Perbedaan Distikon, Quatrain, Terzina, Quin, Sektet, Septima, Stanza, Soneta dan Sajak Bebas

Distikon, Quatrain, Terzina, Quin, Sektet, Septima, Stanza, Soneta dan sanjak Bebas adalah jenis dari puisi baru, yang tentu saja berbeda dengan puisi lama.

Perbedaanya dimana? Ada pada bagaimana puisi itu dibuat dan bentuknya seperti apa. Dengan demikian, isi, irama dan bentuknya berbeda.

Berbeda, dalam konteks ini, mengalami perubahan seiring berkembangnya zaman. Karena itu, puisi baru identik dengan puisis yang bebas dan tidak terikat pada aturan-aturan tradisional dalam pembuatan puisi.

Jenis puisi baru ada banyak sebagaimana yang sudah disebutkan pada judul diatas. Tapi, apa sih artinya? Dan apa perbedaan Distikon, Quatrain, Terzina dan Quin?

Termasuk juga jenis puisi baru lain seperti Sektet, Septima, Stanza, Soneta dan Sajak Bebas. Penasaran jawabannya apa? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

1. Apa itu Distikon?

Macam-Macam Jenis Puisi dan Contohnya: Puisi Lama, Baru dan Modern
Gambar via nyt.com

Di KBBI, distikon adalah puisi yang setiap baitnya terdiri atas dua baris, biasanya berirama akhir atau yang kadang juga disebut kuplet tertutup.

Kuplet sendiri adalah bait atau sajak, yang umumnya dinyanyikan, yang isinya terdiri atas dua baris atau lebih.

Baca Juga:

Dari sini bisa diketahui kalau distikon itu adalah puisi yang hanya memiliki dua baris saja. Dan setiap baris terdiri dari 4-5 suku kata.

Selain itu, distikon tidak diketahui siapa pembuat atau penyairnya, dan disampaikan dalam dua bentuk yakni lisan dan tulisan.

Umumnya, puisi modern jenis ini dibuat cukup dinamis, dengan struktur yang rapi dan simetris dengan tetap mempertahankan pola yang sama dengan puisi pada umumnya.

2. Apa itu Quatrain?

Macam-Macam Jenis Puisi dan Contohnya: Puisi Lama, Baru dan Modern
Gambar via cloudinary.com

Jika Distikon merujuk pada puisi baru yang hanya terdiri dari dua baris saja maka Quatrain atau kuatrain, yang dalam padanan resminya adalah kuatren, merujuk pada puisi b yang terdiri atas empat larik.

Empat larik itu ada dalam satu bait. Atas alasan ini, sering disebut sebagai puisi empat seuntai atau puisi yang mempunyai empat untai.

3. Apa itu Terzina?

Macam-Macam Jenis Puisi dan Contohnya: Puisi Lama, Baru dan Modern
Gambar via newyorker.com

Tersina, atau Terzina, dalam KBBI, adalah sajak yang terdiri atas tiga baris seuntai dengan empat bagan rima mulai dari a-b-a, b-c-b, c-d-c serta d-c-d.

4. Apa itu Quin?

Perbedaan Pantun, Gurindam, Syair, Mantra, Peribahasa dan Bidal
Gambar via publishingperspectives.com

Quin atau Kuin, dalam KBBI, adalah Sajak lima seuntai atau puisi yang terdiri dari lima untaian dengan rima yang sama seperti jenis lain.

5. Apa itu Sektet?

Perbedaan Pantun, Gurindam, Syair, Mantra, Peribahasa dan Bidal
Gambar via wallpaperaccess.com

Jika kuin memiliki lima untaian maka sektet lebih banyak lagi dimana merujuk pada sajak yang memiliki enam untaian.

6. Apa itu Septima?

Perbedaan Pantun, Gurindam, Syair, Mantra, Peribahasa dan Bidal
Gambar via designyourway.net

Septima, dalam KBBI adalah sajak yang terdiri atas tujuh baris. Artinya, ia merupakan versi lebih panjang dari terzina, Quin, Sektet atau Distikon diatas.

7. Apa itu Stanza?

Macam-Macam Jenis Artikel Berdasarkan Tujuan, Gaya Penulisan dan Isi
Gambar via penguin.co.uk

Stanza, dalam KBBI, adalah kumpulan larik sajak yang menjadi satuan struktur sajak, ditentukan oleh jumlah larik, pola mantra, rima atau bait.

8. Apa itu Soneta?

Perbedaan Novel, Novelet, Novella, Cerpen, Cerbung dan Roman
Gambar via creativebloq.com

Soneta, dalam KBBI, adalah sajak yang terdiri dari empat bait dimana 2 bait pertama masing-masing terdiri atas 4 baris dan 2 bait terakhir masing-masing terdiri atas 3 baris.

Jadi, jika ditotal semuanya ada 14. Karena itu, soneta sering disebut juga sebagai sajak 14 baris yang merupakan satu pikiran atau perasaan yang bulat.

9. Apa itu Sajak bebas?

Perbedaan Novel, Novelet, Novella, Cerpen, Cerbung dan Roman
Gambar via Pinterest

Sanjak bebas atau sajak bebas adalah karangan pendek yang mengambil bentuk tertentu dalam puisi lama entah itu syair, pantun atau mungkin gurindam.

Di KBBI, sajak bebas diartikan sebagai sajak yang baitnya tidak terikat pada jumlah larik tertentu seperti jenis puisi baru yang sudah disebutkan diatas.

Selain itu, jumlah kata dalam sajak bebas tidak memiliki jumlah kata yang tetap di setiap lariknya, begitu juga dengan iramanya yang tidak tetap.

Perbedaan Distikon, Quatrain, Terzina, Quin, Sektet, Septima, Stanza, Soneta dan Sajak Bebas

Lantas, apa sih perbedaan diskon, quatrain, terzina, quin, sektet, septima, stanza, soneta dan sajak bebas? Perbedaannya hanya ada pada panjang puisinya, berikut penjelasannya:

JenisPanjang puisi
DistikonDua seuntai
Terzinatiga seuntai
QuatrainEmpat seuntai
Quin atau QuintLima seuntai
SektetEnam seuntai
SeptimaTujuh seuntai
StanzaDelapan seuntai
SonetaEmpat belas baris
Sajak bebasTanpa aturan panjang kata

Jadi, perbedaannya hanya ada pada jumlah untaiannya. Untaian, dalam konteks ini, berarti rentengan atau rangkaian.

Dalam linguistik diartikan sebagai rangkaian unsur dalam deret linier atau deret unsur gramatikal, yang kadang juga disebut deret morfem.

Meski perbedaannya hanya ada pada jumlah untaiannya, secara tata bahasa,banyak orang yang sedikit bingung perbedaanya.

Misalnya, Soneta yang sering disebut secara bergantian dengan oktaf. Dan oktaf, dalam sastra, adalah sajak yang terdiri atas delapan larik dalam satu bait.

Artinya, ia sama dengan stanza. Lantas, apakah pernyataan tersebut benar? Secara umum, ya. Tapi, secara teknis tidak.

Mengapa demikian, karena soneta dianggap sebagai puisi dengan 14 baris. Jadi, oktaf lebih dekat dengan pengertian stanza diatas.

Penutup

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana puisi baru ada banyak jenisnya, yang diklasifikasikan berdasarkan panjang puisi itu sendiri.

Panjang puisi itu pada akhirnya melahirkan berbagai istilah-istilah baru sebagaimana yang sudah dijelaskan di bagian atas.

Demikian artikel tentang perbedaan Distikon, Quatrain, Terzina, Quin, Sektet, Septima, Stanza, Soneta dan Sajak Bebas. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

Satu pemikiran pada “Perbedaan Distikon, Quatrain, Terzina, Quin, Sektet, Septima, Stanza, Soneta dan Sajak Bebas”

Tinggalkan komentar