Perbedaan Investasi dan Trading Saham

Jika ada dari anda yang masih bingung perbedaan investasi dan trading, simak artikel ini sampai habis.

Banyak orang yang pengen belajar saham dengan berinvestasi di pasar modal dalam bentuk common stock, preferen, dan lain sebagainya.

Instrumen yang diperjual belikan pada dasarnya sama. Hanya saja, banyak investor pemula yang masih bingung apakah uang yang mereka tanamkan itu untuk jangka pendek atau jangka panjang.

Dalam artian yang lebih teknis, banyak yang gak tahu apakah uang itu untuk investasi atau untuk trading. Itulah yang jadi alasan mengapa artikel ini dibuat.

Perbedaan Investasi dan Trading Saham

Perbedaan investasi dan trading paling dasar, yang mungkin sering anda dengar, adalah bahwasannya investasi itu untuk jangka panjang sementara trading itu jangka menegah atau pendek.

Definisi diataas tidak salah namun diperlukan dasar argumen yang kuat agar pendapat itu tidak melebar kesana kemari.

Dalam pengertian yang lebih awam, investasi dan trading bisa dijabarkan dalam dua poin dibawah ini:

  • Trading adalah usaha dagang. Disini, anda beli suatu barang lalu dijual kembali. Saat dijual, anda berharap nilai barang itu bertambah dalam artian nominal atau harga. Seorang yang menginvestasikan uangnya untuk dapat capital gain disebut trader
  • Investasi itu menanamkan saham di sekuritas untuk ditempatkan di perusahaan-perusaahan pilihan entah itu dalam negeri atau luar negeri. Tujuannya untuk dapat income rutin. Seseorang yang menginvestasikan uangnya dalam jangka waktu lama disebut investor.

Dua poin diatas rupanya belum cukup menjelaskan perbedaan investasi dan trading. Makanya, saya akan ulas lebih jauh di artikel ini.

1. Mindset

Pertama, soal mindset. Saat terjun ke dunia trading, anda hanya akan dapat keuntungan dari capital gain saja.

Misalnya nih, anda beli saham hari ini, jam 10 pagi misalnya, sebesar 1 lot seharga Rp100. Di jam 11, kurva sahamnya bergerak naik.

Anda kemudian memutuskan untuk menjualnya saat harganya mencapai Rp130. Rp30 itulah yang disebut capital gain dan ini yang jadi keuntungan anda.

Jika melakukan aktivitas jual beli saham dengan karakteristik ini, anda sedang melakukan trading.

Sebaliknya, saat investasi, bukan capital gain saja yang harus dipertimabgnakn tapi juga value dari saham yang dibeli itu.

Dengan demikian, harapannya, anda tidak saja mendapatkan penghasilan dari capital gain saja tetapi dari aspek lain.

Misalnya, jika investasi dibidang properti, selain berharap ada capital gain, anda bisa sewakan properti tersebut ke orang lain.

Misalnya bekerjasama kepada dengan brand atau perusahaan untuk memanfaatkan properti tersebut secara langsung.

2. Timeframe

Kedua, berkaitan dengan jangka waktu alias timeframe. Trading biasanya dilakukan dalam jangka waktu singkat, bisa sejam, sehari, seminggu tapi tak lebih dari setahun.

Makanya, banyak trader yang lebih senang menggunakan analisis teknikal dibanding analisis fundamental.


Baca Juga:


Dua istilah diatas sudah saya jelaskan di artikel saya sebelumnya yang berjudul trading forex adalah: pengertian, istilah dan penjabaran.

Soal timeframe ini masih punya kaitan sama return harga saham saat dibeli dan saat dijual, yang sudah saya singgung diatas.

Sebaliknya, investasi dilakukan dalam jangka waktu yang lama, umumnya lebih dari 3 tahun. Karena itu, analisisnya lebih cocok ke fundamental dibanding teknikal.

3. Karakteristik investor atau trader

Di trading, karena sifat investornya yang memanfaatkan sentimen pasar agar dapat capital gain setinggi mungkin maka sifat investornya adalah aktif.

Karena itu, trader harus rajin pantau kurva pasar saham sembari analisis pergerakannya. Harapannya, ada cuan yang didapat.

Sebaliknya, karena sifatnya yang buy and hold, investasi lebih pasif sembari menunggu value saham mencapai harga tertentu.

Jika memilih investasi, anda gak perlu repot cek kurva tiap hari. Terlebih jika sekuritas yang dipilih menyediakan manajer investasi sendiri.

4. Strategi

Soal strategi ini punya kaitan sama tiga poin yang sudah saya ulas diatas. Artinya, baik trading dan investasi punya strategi sendiri-sendiri.

Sebagai contoh nih, jika pilih investasi, sebagai pemilik uang atau investor, tentu saja anda berharap agar saham emiten yang dibeli kinerjanya bagus.

Jika investasinya ke sektor lain, Properti misalnya, bangunan yang dipilih harus bagus, berkualitas dan lokasinya strategis.

Sebaliknya, di trading, anda harus pintar memanfaatkan kondisi pasar atau sentimen yang terjadi. Bahkan harus siap saat nilai sahamnya terkoreksi.

Hanya saja, jika analisisnya tepat, trader bisa dapat untung berkali-kali lipat dari modal awal saat trading.

Instrumennya pun beragam karena trader bisa berinvestasi di produk alternatif seperti Bitcoin, dengan harapan bisa dapat untung dari proses jual belinya.

Tujuan investasi dan Trading

Sebenarnya, tujuan investasi dan trading sudah saya singgung beberapa kali diatas. Intinya begini:

  • Tujuan trading adalah untuk dapat untung atau capital gain sesingkat dan secepat mungkin. Karena itu, seorang trader menggunakan prinsip buy low-sell high [beli rendah-jual tinggi]
  • Tujuan investasi adalah untuk dapat keuntungan jangka panjang atau aktivitas beli dan pegang terus sahamnya. Dengan kata lain, prinsip investasi adalah buy and hold

Manakah yang lebih menguntungkan? Apakah trading atau investasi?

Dua-duanya menguntungkan hanya saja, anda harus buat keputusan awal dulu apakah uang itu ditanam untuk jangka panjang atau jangka pendek.

Jadi, saat bicara soal mana yang lebih menguntungkan, harus diperhatikan banyak aspek termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Jika memilih Trading, perhatikan beberapa hal penting dibawah ini, yakni:

  • Buat rencana terlebih dahulu untuk menentukan kapan saham akan dibeli dan kapan akan djual. Misalnya, anda mungkin harus memutuskan untuk menjual saat saham naik atau turun di angka tertentu
  • Harus siap dengan risiko yang akan terjadi di kemudian hari termasuk jika uang anda lenyap seketika karena saham yang dibeli itu terkoreksi sampai 0
  • Terakhir, cari tahu berapa pajak yang harus dikeluarkan saat melakukan trading

Sebaliknya, jika memilih Investasi, perhatikan hal-hal penting dibawah ini, yakni:

  • Buat rencana investasi jangka mengengah dan jangka panjang untuk membeli, menjual dan menyeimbangkan kembali nilai saham yang dibeli. Misalnya, beberapa orang menjual saham milik mereka di angka tertentu dan membeli saham lain agar dapat portofolio kembali
  • Karena sahamnya jangka panjang, pastikan anda sabar. Prinsipnya sama seperti menabung namun disini uangnya berbunga.

Penutup

Silahkan pilih instrumen investasi yang diinginkan apakah itu trading atau investasi. Pilihan itu ada ditangan anda.

Sebelum itu, pastikan anda tahu apa perbedaannya, kelebihan dan kekurangannya termasuk aspek-aspek pendukung seperti teknik analisis saham yang tepat.

Jika ada tambahan terkait postingan ini, bisa berupa masukkan atau kritikan, silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang perbedaan investasi dan trading saham. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar