Pengertian Rabies: Penyebab, Gejala, Ciri-Ciri dan Contoh

Rabies adalah suatu keadaan atau penyakit pada hewan disebabkan oleh virus yang menyerang saraf dan tertular lewat gigitan atau jilatan.

Sejak didomestikasi ribuan tahun silam, anjing telah berubah menjadi salah satu hewan paling setiap yang dipelihara manusia.

Dan memelihara anjing bagi sebagian orang adalah merupakan kegemaran tersendiri bagi sebagian orang.

Meski tingkat kesetiaan dan loyalitasnya yang tinggi, orang-orang juga takut memelihara anjing karena berbagai alasan salah satunya rabies.

Ada banyak solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini antara lain melalui vaksinasi terhadap hewan.

Bagaimana jika sudah terlambat? Ini yang jadi masalah. Jadi, tidak ada salahnya kan kalau kita mengetahui ciri-ciri anjing yang terkena rabies.

Pada intinya, tanda-tanda ini tidak dapat dilihat dengan jelas. Biasanya virus masuk melalui hidung dan udara atau juga lewat lapisan daging selama beberapa waktu.

Jika sistem imun dan antibodi dalam tubuh anjing tidak terlalu baik maka virus akan cepat menyebar melalui sumsum tulang belakang hingga akhirnya menuju otak.

NOTE: Ini bukanlah artikel medis dan informasi yang ditulis belum ditinjau oleh Dokter atau ahli. Kebijakan pembaca sangat dibutuhkan!

Pengertian Rabies

pengertian rabies
Gambar via who.int

Di KBBI, rabies adalah penyakit menular yang sering menjangkiti binatang berdarah panas seperti anjing, kucing, dan serigala.

Penyakit ini sangat berbahaya, yang disebabkan oleh virus, biasanya menyerang pusat saraf penderitanya dan dapat menular melalui gigitan.

Virus rabies ada hampir di seluruh dunia termasuk di Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Asia Tenggara, dan Eropa.

Meski ada beberapa wilayah di dunia yang sampai hari ini kasus rabiesnya masih 0 seperti Australia, Selandia Baru, Jepang, Irlandia, Islandia, Inggris dan lain sebagainya.

Jika rabies terinfeksi pada anjing maka ia bisa disebut penyakit anjing gila. Dan bukan saja mamalia yang bisa terinfeksi rabies tetapi juga manusia.

Meski penyakit ini dapat dicegah atau diobati, tapi perlu deteksi dini. Karena begitu gejala rabies muncul, dampaknya bisa sangat fatal.

Virus ini disekresikan dalam air liur. Dengan demikian, paling sering ditularkan lewat luka gigitan dari hewan yang sudah terinfeksi sebelumnya.

Baca Juga:

Ketiga gigitan menyentuh kulit, virus akan memasuki aliran darah. Atau, bisa juga lewat luka terbuka yang terkena air liur hewan yang sudah terinfeksi, biasanya lewat jilatan.

Sekalipun dapat menular di antara hewan peliharaan, rabies pada anjing sering berasal dari kontak dengan hewan liar seperti kelelawar, rakun, rubah dan lain sebagainya.

Diperkirakan, setiap tahun, ada sekitar 400 hingga 500 kasus rabies yang terjadi pada hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan musang.

Di Indonesia, Rabies yang juga disebut disebut penyakit anjing gila, pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1884.

Beberapa tahun setelahnya yakni pada 1889, W.J Esser dan Penning menemukan gejala penyakit ini pada anjing peliharaan.

Pada 1894, EV De Haan jadi orang pertama yang berhasil mengidentifikasi penyakit rabies yang menyerang manusia di Indonesia.

Hanya saja, sampai hari ini, belum ada lansiran resmi yang jadi catatan soal buku atau catatan yang menyebutkan peristiwa tersebut secara acak.

Sebab, dari beberapa sumber yang didapat, salah satunya bisa dilihat disini, hanya menyebut kalau penemuan itu dilakukan oleh orang Belanda.

Pendapat ahli

pengertian rabies
Gambar via theswaddle.com

H. Dharmosono, dalam bukunya yang berjudul Kapita selekta kedokteran veteriner (2002) menyebutkan secara jelas apa itu rabies, yakni:

Rabies atau penyakit anjing gila merupakan salah satu penyakit yang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Rabies bersifat akut dan dapat menular melalui gigitan. Penularan rabies dapat terjadi melalui gigitan dari HPR (hewan pembawa rabies) yang terinfeksi ke hewan sehat dan manusia.

Sementara, dalam Manual Pemberantasan Penyakit Menular (2012) yang ditulis oleh James Chin, menjelaskan rabies sebagai berikut:

Rabies diidentifikasikan sebagai suatu penyakit encephalomyelitis viral akut dan fatal, serangan biasanya dimulai dengan perasaan ketakutan, sakit kepala, demam, malaise, perubahan perasaan sensoris pada bekas gigitan binatang. Gejala yang sering muncul adalah eksitabilitas dan aerophobia. Penyakit ini berlanjut ke arah terjadinya paresis atau paralisis, kejang otot – otot menelan menjurus kepada perasaan takut terhadap air (hydrophobia), diikuti dengan kejang. Tanpa intervensi medis, biasanya berlangsung 2 – 6 hari dan kadang – kadang lebih, kematian biasanya karena paralisis pernafasan.

Disisi lain, dalam jurnal yang ditulis oleh Sandy Qlintang, John C. Bell, dkk yang berjudul Zoonosis: Infeksi yang ditularkan dari hewan ke manusia (The zoonosis.Infections transmitted from animals to man), menjelaskan secara singkat apa itu rabies, yakni:

Rabies adalah penyakit infeksius akut yang disebabkan oleh virus rabies (Rhabdoviridae) yang menyerang sistem saraf pusat pada hewan, yang dapat dipindahkan ke manusia lewat gigitan atau keterpaparan pada kulit luka atau lecet oleh saliva dari hewan berdarah panas. Penyakit ini bila sudah menunjukkan gejala klinis pada hewan dan manusia selalu diakhiri dengan kematian.

Dari berbagai penjelasan ahli diatas bisa disimpulkan kalau rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan kepada hewan, khususnya anjing.

Gejala Umum Rabies

Saat anjing terkena gigitan dengan hewan liar dan anda khawatir kalau-kalau anjing tersebut bakal terinfeksi rabies, perhatikan perilakunya dalam beberapa hari.

Jika ada ada ciri-ciri seperti yang akan saya ulas di poin berikutnya, segera ke dokter hewan terdekat untuk konsultasi.

Gejala paling awal apabila anjing terinfeksi rabies ada pada perilakunya dimana anjing akan sering menggonggong dan berperilaku agresif.

Artinya, jika dalam dua hari atau lebih anjing yang terkena kontak dengan hewan liar itu tidak menunjukkan gejala tersebut, bisa berikan pengobatan langsung pada luka gigitan.

Baca Juga:

Selain gejala seperti diatas, ada juga tanda-tanda fisik lain jika anjing terinfeksi rabies mulai dari demam, kesulitan menelan dan sulit makan.

Termasuk juga produksi air liur yang berlebihan, saat berjalan anjing akan terlihat sempoyongan, kejang bahkan dalam beberapa kasus lumpuh.

Salah satu gejala pasti bahwa anjing tersebut terinfeksi rabies bisa dilihat dari mulutnya yang berbusa meski tidak semuanya.

Hanya saja, mulut berbusa adalah tanda paling awal bahwa virus rabies telah berkembang pada tubuh anjing.

Perhatikan, virus ini bisa bertahan pada tubuh anjing selama berminggu-minggu sebelum tanda-tanda diatas muncul.

Dalam banyak kasus, tanda-tanda atau gejala mulai muncul dalam 21 hari hingga 80 hari setelah terpapar. Hanya saja, masa inkubasi bisa lebih cepat atau lebih lama.

Dan apabila gejala rabies sudah mulai muncul, virus tersebut tidak bisa di obati. Karena itu, penting untuk konsultasikan ke dokter apabila gejala seperti diatas mulai muncul.

Ciri-Ciri Anjing Terinfeksi Rabies

Ciri-ciri, dalam konteks ini, diartikan sebagai fase dimana anjing sudah menunjukkan gejala bahwa virus telah berkembang.

Biasanya fase ini akan terjadi dalam 1-3 bulan pasca virus infeksi terjadi. Setelah fase ini, anjing akan mati dalam waktu 2-4 hari.

Lantas, apa saja ciri-ciri anjing yang terinfeksi rabies? Fase apa saja yang terjadi saat infeksi terjadi? Berikut artikelnya.

Fase 1: Masa Prodromal

Ciri-ciri anjing terkena rabies
via express.co.uk

Dalam ilmu medis, fase awal anjing yang terinfeksi rabies disebut Prodromal. Biasanya terjadi dalam waktu 2-3 hari setelah infeksi terjadi.

Pada fase ini, anjing akan menunjukkan berbagai gejala kesehatan tak biasa seperti perubahan suara saat menggonggong, menggigit benda-benda tertentu seperti kursi dan kaki meja.

Selain itu, tubuh anjing akan mengalami demam, nafsu makan menurun, diam dan murung dan lain sebagainya.

Secara umum, ada beberapa ciri-ciri anjing yang telah memasuki fase pertama rabies, diantaranya:

  • Perubahan suara saat menggonggong
  • Menggigit benda-benda tertentu entah itu hewan, kursi, meja dan lain sebagainya
  • Demam
  • Nafsu makan berkurang
  • Selalu diam dan murung

Fase 2: Mad Dog Syndrome

Ciri-ciri anjing terkena rabies
via joneshacker.com

Fase kedua yang disebut Mad Dog Syndrome atau fase anjing gila terjadi setelah fase pertama berakhir.

Pada fase ini anjing akan menjadi sangat agresif dan bisa menggigit siapa saja yang lewat di depannya meski itu adalah tuannya sendiri.

Perilakunya sangat tidak wajar seperti yang ditunjukkan anjing normal lain. Fase ini terjadi dalam rentang waktu agak lama sebelum akhirnya anjing akan memasuki fase ketiga dan mati.

Namun, ciri-ciri utama pada fase ini anjing akan terobsesi untuk memakan apa saja yang ada di depannya walaupun itu bukanlah makanan.

Anjing akan selalu menyalak meski tidak ada apa-apa, kelopak mata yang terus terbuka lebar, anjing berjalan sempoyongan dan tidak konsisten bahkan cenderung mengalami disorientasi.

Anjing juga tidak akan takut terhadap apapun, beberapa bagian tubuh anjing akan kaku untuk ketika digerakkan, ketika berdiri anjing akan bergetar lalu terjatuh.

Lantas, apa saja ciri-ciri anjing pada fase ini? Ada beberapa, diantaranya:

  • Lebih agresif
  • Suka menggigit
  • Kelopak mata terbuka lebar
  • Berjalan sempoyongan
  • Cenderung mengalami disorientasi perilaku
  • Tidak takut terhadap apapun dan siapapun
  • Anjing akan kaku saat berjalan
  • Tubuh bergetar
  • Sering terjatuh saat berjalan

Fase 3: Paralytic

Ciri-ciri anjing terkena rabies
via travelhealthpro.org.uk

Fase ketiga dikenal dengan istilah paralytic yang akan dialami anjing setelah melalui fase kedua diatas.

Pada fase ini, virus telah mematikan sejumlah besar sel otak dan jaringan sumsum tulang belakang anjing dan dalam waktu 2-4 hari anjing akan mati.

Ciri umum pada fase ini adalah anjing akan sulit bernafas, sering tersedak, rahang bawah anjing tak tertutup, mulut terbuka lebar.

Air liur anjing akan terus keluar dari mulutnya dengan jumlah yang banyak dan tak terkendali termasuk juga air seni.

Sebagian besar otot-otot anjing tidak akan bekerja seperti biasanya. Setelah itu, anjing akan mengalami koma sebelum akhirnya mati perlahan.

Perlu diketahui, anjing dalam kondisi ini berbeda dengan anjing yang terkena racun atau terkena potas atau racun sejenis.

Secara umum, ada beberapa Paralytic pada anjing yang sudah terinfeksi rabies, diantaranya:

  • Anjing sulit bernafas
  • Sering tersedak
  • Rahang pada mulut selalu terbuka
  • Air liur terus-menerus keluar dari mulut anjing termasuk air seni
  • Koma
  • Mati [Terakhir]

Penutup

Cara paling efektif agar anjing tidak terinfeksi rabies adalah dengan melakukan pencegahan sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan menghindari kontak langsung dengan hewan lain.

Selain itu, pemilik anjing juga bisa memberikan dosis vaksin rabies kepada anjing kesayangan sebagai bagian dari tindakan pencegahan.

Demikian artikel tentang pengertian Rabies termasuk gejala, ciri-ciri dan contoh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar