Apa Sih Perbedaan Afiliasi dan Referral Marketing?

4 min read

Afiliasi dan Referral

Dua istilah pemasaran diatas mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda. Tapi, tahukah anda apa perbedaan afiliasi dan referral marketing? Apa pengertiannya? Simak penjelasannya di artikel ini.

Jujur, afiliasi dan referral merupakan salah satu sumber penghasilan saya dari blog, meski kecil, tapi lumayan untuk tambah-tambah ongkos perpanjang hosting dan domain.

Pengalaman menghasilkan uang dari afiliasi atau dari referral itulah yang memotivasi saya untuk buat postingan ini.

Perlu diketahui, dua model pemasaran diatas bertujuan untuk mendorong penjualan dengan imbalan berupa insentif bagi siapa saja yang berkontribusi dalam penjualan.

Hanya saja, strategi dan teknik untuk mendorong konversi itu diserahkan ke masing-masing individu.

Sebagai bocoran, pemasaran afiliasi itu punya struktur yang sama dengan pemasaran rujukan karena sama-sama menawarkan insentif.

Affiliate marketing fokus pada langganan merk pihak ketiga sementara referral fokus untuk memberi penghargaan pada pelanggan saat ini.

Untuk penjelasan lebih detail dan lengkap, simak artikel ini sampai habis. Tapi sebelum itu baiknya saya bahas dulu pengertian afiliasi dan referral.

Pengertian Afiliasi dan Referral

Lantas, apa sih definisi afiliasi? Apa definisi referral? Pasti penasaran, kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Apa itu afiliasi?

Dalam pengertian yang lebih awam, afiliasi adalah suatu hubungan berupa aliansi atau saling terikat satu dengan yang lain.

Disini saya tidak menggunakan pengertian awam diatas karena konteks pembahasannya yang lebih mengarah ke pemasaran atau marketing.

Pemasaran digital ini bertujuan untuk menghubungkan antara suatu jasa atau produk dengan konsumen atau calon konsumennya.

Karena sifatnya pemasaran, maka media yang digunakan adalah internet. Dalam konteks internet, ia bisa berupa postingan blog, status di media sosial atau mungkin tautan di dalam file, pdf misalnya.

Jadi tak usah heran jika anda sering melihat tautan-tautan afiliasi di deskripsi video Youtube, blog, deskripsi podcast, status Facebook, stories Instagram dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, saya punya produk A yang dijual di salah satu eCommerce Indonesia. Untuk meningkatkan penjualan saya mempromosikannnya secara digital dengan beriklan di Facebook Ads atau Google Ads.

Tapi kok penjulannya gitu-gitu aja? Saya pun dapat ide untuk meningkatkan penjualan minimal 30% tahun ini. Katakanlah, produk A itu adalah template WordPress atau Blogger.

Jadi target konsumennya adalah blogger baru atau blogger lama yang pengen ganti template dengan yang baru.

Saya kemudian menghubungi beberapa blogger yang cukup terkenal untuk ikut mempromosikan produk tersebut.

Agar review para blogger itu lebih bagus, saya berikan stimulus berupa uang. Plus, mereka bisa dapat penghasilan tambahan dengan membagikan tautan afiliasi yang saya buat.

Baca Juga : Perbedaan Akademi, Institut, Politeknik, Sekolah Tinggi dan Universitas

Nah orang-orang inilah yang saya sebut sebagai afilator. Sampai disini sudah paham belum? Jika belum paham, intinya begini:

Afiliasi itu adalah suatu model pemasaran dengan memanfaatkan sosialisasi atau jaringan antar satu orang dengan orang lain.

Sosialisasi atau jaringan ini terbentuk dalam media-media atau mikroplatform seperti Blog, Channel Youtube, forum, video Facebook dan lain sebagainya.

Dan saat ini ada banyak sekali program afiliasi yang tersedia dengan berbagai skema, metode, durasi cookie dan produk yang ditawarkan.

Anda bisa daftar ke program ini untuk menjaring teman, keluarga atau orang lain agar jadi pelanggan di produk yang anda promosikan.

Tiap kali berhasil menjaring orang, anda akan dapat komisi. Besarannya tergantung dari ketentuan pihak platform, bisa 5% hingga 40% dari total penjualan.

Jadi, semudah itu untuk dapat uang dari afiliasi. Semakin banyak orang yang berhasil dijaring, penghasilan yang didapatkan semakin besar.

Kalau begitu, apa bedanya dengan MLM? MLM itu menjaring orang, lalu orang yang dijaring mengajak orang lain, begitu seterusnya [akan saya jelaskan dilain kesempatan].

Sifatnya top-down. Sementara afiliasi itu gak. Ketika ada orang yang anda ajak bergabung, maka mentok saja disitu.

Oh iya, sebagai afiliator, anda tidak punya kewajiban untuk membeli produk atau jasa yang mau dipromosikan.

Cara kerja afiliasi

Lantas, bagaimana sih cara kerja afiliasi? Cara kerjanya cukup mudah. Dimana, ada tiga orang yang terlibat disini, yakni:

  • Ada pemilik produk. Pemilik produk ini bisa siapa saja mulai dari pemilik situs web, perusahaan ecommerce, seller dan lain sebagainya
  • Afiliator atau orang-orang yang mempromosikan produk pemilik aslinya yang sudah saya sebutkan di poin pertama. Selain mempromosikan, mereka juga bertugas untuk mempengaruhi calon konsumen agar membeli produk atau berlangganan jasa yang ditawarkan
  • Calon konsumen adalah orang yang akan membeli produk atau tertarik berlangganan produk yang dipromosikan afiliator

Karena itu, banyak program afiliasi yang menawarkan sistem cookie dengan durasi yang lumayan lama. Bisa sampe 6 bulan.

Dengan demikian, apabila ada calon konsumen yang klik link afiliasi yang anda tempatkan tapi belum melakukan konversi karena dana belum cukup, cookie tetap tersimpan di browser [khusus untuk digital].

Jika durasinya cokienya 6 bulan, maka dalam durasi tersebut entah bulan ke tiga atau kelima baru melakukan konversi, anda tetap dapat komisi.

Disinilah hebatnya pemasaran afiliasi. Makanya, banyak orang yang tertarik ikut program afiliasi, selain menguntungkan, durasi cokienya lama.

2. Apa itu referral?

Setelah memahami apa itu afiliasi, berikutnya akan saya ulas pengertian referral. Sebelum menjelaskan perbedaannya, saya bahas dulu pengertiannya.

Untuk referral, ada yang menyebutnya sebagai tautan referensi, ada juga yang menyebutnya sebagai review, konsultasi, aksi hingga testimoni.

Saya enggak tahu pasti apa definisi referral karena belum ada pedanannya dalam bahasa Indonesia. Namun banyak orang yang kemudian menyebutnya tautan referensi.

Tautan referensi ini bisa diartikan sebagai suatu model pemasaran dengan cara mempengaruhi seseorang agar menggunakan produk atau layanan yang pernah ia gunakan sebelumnya.

Jadi, konsep referral ini gak jauh beda sama afiliasi. Dimana, anda merekomendasikan orang untuk menggunakan produk atau layanan tertentu.

Model pemasaran satu ini berputar sama hubungan antara pelanggan, teman pelanggan, rekan mereka, keluarga, kolega dengan merk.

Pelanggan itu akan mempromosikan merk anda ke jaringan atau kenalan mereka guna mendapatkan hadiah.

Hadiahnya bisa berupa uang atau barang. Kebanyakan sih berupa uang yang bisa dicairkan setelah mencapai ambang batas tertentu

Jadi, model pemasarannya sangat alami sebab pelanggan tersebut didorong untuk jadi duta merk yang aktif. Intinya, program rujukan atau referral ini didasarkan pada interaksi pribadi.

Kadang juga disebut pemasaran dari mulut ke mulut karena topik utamanya berpusat pada fakta-fakta tentang merk atau brand dimaksud.

Sekilas mirip sih dengan testimoni tapi kalau diperhatikan dengan seksama, ada perbedaan mendasar antara referral dan testimoni.

Cara kerja referral

Seperti yang saya sebutkan diatas, referral ini mirip dengan afiliasi. Cara kerjannya juga demikian, dimana:

  • Ada pemilik produk
  • Ada orang yang sudah menjadi pelanggan produk tersebut dan mereferensikannya kepada orang lain dengan tujuan untuk mendapatkan insentif
  • Ada calon konsumen yang tertarik dan akan menjadi pelanggan dari produk yang anda referensikan

Tapi, referral ini gak punya durasi cokie. Artinya, konversi harus dilakukan sesegera mungkin atau saat itu juga.

Jadi, tautan referral dan afiliasi sama-sama menghasilkan. Bedanya ada pada cara dan mungkin saja produk yang dipromosikan.

Perbedaan Afiliasi dan Referral

Lantas, apa sih perbedaan antara afiliasi dan referral? Pasti penasaran kan? Silahkan lihat poin-poin inti dibawah ini:

  • Afiliasi kebanyakan mempromosikan produk dan layanan digital termasuk produk fisik dari ecommerce sementara referral mereview atau menggunakan produk terlebih dahulu sebelum direferensikan kepada orang lain. Karena itu saya sempat nyebut kalau referral ini mirip dengan testimoni
  • Ada juga yang mengatakan kalau referral itu fokus pada aplikasi atau perangkat lunak sementara afiliasi fokus pada produk dan layanan digital termasuk produk fisik
  • Afiliasi fokus pada konversi atau keuntungan finansial sementara referral fokus pada kepercayaan calon konsumen

Persamaan afiliasi dan referral

Meski punya perbedaan, afiliasi dan referral tentu punya persamaan. Mengingat, perbedaan dua metode pemasaran diatas beda-beda tipis.

Berikut persamaan antara afiliasi dan referral, diantaranya:

  • Ada insentif yang didapatkan
  • Sama-sama mempromosikan produk dari orang lain atau pihak ketiga
  • Sama-sama menggunakan tautan atau link ajakan untuk menggunakan produk, layanan, melakukan pembelian atau menginstal aplikasi
  • Dua-duanya merupakan salah satu metode promosi yang cukup efektif untuk menarik konsumen baru
  • Merupakan teknik pemasaran digital yang handal dan popular

Penutup

Mengetahui pengertian dan juga perbedaan dua hal diatas sangat penting terlebih untuk anda yang pengen jadi internet marketer di kemudian hari.

Dalam konteks pemasaran, dua hal diatas tidak jauh beda dengan influencer. Hanya saja, para influencer itu mempromosikan produk atau aplikasi kepada pengikut atau subscribernya.

Oh iya, jika ada dari anda yang tahu perbedaan atau persamaan lain yang belum saya ulas diatas, silahkan tinggalkan di kolom komentar agar kita bisa diskusi lebih lanjut.

Demikian artikel tentang pengertian, persamaan & perbedaan afiliasi dan referral. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *