Perbedaan Kode Size Pakaian S, M, L, XL, All Size, dan M Fit to L

Kode Size S, M, L, XL, All Size, dan M Fit to L adalah istilah yang merujuk pada ukuran pakaian yang dijual di Indonesia.

Hanya saja, istilah konsep ukuran pakaian merupakan istilah general karena bisa mengacu pada ukuran pakaian untuk pria, wanita dan anak-anak yang pada dasarnya berbeda satu sama lain.

Misalnya, untuk pakain wanita, harus mengukur lingkar pinggang, lingkar dada dan panjang pakaian tersebut, yang pada dasarnya berbeda dengan pria yang cenderung lebih simpel.

Hanya saja, untuk menghindari kesalahpahaman ukuran tersebut, maka penjual biasanya menginformasikan bahwa pakaian tersebut diperuntukan untuk siapa.

Elemen lain yang juga mempengaruhi secara langsung adalah gambar, panjang dan bentuk pakaian. Sehingga, tanpa perlu bertanya, orang-orang sudah tahu bahwasanya ukuran tersebut untuk pria atau wanita.

Disisi lain, sekalipun metode atau pengukuran yang berbeda, tetap diperlukan standar pengukuran pakaian yang diakui.

Umumnya negara-negara yang tidak punya standar sendiri soal ukuran pakaian bisa menggunakan pada standar ISO seperti ISO 3635 dan selanjutnya untuk ukuran pakaian.

Disisi lain, karena postur tubuh beberapa region itu unik, ada standar yang secara umum digunakan. Misalnya, standar Asia yang diadopsi di China, Jepang, Korea Selatan, Thailand dan juga Indonesia.

Australia juga punya standar sendiri yang dikeluarkan oleh NSW atau Asosiasi Produsen Pakaian. Begitu juga dengan Eropa dengan SEN atau organisasi Standar Eropa, Jerman, Prancis, Rusia, Inggris sampai dengan Amerika.

Menariknya, sekalipun standarnya berbeda, ada kesamaan penamaan untuk ukuran pakaian mulai dari S, M, L, XL, All Size sampai M Fit to L. Jika penasaran, simak artikel ini sampai habis.

1. Apa itu Kode Size S?

Perbedaan Kode Size Pakaian S, M, L, XL, All Size, dan M Fit to L
Gambar via healthline.com

Ukuran baju dengan kode size S adalah ukuran kecil yang merujuk pada ukuran yang umum digunakan tapi disesuaikan sama postur rata-rata orang Indonesia.

S sendiri merupakan akronim atau kepanjangan dari Small dengan arti kecil. Dengan demikian, kode size S adalah baju berukuran kecil pada pakaian.

Baca Juga:

Artinya, ukuran S cenderung lebih kecil dibanding ukuran baju lain sekalipun model, gambar atau bahan yang digunakan sama.

Tapi, bagaimana mengkonversi ukuran kecil ini dalam bentuk angka? Apakah laki-laki, perempuan dan anak-anak boleh pakai ukuran S?

Ini yang membingungkan banyak orang. Hanya saja, agar jelas, soal ini akan dibahas pada tabel terpisah di bawah.

2. Apa itu Kode Size M?

Perbedaan Kode Size Pakaian S, M, L, XL, All Size, dan M Fit to L
Gambar via vox.com

Kode size M atau yang lazim disebut ukuran Baju M merupakan ukuran sedang alias tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar.

M sendiri merupakan akronim dari Medium dengan arti yang sama. Artinya, jika ada pakaian dengan ukuran ini, maka boleh dikenakan oleh orang yang tidak terlalu gemuk tapi tidak terlalu cocok untuk yang kurus.

3. Apa itu Kode Size L?

Perbedaan Kode Size Pakaian S, M, L, XL, All Size, dan M Fit to L
Gambar via bbc.co.uk

L merupakan akronim dari Large dalam kode size atau ukuran pakaian. Large sendiri berarti cukup besar, tapi tidak terlalu besar. Intinya, dari segi ukuran, ia lebih besar dari M.

4. Apa ukuran baju XL?

Perbedaan Kode Size Pakaian S, M, L, XL, All Size, dan M Fit to L
Gambar via goodonyou.eco

XL merupakan kepanjangan dari Extra Large yang jika diartikan dalam bahasa indonesia adalah ekstra besar atau sedikit lebih besar dari L diatas. Di Indonesia, istilah ini dianggap adalah ukuran baju yang sangat besar.

5. Apa itu Kode All Size?

Perbedaan Kode Size Pakaian S, M, L, XL, All Size, dan M Fit to L
Gambar via Adobe Stock

Sebenarnya, tidak ada istilah baku berapa sih ukuran sebenarnya dari All Size tersebut. Mengapa demikian? Karena istilah tersebut digunakan khusus untuk pakaian dengan bahan khusus.

Artinya, istilah All size merujuk pada pakaian yang tersedia dalam varian ukuran yang berbeda-beda dengan model yang sama.

Artinya, jika cari satu baju, sebut saja baju Distro XXX, maka jika pedagang menyebutkan All Size berarti Baju Distro XXX tersedia dalam ukuran S, M, L dan XL.

Disisi lain, istilah tersebut juga bisa digunakan untuk ukuran pakaian yang boleh dikenakan oleh siapa saja karena bahan pakaiannya yang berkaret atau atas alasan lain.

Umumnya, istilah All size digunakan di Asia mengingat rata-rata postur tubuh orang asia kurang lebih sama termasuk di China, Korea, Jepang dan Indonesia.

6. Apa itu Kode Size Fit to?

Perbedaan Kode Size Pakaian S, M, L, XL, All Size, dan M Fit to L
Gambar via gq.com

Selain istilah diatas, kadang juga anda melihat atau mendengar istilah ukuran baju F fit to ukuran tertentu, seperti M Fit To L, M Fit To XL, M fit to L dan seterusnya.

Jika ada baju dengan ukuran tersebut, maka berarti ukurannya berada ditengah-tengah. Ambil contoh M fit to L berarti ukurannya antara M dan L.

Artinya, jika sedang cari baju ukuran M atau L, boleh beli ukuran tersebut. Apalagi jika pakaian tersebut rencananya mau dikenakan dalam jangka waktu lama.

Disisi lain, istilah ini juga kadang digunakan secara bergantian dengan istilah All Size diatas. Secara umum, keduanya sama saja, istilahnya saja yang berbeda.

Perbedaan Kode Size Pakaian S, M, L, XL, All Size, dan M Fit to L

Lantas, apa perbedaan Kode Size S, M, L, XL, All Size dan M Fit To L? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak tabel dibawah ini:

PerbedaanKode Size SKode Size MKode Size LKode Size XLAll SizeM Fit To L
ArtinyaS atau Small yang berarti kecilMedium yang berarti sedangL atau Large yang berarti besarXL atau Extra Large yang berarti sangat besarAll Size berarti ukuran pakaian tersedia untuk semua ukuranFit To berarti ukuran tersebut berada ditengah-tengah dari dua ukuran
Ukuran Baju Pria (PxL)46×6548×6750×6952×71
Ukuran Baju WanitaC:61, A:40 dan B:36C:64, A:43 dan B:37C:71, A:50 dan B:44C:74, A:50 dan B:44
Ukuran Celana42×1945×2052×2158 x 22

Jika dilihat tabel diatas, pada ukuran untuk wanita ada huruf C, A dan B. Informasi tersebut digunakan untuk merujuk pada beberapa hal dibawah ini, yakni:

  • Huruf C merujuk pada tinggi badan untuk wanita
  • Huruf A mengacu pada lebar dada atau cup wanita
  • Serta Huruf B mengacu pada lebar pinggang wanita

Oh iya, selain ukuran diatas, ada juga ukuran XXL. Ini adalah ukuran yang sangat besar, lebih besar lagi dari Extra large diatas.

Lantas, apa maksud dari XXL? XXL adalah ukuran pakaian dengan lebar 54 dan tinggi 73 untuk pria saja. Untuk wanita, disesuaikan dengan dengan ukuran yang sama.

Disisi lain, untuk ukuran celana, muncul lebih bervariasi karena ada tambahan ukuran torso sehingga munculah istilah seperti XS yang merujuk pada ukuran 38 x 18.

Sementara, ukuran lain sesudah extra large ada juga ukuran tambahan misalnya XXL dengan ukuran 65 x 23, XXXL dengan ukuran 70 x 24 serta XXXXL dengan ukuran 75 x 25.

Lantas, bagaimana dengan ukuran untuk anak-anak? Bisa lihat tabel dibawah:

NomorLebarTinggiPundak
NB24295
6M26336
127357
228387
329398
431418
532428
633439
735459
836469
10394910
12415110

FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan terkait postingan ini bakal diulas dalam bentuk QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa itu yang dimaksud dengan ukuran pakaian atau kode size clothes?

Ukuran pakaian atau size code clothes adalah ukuran untuk pakaian baik untuk pria dan wanita yang muncul dalam label.

Sistem ukuran ini bervariasi berdasarkan negara dan juga jenis pakaian. Misalnya gaun, atasan, rok, celana panjang sampai jenis kelamin.

Hanya saja, dalam menentukan ukuran ini, ada tiga pendekatan yang digunakan, yakni:

  • Dimensi tubuh yang merujuk pada kisaran atau ukuran rata-rata tubuh. Contohnya nih, label helm sepeda yang dinyatakan dalam lingkar kepala: 56-60 cm misalnya
  • Dimensi produk yang merujuk pada dimensi dari karakteristik produk itu sendiri. Misalnya, label jeans yang dinyatakan dalam panjang kaki bagian dalam menggunakan ukuran sentimeter atau inci dan bukan ukuran dari pemakai yang dimaksud
  • Ukuran ad-hoc merujuk pada label yang menyatakan nomor ukuran atau kode tanpa hubungan yang jelas dengan pengukuran apapun misalnya sistem XL, XXL, All Size, Fit to dan seterusnya

Secara tradisional, pakaian telah diberi label menggunakan banyak sistem ukuran ad-hoc yang berbeda-beda sehingga menghasilkan ukuran yang variatif dari sisi konsumen.

Ini juga dipengaruhi oleh keunikan dari manusia itu sendiri dan ras. Mengingat, setiap ras memiliki postur yang berbeda-beda.

Itu belum ditambah lagi dengan perubahan demografi, tingkat kesejahteraan yang memicu obesitas dan seterusnya. Hanya saja, secara umum, ukuran pakaian yang dijual didasarkan pada dimensi tubuh.

2. Bagaimana mengetahui ukuran pakaian yang cocok untuk seseorang?

Sebelum ukuran standar ditemukan, pada tahun 1800-an, semua pakai dibuat agar sesuai dengan individu oleh penjahit dan pembuat pakaian.

Selanjutnya, pembuat garmen memperhatikan bahwa kisaran dimensi tubuh relatif lebih kecil berdasarkan asal usul atau demografi mereka.

Dari sinilah muncul beberapa metode pengukuran pakaian sehingga cocok dengan seseorang, berdasarkan pertimbangan beberapa hal, seperti:

  • Pengukuran torso horizontal yang mencakup lingkar leher, lingkar bahu, pengukuran garis dada atau lingkar dada, lingkar payudara, lingkar pinggang, lingkar pinggul, lingkar pinggul bawah dan seterusnya
  • Pengukuran torso vertikal yang meliputi panjang punggung seperti leher dan pinggang, panjang bahu-pinggang, yang berbeda dengan panjang punggung karena kemiringannya, panjang lingkar dada-bahu, panjang lingkar dada-pinggang dan panjang pinggul-pinggang
  • Pengukuran lengan yang meliputi panjang lengan bahwa dan lengan atas, panjang lengan bawah, lingkar pergelangan tangan serta lingkar bisep atau otot

Hanya saja, karena alasan misalnya kain yang dijahit, tidak semua pengukuran diatas diperlukan untuk mendapatkan ukuran yang pas.

Penutup

Sebelum membeli baju, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah ukuran. Hanya saja, ada beberapa orang yang ingin membeli satu baju dengan ukuran tertentu.

Ukuran tertentu ini bisa diartikan sebagai ukuran yang berada di tengah dari dua ukuran misalnya M dan L. Inilah yang kemudian mendasari lahirnya istilah M fit to L.

Tujuannya adalah agar pakaian itu bisa dipakai dalam rentang waktu lama. Selain itu, dengan ukuran tersebut, tidak terlihat kekecilan tapi juga tidak terlalu besar.

Demikian artikel tentang perbedaan Perbedaan Kode Size Pakaian S, M, L, XL, All Size, dan M Fit to L. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

2 pemikiran pada “Perbedaan Kode Size Pakaian S, M, L, XL, All Size, dan M Fit to L”

  1. mau tanya kan ada perbedaan ukuran antara orang dewasa dan anak-anak dan tetap memakai kode yang sama. contohnya semisal membeli di onshopp, di sanakan hanya tertera kode-kode tersebut bagaimana kita mengetahui itu ukuran untuk anak-anak / dewasa

    Balas
  2. mau tanya kan ada perbedaan ukuran antara orang dewasa dan anak dan tetap memakai kode yang sama. contohnya semisal membeli di onshopp, di sanakan hanya tertera kode tersebut bagaimana kita mengetahui itu ukuran untuk anak-anak / dewasa

    Balas

Tinggalkan komentar