
Sumatera Utara dan KalimantanOrangutan dan Beruang Madu
Sumatra dan KalimantanTapir, Kera gibbon, Singa, dan mukang
Sumatera dan JawaBadak, Harimau loreng
Sumatera (berpindah-pindah)Gajah
SumateraSiamang
Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok,Kijang
Jawa, Bali, dan MaduraHarimau kumbang dan tutul
BaliBurung jalak
JawaBurung merah
Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali,Trenggiling
Sumatera, Jawa, dan KalimantanKancil/pelanduk
KalimantanIkan lumba-lumba

Sementara, untuk contoh hewan fauna australis, daftarnya juga bisa dilihat lewat lewat tabel dibawah ini:

Jenis hewan berdasarkan kelasContoh fauna australis
AmfibiKatak terbang, katak pohon dan katak air
BurungKasuari, Nuri, Raja Udang dan Cendrawasih
MamaliaKangguru, Beruang, Walabi, Nokdiak, Oposum laying, Kuskus dan Kanguru Pohon
ReptiliaBuaya, Biawak, Kadal dan Kura-Kura

Bagaimana dengan tipe peralihan? Untuk contohnya bisa dilihat dibawah ini, yang juga dikategorikan berdasarkan kelas hewan tersebut seperti tabel sebelumnya, yakni:

Jenis hewan berdasarkan kelasContoh fauna australis
AmfibiKatak terbang, kata pohon dan katak air
BurungKakatua, Maleo, Merpati, Nuri, Burung Dewata hingga Angsa
MamaliaBabi rusa, anoa, banteng, monyet hitam, sapi, kuda dan kuskus
ReptiliaKomodo, Kura-kura, buaya serta biawak

Penutup

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana peta persebaran flora dan fauna di Indonesia adalah peta yang secara imajinatif menjelaskan tumbuhan dan hewan yang ada di Indonesia.

Fakta ini ada untuk menjelaskan kenapa hewan yang ada di Pulau Sumatera dan hewan yang ada di Papua berbeda meskipun masih anggota family yang sama.

Demikian artikel tentang peta persebaran flora dan fauna di Indonesia serta contohnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar