Pers adalah: Pengertian, Sejarah Singkat, Fungsi, Karakteristik, Jenis dan Ciri-cirinya

Pers adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan industri penerbitan baik online atau offline seperti koran, majalah, buletin, media online dan lain sebagainya.

Pengertian diatas tidak salah tapi tidak secara jelas dan lengkap mendefinisikan apa itu pers, fungsinya apa, karakteristiknya gimana dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, di postingan kali ini akan saya ulas definisi pers, sejarah singkat termasuk fungsi, karakteristik, jenis dan ciri-cirinya. Berikut artikelnya untuk anda.

Definisi Pers adalah

Secara etimologis, pers berasal dari bahasa Belanda, Pers. Kata ini diserap dari bahasa Inggris Press yang merupakan suatu istilah yang muncul tahun 1450-an.

Kemunculan istilah ini dimulai saat Johaness Gutenberg menemukan mesin cetak pertama di dunia di tepi Sungai Rhein Kota Mainz Jerman.

Dalam pengertian sebenarnya, Pers (persen) atau press berarti tekan. Seiring berkembangnya waktu, istilah ini kemudian mengalami perluasan makna.

Sebab kata ini banyak digunakan oleh wartawan media cetak, televisi, radio atau media online yang bertugas untuk memproduksi berita.

Jadi, pers itu apa sih? Pada pasal 1 UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dijelaskan bahwa Pers adalah:

Lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

Kalimat diatas sudah cukup lengkap mendefinisikan apa itu pers yang sebenarnya termasuk kegiatan yang mereka lakukan.

Sementara, dalam Kamus Besar bahasa Indonesia [KBBI], pers punya empat pengertian dasar, yakni:

  • Usaha percetakan dan penerbitan
  • Usaha pengumpulan dan penyiaran berita
  • Penyiaran berita melalui surat kabar, majalah dan radio
  • Orang yang bergerak dalam penyiaran berita
  • Medium penyiaran berita seperti surat kabar, radio, majalah, televisi dan film

Dari pengertian inilah kemudian lahir berbagai kata yang berhubungan dengan pers, seperti:

  • Pers buruh yang merupakan koran dengan topik utama membahas kedudukan buruh atau yang lazim disebut koran kaum buruh
  • Pers di atas angin adalah pers besar dan maju. Di era sekarang, pers di atas angin adalah lembaga pers yang medianya sudah mengalami konvergensi atau yang bergerak dibeberapa bidang pemberitaan sekaligus seperti Kompas [Kompas.tv, kompas.com, Kompas.id, Radio Sonara dan lain sebagainya] serta sudah terverifikasi dewan Pers
  • Pers di bawah angin adalah pers yang kecil dan tidak maju
  • Pers informasi yang adalah pers yang tidak berpropaganda di lajur-lajur berita atau teknik penulisan berita yang mampu membedakan fakta dan opini
  • Pers kampus adalah pers yang terbit di kampus dan dikelola mahasiswa
  • Pers kolek adalah cara pengiriman berita oleh wartawan dengan biaya pengiriman yang ditanggung perusahaan atau tempat wartawan bekerja
  • Pers opini adalah pers yang dengan tegas membela dan mengemukakan doktrin dan gagasan sebagai bagian dari politik pemberitaanya
  • Pers perjuangan adalah surat kabar yang terbit di zaman Hindia Belanda, bercorak nasional dan menyuarakan kepentingan kamu pergerakan atau revolusioner
  • Pers sensasional adalah pers yang mengeluarkan buku atau tabloid yang didominasi oleh gambar sebagai isi berita

Sampai disini sudah paham kan, apa itu Pers? Minimal anda tahu pengertian pers yang diakui secara luas baik oleh praktisi, organisasi profetis seperti PWI dan AJI, kelompok akademis dan lain sebagainya.

Sejarah perkembangan pers

Pers sudah ada ribuan tahun sebelumnya karena dalam beberapa catatan ditemukan kalau aktivitas pers sudah ada sejak zaman klasik.

Berikut urutan kronologis perkembangan pers di dunia dari zaman ke zaman.

1. Zaman klasik

Di zaman klasik, sekira 5-6 SM atau pada zaman Mesir Kuno 3000 tahun silam, Firaun Amenhotep III secara berkala mengirim pesan pada perwiranya yang tersebar di seluruh Provinsi.

Pesan-pesan itu menginformasikan tentang situasi di Ibu kota. Para ahli percaya bahwa di zaman inilah konsep dasar jurnalistik dimulai.

Yang mana, konsep dasar jurnalistik itu adalah suatu kegiatan menyampaikan informasi atau berita kepada orang lain.

2. Zaman modern

Di zaman modern, sekitar 15 M–20 M perkembangan surat kabar semakin pesat setelah alat cetak massal ditemukan Gutenberg.

Surat kabar pertama yang terbit secara taratur di Eropa berada di Jerman pada 1609 bernama Aviso di Wolfenbuttel dan Relation di Strasbourg.

Selanjutnya, pada 1650 terbit surat kabar harian pertama di dunia, Einkommende Zeitung yang terbit di Leipzig, Jerman.

Sampai akhirnya muncul aturan tentang pers, lembaga pers dan aspek-aspek teknis lain yang punya hubungan dengan pers, seperti:

  • Pada 2 Desember 1766, Parlemen Swedia mengeluarkan kebijakan atau Undang-Undang yang hingga kini diakui sebagai UU pertama yang mendukung kebebasan pers dan informasi
  • Tahun 1800-an adalah awal dimana jurnalisme mengalami perkembangan yang sangat pesat akibat meningkatnya minat baca tulis dan politik negara
  • Laporan jurnalisme modern pertama yang diakui di terbitkan oleh Daniel Dafoe pada 1703 yang berisikan laporan tentang Badai Besar di Inggris di tahun yang sama
  • Enam tahun setelahnya atau sekira 1709, publikasi dan berita gosip mulai diproduksi oleh Majalah The Tattler
  • Lembaga pers mulai bermunculan di Amerika Serikat pada 1700-an. Majalah yang sukses pertama adalah The Boston News-Letter yang berdiri pada 1704 diikuti oleh the Pennsylvania Gazette pada 1728. Awal tahun 1800-an, sudah ada 234 surat kabar yang terbit di Amerika Serikat dan tersebar di seluruh negara bagian
  • Di Abad ke-20, pertumbuhan Internet meningkat pesat begitu juga dengan pers. Internet memungkinkan siapa saja bisa mengakses berita gratis secara daring tentang apa saja tanpa harus mengeluarkan kocek untuk membeli koran cetak. Momen inilah yang memicu lahirnya Media Online

3. Perkembangan pers di Indonesia

Di Indonesia sendiri, sejarah perkembangan pers cukup panjang. Berikut saya sajikan urutan kronologisnya yang dimulai dari:

  • Abdurachman Surjomihardjo dalam bukunya Beberapa Segi Perkembangan Sejarah Pers di Indonesia (1980) menyebut bahwa surat kabar berbahasa Belanda Bataviasche Nouvelles (1744-1746) sebagai surat kabar pertama yang terbit di Batavia atau Jakarta sekarang ini
  • Claudine Salmon dalam Literature in Malay by the Chinese of Indonesia (1981), mengatakan Soerat Chabar Betawie (1858)  merupakan koran berbahasa Melayu pertama milik orang Tionghoa di Batavia
  • Selain itu juga ada sejumlah terbitan surat kabar baik yang berbahasa Jawa seperti Bromartani (1865) yang terbit di Solo serta bahasa Melayu yang terbit di luar Jawa seperti Cjahaja Siang (1868) di Minahasa, Bintang Timoer (1865) di Padang dan Medan Prijaji (1907) yang terbit di Batavia.

 Fungsi Pers

Dalam perkembangannya kemudian, pers punya andil besar dalam menyampaikan informasi kepada khalayak yang secara tidak langsung berkontribusi pada peradaban manusia.

Dari sisi kekuasaan dan politik, pers jadi salah satu lembaga yang ikut andil mengawal kebijakan politik dan kekuasaan.

Sehingga, terkadang, dalam sejarahnya, banyak pers yang diberangus oleh negara atau dibekukan izinnya karena sikap yang diambil.

Di negara demokrasi, pers jadi salah satu pilar penting yang ikut mengawal kebijakan publik, langsung ataupun tidak langsung.

Faktor-faktor inilah yang kemudian dikenal sebagai fungsi pers. Dan umumnya, pers mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Sebagai media informasi

Pers secara langsung berkontribusi untuk memenuhi hak memperoleh informasi dari masyarakat. Karena lembaga ini dianggap sebagai corong informasi.

Dengan demikian, pers dalam konteks ini adalah media informasi yang mencari, memproduksi dan menyebarluaskan informasi yang didapat.

Disisi lain, hak untuk memperoleh informasi jadi salah satu hak dasar bagi setiap Individu. Hal ini juga termuat dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa [PBB] tentang Hak Asasi Manusia [HAM].

Indonesia juga menjamin hak ini yang sudah termuat dalam peraturan Perundang-Undangan.

Dengan demikian, hak ini tidak saja menjamin kebebasan untuk mendapatkan informasi tetapi juga menyebarkannya secara luas.

Dalam konteks mendapatkan, individu bisa berlangganan koran, menonton TV atau mungkin membaca berita koran dan media online.

2. Pendidikan

Dalam konteks pendidikan, pers memainkan peran penting sebagai lembaga yang ikut andil dalam pendidikan modern.

Dan ini tak lepas dari fungsi pers sebagai media informasi. Dimana, pengertian informasi ini sifatnya jamak dan mencakup apa saja, termasuk pendidikan.

Dalam praktiknya kemudian, pers punya andil dalam memberikan edukasi kepada masyarakat luas lewat informasi yang mereka produksi.

Fungsi pers dalam bentuk pendidikan ini pun tertuang dalam beragam bentuk mulai dari teks, video, gambar, infografis, laporan berita khusus dan lain sebagainya.

3. Media Hiburan

Sama seperti fungsi sebelumnya, dalam hal ini, sebagai lembaga yang memproduksi informasi, pers juga punya andil dalam menciptakan hiburan dalam masyarakat.

Hiburan ini tentu saja tertuang dalam laporan yang mereka buat entah itu dalam bentuk gambar, teks atau mungkin video.

Anda bisa menemukan sifat ini dalam tajuk rencana, cerita bersambung, karikatur atau meme, teka-teki silang yang ada pada sebuah koran atau tabloid.

4. Kontrol sosial

Pers juga berfungsi sebagai kontrol sosial yang memainkan peranan penting dalam mengontrol informasi yang diedarkan atau disampaikan kepada masyarakat.

Karena itu, dalam menjalankan aktivitasnya, terkadang wartawan diminta untuk memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam membuat informasi dan prinsip keberimbangan.

Pengertian kontrol sosial juga bisa diperluas untuk mencegah terjadinya pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang atau kuasa diantara pejabat publik.

Makanya, banyak praktisi atau pakar komunikasi yang menganggap bahwa pers adalah pilar keempat dalam berdemokrasi karena mereka menjadi lembaga yang mengawasi tiga pilar yakni eksekutif, legislatif dan yudikatif.

5. Lembaga ekonomi

Prinsip yang ke empat tentu saja berkaitan dengan kemampuan pers dalam menjalankan roda organisasinya secara ekonomis.

Itu berarti, pers tidak saja dituntut untuk menerapkan prinsip ekonomi agar bisa menjalankan fungsinya sebagai media informasi atau corong publik.

Tetapi juga sebagai lembaga yang berperan penting untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja atau semua orang yang bekerja dibawah lembaga pers.

Fungsi pers diatas merupakan hasil penjabaran dari fungsi pers yang tertuang pada pasal 3 ayat 1 dan 22 UU No. 40 Tahun 1999 tentang pers, yakni:

  • Pers nasional berfungsi sebagai media informasi
  • Pers nasional berfungsi sebagai media pendidikan
  • Pers nasional berfungsi sebagai sarana hiburan
  • Pers nasional berfungsi sebagai media kontrol sosial
  • Pers nasional berfungsi sebagai lembaga ekonomi

Pers nasional, dalam konteks ini, berarti seluruh lembaga pers atau media massa yang ada di wilayah kesatuan Republik Indonesia.

Sekalipun proses pencarian berita hanya pada satu kategori wilayah saja, provinsi misalnya, atau yang lazim disebut pers lokal.

Disisi lain, Harold D. Lasswell dan Charles R. Wright, mengatakan kalau pers itu punya tiga fungsi, yakni:

  • Pengamat Sosial (Social Surveilance) yang berarti pers dapat digunakan untuk mengamati keadaan sekitar dalam konteks apa saja. Karena memang pers saat ini memberitakan hampir segala hal yang punya nilai berita
  • Alat Sosialisasi (Socialization) yang berarti selain memberitakan suatu informasi, pers juga bisa digunakan sebagai alat sosialiasi tentang sesuatu entah itu produk legislasi, produk hukum, kebijakan publik dan lain sebagainya
  • Alat Korelasi Sosial (Social Correlation) yang berarti pers tidak punya kepentingan apa-apa saat menyampaikan atau membuat produk berita.

Ciri-Ciri

Ciri-ciri pers adalah aspek-aspek atau hal-hal yang melekat dalam kata pers itu sendiri termasuk peranannya dalam kehiudpan sehari-hari.

Berangkat dari pendapat ini, maka terdapat 5 ciri-ciri pers paling umum, yakni:

  • Aktual yang berarti informasi yang diterbitkan oleh suatu lembaga pers berasal dari suatu isu atau informasi baru dengan tetap berangkat pada unsur praduga tak bersalah
  • Publisitas yang berarti pers akan menyebarkan informasi atau berita kepada masyarakat dengan target audiens yang heterogen
  • Objektif yang berarti saat menjalankan tugas-tugas profetis, yang didalamnya termasuk pencarian dan penyebaran informasi, pers harus patuh pada nilai-nilai moral, aturan dan kode etik yang berlaku
  • Perioditas yang berarti pers harus menyampaikan informasi secara teratur dalam periode tertentu. Bisa per jam, harian, mingguan tapi tak lebih dari sebulan. Dalam konteks ini, maka lembaga pers harus konsisten dalam memproduksi berita
  • Universal yang berarti informasi-informasi yang disampaikan oleh satu lembaga pers memuat banyak informasi, dalam berbagai kategori dan selalu punya headline news atau berita utama

Karakteristik

Karakteristik pers ini dapat diketahui dengan mudah dan sifat lembaganya atau caranya dalam menyebarkan informasi.

Berikut beberapa contoh karakteristik pers secara umum, diantaranya:

  • Proses komunikasinya berlangsung satu arah. Hanya saja, karakteristik ini berlaku untuk lembaga pers khusus seperti koran, majalah, radio, televisi dan lain sebagainya. Untuk media online, terkadang komunikasinya berlangsung dua arah dan ini terlihat di kolom komentar media online tersebut yang teritegrasi sama Facebook atau platform lain
  • Komunikasinya diproduksi oleh satu atau lebih lembaga. Hanya saja, sudah ada beberapa lembaga pers yang sifatnya konvergensi atau saling terakait satu dengan yang lain
  • Informasi yang diproduksinya menimbulkan keserempakan. Maksudnya adalah, informasi yang diproduksi oleh pers itu selalu disebarluaskan kepada masyarakat dengan ciri dan bentuk yang sama

Peran

Peran pers sebenarnya sudah tertuang dalam Undang-undang Pers itu sendiri. tepatnya berada pada pasal 6 UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

Disitu disebutkan kalau pers punya beberapa peran, diantaranya:

  • Sebagai lembaga yang hadir untuk memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi
  • Berperan dalam menegakkan prinsip-prinsip demokrasi dan membantu mendorong superemasi hukum, hak asasi manusia dan kebhinekaan
  • Kontrol informasi dengan melakukan fungsi pengawasan, kritik, koreksi termasuk saran terhadap segala sesuatu yang punya kaitan dengan kepentingan publik
  • Dan terakhir menyampaikan informasi dengan jujur, benar, tepat dan akurat.

Jenis-Jenis Pers

Umumnya, pers terbagi dalam dua jenis, yakni:

  • Pers tradisional atau media massa tradisional dengan organisasi jelas. Dimana ada badan hukumnya, ada pimrednya, redakturnya sampai wartawannya. Dan semuanya punya tugas pokok dan fungsi yang berbeda-beda. Koran, majalah, radio dan TV adalah contoh pers tradisional
  • Dan pers modern atau media massa modern yang cirinya bisa dilihat dari ototritas dan organisasi media. Contohnya media sosial, blog, dan situs berita online yang belum punya redaksi dan lain sebagainya

Penutup

Definisi pers atau media massa diatas sebenarnya cukup kompleks. Dan saya hanya menjelaskan poin-poin kuncinya saja.

Mengapa kompleks, karena ketika berbicara tentang pers kita berbicara tentang segala hal dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya.

Mulai dari definisi, contoh lembaga, aturan, sejarah perkembangan, etika, bentuk organisasi, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, jika ada dari anda yang punya tambahan, masukkan atau mau koreksi satu kalimat atau paragraf diatas, silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang Pers adalah: pengertian, sejarah singkat, fungsi, karakteristik, ciri-ciri dan jenis. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar