Perbedaan Hacker, Cracker, Scammers dan Cheater

Pernah dengar empat istilah diatas? Jika pernah, tahukah anda perbedaan hacker, cracker, scammers dan cheater? Kalau belum, simak artikel ini sampai habis.

Sebenarnya, hanya dengan menjabarkan pengertian empat istilah diatas sudah cukup menjelaskan apa perbedaannya.

Namun tetap diperlukan penjelasan lebih lanjut agar orang-orang bisa paham definisi empat kata diatas karena sudah sering disalahartikan maknanya.

Oleh karena itu, untuk anda yang sering bertanya apa sih pengertian hacker, cracker, scammers dan cheaters termasuk perbedaannya, simak artikel ini sampai habis.

Perbedaan Hacker, Cracker, Scamers dan Cheater

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan perbedaan hacker, crackers, scammers dan cheater.

1. Hacker

Sederhananya, hacker atau peretas adalah seseorang yang tertarik untuk mempelajari cara kerja satu sistem operasi.

Misalnya, ada programmer yang membangun suatu sistem dan hacker akan mencari tahu cara kerjanya gimana dan bahasa pemograman yang digunakan.

Dari sini, hacker bisa tahu apakah ada celah, bug atau kesalahan pemograman. Mereka juga tahu jawaban dan alasan mengapa celah atau bug itu muncul.

Dan ia tidak memanfaatkan celah tersebut untuk dapat keuntungan pribadi, melainkan memberi tahu kepada programer bahwa ada celah atau bug dalam sistem yang dibangun.

Artinya, hacker tidak selalu di konotasikan dengan tindakan atau niat untuk merusak atau mencuri data-data dalam sistem.

Sementara itu, di Kamus Besar bahasa Indonesia [KBBI], ada empat pengertian dasar tentang hacker atau peretas, yakni:

  • Orang yang meretas jalan dan lain sebagainya
  • Alat yang dipakai untuk meretas sesuatu
  • Orang terobesesi untuk mengetahui lebih banyak tentang komputer
  • Orang yang mengakses komputer orang lain tanpa izin, biasanya dengan bantuan teknologi komunikasi

Dari pengertian diatas, mungkin saja, jadi salah satu pemicu mengapa istilah hacker atau hacking konotasinya buruk di masyarakat.

Karena sudah dikaitkan dengan tindakan ilegal, tindakan mencuri data seseorang, merusak satu sistem operasi dan lain sebagainya.

Dalam perkembangannya kemudian, hacker ini terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya:

a. Coders

Coders yang dikalangan programers disebut sebagai hacker sejati. Coders adalah programer, yang membuat atau menyempurnakan alat sehingga bisa digunakan banyak orang.

Mereka juga bisa menemukan celah keamanan dan kelemahan perangkat lunak atau aplikasi, langsung ataupun tidak langsung.

Hacker jenis ini bisa mengeksploitasi script untuk mengembangkan satu sistem baru, yang sepenuhnya aman digunakan.

Jadi, agar bisa disebut coders, anda harus punya pemaham mendalam tentang script, keamanan sistem operasi, OSI dan TCP/IP.

b. Admin

Admin adalah seseorang yang mahir pakai komputer dan menggunakan alat-alat yang sebelumnya dibuat coders.

Saat menggunakan alat tersebut, mereka bisa kembangkan teknik pengelolaan sendiri atau menggunakan trik yang disiapkan developer.

Karena itu, tugas mereka kebanyakan berkaitan dengan administrasi atau orang yang mengontrol jaringan komputer.


Baca Juga:


Hanya saja, istilah admin ini cukup general. Karena hacker, cyber security atau profesi lain bisa masuk dalam ketegori ini.

Agar lebih jelas, admin adalah orang paling berpengalaman dalam menjalankan suatu sistem operasi dan tahu cara memanfaatkan atau mengisolasi bug, meski sifatnya sementara.

c. Script kiddies

Script kiddies bisa dibagi dalam dua pengertian yakni hacker kelas kakap paling berbahaya atau mereka yang hanya mengutak-atik script karena penasaran.

Mereka ini punya kemampuan untuk memanfaatkan perangkat dan alat untuk meretas secara gratis meski tidak punya pengetahuan lebih tentangnya, cara buat misalnya.

Kadang juga mereka ceroboh saat melakukan aktivitas hacking karena biasanya mereka meninggalkan semua jejak digital saat proses itu berlangsung.

Intinya, script kiddies adalah orang yang menggunakan script ataupun program yang dikembangkan orang lain, coders misalnya, untuk menyerang satu sistem operasi atau jaringan komputer.

d. Ethical Hacking

Ethical hacking atau peretas etis adalah hacker yang tugasnya menguji suatu sistem atau program untuk melihat seberapa bagus program itu ketika dijalankan pengguna.

Teknisnya, kegiatan ini bertujuan untuk menguji penetrasi suatu sistem, yang kebanyakan fokus pada penanganan atau perlindungan program dan sistem operasi.

Selain itu, mereka juga akan mengeksplorasi kemungkinan kerentanan perangkat untuk membantu pemilik bisnis atau perusahaan mengetahui kelemahan yang ada di sistem mereka, yang bisa dimanfaatkan cracker.

e. White hat hacker

White hacker adalah nama lain ethical hacking. Dalam konteks ini, merujuk ke orang yang melakukan kegiatan tersebut.

Bisa berupa konsultan keamanan program, coders atau yang lainnya. Intinya, mereka ini mahir atau pandai sekali otak-atik script.

Selain profesional, pengetahuan hacking dan toolset mereka tidak perlu diragukan lagi.

Karena memang tugas mereka adalah mencari celah, bug atau masalah keamanan yang mungkin saja timbul di kemudian hari.

f. Grey Hat Hacker

Peretas topi abu-abu adalah seseorang yang mahir komputer dan kadang-kadang melakukan kegiatan white hat hacking, kadang juga tidak.

Hanya saja, saat meretas, mereka tidak mencari keuntungan pribadi atau punya niat jahat, meski tindakan tersebut mengarah ke sana.

g. Histivisme

Histivisme atau yang kadang disebut hacktivist, internet activism, hacktivism termasuk hactivism adalah hacker yang melakukan kegiatan hacking untuk tujuan tertentu entah itu politik atau sosial.

Tujuan tersebut punya kaitan dengan kesadaran publik terhadap sesuatu atau untuk mengkampanyekan sesuatu.

Contoh sederhana adalah ketika hacker meretas satu situs untuk menjelaskan apa kerentanannya atau untuk mengkampanyekan global warming.

h. Teroris Siber

Jenis hacker paling terakhir adalah teroris siber atau teroris maya yang melakukan kegiatan hacking untuk meretas komputer pemerintah atau infranstruktur publik elektronis, pembangkit listrik atau menara kontrol lalu lintas udara misalnya.

Tujuannya adalah untuk menciptakan teror digital, yang sama berbahayanya dengan kegiatan teror lain.

2. Cracker

Cracker adalah kegiatan memanipulasi sistem, mencuri data pribadi atau melakukan aktivitas jahat lainnya.

Jadi, cracker berusaha memperoleh akses tidak sah terhadap satu sistem, menghancurkan data-data penting, mematikan server dan lain sebagainya.

Untuk mengidentifikasinya sangat mudah, karena ujung-ujungnya berkaitan dengan kejahatan, yang bertolak belakang dengan hukum.

Karena semua yang mereka lakukan, sebagian besar berdampak negatif seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

Ketrampilan cracker sangat variatif antara satu orang atau orang lain. Beberapa cracker hampir tidak tahu bagaimana menggunakan internet, sementara yang lainnya sudah jadi candu.

Mereka juga bisa disebut hacker, white hat hacker, peretas topi putih dan lain sebagainya namun dengan tujuan yang berbeda.

Jadi, apakah cracker masuk kategori hacker? Iya. Namun dalam konotasi yang buruk dan berbahaya.

3. Scammers

Scammers adalah modus penipuan untuk mengambil atau memanfaatkan sesuatu dari orang lain secara online.

Istilah scammers diambil dari kata Scam yang berarti menipu. Dan istilah ini makin populer seiring dengan meningkatnya penggunaan internet.

Jadi, seorang yang melakukan penipuan online entah itu di media sosial, search engine dan aplikasi chat, disebut scammers.

Dalam perkembangannya kemudian, lahir jenis-jenis scammers, diantaranya:

a. Phising

Sederhanannya, phising adalah kegiatan untuk mengelabui seseorang dengan tujuan untuk mencuri satu atau lebih informasi.

Satu informasi itu bisa berupa PIN ATM bank, Password media sosial entah itu Youtube, Facebook dan lain sebagainya.

Umumnya, cara pengelabuannya dengan berpura-pura jadi agensi atau lembaga resmi yang mengirimkan email yang didalamnya berisi tautan phising.

b. Auciton fraud

Auciton fraud atau lelang penipuan adalah satu kegiatan menjual sesuatu di internet, di toko online misalnya, padahal produk itu tidak ada.

Misalnya, ada yang jual tiket online untuk nonton konser Chris Daughtry di Jakarta, tapi nyatanya konser itu tidak ada.

c. Dark Patterns

Dark Patters adalah satu kegiatan memodifikasi antar muka situs, aplikasi dan lain sebagainya dengan tujuan mengelabui pengguna.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi dirinya, perusahaan atau orang lain ketimbang orang yang mengunjungi situs tersebut.

d. Donations Scam

Bentuknya sih seperti meminta bantuan secara online dengan alasan anaknya sedang sakit dan butuh operasi segera.

Meskipun, dalam beberapa kasus, ini nyata. Namun banyak orang yang sengaja buat akun palsu di situs donasi untuk menipu orang lain agar bisa dapat uang cuma-cuma.

e. Threat Scam

Threat scam adalah satu kegiatan mengirim email yang didalamnya berisikan informasi klaim bahwa pengirim bekerja di satu perusahaan.

Biasanya, email itu berisi ancaman. Misalnya, ada email dari Si A mewakili perusahaan B, yang adalah perusahaan Pinjol dan mengancam anda untuk segera bayar hutang dalam jangka waktu 1×24 jam.

Jika tidak, anda akan dituntut secara hukum. Hanya saja, jenis penipuan satu ini dapat dengan mudah di indentifikasi terlebih mereka yang meminta bayaran dalam bentuk Bitcoin.

f. Catfish

Catfish adalah satu kegiatan membuat akun palsu untuk menipu seseorang. Misalnya, seorang yang membuat profil palsu di situs kencan online dan menjalin hubungan dengan orang lain.

Pada akhirnya, orang itu membaut skenario palsu untuk meminta sejumlah uang kepada teman kencan onlinenya. Itulah kenapa kegiatan ini disebut catfish atau ikan lele.

g. Cold call scam

Cold call scam adalah salah satu jenis scammers via telepon dan mengaku sebagai perwakilan satu perusaahaan komputer, ACER misalnya, yang menginformasikan kepada seseorang bahwa komputer mereka sudah terinfeksi virus atau di retas satu jam yang lalu.

Mereka kemudian menawarkan satu aplikasi agar masalah tersebut selesai padahal aplikasi tersebut berisikan virus dan malware.

h. 419

Dinamakan demikian karena nomor diatas sering melakukan penipuan online yang menyebutkan dirinya dari Niegeria.

Karena itulah banyak pakar siber yang menyebutnya scamming Nigeria atau penipuan dari Nigeria.

Cara kerjanya sih cukup sederhana seperti menginformasikan dan meyakini target bahwa mereka akan dapat uang banyak atau memenangi satu kuis yang hadiahnya sepersekian ribu Dollar.

Agar uang tersebut bisa dikirim, mereka meminta informasi tentang anda, termasuk akun bank dan detail-detail lainnya.

Nantinya, informasi tersebut akan digunakan untuk menguras saldo bank anda tanpa sisa sedikit pun.

i. Chain mail

Chan mail atau surat dan surel berantai adalah salah satu jenis scamming yang tak terlalu berbahaya.

Scamming macam ini menyebar lewat email dan memberitahu kepada orang lain untuk meneruskan email tersebut ke orang lain agar dapat hadiah uang, dari Bill Gates misalnya.

j. Skimming

Skimming adalah satu kegiatan menyalin informasi yang ada di dalam kartu kredit atau debit, dalam strip magnetiknya, secara illegal.

k. Online Survey Scams

Penipuan survey online adalah satu situs survey yang mengatakan bahwa mereka menawarkan uang atau voucher tertentu kepada peserta, yang nyatanya scam.

4. Cheater

Cheater adalah suatu kegiatan menipu atau memanipulasi kode untuk meningkatkan permainan atau gameplay pada satu game secara tidak normal.

Selain dengan memanfaatkan kode pihak ketiga yang dibuat cracker, cheater juga bisa memanfaatkan bug dalam game.

Istilah cheter ini sangat populer di kalangan gamers. Misalnya, jika anda suka main PUBG Mobile, mungkin pernah ketemu sama player cheater yang bisa terbangkan mobil.

Atau mungkin yang bisa buat headshot otomatis, tambah demage, cheat suntik, cheat server, mengubah data dalam game, x-ray vision, wall baypass, anti-recoil dan lain sebagainya.

Oh iya, banyak player PUBG dari negeri Prindavan, India, menyebut cheater ini sebagai Hacker. Mungkin karena istilah itu lebih populer di sana.

Penutup

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan kalau hacker, cracker, Scammers dan cheater itu beda baik dari tujuan, cara kerja dan motivasi.

Dengan demikian,keliru saat mengatakan kalau empat isitlah diatas definisinya sama sekalipun aktivitasnya mirip.

Hacker tidak selalu berkaitan dengan aktivitas merusak sistem, mengambil dan mencuri informasi pribadi, pemerintah atau bank.

Kesamaan dari empat istilah diatas adalah karena aktivitas tersebut dilakukan orang yang paham dan ahli tentang script.

Jika punya tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terhadap postingan diatas, bisa tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang perbedaan hacker, crackers, scammer atau cheater. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar