Perbedaan Dongeng, Cerita Rakyat, Fabel, Legenda, Mitos, Hikayat dan Saga

Cerita rakyat ada banyak jenisnya mulai dari dongeng, fabel, legenda, mitos dan hikayat, yang seiring berkembangnya waktu, disebut dengan saga.

Semuanya diwariskan secara turun-temurun dan biasanya diceritakan kepada anak-anak dengan tujuan untuk memberikan nasihat atau meningkatkan imajinasinya.

Dalam buku Mutiara Yang Terlupakan (Pengantar Studi Sastra Lisan) karya Suripan Sadi Hutomo yang terbit pada 1991 disebutkan bahwa cerita rakyat adalah ekspresi budaya masyarakat itu sendiri.

Hal ini diwariskan lewat bahasa tutur yang punya hubungan langsung dengan berbagai aspek kebudayaan dan nilai-nilai sosial dari masyarakat tersebut.

Tapi, apa sih pengertian berbagai istilah diatas? Lalu apa perbedaan cerita rakyat, dongeng, fabel, legenda, mitos dan hikayat atau saga?

Jika penasaran jawaban dari berbagai pertanyaan dasar diatas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

1. Apa itu Dongeng?

Perbedaan Pantun, Gurindam, Syair, Mantra, Peribahasa dan Bidal
Gambar via graphicmama.com

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), dongeng punya beberapa pengertian dasar, diantaranya:

  • Cerita yang tidak benar-benda terjadi terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh
  • Perkataan, termasuk berita dan lain sebagianya, yang bukan-bukan atau tidak benar-benar

Misalnya, dongeng sangkakala yang adalah cerita zaman dahulu seperti cerita tentang para dewa atau malaikat.

Dari penjelasan diatas bisa diketahui kalau dongeng adalah bagian dari cerita rakyat, yang umumnya diceritakan kepada anak-anak.

Dan biasanya, menampilkan karakter fantasi dan menakjubkan seperti penyihir, pohon yang bisa dibaca, hewan yang berperilaku seperti manusia, peri dan seterusnya.

Hanya saja, banyak ahli yang berpendapat kalau istilah dongeng cenderung mengacu pada cerita fantasi bernuansa magis daripada fokus ke tokoh tersebut.

Karena itu, dongeng seringkali bersifat tradisional, yang diturunkan dari generasi ke generasi sebelum akhirnya ditulis lalu dicatat lewat buku.

Hanya saja, tidak diketahui siapa yang pertama kali membuat dongeng. Karena itu ia dianggap sebagai cerita turun temurun.

Menceritakan dongeng juga cukup penting karena bisa memicu imajinasi anak-anak. Sekaligus mendorong mereka untuk bersikap kreatif saat menghadapi satu masalah.

Karena dalam dongeng, apapun bisa terjadi dan siapa saja bisa menjadi tokoh utamanya. Dan saat mendengar tokoh tersebut, biasanya anak-anak akan berimajinasi kalau mereka adalah karakter tersebut.

Dongeng juga ada pada setiap budaya di dunia, termasuk di Indonesia. Dan hari ini, ia muncul dalam berbagai bentuk mulai dari cerita lisan, buku, film, musik dan kesenian.

2. Apa itu Cerita Rakyat?

Perbedaan Pantun, Gurindam, Syair, Mantra, Peribahasa dan Bidal
Gambar via designyourway.net

Cerita rakyat, di KBBI, diartikan sebagai cerita dari zaman dahulu yang hidup di kalangan rakyat dan diwariskan secara lisan.

Dari pernyataan diatas bisa disimpulkan kalau istilah cerita rakyat merupakan istilah yang kompleks yang mengacu pada dongeng, fabel sampai dengan peribahasa.

Artinya, sepanjang ia mencerminkan cerita yang diceritakan oleh orang-orang dari daerah tertentu, lisan atau tulisan, maka ia layak disebut cerita rakyat.

Baca Juga:

Biasanya, ia didefinisikan dengan nilai-nilai, kepercayaan atau cara hidup yang disukai di suatu komunitas yang berkembang dari tema-tema sastra lokal.

Cerita rakyat diturunkan dari generasi ke generasi, yang awalnya diceritakan secara lisan. Dan ada semacam aturan tak tertulis, yang mendorong agar orang-orang tua juga menceritakan cerita ini kepada anak-anak.

Karena itu, cerita rakyat dianggap sebagai bagian dari tradisi kebudayaan. Hanya saja, penemuan mesin cetak memungkinkan cerita ini muncul dalam versi cetak, lalu disebarluaskan secara bebas.

3. Apa itu Fabel?

Perbedaan Pantun, Gurindam, Syair, Mantra, Peribahasa dan Bidal
Gambar via reedsy.com

Fabel, di KBBI, diartikan sebagai cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang.

Biasanya, dalam cerita fabel ini, mengandung banyak pesan moral dan budi pekerti serta cenderung diceritakan kepada anak-anak.

Artinya, fabel adalah cerita yang menampilkan hewan, tumbuhan atau kekuatan alam secara antropomorfis atau yang menyerupai manusia.

Hanya saja fabel biasanya diakhiri dengan pesan-pesan moral yang dimaksudkan untuk menjadi bagian dari pembelajaran bagi orang-orang yang mendengarnya.

Dari penjelasan diatas, sebenarnya pengertian fabel mirip dengan mitos. Hanya saja, mitos lebih fokus pada dewa atau sifat kepahlawanan, yang akan dijelaskan pada poin berikutnya.

Artinya, fabel hanya fokus pada cerita tentang hewan, benda atau suatu kekuatan, alam misalnya yang dimaksudkan untuk memberi pelajaran moral.

4. Apa itu Legenda?

Perbedaan Pantun, Gurindam, Syair, Mantra, Peribahasa dan Bidal
Gambar via publishingperspectives.com

Legenda, dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah atau tokoh terkenal.

Karena itu, secara awam, legenda adalah suatu atau sekelompok cerita yang diceritakan tentang orang atau tempat tertentu.

Awalnya, istilah legenda sering ditujukan untuk orang-orang yang dihormati, sosok pahlawan dan orang-orang suci.

Hanya saja, dalam konteks ini, ia lebih merujuk pada cerita rakyat dengan karakter dari unsur-unsur mitologis, makhluk gaib atau fenomena lain.

Hanya saja, mereka terkait dengan tempat atau orang tertentu, yang dianggap sebagai bagian dari suatu sejarah yang terjadi di masa lampau.

Artinya, legenda juga adalah sebuah cerita rakyat juga. Namun bukan lebih dari sekedar cerita, ia memiliki kaitan dengan sejarah.

5. Apa itu Mitos?

Perbedaan Pantun, Gurindam, Syair, Mantra, Peribahasa dan Bidal
Gambar via wallpaperaccess.com

Ada beberapa pengertian Mitos dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), diantaranya:

  • Cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia dan bangsa tersebut, mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan cara gaib
  • Cerita tentang dewa-dewa dan pahlawan masa lalu yang memiliki tafsir dan makna tentang kejadian asal-usul manusia

Ciri utama dari mitos adalah cerita tersebut tidak memiliki pengarang atau tidak diketahui siapa yang pertama kali menceritakannya.

Meski demikian, mitos dibuat dengan tujuan untuk memberi pelajaran, menjelaskan salah satu dari banyak misteri atau fenomena alam.

Dalam beberapa kasus, mitos juga menggambarkan adat, lembaga atau ritus keagamaan dalam suatu kebudayaan atau masyarakat.

Dan mitos sendiri muncul di banyak budaya dan negara, yang sebagian besar didominasi oleh mitos soal penciptaan mereka sendiri.

Artinya, mayoritas mios, lepas dari premisnya, cenderung melibatkan sosok dewa atau pahlawan yang memiliki kemampuan dan ciri-ciri transendental yang tidak dimiliki manusia kebanyakan.

6. Apa itu Hikayat?

Perbedaan Dongeng, Cerita Rakyat, Fabel, Legenda, Mitos, Hikayat dan Saga
Gambar via polygon.com

Di KBBI, Hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang dan silsilah yang bersifat rekaan.

Atau juga soal keagamaan, historis, biografis, atau gabungan dari sifat-sifat tersebut, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang atau sekedar untuk meramaikan pesta.

Dalam beberapa kesempatan, hikayat juga sering disebut secara bergantian dengan saga. Secara umum ya dan di KBBI, saga adalah cerita rakyat berdasarkan sejarah yang telah dicampur sama fantasi.

Artinya, saga ini adalah prosa kisahan lama yang bersifat legendaris tentang kepahlawanan keluarga yang terkenal atau petualangan yang mengagumkan.

Dan jika Hikayat berkembang di Melayu maka Saga merupakan bagian dari sastra Islandia, negara Nordik yang merupakan bagian dari Eropa berkat alasan sejarah, politik dan geologis.

Artinya, saga atau hikayat juga adalah cerita rakyat dalam bentuk prosa, lepas dari jenis atau sifat narasi termasuk tujuan dari cerita itu sendiri.

Namun, dalam pengertian yang lebih teknis, ia dianggap sebagai fiksi legendaris dan sejarah dimana ada rekonstruksi imajinatif masa lalu menurut prinsip-prinsip estetika tertentu.

Karena itu, dalam atau hikayat, fitur-fitur khas dari sifat kepahlawanan atau unsur-unsur lain yang dianggap penting, sifat-sifat transendental dari seorang manusia misalnya, dilibatkan.

Perbedaan Dongeng, Cerita Rakyat, Fabel, Legenda, Mitos, Hikayat dan Saga

Lantas, apa sih perbedan dongeng, cerita rakyat, fabel, legenda, mitos dan hikayat atau saga? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak tabel dibawah ini:

PerbedaanDongengCerita rakyatFabelLegendaMitosHikayat (Saga)
PengertianDongeng adalah cerita imajinatif atau khayalan tentang sesuatu, peristiwa atau keadaanCerita rakyat adalah istilah general yang merujuk pada jenis cerita yang diwariskan secara turun-temurun dalam satu masyarakatFabel adalah cerita rakyat dengan tokoh utama seperti hewan yang berperilaku seperti manusiaLegenda adalah cerita tentang terbentuknya suatu tempat atau wilayah sehingga bisa dilihat sekarang iniMitos adalah cerita rakyat yang berkaitan dengan kepercayaan terhadap sesuatu seperti benda atau peristiwa gaibHikayat atau saga adalah cerita rakyat yang mengandung makna historis atau ada unsur sejarahnya
Ciri-ciriSingkat dengan alur cerita sangat sederhana dan ada tokoh protagonis dan antagonisDituturkan secara lisan, disampaikan turun temurun, mengandung nilai-nilai sosial kemasyarakatan, terdapat banyak versiTokoh utama adalah hewan, watak tokoh berperilaku seperti manusia, ada rangkaian kejadian kronologisDianggap sebagai cerita yang benar terjadi di masa lampau, cenderung sekuler atau keduniawian, dipercaya secara kolektifDianggap benar terjadi, merupakan bagian dari kepercayaan serta dianggap merupakan warisan kebudayaanTemanya tentang kerajaan, mengandung cerita khayalan, isi cerita kaku, dan cenderung edukatif
JenisFabel, lelucon, legenda, mite, sage, parabel dan dongeng biasaEpos, cerita jenaka, paralel, parabel, Fabel, legenda, mitos, mite, saga, dongeng hikayat dan lain sebagainyaFabel klasik tentang kejadian di zaman dahulu kala dan fabel modernKeagamaan, gaib, perorangan, lokal dan lain sebagainyaMitos asal-usul (mite) dan mitos penciptaanHikayat historis, saga sejarah, roman, epos, tambeh dan chara

Dari tabel diatas bisa diketahui kalau tidak ada perbedaan signifikan antara tiap istilah diatas. Mengapa demikian? Karena semua merupakan bagian dari cerita rakyat.

Hanya saja, jika dilihat lebih jauh lagi, perbedaan paling jelas terlihat pada ciri-cirinya dan bagaimana ia akan diceritakan.

Disisi lain, jika melihat jenisnya, maka semuanya bisa dikelompokan dalam tiga bagian. Pertama, dongeng yang terdiri dari dari legenda, saga dan fabel.

Sementara, mitos bisa berdiri sendiri karena merupakan cerita rakyat yang unik karena membahas tentang asal-usul suatu tempat atau keberadaan masyarakat.

Penutup

Mengetahui berbagai istilah di atas sangat penting terutama bagi anda yang ingin meningkatkan pengetahuan atau sedang mengklasifikasikan suatu cerita.

Hanya saja, tetap perhatikan variasi dari cerita itu sendiri. Karena dalam beberapa kasus, isi ceritanya cukup berbeda dengan tempat lain sekalipun tokoh utamanya sama.

Demikian artikel tentang perbedaan dongeng, cerita rakyat, fabel, legenda, mitos dan hikayat atau saga. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. 

2 pemikiran pada “Perbedaan Dongeng, Cerita Rakyat, Fabel, Legenda, Mitos, Hikayat dan Saga”

  1. Ternyata panjang urusannya soal jeprat jepret ini ya kak, terkesan ribet 😀
    Tapi menurut gw, bidang apapun kalo paham prinsip2 dasar semua jadi mudah. Yang bikin ribet itu kita sendiri karena suka bikin “teori” sendiri, semau gue wkwkwkwkwkwk

    Balas

Tinggalkan komentar