Perbedaan Dividen, Capital Gain, Profit, Prive, Laba dan Omset

Pernah dengar dua istilah diatas? Jika pernah, tahu ga pengertian dan perbedaan dividen dan capital gain?

Termasuk juga pertanyaan lain seperti mengapa dua istilah diatas sering disebut-sebut dalam seminar yang diselenggarakan trader, pialang saham atau investor?

Jika ditelisik lebih lanjut, dua-duanya mengarah pada keuntungan yang didapatkan saat beraktivitas di pasar saham.

Meski ada perbedaan teknis antara keduanya. Karena dividen didapatkan tanpa menjual saham sementara capital gain diperoleh dengan menjual aset atau saham.

Untuk dapat penjelasan lebih lanjut soal perbedaan dividen dan capital gain, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Sebelum itu, baiknya saya bahas dulu definisi dividen itu seperti apa termasuk definisi capital gain.

1. Apa itu Dividen?

Perbedaan Dividen, Capital Gain, Profit, Prive, Laba dan Omset
Gambar via pluang.com

Ada yang menyebutnya dividen ada pula yang menyebutnya deviden. Lantas, penyebutan mana yang benar?

Deviden adalah bentuk tidak baku dari dividen. Lantas, apa sih dividen itu? Mengapa kata ini sering dikaitkan dengan keuntungan dalam dunia saham atau investasi?

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], dividen punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Bagian laba atau pendapatan perusahaan yang besarnya ditetapkan oleh direksi serta disahkan oleh rapat pemegang saham untuk dibagikan kepada pemegang saham
  • Sejumlah uang yang berasal dari hasil keuntungan yang dibayarkan kepada pemegang saham sebuah perseroan atau perusahan

Dalam praktiknya kemudian, lahir beberapa istilah lanjutan soal dividen, diantaranya:

  • Dividen akhir tahun adalah dividen yang dideklarasikan sesudah laba bersih tahun yang bersangkutan dan ditentukan secara cermat
  • Dividen akrual adalah dividen yang besarnya bertambah setiap periode atau juga dikenal sebagai dividen tumbuh
  • Dividen ekstra adalah pembayaran dividen tambahan di luar dividen tahunan tetapi tidak merupakan kewajiban yang harus dilakukan
  • Dividen polis adalah dividen yang dipertentangkan pembagiannya antara pemegang saham besar dan kecil
  • Dividen properti adalah dividen yang diumumkan oleh perusahaan di tempat pembayaran tunai dividen yang para pemegang sahamnya adalah pemilik yang sah
  • Dividen reguler adalah dividen yang ditetapkan perusahaan atas saham-sahamnya, biasanya dibayarkan secara teratur
  • Dividen saham adalah dividen dalam bentuk saham dari salah satu golongan saham sendiri pada perusahaan yang bersangkutan
  • Dividen sementara adalah dividen yang dinyatakan dan dibayarkan sebelum laba tahunan ditetapkan
  • Dividen skrip adalah dividen yang dibayarkan dengan surat berharga
  • Dividen tahunan adalah dividen yang dibayarkan setiap tahun
  • Dividen tambahan adalah jumlah asuransi bebas premi yang diperoleh dari dividen polis dan ditambahkan jumlah pertanggungan dari polis atau dikenal juga sebagai dividen yang dibayarkan disamping dividen biasa karena laba melebihi target
  • Dividen tontine adalah dividen yang dibayarkan apabila tertanggung masih tetap hidup

Artinya, deviden atau dividen adalah hadiah, mayoritas dalam bentuk uang tunai, yang diberikan perusahaan kepada para pemegang saham.

Hadiah itu disesuaikan dengan porsi atau jumlah saham yang dimiliki. Jika kecil, maka dividennya sedikit.

Sebaliknya, jika sahamnya banyak, dividen yang diterima pun banyak. Dan hadiah ini ditentukan oleh direksi dan butuh persetujuan para pemegang saham.

Hanya saja, tidak wajib bagi perusahaan untuk membagikan dividen. Karena dividen sendiri adalah bagian dari keuntungan yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham.

2. Apa itu capital gain?

Perbedaan Dividen, Capital Gain, Profit, Prive, Laba dan Omset
Gambar via pluang.com

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari aset modal karena adanya peningkatan nilai aset dari saham perusahaan yang dibeli.

Jadi, letak keuntungannya terjadi pada saat saham itu dijual. Dengan kata lain, capital gain ini didapatkan seseorang setelah menjual saham yang dimilikinya.

Dan saat saham itu dijual, akan dikenakan pajak dan biaya administrasi yang sudah ditentukan sekuritas dan negara.

Namun tetap bergantung pada durasi investasi apakah jangka panjang, jangka menengah atau jangka pendek.

Sebagai contoh nih, di tahun 2019 saya beli saham PT Bank Central Asia Tbk dengan kode saham di Bursa adalah BBCA.

Baca Juga:

Saat itu harga sahamnya masih di level 27.000 Rupiah per lembar dengan harga per lot 2.700.000.

Saya belinya 10 lot atau sekira 1000 lembar saham dengan harga 27.000.000 Rupiah lebih, belum termasuk biaya admin dan pajak.

Bulan ini, karena lagi butuh duit dan sudah mendesak, saya putuskan untuk jual seluruh kepemilikan saham yang saya miliki di bank BCA.

Saat di jual, harga per lembarnya sudah naik di level Rp30.000. Jadi, uang yang saya dapatkan saat jual saham BCA jadi 30.000.000

Dengan demikian, saya dapat untung sekitar 3 juta. Keuntungan inilah yang kemudian di sebut capital gain.

Perhatikan, nilai capital gain ini akan meningkat seiring waktu berjalan dan bergantung kondisi pasar.

Dan capital gain diatas tidak bersih karena belum termasuk potongan mulai dari pajak sampai biaya admin atau fee jual beli saham.

3. Apa itu Profit?

Perbedaan Dividen, Capital Gain, Profit, Prive, Laba dan Omset
Gambar via searchenginejournal.com

Di KBBI, profit diartikan sebagai untung atau keuntungan. Yang juga dalam bisa dimaknai sebagai manfaat yang diperoleh.

Dan profit, kadang juga diartikan sama dengan laba. Mengapa demikkian? Karena sama-sama merujuk pada apa yang didapatkan seseorang dari usaha yang dilakukan.

Dalam perusahaan, profit adalah pendapatan yang diperoleh setelah perusahaan memperhitungkan semua pengeluaran yang dilakukan.

Pada UMKM, keuntungan ini akan disimpan langsung oleh pemilik bisnis atau pemilik perusahaan. Sementara, perusahaan publik, biasanya akan membagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen.

Dan umumnya, pemilik bisnis akan menyimpan uang profit tersebut untuk menginvestasikannya kembali ke perusahaan untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan pendapatan.

Dari sini bisa dipahami kalau laba adalah imbalan yang didapat oleh pemilik bisnis sebagai imbalan atas investasi yang dilakukannya.

4. Apa itu Prive?

Perbedaan Dividen, Capital Gain, Profit, Prive, Laba dan Omset
Gambar via iq-study.com

Jika profit merujuk pada hasil yang didapatkan pemilik bisnis atas usahanya, maka prive merujuk pada penarikan aset yang dimiliki atau modalnya ke perusahaan.

Biasanya, tujuan penarikan modal tersebut adalah untuk memenuhi keperluan pribadi, yang tidak ada hubungannya dengan operasional perusahaan.

Artinya begini, apabila seseorang melakukan prive di satu perusahaan, maka perusahaan akan memberikan uang tersebut dari modal yang dimiliki.

Dan modal perusahaan bisa berasal dari mana saja, salah satunya dari investasi, profit atau laba yang diperoleh dan sumber lainnya.

Karena itulah, secara umum, prive bisa diartikan sebagai aktivitas penarikan modal seluruh atau sebagian dari modal yang ditempatkan seseorang ke perusahaan atau penarikan pemilik perusahaan.

5. Apa itu Laba?

Perbedaan Dividen, Capital Gain, Profit, Prive, Laba dan Omset
Gambar via vecteezy.com

Diatas sudah disinggung apa itu profit, yang juga diartikan sebagai laba. Di KBBI, laba punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Selisih lebih antara harga penjualan yang lebih besar dan harga pembelian atau biaya produksi;
  • Keuntungan yang diperoleh dengan menjual barang dengan harga yang lebih tinggi daripada pembeliannya, membungakan uang dan sebagainya
  • Feadah, guna atau manfaat

Dalam prakktiknya kemudian, laba ini terbagi dalam beberapa jenis mulai dari laba bersih, laba ditahan, laba kkotor, laba margin, laba normal, laba rugi dan seterusnya, berikut penjelasannya:

  • Laba bersih adalah selisih antara jumlah keseluruhan pendapatan dan jumlah keseluruhan biaya dalam jangka waktu tertentu
  • Laba ditahan adalah keuntungan korporasi yang tidak dibagikan kepada anggota untuk memperbesar modal atau menutup kerugiannya
  • Laba kotor adalah hasil penjualan bersih sebelum dikurangi biaya produksi
  • Laba margin adalah laba berdasarkan tingkat selisih antara biaya produksi dan harga jual di pasar
  • Laba normal adalah laba yang tidak terlalu tinggi, tetapi juga tidak terlalu rendah sehingga suatu usaha masih layak untuk tetap dipertahankan
  • Laba rugi adalah untuk rugi dari aktivitas operasional peruahaan

Dan ya, laba adalah pendapatan yang terisasa setelah biaya produksi dikurangi. Biaya ini termasuk gaji karyawan, bahan baku, bunga utang dan juga pajak.

Artinya, laba biasanya digunakan untuk menggambarkan aktivitas binsis tetpai setiap orang dengan usaha uga bisa memperoleh laba atau keuntungan

6. Apa itu Omset?

Perbedaan Dividen, Capital Gain, Profit, Prive, Laba dan Omset
Gambar via searchenginejournal.com

Omset, yang merupakan bentuk tidak baku dari omzet, adalah jumlah uang hasil penjualan barang seperti dagangan tertentu selama satu masa jual.

Misalnya, tukang bakso yang setiap hari berjualan dari jam 3 sore sampai jam 9 malam. Setelah kembali ke rumah, ia menghitung uang yang diperolehnya.

Andaikata, penghasilannya adalah 600.000 ribu. Maka setelah dikurangni biaya operasional dan bahan baku, tersisa Rp250.000.

Nominal akhir tersebutlah yang dianggap sebagai omset. Lantas, apakah omset ini artinya sama dengan profit atau laba diatas?

Meski demikian, secara teknis, omset merujuk pada perputaran akuntasi untuk mengetahui sebearpa cepat bisnis berkembang.

Artinya, omset ini lebih merujuk pada efektivitas perusahan dalam mengumpulkan modal dan uang dengan berbagai cara, salah satunya dari piutang.

Perbedaan Dividen dan Capital Gain

Lantas, apa sih perbedaan dividen dan capital gain? Pasti penasaran, kan? Bisa lihat tabel dibawah ini:

PerbedaanDividenCapital gainProfitPriveLabaOmset
BentukUang tunai atau tambahan jumlah sahamUang tunaiUangUangUangUang
PeriodeDibayarkan secara berkala namun bergantung kebijakan perusahaanDirealisasikan pada likuidasi dan berlaku sekali seumur hidupPeriode tertentuPeriode khususPeriode tertentuWaktu penjualan tertentu
KeputusanDireksiSituasi pasarKondisi pasarKondisi perusahanPermintaan pasarPermintaan konsumen
PajakRendahTinggi tapi bergantung jangka waktu investasi apakah jangka pendek atau jangka panjangSudah termasukBelum termasukSudah termasukBelum atau tidak termasuk
AsalKeuntungan perusahaanPeningkatan nilai saham dan aset perusahaanOperasional perusahaanKondisi perusahaanOperasionalAktivitas bisnis
KontrolInvestor tidak bisa mengontrol dividenKeuntungan dapat dikendalikan investor

Agar lebih mudah memahami grafik perbedaan dividen dan capital gain diatas, simak 8+ hal dibawah ini:

  • Dividen adalah persentase keuntungan yang diberikan perusahaan kepada investor sedangkan capital gain dalam bentuk laba yang diperoleh setelah produk investasi, saham misalnya, di jual kepemilikannya
  • Dividen yang dibayarkan secara berkala bergantung pada kebijakan perusahaan sedangkan capital gain dijual atau dibeli dari satu investor ke Investor lainnya, atau mungkin di buyback oleh perusahaan
  • Dividen bergantung pada keputusan direksi dan diputuskan lewat pemungutan suara sedangkan capital gain diperoleh dari situasi pasar atau faktor makroekonomi lain
  • Dalam pajak dividen, biayanya cenderung lebih rendah karena pendapatan normal perusahaan sedangkan pajak capital gain tergolong tinggi meski bergantung pada jangka waktu investasi itu sendiri
  • Dividen memiliki nilai investasi yang relatif lebih sedikit untuk membeli saham sedangkan, dalam capital gain, diperlukan investasi besar untuk dapat capital gain yang lebih tinggi
  • Dividen yang dibagikan secara berkala bergantung pada kebijakan perusahaan sedangkan capital gain terjadi sekali seumur hidup untuk satu investasi
  • Dalam dividen, investor tidak dapat mengontrol dividen karena ditentukan oleh manajemen perusahaan sedangkan capital gain dapat dikendalikan oleh investor dengan menjual kepemilikan saham pada harga sahamnya lagi naik
  • Dividen memberikan pendapatan tetap sementara capital gain mengubah saham atau aset jadi uang tunai

Penutup

Intinya, dua istilah diatas, baik itu dividen dan capital gain jadi sumber pendapatan utama investor atau pemilik saham.

Jumlah pendapatan itu dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi pasar dan beban pajaknya.

Dan mudah-mudahan, setelah mengetahui perbedaan dua istilah diatas, khazanah ilmu pengetahuan anda tentang dunia saham bisa bertambah.

Sehingga anda bisa cari perusahaan yang rajin bagi-bagi dividen untuk dibeli sahamnya atau bisa beli perusahaan yang prospek kenaikan harga sahamnya meningkat.

Kalau ada tambahan, masukkan atau mungkin pertanyaan lain terkait dengan postingan ini jangan lupa sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang Dividen, Capital gain, profit, prive, laba dan omset. Semoga ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar