Pengertian & Perbedaan Antara Cek dan Bilyet Giro

7 min read

Perbedaan Antara Cek dan Bilyet Giro

Cek dan bilyet giro kedengarannya agak asing bagi masyarakat awam. Oleh karena itu, di artikel kali ini saya hendak mengulas pengertian serta perbedaan antara cek dan bilyet giro.

Cek itu apa ya? Bilyet Giro itu bentuknya gimana? Dua pertanyaan diatas sering saya dengar sebelumnya.

Entah dalam diskusi di media sosial atau saat berbicara dengan teman. Kebetulan, karena saya mengambil jurusan akuntansi saat kuliah maka dua istilah ini sering saya dengar sebelumnya.

Meski cek dan bilyet giro punya persamaan, namun secara teknis dua hal ini berbeda. Untuk anda yang penasaran perbedaannya termasuk juga pengertiannya, baca artikel ini sampai habis.

Pengertian cek dan bilyet giro

Sebelum lanjut pada topik inti yakni perbedaan cek dan bilyet giro baiknya saya bahas dulu deh pengertiannya.

Sebab dari pengertian inilah anda bisa menangkap atau mungkin memahami perbedaannya. Nah berikut disajikan pengertian cek dan bilyet giro.

1. Pengertian cek

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], cek punya beberapa pengertian. Namun pengertian yang paling mendekati dengan topik artikel ini adalah perintah tertulis dari pemilik rekening pada bank yang ditunjuk untuk membayar uang dalam jumlah tertentu.

Definisi cek juga sudah tertuang dalam UU No. 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan yang berbunyi:

Cek merupakan surat perintah tak bersyarat guna membayar sejumlah uang yang tercantum pada cek dimana penarikannya dapat dilakukan baik atas nama pemilik maupun atas unjuk dan merupakan surat berharga yang bisa diperdagangkan.

Dengan keterangan sebagai berikut:

  • Pemegang cek merupakan nasabah yang memegang cek untuk mendapatkan pembayaran atau melakukan pemidahkukuan dana dari satu bank tertarik seperti yang diperintahakan penarik pada bank tertarik
  • Giro atau rekening giro merupakan rekening giro Rupiah yang dananya bisa ditarik kapan saja dengan menggunakan cek serta bilyet giro atau sarana pembayaran lainnya atau untuk tujuan pemindahbukuan
  • Dana merupakan saldo efektif yang terdapat di dalam rekening giro serta rekening khusus penarik termasuk fasilitas cerukan yang terdapat di bank tertarik
  • Bank tertarik merupakan bank yang diperintahkan penarik untuk melakukan pembayaran serta pemindahbukuan sejumlah uang dengan menggunakan cek atau bilyet giro.

Dalam UU tersebut, agar cek dapat disebut sebagai cek, maka ia harus memiliki beberapa kriteria sebagai berikut:

  • Harus terdapat tulisan CEK
  • Ada perintah tanpa syarat untuk membayar uang dalam jumlah tertentu
  • Tertera nama bank pembayar [tertarik]
  • Terdapat penyebutan nama tanggal dan lokasi tempat dimana cek dikeluarkan secara resmi
  • Terdapat tanda tangan penarik

Disisi lain, pengertian cek menurut KBBI diatas memunculkan berbagai istilah lain yang saling berkaitan dengan cek pada umumnya, beberapa diantaranya:

  • Cek atas bawa adalah cek bisa mencatut atau tidak mencatut nama penerima pembayaran secara langsung
  • Cek bank adalah cek yang ditarik oleh suatu bank atas bank yang lain
  • Cek berjaminan adalah cek yang dibagian depannya tertulis nama pegawai bank tempat dimana cek itu ditarik termasuk penanggung dan juga yang mengesahkan tanda tangan penarik sebagai depositor bank untuk dijadikan bukti kalau dana yang ada di cek cukup
  • Cek blangko adalah formulir cek yang telah ditandatangni oleh penarik tanpa dicantumkan jumlah dana yang harus dibayar atau dibayar
  • Cek gantung adalah cek yang sudah ditulis tetapi belum diserahkan kepada bank untuk diuangkan
  • Cek intern adalah cek yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh satu atau lebih petugas bank, kasir misalnya
  • Cek jalan adalah cek yang dibuat bank untuk keperluan perjalanan dan kadang disebut juga cek musafir
  • Cek karis adalah cek yang ditarik oleh suatu bank atas bank itu sendiri
  • Cek kasir adalah surat berharga yang dapat diperjualbelikan, dikeluarkan oleh bank atas pesanan khusus dan disahkan pakai tanda tangan pejabat bank
  • Cek kadaluwarsa merupakan cek yang hak penagihan pembayarannya sudah melewati batas waktu yang ditentukan, yaitu setelah enam bulan atau lebih dan dihitung sejak berakhirnya tenggang waktu 70 hari usai tanggal penarikannya
  • Cek kliring adalah cek yang biasa dihitung saat pertemuan kliring
  • Cek kosong yang adalah cek yang tidak dapat diuangkan karena uang yang disimpan di bank yang dimaksudkan sudah tidak tersedia atau cek bertanda tangan yang tidak berisi jumlah uang yang akan dibayarkan yang lazim disebut cek putih
  • Cek lunas merupakan cek yang sudah lunas atau sudah dibayar hanya saja cek ini akan dikembalikan kepada nasabah dengan bukti berupa tandatangan dan tanda pelunasan dari Bank yang fungsinya sama seperti kuitansi 
  • Cek mundur adalah cek yang penarikan dananya berlaku mundur atau surut
  • Cek nonpari adalah cek yang tidak dapat ditarik sesuai dengan nilai yang tercantum pada cek tersebut apabila ditarik di bank lain
  • Cek order adalah cek yang didalamnya terdapat identitas penerima pembayaran atau mungkin dengan klausal order. Cek ini juga bisa dipindahbukukan kepada orang lain dengan cara endosemen
  • Cek paritas adalah penggunaan paritas untuk memeriksa keakuratan data yang dikirimkan atau yang disebut juga tilikan paritas
  • Cek pelanggan adalah cek yang bisa diterima pelanggan sebagai alat untuk membayar sebagian atau seluruh hutangnya
  • Cek pelawat merupakan alat yang digunakan untuk membayar sejumlah uang yang mirip dengan cek kebanyakan namun dibuat khusus untuk orang yang bepergian dan bisa diuangkan di badan atau lembaga keuangan yang ditunjuk atau yang bekerjasama dengan pihak yang mengeluarkan cek pelawat tersebut
  • Cek rusak adalah cek yang rusak karena lusuh atau sobek sehingga tidak layak bayar
  • Cek silang adalah cek yang pada halaman mukanya diberi dua garis sejajar menyerong yang ditarik dari sisi kiri bawah ke sisi kanan atas, tanpa memuat keterangan apapun [silang umum] atau memuat nama bank [silang khusus] diantara dua garis itu
  • Cek terbuka merupakan cek yang bisa dibayar kepada pemilik cek kapan saja tanpa harus pemilik cek datang sendiri ke bank
  • Cek terjamin adalah cek yang dilindungi [dijamin] pembayarannya oleh bank
Manfaat cek

Lantas, apa sih manfaat cek bagi nasabah? Secara umum, ada beberapa manfaat yang didapatkan, diantaranya:

  • Sebagai alat untuk mengawas jumlah dana yang ada di bank
  • Sebagai salah satu alat pembayaran yang sah dan diakui secara luas
  • Sebagai bukti sebelum menarik dana dari bank
  • Dan sebagai alat pencatatan atau pembukuan setiap transaksi penarikan dana di Bank

Disisi lain, bagi pemegang cek ada banyak manfaat yang bisa dirasakan, berikut beberapa diantaranya:

  • Sebagai salah satu alat yang bisa digunakan untuk menyelesaikan hutang piutang kepada pihak lain
  • Dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah sama seperti uang
  • Dapat digunakan oleh penerima yang setara dengan pembayaran tunai
  • Penerima cek bisa menggunakan cek tersebut untuk mencairkan dana yang tertera saat itu juga untuk mendapatkan uang tunai
Bentuk dan jenis cek

Sebenarnya, bentuk dan jenis cek sudah saya singgung dibagian atas pada istilah-istilah yang berkaitan dengan cek.

Namun bentuk dan jenis cek yang banyak beredar di Indonesia hanya ada 6, berikut daftarnya:

  • Cek atas nama merupakan cek yang didalamnya tertera nama penerima dana dan bank yang wajib melakukan pembayaran pada nama yang tertera didalam cek
  • Cek atas unjuk yang merupakan cek yang tidak mencantumkan nama penerima. Artinya, pihak bank akan melakukan pembayaran pada siapa saja yang membawa atau memiliki cek tersebut
  • Cek khusus atau yang lazim disebut cek dividen merupakan cek yang terbitkan oleh bank kepada suatu perusahaan untuk membayar dividennya
  • Cek cinderamata adalah cek yang diterbitkan oleh bank pada nasabah yang digunakan sebagai cinderamata yang lazim disebut sebagai cek perjalanan atau musafir
  • Cek silang merupakan cek yang terdapat tanda garis menyilang di bagian ujung kiri atas yang banyak digunakan untuk mekanisme kliring antar bank
  • Cek kosong adalah cek unjuk pemegang baik lewat kliring atau lewat loket bank secara langsung atau over the counter. Cek macam ini akan ditolak pembayaran atau pemindahbukuan dengan alasan saldo giro didalamnya tidak cukup atau rekening sudah di blokir atau ditutup.
Contoh cek

Bagaimana cara mengetahui cek bank? Untuk mengetahuinya anda bisa lihat tulisan dibagian kiri atas termasuk bentuk dan warnanya.

Berikut disajikan beberapa contoh cek Bank:

  • Contoh lembaran cek jadul [jaman dulu] yang dikeluarkan Bank Indonesiacontoh cek bank Indonesia jadul
  • Contoh Cek dari Bank Central Asia [BCA]contoh cek BCA
  • Contoh cek dari bank BTNcontoh cek bank BTN

Kadang, ada juga masyarakat yang menyebutnya dengan nama Warkat. Soal ini enggak sepenuhnya salah karena secara teknis cek adalah bagian dari warkat. 

Untuk penjelasan lebih detail soal warkat dan jenis-jenisnya akan saya ulas di artikel saya selanjutnya.

2. Pengertian Bilyet Giro

Dari sumber yang sama yakni KBBI, bilyet punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Kartu atau karcis
  • Kertas berharga yang dikeluarkan Bank

Lah, bukannya ada kata giro disitu? Iya ada dan saya enggak lupa. Dari sumber yang sama, Giro adalah simpanan uang milik nasabah yang ada di bank yang mana penarikannya dapat dilakukan setiap waktu baik menggunakan cek atau surat perintah pembayaran lain serta bisa dipindahbukuan.

Dengan demikian, giro dapat dipahami sebagai cara pembayaran dengan metode memindahbukukan atau mentransfer sejumlah dana dari beberapa pihak, yakni:

  • Pihak pembayar atau pemilik giro
  • Bank sebagai pihak penyalur
  • Penerima dengan menggunakan akun bank

Dari pengertian giro diatas kemudian muncul dua istilah penting yang saling berkaitan yakni:

  • Giro bilyet atau bilyet giro adalah surat giro atau surat berharga giro
  • Giro pos adalah giro yang dikeluarkan oleh kantor pos

Dengan begitu, definisi bilyet giro adalah surat giro atau surat berharga giro yang dikeluarkan oleh pihak bank secara sah.

Baca Juga : Pengalaman dan cara mengatasi PIN ATM BRI yang terblokir

Pengertian diatas tentu masih membingungkan bagi beberapa orang. Agar lebih paham, simak pengertian bilyet giro menurut Bank Indonesia [BI] dibawah ini:

Bilyet giro adalah surat perintah berharga dari nasabah rekening giro yang ditujukan kepada Bank bersangkutan untuk memidahbukukan sejumlah uang atau dana dari rekeningnya ke rekening penerima dana.

Artinya, bilyet giro itu seperti cek namun dana harus di transfer dulu ke rekening tujuan untuk bisa dicarikan menjadi uang tunai.

Artinya, transaksi yang terjadi menggunakan bilyet giro enggak serta-merta bisa dicairkan dengan uang tunai langsung sebelum ditransfer ke rekening penerima.

Karakteristik bilyet giro

Karakteristik bilyet giro mengacu pada syarat formal pembuatan bilyet berdasarkan peraturan yang berlaku.

Dan secara umum, ada beberapa karakteristik bilyet giro menurut Bank Indonesia, diantaranya:

  • Terdapat nama dan nomor bilyet giro
  • Terdapat nama tertarik
  • Berisikan perintah yang jelas dan tanpa syarat guna memindahbukukan dana yang bebannya ada pada rekening penarik
  • Terdapat nama dan nomor rekening pemegang
  • Terdapat nama bank penerima cek bilyet
  •  Terdapat jumlah dana yang akan dipindahkan secara lengkap dalam bentuk angka dan huruf
  • Terdapat waktu dan tempat penarikan berupa tempat dan tanggal
  • Nama dan tandatangan jelas serta dilengkapi cap atau stempel sesuai syarat pembukaan rekening

Manfaat bilyet giro

Ada beberapa manfaat jika seseorang memiliki bilyet giro, diantaranya:

  • Uang dalam rekening giro yang dimiliki jauh lebih aman
  • Anda tidak perlu takut lagi dengan tindak kejahatan, pencurian misalnya, karena membawa uang dalam jumlah besar
  • Uang anda akan tersimpan dalam bentuk surat berharga
  • Anda akan lebih mudah melakukan transaksi entah itu menjual atau membeli karena tidak ada limit atau batasan
  • Uang dapat ditarik kapanpun yang terpenting pada saat jam kerja Bank

Contoh bilyet giro

Berikut beberapa contoh bilyet giro dari beberapa bank yang ada di Indonesia:

  • Contoh bilyet giro bank DanamonContoh bilyet giro
  • Contoh bilyet giro Bank Central Asia [BCA]Contoh bilyet giro
  • Contoh bilyet giro Bank Negara Indonesia [BNI]Contoh bilyet giro

Perbedaan Antara Cek dan Bilyet Giro

Setelah memahami pengertian cek dan bilyet giro, pasti beberapa dari anda sudah menerka-nerka apa perbedaannya, kan? Saya juga demikian.

Nah berikut disajikan perbedaan antara cek dan bilyet Giro dibawah ini.

1. Cek

Secara umum, ada beberapa perbedaan antara cek dan bilyet giro, diantaranya:

  • Cek dapat diuangkan langsung di bank secara tunai
  • Pembayaran yang dilakukan pihak bank dapat dilakukan atas unjuk
  • Penarikan dana menggunakan cek akan dikenakan biaya materai
  • Fungsi cek adalah sebagai surat perintah berharga dari nasabah kepada pihak bank agar membayar dengan tunai pada orang yang sudah ditunjuk oleh pemegang cek tersebut
  • Cek belum bisa diuangkan secara tunai kepada pihak bank sebelum diberi tanggal penerbitan. Artinya, hanya cek yang sudah tercantum tanggal penerbitannyalah yang bisa ditarik
  • Aturan atau sumber hukum penerbitan cek terutang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang [KUHD]

2. Bilyet giro

Disisi lain, bilyet giro juga punya perbedaan dengan cek. Berikut diantaranya:

  • Bilyet giro tidak dapat dicairkan langsung secara tunai
  • Pemidahbukuan bilyet giro hanya bisa dilakukan atas nama yang sama
  • Bebas biaya materai saat penarikan
  • Fungsi bilyet giro adalah sebagai surat perintah nasabah pada bank agar memidahkan dana pada orang yang ditunjuk saja dan punya rekening bank yang jelas
  • Bilyet giro bisa diserahkan bank sebelum tanggal efektif. Artinya, tanggal efektif itu lebih awal dari dari tanggal diterbitkannya bilyet giro
  • Dalam bilyet giro tercantum tanggal penerbitan dan tanggal efektif secara jelas
  • Dasar hukum penerbitan bilyet giro mengacu peraturan Bank Indonesia [PBI]

Persamaan cek dan bilyet giro

Diatas sudah saya singgung pengertian dan perbedaan antara cek dan bilyet giro. Namun, selain dua hal diatas, cek dan bilyet giro juga punya persamaan.

Nah berikut disajikan persamaan antara cek dan bilyet giro, diantaranya:

  • Bentuk fisik cek dan bilyet giro mirip
  • Cek dan bilyet giro fungsinya sama sebagai alat pembayaran giral
  • Cek dan bilyet giro punya tanggal kadaluwarsa yang sama yakni 70 hari atau 3 bulan
  • Dapat dijadikan sebagai bahan perhitungan kliring
  • Merupakan perintah kepada pihak bank agar melakukan mutasi pembayaran atas rekening nasabah

Penutup

Baik cek dan bilyet giro fungsinya cukup penting bagi setiap nasabah termasuk pelaku bisnis online yang ingin melakukan transaksi keuangan dengan aman.

Artinya, ada kemudahan yang didapatkan oleh pemiliknya yang bisa membantu setiap kebutuhan transaksi keuangan yang dilakukan.

Demikian artikel tentang pengertian & perbedaan antara cek dan bilyet giro. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *