Perbedaan Owner, Founder, CEO dan COO, Sudah Tahu Belum?

Pernah dengar empat istilah diatas? Jika pernah, tahu gak perbedaan owner, founder, CEO dan COO dalam satu perusahaan? Kalau belum, simak artikel ini sampai habis.

Istilah diatas sering digunakan untuk menjelaskan posisi atau struktur satu perusahan terlebih di perusahaan teknologi.

Meski demikian masih banyak orang yang bingung terkait tugas dan tanggungjawab masing-masing jabatan penting diatas.

Poin inilah yang kemudian jadi alasan mengapa artikel ini saya buat. Penasaran letak perbedaannya dimana? Jika iya, simak selengkapnya artikel dibawah ini.

1. Apa itu Owner?

Perbedaan Owner, Founder, CEO dan COO

Istilah pertama yang saya ulas adalah Owner. Lantas, apa sih yang dimaksud dengan Owner? Apa saja tugas dan tanggungjawabnya?

Secara teknis, owner bisa diartikan sebagai pemilik perusahaan. Posisinya tetap namun bergantung dari perusahaan itu sendiri.

Jadi, owner bisa merupakan seseorang yang punya saham 100% dari satu perusahaan yang didampingi atau tidak didampingi co-owner.

Baca Juga:

Intinya, owner adalah pemilik perusahaan yang ditandai dengan kepemilikan saham mayoritas atau sebagian atas perusahaan.

Bentuk owner bisa perorangan, sekelompok orang atau mungkin lembaga. Dengan begitu, owner adalah siapa saja yang punya modal pada perusahaan atau yang berinvestasi didalamnya.

Atau, yang secara awam, bisa disebut sebagai pendiri atau orang yang memiliki saham di perusahaan terkait.

2. Apa itu Founder?

Perbedaan Owner, Founder, CEO dan COO

Istilah kedua yang akan saya bahas adalah founder. Lantas, apa sih founder itu? Apakah founder juga punya co-founder?

Secara teknis, founder adalah pendiri perusahaan. Bicara soal pendiri perusahaan, secara tidak langsung akan berbicara tentang orang yang punya ide bisnis yang terealisasikan lewat pendirian perusahaan.

Artinya, ia adalah orang dibalik perusahaan tersebut dan semua ide bisnis yang terkait dengan perusahaan.

Namun, dalam beberapa kasus, founder ini tidak punya sumber daya keuangan sehingga merekrut orang atau teman untuk dijadikan co-founders.

Intinya, founder adalah orang yang pertama kali memulai atau menemukan ide bisnis dari satu perusahaan.

Sementara, jika pendirian perusahaan dilakukan oleh dua atau lebih orang, maka akan ada status co-founder.

Baik founder dan co-founder akan bekerjasama untuk mengembangkan bisnis atau perusahaan untuk meraih profit sebanyak-banyaknya.

3. Apa itu CEO?

Perbedaan Chairman, CEO, Komisaris, Direktur dan Presiden Direktur

Lalu ada CEO yang merupakan kepanjangan atau singkatan dari Chief Executive Office. Lantas, apa sih CEO itu? Apa saja tugas dan tanggungjawabnya?

Secara teknis, CEO bisa diartikan sebagai orang yang menduduki posisi tertinggi dalam struktur satu perusahaan.

Tugasnya apa saja? Tugasnya hanya satu yakni memastikan agar perusahaan tetap beroperasi dalam situasi dan kondisi apapun sepanjang masih bisa dikendalikan.

Dalam beberapa kasus, CEO disebut direktur yang secara langsung ditunjuk oleh Founder, Owner atau mungkin dewan direksi perusahaan.

Dengan demikian, CEO adalah orang dibalik berbagai keputusan strategis perusahaan. Harapannya agar risiko bisnis bisa diminimalisir dan laba perusahaan meningkat.

4. Apa itu COO?

Perbedaan Owner, Founder, CEO dan COO

Istilah terakhir yang tak kalah penting untuk dibahas adalah COO. Lantas, apa sih COO itu? Apa kepanjangannya?

COO adalah kepanjangan atau akronim dari Chief Operating Officer yang bertanggungjawab untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan secara langsung.

Dalam beberapa kasus, ia bisa disebut sebagai wakil direktur atau mungkin direktur operasi yang mengepalai manajemen internal perusahaan.

Untuk tugas dan tanggungjawab yang diemban bergantung pada model bisnis perusahaan tempatnya menjabat atau bekerja.

Contohnya nih, COO di perusahaan ritel bertugas untuk memastikan agar barang-barang yang diproduksi tetap tersedia dan karyawan tetap produktif.

Posisi COO dibawah CEO. Artinya, COO akan melaporkan segala hal terkait perusahaan kepada pemimpin utama perusahaan yakni CEO.

Perbedaan Owner, Founder, CEO dan COO

Lantas, apa sih perbedaan owner, founder, CEO dan COO dalam satu perusahaan? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak tabel dibawah ini:

PerbedaanOwnerFounderCEOCOO
DefinisiOwner adalah pemilik perusahaan yang, dalam beberapa kasus, memiliki seluruh atau sebagian saham perusahaanFounder adalah orang yang mendirikan suatu perusahaan atau orang yang punya ide terkait dengan orientasi bisnis perusahaanCEO adalah posisi tertinggi dalam struktur perusahaan yang bertugas untuk memastikan perusahaan tetap beroperasiCOO adalah kepala operasional perusahaan yang bertugas untuk memastikan operasi perusahaan tetap berjalan
PosisiPemilikPendiriKepala perusahaanKepala operasional perusahaan
Tugas dan tanggungjawabInvestasi pada perusahaanMemimpin perusahaanMemastikan relasi dan hubungan yang baik dengan founder, owner dan karyawan perusahaanMemastikan perusahaan tetap beroperasi
ContohKelompok atau individu yang punya saham di satu perusahaanMark Zuckerberg, Founder FacebookSundar Pichai, CEO GoogleSheryl Kara Sandberg, COO Facebook

Sampai disini sudah paham kan kalau empat istilah diatas punya perbedaan satu sama lain mulai dari tugas, tanggungjawab sampai posisinya dalam satu struktur perusahaan.

Misalnya nih, kemarin saya beli saham PT Bank Jago dengan kode saham ARTO (IDX) lewat aplikasi Ajaib Sekuritas sebesar 200 lot.

Dengan demikian, saya bisa disebut owner dari Bank Jago itu sendiri berkat penanaman modal yang saya lakukan ke perusahaan.

Karena kepemilikan saham tersebut, saya bisa di undang dalam rapat umum pemegang saham perusahaan.

Meski demikian, saya tidak bisa disebut founder karena saya bukan pendiri perusahaan atau orang yang punya ide untuk mendirikan Bank Jago.

Tiga istilah terakhir yakni founder, CEO dan COO ada dalam struktur internal perusahaan secara langsung tapi tidak termasuk owner.

Meski demikian, kembali ke model bisnis perusahaan tersebut apakah melibatkan owner dalam struktur internal perusahaan atau tidak.

Intinya begini, empat istilah diatas punya peran dan fungsi sendiri-sendiri bagi perusahaan dan penggunaan istilah ini kembali ke perusahaan itu sendiri.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, diantaranya:

1. Apa sih perbedaan antara owner dan co-owner?

Owner adalah orang yang memiliki perusahaan tersebut atau yang punya saham mayoritas di perusahaan.

Sementara, Co-Owner adalah orang yang punya saham kedua terbanyak di satu perusahaan dibawah owner.

2. Apa perbedaan antara Founder dan Co-founder?

Founder bisa disebut sebagai orang yang punya ide bisnis dan pendiri perusahaan.

Sementara, co-founder adalah orang yang membantu founder saat mendirikan perusahaan.

Kasus paling sederhana bisa dilihat dalam proses pendirian Facebook dimana Mark Zuckerberg adalah orang yang punya ide untuk mendirikan media sosial tersebut.

Karena itu, abang Mark Z ini disebut sebagai Founder atau pendiri dari perusahaan Facebook.

Sementara, teman-teman Mark yang membantu dalam proses pendirian perusahaan seperti Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes dianggap sebagai Co-Founder.

Penutup

Istilah-istilah diatas banyak diguankan oleh perusahaan-perusahaan rintisan untuk menjelaskan struktur, tanggungjawab dan posisi karyawan.

Intinya, setiap istilah diatas punya perbedaan satu dengan yang lain mulai dari definisi, tugas, tanggungjawab dan lain sebagainya.

Kalau ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini boleh sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang perbedaan owner, founder, CEO dan COO dalam satu perusahaan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar