11+ Perbedaan WordPress.org Dan WordPress.com

6 min read

Perbedaan WordPress.org Dan WordPress.com

Terkadang masih banyak orang yang bingung perbedaan WordPress.org dan WordPress.com terlebih bagi pemula yang baru mengenal platform blogging satu ini.

Dengan kata lain, jika anda hendak buat blog di WordPress langkah pertama yang perlu diketahui adalah versi yang digunakan.

Tujuannya apa? Agar anda tidak kebingungan dengan fitur atau tampilannya. Seperti yang saya sebutkan diatas, di WordPress tersedia dua versi, yakni:

  • Gratis [WordPress.com]
  • Premium atau berbayar [WordPress.org]

Apapun versi yang dipilih, ia tetap dijalankan oleh WordPress.inc, sebuah perusahaan bernilai miliaran dollar.

Dulu, sebelum memutuskan untuk menggunakan WordPress berbayar atau premium, saya menggunakan versi gratis dulu.

Setelah paham cara kerjanya, barulah saya membeli hosting dan domain sendiri alias menggunakan WordPress self-host.

Hosting dan domain tersebut saya bayar setiap tahun. Dengan kata lain, setiap tahun saya harus mengeluarkan kocek untuk perpanjang domain dan hosting yang saya pakai.

Disisi lain, saat masih menggunakan paket gratisan atau WordPress.com saya enggak perlu keluarkan kocek sepeser pun.

Tugas saya hanyalah membuat postingan baru, mendapat pengunjung yang banyak, melakukan optimasi konten dan dapat uang dari situ.

Tetapi saya enggak bebas mengatur tampilan situs, mengganti tema, menambah plugin atau melakukan pengaturan lain.

11+ Perbedaan WordPress.org Dan WordPress.com

Lantas, apa perbedaan WordPress.org dan WordPress.com? Pasti penasaran kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Domain

WordPress.org adalah platform blogging self-hosted dengan sumber daya terbuka [open source] yang memungkinkan anda untuk menggunakan domain costum sesuai keinginan.

Costum domain adalah domain tingkat atas yang berfungsi untuk mengidentifikasi nama server entah itu ccTLD atau TLD seperti .go.id, .com, .id dan lain sebagainya.

Dengan costum domain maka blog anda jauh lebih terpercaya ketimbang blog yang masih numpang domain di .blogspot.com, .wordpress.com, .wix.com dan lain sebagainya.

Apalagi jika blog yang anda buat itu ditujukan untuk bisnis maka sudah jadi kewajiban untuk gunakan costum domain.

Untuk menggunakan costum domain ini anda harus membelinya dari penyedianya langsung.

Di Indonesia, ada banyak perusahaan penyedia hosting dan domain dengan harga murah yang bisa anda pilih jika ingin menggunakan domain khusus, seperti:

  • Niagahoster
  • Exabytes
  • Rumahweb
  • Masterweb
  • Domainesia
  • Google Domain
  • Dan lain sebagainya

Sebaliknya, anda enggak diizinkan menggunakan costum domain di WordPress.com. Agar bisa menggunakan domain costum, anda wajib beli hosting juga.

Soal hosting ini akan saya ulas di poin berikutnya. Namun, WordPress.com tetap memungkinkan blog anda untuk diakses orang lain.

Karena blog yang dibuat itu numpang domain di WordPress.com. Artinya, jika anda menggunakan WordPress versi gratis, domain anda akan menjadi bloganda.wordpress.com.

2. Hosting

Pada prinsipnya, hosting enggak jauh beda sama domain. Dengan hosting, anda bisa menyimpan semua data situs dalam satu server.

Selain itu, menggunakan hosting sendiri memungkinkan anda untuk mengatur situs sesuai keinginan. Termasuk pengaturan teknis lain, seperti:

  • Menambahkan prefix situs seperti namaanda.com/id/ atau nama.com/id/blog dan lain sebagainya
  • Buat email costum seperti halo@paulipu.com
  • Buat subdomain
  • Mengelola FTP
  • Akses CPanel
  • Dan lain sebagainya

Disisi lain, anda enggak perlu takut lagi jika blog anda down atau terhapus karena data-datanya masih tersimpan di hosting.

Agar bisa buat situs yang ditenagai oleh WordPress.org anda harus punya hosting dan domain sendiri.

Hosting ini bisa juga anda beli di dashboard WordPress langsung dan tersedia empat pilihan paket hosting yang bisa anda pilih seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

perbedaan wordpress.org dan wordpress.com

Sebaliknya, jika anda menggunakan WordPress.com data-data situs anda secara otomatis akan tersimpan di hosting milik WordPress.

Dan anda enggak punya akses langsung ke data-data tersebut. Dengan kata lain, data itu rentan terhapus atau dihapus.

Selain WordPress, anda juga bisa beli hosting dari situs penyedia hosting dan domain yang sudah saya sebutkan di poin pertama.

3. Tema

Salah satu kelebihan WordPress adalah direktori temanya yang banyak. Di WordPress.org anda bisa menginstal tema apa saja sepanjang masih menggunakan script <php>.

Anda juga bisa menggunakan direktori tema yang ada di dashboard WordPress. Serta punya kebebasan untuk menghapus, menambah atau mengupload tema kesukaan anda kapan saja dan dimana saja.

Disisi lain, wordPress.com enggak mengizinkan anda menggunakan tema dari penyedia pihak ketiga selain yang disediakan oleh WordPress.

wordpress.org dan wordpress.com

Artinya, anda enggak bisa mengunggah tema yang anda beli atau unduh di internet. Kendali terbatas ini memang wajar karena anda menggunakan versi gratisan.

Terkadang, banyak pemilik situs yang membeli paket hosting dan domain sekaligus, termasuk tema dan ogah menggunakan tema dari direktori situs.

Saya juga demikian. Untuk kalkulasi anggaran pembelian hosting, domain dan tema, silahkan lihat tabel dibawah ini.

Nama ProdukWordPress.comWordPress.org
HostingGratis [Di hosting oleh WordPress]Paket standar hosting saat ini adalah Personal dengan biaya 50.000/bulan atau sekira 600.000/tahun
DomainGratis [Menggunakan ekstensi .wordpress.com]Tergantung ekstensi yang dipilih. Untuk ekstensi .com biaya yang harus dikeluarkan sekitar 125.000/tahun
TemaTersedia dengan gratis dalam direktori temaBisa gunakan tema direktori dengan gratis atau beli tema dari penyedia pihak ketiga. Untuk tema pihak ketiga harganya cukup variatif. Contoh, harga tema ini adalah $39 atau setara 507.000 untuk sekali beli
TotalGRATISRp. 1.232.000,-

5. Plugin

Salah satu kelebihan WordPress dibanding platform blogging lain adalah penyematan plugin secara otomatis didalam script.

Plugin merupakan kode yang memungkinkan pemilik blog menambah program lain yang belum tersedia didalam script situs atau blog.

Di WordPress.org anda bisa menginstal atau menggunakan plugin apa saja entah yang anda beli dari penyedia pihak ketiga atau yang terdapat dalam direktori plugin.

Dengan plugin anda bisa melihat grafik konten, SEO blog, mencaching blog agar lebih cepat diakses, menggunakan halaman yang dipercepat [AMP] dan lain sebagainya.

Disisi lain, WordPress.com tidak mengizinkan anda menambah plugin pihak ketiga atau plugin yang terdapat pada direktori.

Satu-satunya plugin yang terinstal di WordPress.com adalah plugin buatan WordPress itu sendiri yakni Jetpack termasuk Akismet anti-spam.

Plugin diatas berfungsi untuk melihat statistik situs, jumlah komentar, postingan teratas, peta situs dan lain sebagainya.

6. Monetisasi

Dalam konteks monetisasi, anda tetap bisa menghasilkan uang baik itu di WordPress.org atau WordPres.com.

Dan bergantung penuh pada pemilik situs. Jika anda menggunakan WordPress.org anda bisa monetisasi situs dengan iklan entah itu AdSense, affiliasi atau platform periklanan lain.

Kerennya lagi, anda bisa mengatur penempatan iklan menggunakan plugin atau penyunting tema sesuai keinginan.

Soal cara mendapat uang dari blog ini sudah saya bahas di salah satu artikel saya yang berjudul 20 cara menghasilkan uang dari blog.

Jika enggak mau pakai AdSense atau mungkin sudah di banned, anda bisa memanfaatkan beberapa situs alternatif adsense seperti MGiD, taboola dan lain sebagainya.

Sementara, untuk anda yang ingin menghasilkan uang dari WordPresscom, anda boleh gunakan beberapa metode monetisasi manual seperti affiliasi atau link referral.

WordPress juga mengizinkan anda untuk memonetisasi konten dengan iklan tetapi hanya boleh pakai WordAds, yang merupakan platform periklanan milik WordPress.

Sayangnya, untuk bisa bergabung dengan WordAds, syaratnya cukup berat, trafik blog sudah harus banyak, termasuk kuantitas konten yang diterbitkan.

Untuk memonetisasi konten di WordPress.com dengan WordAds, berikut langkah-langkahnya:

  • Buka akun WordPress.com yang digunakan
  • Setelah itu, klik pada menu Perangkat> Raihperbedaan antara WordPress.org dan WordPress.com
  • Disini anda akan diarahkan pada beberapa metode monetisasi yang bisa anda pilih seperti langganan berbayar satu kali atau berulang kali, Pendapatan iklan dan Rujukan. Untuk WordAds silahkan klik tombol Raih pendapatan iklan.perbedaan antara WordPress.org dan WordPress.com

6. SEO

Search Engine Optimization [SEO] adalah salah satu faktor yang menentukan apakah blog anda bakal populer atau tidak.

Dengan SEO yang bagus, peluang untuk meraih peringkat pertama di search engine bakal terbuka lebar.

Alasannya karena WordPress.org mendukung penggunaan plugin SEO seperti SEO by Yoast, All in One SEO Pack, Plugin SEO WordPress, The SEO Framework dan lain sebagainya.

Dengan plugin tersebut, anda bisa melihat matrik konten apakah sudah ramah di mesin telusur atau belum.

perbedaan WordPress.org dan WordPress.com

Artinya, ada analisis SEO yang bisa dijadikan patokan agar konten anda disukai mesin pencari. Analisis semacam ini sangat penting supaya konten anda bisa bersaing dengan konten lain di SERPs.

Dan ini berbeda dengan WordPress.co yang enggak tersedia metrik SEO karena enggak mengizinkan penggunaan plugin.

Dengan demikian, agar blog anda bisa duduk di peringkat pertama pencarian Google, anda harus menerapakan metode pengoptimalan konten secara manual.

7. Integrasi penelusuran

Integrasi penelusuran adalah keterkaitan blog dengan search engine entah itu Google, Bing, Yandex, Yahoo dan lain sebagainya.

Di WordPress.org, untuk mengaitkan atau memasukkan kode meta penelusuran, anda bisa gunakan Jetpack atau plugin SEO.

Integrasi pelacakan itu hanya mendukung beberapa search engine paling populer di dunia, seperti:

  • Google
  • Bing [Termasuk Yahoo]
  • Yandex
  • Baidu

WordPress.com juga mendukung fitur pengaitan serupa karena didalamnya sudah terinstal dengan plugin Jetpack.

Dengan kata lain, dalam konteks integrasi, baik WordPress.com dan WordPress.org sama-sama support integrasi ke Search engine langsung

Untuk verifikasi menggunakan tag HTML search engine di WordPress.com, anda bisa klik perangkat> pemasangan> lalu scroll ke bawah sampai anda menemukan tab layanan verifikasi situs.

perbedaan antara WordPress.org dan WordPress.com

8. Visibilitas

Dalam konteks visibilitas ini, ada beberapa poin penting yang saya tekankan, seperti:

  • User experience konten seperti font, warna gradasi, gambar visual dan penempatan iklan]
  • User Interface seperti tema situs, plugin, pop-up dan lain sebagainya
  •  Integrasi media sosial

Tiga aspek diatas sangat penting untuk meningkatkan pengalaman pengguna yang bisa bikin pengunjung betah berlama-lama di blog anda.

Jika pengunjung betah, bouncing rate bakal turun. Artinya, blog anda disukai oleh pengunjung. Dan ini jadi sinyal penting bagi mesin pencari untuk menjadikannya matriks kualitas konten.

Dalam konteks visibilitas ini, WordPress.org tentu lebih bagus karena anda bisa melakukan costumisasi plugin, script, tema, URL, laman statis dan dinamis sesuai keinginan.

Berbanding terbalik dengan WordPress.com yang pengaturannya serba terbatas. Begitu juga pilihan tema yang tersedia.

9. Opsi kostumisasi

Dua versi WordPress sebenarnya menjalankan perangkat lunak yang sama alias dari WordPress asli dengan dukungan yang sama.

Tidak ada batasan opsi kostumisasi jika anda menggunakan WordPress.org. Artinya, anda bisa mengatur tema, plugin atau pengaturan dasar lain seperti prefix dan URL sesuka hati.

Sebaliknya, WordPress.com hanya mengizinkan anda mengatur beberapa pengaturan dasar seperti penyesuaian tema untuk navigasi serta pilihan tema yang digunakan.

Artinya, enggak ada opsi costumization untuk versi WordPress gratis terlebih untuk pengaturan dasar seperti yang saya sebutkan diatas.

10. Dukungan atau bantuan

Sebenarnya, WordPress enggak menyediakan opsi dukungan untuk pengguna self-host atau WordPress.org

Dengan kata lain, dukungan hanya datang dari pihak penyedia hosting yang anda gunakan. Jika anda menggunakan hosting WordPress, dukungan akan diberikan oleh WordPress sendiri sebagai penyedia hosting.

Hanya saja, anda harus mengupgrade versi WordPress.com atau gratis ke WordPress.org terlebih dahulu dengan memilih satu dari empat paket hosting dasar yang tersedia di WordPress.

perbedaan antara WordPress.org dan WordPress.com

Jika sudah mengupgrade, anda akan mendapatkan dukungan selama 7×24 jam setiap hari via live chat atau Email.

11. Cadangan dan Keamanan

WordPress dibangun dengan script yang transparan dimana setiap orang bisa melihat kode sumber yang ada karena sistemnya yang terbuka atau open source.

WordPress.org memang cukup aman dari serangan hacker atau cracker meski enggak menjamin kalau situs benar-benar aman.

Agar keamanan situs lebih tinggi lagi anda bisa menginstall berbagai plugin keamanan tambahan seperti Do-login security, Wordfence Security – Firewall & Malware Scan dan lain sebagainya.

Selain plugin keamanan tambahan, jangan lupa juga instal plugin pencadangan otomatis atau harian agar konten anda juga aman.

Sebaliknya, WordPress.com secara otomatis menyediakan opsi keamanan standar dan cadangan bawaan dari WordPress.

Dengan kata lain, anda enggak perlu repot lagi memikirkan keamanan internal situs karena sudah di back-up WordPress.

Penutup

Memilih versi WordPress yang mau digunakan sepenuhnya ada di tangan anda. Tapi tetap perhatikan kondisi dan kebutuhan anda saat membuat blog.

Jika ingin tampil profesional atau untuk tujuan bisnis, silahkan gunakan WordPress.org atau yang self-host.

Sebaliknya, jika anda masih belajar membuat atau mengelola blog, baiknya gunakan versi gratisnya dulu atau WordPress.com.

Demikian artikel tentang perbedaan WordPress.org dan WordPress.com. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *