4 Tips Melakukan Performance Appraisal Karyawan

3 min read

performance appraisal karyawan

Melakukan performance appraisal punya tantangan tersendiri bagi staf HRD. Karena itulah, di artikel ini akan diulas 4 tips melakukan performance appraisal karyawan yang baik dan benar.

Setiap perusahan pasti menginginkan agar bisnis yang ditekuni punya kemajuan. Berbagai cara dan strategi pun dilakukan dengan harapan agar tujuan yang telah ditargetkan bisa tercapai.

Mulai dari menerapkan perencanaan yang baik seperti melakukan analisis SWOT, menerapkan sistem rewards & punishment dan lain sebagainya.

Dan salah satu faktor pendorong majunya suatu perusahan adalah karyawan. Sebab karyawan adalah ujung tombak perusahan dalam menjalankan rencana dan target yang sudah ditentukan.

Selain itu, karyawan juga harus mengikuti arahan dan kebijakan yang dibuat oleh pimpinan perusahan.

Makanya setiap perusahan perlu menjamin mutu dan performa karyawan agar kinerjanya selalu prima dan selalu dalam kondisi terbaik.

Untuk mencapai hal ini, sekaligus untuk memonitor performa setiap karyawan, maka perusahan harus melakukan langkah-langkah strategis, salah satunya dengan menerapkan performance appraisal bagi karyawan.

Apa itu performance appraisal?

Performance appraisal atau penilaian kinerja adalah tinjauan rutin atas kinerja karyawan serta kontribusinya pada perusahan.

Kadang juga, penilaian kinerja ini sebut sebagai tinjauan tahunan, tinjauan atau evaluasi kinerja, penilaian perusahan dan lain sebagainya.

Tujuannya adalah untuk mengevaluasi ketrampilan, prestasi dan pertumbuhan karyawan atau sebaliknya.

Perusahan biasanya menggunakan penilaian kinerja untuk memberi gambaran pada karyawan tentang pekerjaan mereka.

Dari sinilah perusahan akan menilai apakah mereka layak mendapatkan promosi jabatan, kenaikan gaji dan bonus atau mungkin pemutusan hubungan kerja [PHK].

Performance appraisal ini biasanya dilakukan oleh HRD dalam kurun waktu tertentu mulai dari triwulan, setengah tahun atau setahun sekali.

Mengapa sih perusahan harus melakukan penilaian kinerja pada karyawan?

Karena penilaian kinerja membantu perusahan untuk menentukan bagaimana mengalokasikan dana untuk karyawan.

Disini berarti perusahan menentukan karyawan mana saja yang paling berkontribusi terhadap pertumbuhan perusahan sehingga perusahan dapat memberikan penghargaan atas kontribusi tersebut.

Penilaian kinerja juga membantu HRD untuk membuat rencana guna mengembangkan kemampuan karyawan lewat pelatihan dan juga untuk untuk mengidentifikasi masalah dan kekurangan yang membuat karyawan menurun.

Idealnya, penilaian kinerja bukan satu-satunya waktu dimana HRD atau manajer berkomunikasi tentang kontribusi karyawan.

Tujuan jangka panjang adalah untuk membantu karyawan agar tetap produktif dalam bekerja dan juga untuk meningkatkan hubungan antar karyawan, HRD, manager dan pimpinan perusahan.

Jenis-jenis performance appraisal

Sebagian besar penilaian kinerja memiliki kinerja top-down, artinya HRD akan mengevaluasi staf tanpa melibatkan subjek secara langsung.

Karena itulah, jenis-jenis penilaian kinerja ini hanya menyangkut beberapa metode penilaian umum, seperti:

  • Penilaian individu yang bertujuan untuk menilai kinerja dan perilaku mereka
  • Penilaian sejawat atau kelompok untuk melihat kinerjanya dalam skala tim
  • Penilaian umpan balik, termasuk juga masukkan dari individu atau mitra kerja, manager dan mungkin saja pimpinan perusahan
  • Negosiasi yang merupakan salah satu teknik mediasi untuk memoderasi sifat permusuhan dan persaingan tidak sehat selama bekerja

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa performance appraisal adalah cara perusahan dalam memanajemen dan memantau kinerja karyawan termasuk perusahan itu sendiri.

Nantinya, pimpinan akan memberikan standar penilaian untuk divisi HRD [Human Resouce Division] untuk melakukan penilaian.

Oleh karena itu, sebagai staf HRD [Human Resource Management], harus bisa melakukan penilaian dengan baik dan benar.

Selain itu, proses penyampaian performance appraisal ini tidak boleh menyinggung karyawan itu sendiri.

Dan sebisa mungkin harus dilakukan dengan prosedur yang berlaku dalam perusahan serta disampaikan secara professional.

Performance appraisal memang dirancang untuk melihat kinerja dan performa karyawan, dengan tujuan untuk menciptakan iklim kerja yang baik.

Selain itu, untuk bisa melakukan penilaian kinerja karyawan yang bgus, harus ada metodenya. Di artikel ini akan diulas beberapa diantaranya.

Tips melakukan performance appraisal karyawan yang baik dan benar

Secara umum, ada 4 tips yang bisa dilakukan staf HRD saat melakukan performance appraisal. Tips apa saja itu? Pasti penasaran kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Bersikap jujur

Dalam kondisi tertentu, bersikap jujur memang menyakitkan. Namun perlu diketahui, rasa sakit yang diterima hanya di awal-awal saja.

Selain itu, bersikap jujur punya dampak dan manfaat positif di kemudian hari apalagi jika sikap itu ditanggapi dengan bijak.

Sama seperti staf HRD yang harus menerangkan performance appraisal dengan jujur, terlebih jika hasilnya tidak memuaskan.

Saat melakukan performance appraisal, sikap jujur adalah keharusan. Malah, hal itu bisa dijadikan sebagai dasar penilaian kepada karyawan sebagai bentuk kepedulian perusahan.

Bayangkan, apabila seorang karyawan memiliki performa yang kurang memuaskan namun terus ditutup-tutupi, yang justru akan membuat kinerjanya jauh lebih buruk.

Dan sikap semacam ini pada akhirnya akan menjadi masalah bagi HRD, termasuk karyawan yang bersangkutan.

Dan mungkin saja, sifat semacam ini akan jadi bahan pembicaraan karyawan lain, apalagi jika karyawan yang bersangkutan memang kinerjanya buruk dan tidak ada tindakan dari HRD.

2. Saat disampaikan, usahakan dilakukan dengan tatap muka

Dalam dunia kerja, komunikasi adalah hal paling penting. Begitu juga saat melakukan performance appraisal karyawan.

Meskipun perusahan bisa memberikan hasil performance appraisal lewat surel [surat elektronik] atau dokumen elektronik lain, namun ada baiknya disampaikan secara langsung alias tatap muka.

Biasanya, dalam dokumen elektronik hanya berisi poin-poin kunci dari performance appraisal itu, yang mungkin saja akan menimbulkan pertanyaan dan kebingungan bagi karyawan yang menerimanya.

Oleh karena itu, untuk mengatasi hal-hal semacam ini, sebaiknya staf HRD bertemu langsung dengan karyawan guna menghindari kesalahpahaman.

3. Saling menghormati satu sama lain

Meskipun HRD dituntut untuk menyampaikan segala bentuk laporan dan kinerja dengan jujur, namun sikap saling menghargai tetap perlu dipegang.

Mengapa? Karena proses performance appraisal bukanlah ajang untuk menjatuhkan satu karyawan dengan karyawan lain melainkan sebuah proses yang dilandasi kepedulian agar karyawan tersebut bisa bekerja lebih baik.

Oleh karena itu, staff HRD harus menyampaikan sebaik mungkin dengan menggunakan kata-kata yang tepat dan tidak menyinggung.

4. Memberikan solusi nyata untuk perbaikan performa

Apabila staf HRD menghadapi karyawan dengan kinerja yang buruk, ada baiknya ia mencari solusi yang nyata dan konkret untuk mengatasinya.

Staf HRD bisa saja memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari dan ini harus diterangkan dengan jelas, terukur dan mudah dimengerti.

Baca Juga : Mau Jadi PNS? Kenali Dulu Pangkat Dan Golongan PNS

Sehingga, kesan peduli akan terbangun dengan sendirinya sebab karyawan akan merasa diperhatikan selama ini.

Dari sini juga HRD bisa melihat hal-hal apa saja yang mungkin menjadi penyebab karyawan mengalami penurunan kinerja, apakah faktor keluarga, tekanan kerja dan lain sebagainya.

Penutup

Kadang kala, proses performance appraisal menjadi tantangan tersendiri bagi staf HRD. Karena itu, dibutuhkan tips-tips khusus agar proses tersebut bisa berjalan dengan baik.

Tujuannya bukan saja untuk perusahan, tetapi juga untuk karyawan itu sendiri guna mencapai target dan tujuan yang telah ditentukan.

Demikian artikel tentang 4 tips melakukan performance appraisal karyawan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *