Pengertian Privasi: Jenis, Unsur, Faktor dan Contoh

Secara harfiah, privasi adalah rahasia pribadi yang punya hubungan erat dengan data pribadi sehingga wajib dijaga dan dilindungi.

Dalam pemahaman yang lebih luas, istilah ini bisa diartikan sebagai upaya melindungi diri sendiri dan masyarakat dari penggunaan kekuasaan yang sewenang-wenang dan tidak adil.

Meski hari ini sudah ada pergeseran makna dimana privasi juga mengacu pada kontrol informasi saat browsing ke internet pakai Google atau media sosial seperti Facebook.

Hanya saja, konteks bahasannya tetap merujuk pada hak seseorang untuk memberikan atau tidak memberikan informasi tentang dirinya kepada orang lain.

Atau tentang bagaimana seseorang mendapatkan hak untuk tidak diganggu, dibuntuti dan dibiarkan sendiri alias bebas dari gangguan.

Tapi, apa sih yang dimaksud dengan privasi? Apa saja contoh privasi? Apa pengertian privasi menurut para ahli?

Penasaran jawaban dari tiga pertanyaan general diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Pengertian Privasi

pengertian privasi
Gambar via biv.com

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], privasi adalah kebebasan dan keleluasaan pribadi. Contohnya, orang dapat menyewa kamar di hotel tanpa kehilangan privasi.

Secara etimologis, kata ini berasal dari tahun 1950-an yang pada saat itu diartikan sebagai masalah pribadi atau rahasia dari kata Private yang berarti keadaan bebas dari gangguan.

Private sendiri berasal dari kata privatie dari bahasa Prancis Kuno, privauté yang berarti rahasia atau misteri.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan privasi? Jawaban ini relatif apabila ditanyakan kepada setiap orang karena bergantung sama pengalaman, kebudayaan dan latar belakang sosial.

Tapi, secara umum, dipahami sebagai hak untuk dibiarkan sendiri, tidak diganggu atau mendapatkan kebebasan tanpa merasa terganggu.

Baca Juga:

Dalam perkembangannya kemudian, istilah tersebut sering dikonotasikan sebagai pengumpulan data dan informasi seseorang saat berkunjung ke internet.

Keadaan itu kemudian disebut sebagai privasi informasi atau information privacy. Lantas, apa sih yang dimaksud dengan Information privacy?

Secara umum, privasi informasi adalah hak untuk memiliki kendali penuh atas informasi yang dibuat otomatis dari histori kunjungan.

Karena itu, dalam praktiknya, privasi selalu berhubungan dengan tiga poin dibawah ini:

  • Hak untuk bebas dari gangguan orang lain baik gangguan yang dibuat secara langsung maupun tidak langsung
  • Hak untuk bebas berkumpul dan berdialog dengan orang lain dan siapapun yang diinginkan
  • Hak untuk dapat mengontrol siapa saja yang melihat, mengumpulkan dan menggunakan informasi pribadi tentang seseorang

Intinya, privasi adalah hak fundamental, berkaitan dengan otonomi dan perlindungan martabat manusia, yang berfungsi sebagai fondasi dimana banyak hak asasi lainnya dibangun.

Karena itu, privasi memungkinkan seseorang menciptakan pengalaman atau mengelola batasan untuk melindungi diri sendiri dari campur tangan orang lain.

Pendapat ahli

Alan F. Westin dalam bukunya yang berjudul Privacy and freedom (1967) menjelaskan secara sederhana apa itu privasi, yakni:

Privasi adalah klaim individu, kelompok, atau lembaga untuk menentukan kapan, bagaimana dan sejauh mana informasi tentang mereka dikomunikasikan kepada orang lain.

Sementara, dalam buku The environment and social behaviour (1975) yang ditulis oleh Irwin Altman, disebut kalau privasi adalah:

… akses kontrol selektif terhadap privasi diri dan dicapai melalui pengaturan interaksi sosial, yang pada gilirannya dapat memberikan umpan balik pada kemampuan untuk berurusan dengan dunia dan akhirnya mempengaruhi definisi kita tentang diri.

Disisi lain, Hendro Prabowo dalam bukunya yang berjudul Pengantar Psikologi Lingkungan (1998) mendefinisikan privasi sebagai:

… tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki oleh seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu.

Ada juga pendapat yang ditulis oleh Helmy Prasetyo Yuwinanto dalam papernya yang berjudul Privasi online dan keamanan data, disebut kalau:

Privasi merupakan suatu hal yang sangat penting baik bagi individu maupun lembaga atau instansi untuk berhadapan dan berinteraksi dengan individu lain atau lembaga lain. Salah dalam menyampaikan informasi yang memiliki kemungkinan bernilai confidential, classified dan rahasia.

Dari beberapa pengertian privasi menurut para ahli diatas bisa disimpulkan kalau privasi adalah hak untuk dibiarkan sendiri, tidak diganggu atau merasa terganggu.

Lebih jauh lagi, dengan privasi, seseorang bisa punya kemampuan untuk mengontrol setiap interaksi yang terjadi dan tersedia pilihan untuk memilih interaksi seperti apa yang diharapkan.

Jenis-jenis privasi

Menurut Alan F. Westin dalam bukunya Privacy and Freedom (PDF), privasi terdiri dari 4 jenis, seperti:

  • Solitude adalah jenis privasi paling dasar yang mengacu pada hak tiap orang atau individu untuk menyendiri, tanpa gangguan atau diganggu orang lain dalam berbagai bentuk atau alasan
  • Intimacy yang merujuk pada hak untuk mendapatkan privasi saat bersama orang terdekat, pacar misalnya, tanpa diganggu oleh orang lain
  • Anonymity yang merujuk pada hak seseorang untuk mendapatkan kebebasan di ruang publik tanpa takut diawasi. Privasi jenis ini sangat jarang dimiliki oleh selebriti atau public figure
  • Reverse yang merupakan hak untuk membatasi komunikasi atau informasi tentang dirinya atau orang lain. Contoh sederhana dari kasus ini, saat teman curhat kepada anda, jangan pernah sebarkan cerita tersebut ke orang lain

Disisi lain, apabila mengacu pada istilah yang lebih kompleks atau umum, privasi dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni:

1. Privasi fisik

Privasi fisik adalah privasi yang didapatkan individu saat beraktivitas atau saat berurusan dengan orang lain, termasuk negara.

Contohnya, saat digeledah oleh petugas AVSEC atau Airport Security untuk mengecek bagian tertentu dari tubuh maka atas alasan privasi, bisa meminta petugas medis yang melakukannya.

2. Privasi tingkah laku

Privasi tingkah laku yang merujuk pada hak seseorang untuk menjaga kerahasiaan pribadi dan hanya memberikan informasi terbatas atau tertentu saja.

Dalam praktiknya, privasi tingkah laku ini terbagi dalam tiga bentuk, diantaranya:

  • Anonymity atau menjaga kerahasiaan diri sendiri untuk berbagai alasan personal
  • Reserve atau suatu cara membatasi informasi tentang diri sendiri kepada orang lain
  • non-neighboring yang merujuk pada privasi untuk tidak berurusan sama tetangga

3. Privasi informasi

Privasi informasi adalah kendali atas informasi pribadi yang dikumpulkan atau dikelola saat menjelajah konten di internet.

Artinya, sebagai pengguna, anda diberikan keluwesan untuk menerima atau menolak pengumpulan data saat berkunjung ke satu situs web atau blog.

Unsur-Unsur Privasi

Pengertian privasi
Gambar via nationalmagazine.ca

Di era internet, banyak data dan informasi tentang seseorang yang dikumpulkan dan diproses terus menerus untuk mengetahui perilaku pengguna.

Beberapa platform bahkan meluncurkan program yang dirancang khusus untuk melakukan profiling otomatis kepada pengguna berdasarkan data yang dikumpulkan.

Misalnya, Facebook, yang tidak saja mengumpulkan data-data pengguna saat membuka aplikasi atau webnya tetapi juga informasi ponsel.

Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan data seperti histori perangkat, riwayat browsing, kalender, dan informasi penting lain.

Pada akhirnya, semua data-data tersebut akan dikelola, diidentifikasi untuk mendapatkan kode unik yang digunakan sebagai data target periklanan.

Dan secara umum, unsur privasi terdiri dari beberapa bagian, seperti:

  • Privasi tubuh merujuk pada segala sesuatu yang berkaitan dengan tubuh seseorang dan secara alamiah terbentuk karenanya. Untuk contoh privasi tubuh ada banyak mulai dari tes DNA, riwayat medis dan riwayat tes narkoba. Di beberapa negara Eropa, unsur ini termasuk hak untuk aborsi
  • Privasi teritorial yang berkaitan dengan wilayah yang bebas dari gangguan atau suatu keadaan dimana seseorang tidak merasa sedang dilihat, diikuti atau diganggu
  • Privasi komunikasi yang berkaitan dengan kebebasan untuk berkomunikasi dengan siapapun atau orang lain tanpa takut disadap
  • Dan terakhir privasi data yang merujuk pada perilaku atau aktivitas seseorang saat berkunjung ke internet. Dan ia punya hak untuk tidak memberikan berbagai data.

Faktor Yang Mempengaruhi Privasi

Dalam beberapa penelitian yang dilakukan oleh Alfred Marshall, Robert Gifford, Patterson dan Chiswick, disebutkan kalau ada tiga faktor yang mempengaruhi privasi, diantaranya:

1. Personal

Pertama dan paling penting adalah preferensi pribadi atas pribadi yang dipengaruhi oleh latar belakang atau masa lalunya.

Jadi, pengaruh latar belakang pribadi lah yang jadi penekanan poin ini dan pada akhirnya akan mempengaruhi cara pandang seseorang tentang privasi.

Untuk contoh saja, misalnya, anak yang tumbuh dalam kondisi rumah yang ramai atau sesak, cenderung berperilaku anonim dan reserve saat dewasa.

Disisi lain, anak-anak yang hidup di kota, punya kecenderungan bertindak anonim dan intimacy saat berbicara soal privasi.

2. Situasional

Situasi atau keadaan juga mempengaruhi pandangan seseorang soal privasi. Ini bisa dilihat dari penelitian Robert Gifford soal privasi di tempat kerja.

Maksudnya adalah, tingkat privasi yang diperoleh bergantung penuh pada lingkungan kerja apakah mengizinkan orang-orang untuk kerja sendirian atau sebaliknya.

3. Budaya

Faktor yang terakhir dan juga cukup berpengaruh adalah budaya dan ini terbukti dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli.

Misalnya, Patterson dan Chiswick yang melakukan penelitian kepada Suku Dayak Iban di Kalimantan atau Jan Yoors pada Orang Rom yang umum disebut Gypsy serta Clifford Geertz pada orang Jawa dan Bali.

Hampir semua penelitian tersebut menyimpulkan kalau privasi adalah bagian penting dari berbagai kebudayaan sehingga tidak boleh dipisahkan dan direnggut.

Artinya, orang sudah sewajarnya menghormati privasi orang lain dan tidak mencampuri urusan pribadi atau personal.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa hubungan antara privasi informasi dan keamanan data?

Privasi informasi dan keamanan data adalah dua konsep yang tidak boleh dipisahkan satu sama lain karena ini berkaitan dengan kerahasiaan pribadi dan integritasnya.

Mayoritas masalah informasi atau keamanan data disebabkan karena akses ilegal atas data pribadi seseorang atau pengumpulan informasi personal tanpa persetujuan dari yang bersangkutan.

Contoh paling sederhana saat anda berkunjung ke salah satu situs web, yang biasanya memberikan notifikasi atau pemberitahuan terkait dengan pengumpulan data.

Dalam beberapa kasus, disebutkan kalau informasi tersebut dikumpulkan dengan aman meski pada akhirnya, beberapa situs web justru mengolahnya untuk mengidentifikasi profil unik individu.

Dari sinilah, logaritma akan dibuat untuk menampilkan hasil yang relevan bagi pengguna meski hasil dari pengolahan data itu juga diberikan kepada perusahaan periklanan.

2. Apakah privasi adalah hak?

Ya. Artinya, privasi adalah hak asasi yang wajib didapat setiap orang tanpa syarat. Karena itulah, privasi telah diartikulasikan ke berbagai instrumen dan aturan, seperti:

  • Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB atau Universal Declaration of Human Rights (UDHR) 1948 yang tertuang pada Pasal 12 dimana: “Tidak seorangpun dapat secara sewenang-wenang mengganggu privasi, keluarga, rumah atau korespondensinya, atau serangan terhadap kehormatan dan reputasinya. Setiap orang berhak atas perlindungan hukum terhadap campur tangan atau gangguan semacam itu.”
  • Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik atau International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) 1966, pada Pasal 17 yang berbunyi: “1. Tidak seorang pun boleh diintervensi secara sewenang-wenang atau tidak sah dengan privasinya, keluarga, rumah atau korespondensinya, atau serangan yang tidak sah terhadap kehormatan atau reputasinya. 2. Setiap orang berhak atas perlindungan hukum terhadap campur tangan atau serangan semacam itu.”

Selain itu, hak privasi setiap orang juga dijamin dalam berbagai aturan internasional, seperti:

  • Pasal 14 Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Pekerja Migran;
  • Pasal 16 Konvensi PBB tentang Hak Anak;
  • Pasal 10 Piagam Afrika tentang Hak dan Kesejahteraan Anak;
  • Pasal 4 Prinsip-prinsip Uni Afrika tentang Kebebasan Berekspresi (hak akses informasi);
  • Pasal 11 Konvensi Amerika tentang Hak Asasi Manusia;
  • Pasal 5 Deklarasi Amerika tentang Hak dan Kewajiban Manusia,
  • Pasal 16 dan 21 Piagam Arab tentang Hak Asasi Manusia;
  • Pasal 21 Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN; dan
  • Pasal 8 Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia.

Sampai hari ini, ada lebih dari 130 negara yang punya aturan konstitusional tentang perlindungan privasi untuk warga negaranya.

Dan elemen utama dari hak tersebut adalah perlindungan data pribadi. Dan perlindungan data pribadi dapat disimpulkan sebagai kesatuan dari privasi.

Di Indonesia, aturan soal perlindungan data pribadi bisa dilihat dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP).

Hanya saja, instrumen hukum yang lebih tinggi yakni UU Perlindungan Data Pribadi sampai hari ini masih terus digodok pemerintah dan DPR.

3. Apa yang dimaksud dengan hak Privasi?

Hak privasi adalah hak seseorang, yang statusnya sama seperti hak-hak mendasar lain, untuk tidak diganggu atau mendapat gangguan dari orang lain.

4. Apa perbedaan privasi dan rahasia?

Secara umum, privasi adalah hak untuk tidak diganggu atau tidak digunakan informasinya tanpa persetujuan darinya.

Sementara rahasia, jika mengacu pada hak, adalah keadaan dimana seseorang memiliki hak untuk tidak membagikan informasi diri sendiri secara bebas dan tanpa tekanan.

5. Apa pengertian privasi online?

Privasi online adalah hak individu untuk mendapatkan privasi saat berkunjung ke internet dan informasi kunjungannya tidak dapat digunakan atau dikumpulkan tanpa persetujuan darinya.

Penutup

Sebagai hak mendasar bagi setiap individu, sudah sepantasnya menghormati privasi seseorang, langsung ataupun tidak langsung.

Karena privasi adalah hal yang sangat sulit di dapat. Terlebih jika tinggal di Indonesia, dengan lingkungan sosial penuh kekeluargaan.

Ini memang dilematis, mengingat di satu sisi, seseorang butuh privasi sementara di sisi lain, seseorang ingin tetap menghargai orang lain.

Demikian artikel tentang pengertian Privasi termasuk jenis, unsur, faktor dan contoh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar