Pengertian Preposisi: Jenis, Cara dan Contoh Penulisan

Dalam aturan penulisan ada satu hal yang kurang diperhatikan yakni di preposisi dan awalan. Itulah yang kemudian jadi alasan mengapa artikel ini saya buat.

Beberapa waktu lalu saat sedang konsultasi tugas akhir kuliah, Dosen pembimbing saya berkotbah singkat tentang hal ini.

Katanya, tugas akhir saya itu tidak cermat dari segi tata bahasa. Kesalahan tata bahasa ini terdapat di sebagian besar tugas akhir.

Penekannya ada pada penggunaan kata di, ke dan an. Wajar sih, mengingat saya bukan anak Bahasa Indonesia tapi bukan berarti saya tidak perlu belajar soal ini ya.

Jika anda jeli, penggunaan preposisi dan awalan ini juga ada di blog, yang saya lakukan tanpa sadar.

Di Google pun banyak yang tanya soal ini, dengan pertanyaan yang saling berkaitan, seperti:

  • Apa saja contoh kata depan?
  • Apa saja contoh preposisi?
  • Penulisan manakah yang benar, apakah di sini atau disini? Dan apa perbedaan dimana dan di mana?
  • Penulisan mana yang benar, apakah didalam atau di dalam? Lantas, apakah di dalam dipisah atau disambung?
  • Bagaimana menulis preposisi di awal kalimat?
  • Apa itu di sebagai preposisi dan imbuhan?
  • Penulisan mana yang benar, apakah di sana atau disana?

Termasuk juga untuk menjawab konteks pembahasan lain seperti macam-macam preposisi, penggunaan preposisi, ciri-ciri preposisi, preposisi kata depan dan fungsi preposisi.

Jika anda penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, yang masih berkaitan dengan preposis dan awalan, simak artikel ini sampai habis.

Pengertian Preposisi

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], preposisi punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Di bidang linguistik, preposisi adalah kata yang biasanya terdapat di depan nomina, misalnya dari, dengan, di dan ke
  • Di bidang psikologi, preposisi diartikan sebagai bahasa pikiran yang digunakan sebagai konsep dalam psikologi kognitif

Konteks bahasan preposisi yang ada di artikel ini. Untuk membantu anda memahami perbedaannya, berikut saya ulas pengertian antara di preposisi dan di awalan.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], di punya tiga pengertian dasar, yakni:

  • Kata depan untuk menandai tempat seperti semalam ia tidur di kantor karena ia harus piket malam
  • Kata depan untuk menandai waktu seperti di hari itu ia tidak datang
  • Akan atau kepada seperti tidak tahu di jerih orang
  • Dari seperti jauh di mata

Kata di juga digunakan sebagai kata sambung untuk beberapa gelar, seperti:

  • adi atau di misalnya, dipati atau adipati dan diraja atau adiraja

Dari sekian banyak contoh diatas, tidak termasuk contoh kata sambung, penggunaan kata di merujuk pada tempat atau di yang awalan [prefiks].

Disisi lain, ada juga di yang preposisi atau kata sambung. Dalam KBBI, secara linguistik, preposisi punya dua arti dasar, yakni:

  • Kata yang biasa terdapat di depan nomina [kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dengan kata tidak, misalnya rumah yang adalah nomina karena tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa], misalnya dari, dengan, di dan ke
  • Bahasa pikiran yang digunakan sebagai konsep dalam psikologi kognitif

Pengertian di yang preposisi yang paling mendekati dengan topik yang saya bahas disini tentu saja arti yang pertama.

Dalam bahasa Inggris, preposisi atau kata depan merupakan bagian dari part of speech. Artinya, preposisi ini diikuti dengan kata benda [noun], kata ganti orang [pronoun] atau gerund.

Cara Menulis Preposisi dan Awalan Yang Baik dan Benar

Cara Menulis di Preposisi dan Awalan Yang Benar

Penggunaan prefiks dan preposisi masih jadi tantangan terbesar yang dialami penulis, blogger, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.

Tak jarang banyak kegiatan-kegiatan resmi yang dalam undangan atau balihonya terdapat kesalahan penulisan.

Kegiatan-kegiatan resmi yang saya maksud merujuk pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah.

Bahkan ada data yang menunjukan kalau pencairan nilai UKBI [uji kemahiran bahasa Indonesia] di kalangan Guru, termasuk guru Bahasa Indonesia, dan PNS atau ASN di lembaga tertentu cukup rendah.

Baca Juga:

Bukan itu saja, banyak juga yang sekedar membedakan konjungsi kalau dan bahwa termasuk dari dan daripada.

Saya pun mengakui bahwa saya juga termasuk orang yang masih belum peka terhadap hal ini.

Banyak artikel-artikel yang saya tulis di blog ini belum memperhatikan penulisan tata bahasa seperti ini.

Sampai hari ini, dari ratusan artikel yang ada di blog ini terus saya benahi dari segi tata bahasa, secara bertahap tentunya.

Lantas bagaimana penulisan kata di untuk awalan dan di preposisi? Pasti penasaran kan? Berikut artikelnya untuk anda.

1. Preposisi

Seperti yang sudah saya jelaskan dibagian atas, preposisi adalah yang mewakili kata depan. Berikut beberapa contohnya:

  • di rumah
  • di Banggai Kepulauan
  • di Kantor Camat
  • di Pegadaian
  • Dan lain sebagainya

Dengan demikian, preposisi ini cakupannya lebih luas. Dalam konteks preposisi, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan disini, yakni:

a. Tidak boleh digunakan untuk kata yang menunjukan waktu

Berarti anda harus memperhatikan konteks katanya. Apabila merujuk pada waktu, maka ia tidak bisa digunakan.

Untuk menggantinya, silahkan gunakan preposisi pada. Untuk sebaran katanya, akan saya ulas dibagian akhir artikel ini, sebagai contoh:

  • di zaman Batu
  • di era prasejarah
  • di masa Revolusi Industri
  • di bulan Ramadhan
  • dan lain sebagainya

Dalam konteks sajak atau syair, ada istilah licentia poetica yang intinya memberikan kekebasan pada penyair untuk menggunakan kata preposisi ini.

Karena biasanya, penyair harus bisa menyusun kata yang punya keseimbangan bunyi dengant ujuan untuk mendapatkan keindahan.

Ada beberapa contoh licentia poetica ini yang umum ditemui, seperti:

  • di suatu hari yang senyap
  • di kala ku dengar dan di kala ku menangis
  • di masa yang silam
  • di keheningan malam ini

b. Tidak digunakan jika diikuti dengan kata ganti orang

Artinya, anda tidak bisa gunakan untuk preposisi ini sebagai kata ganti orang. Ada beberapa contoh kata ganti orang dalam pedanan bahasa Indonesia yakni:

  • Saya
  • Dia
  • Kamu
  • Mereka
  • Ayah
  • Ibu
  • Kakek
  • Kakak
  • Dan lain sebagainya

Agar lebih mudah paham, silahkan lihat contoh dibawah ini:

  • Bukumu ada di saya
  • Sudah ku titipkan bukumu di Maya

Nah dalam konteks di untuk orang, tidak sesuai kaidah. Oleh karena itu, baiknya anda gunakan kata ganti di yakni pada, sehingga:

  • Buku ada pada Maya
  • Sudah ku titipkan bukumu pada Maya

c. Tidak digunakan untuk kata ganti abstrak

Ini juga yang harus anda perhatikan dengan seksama bahwasanya, preposisi tidak digunakan untuk untuk kata ganti benda yang abstrak. Sebagai contoh:

  • di Pertandingan itu
  • di pikirannya [tidak sesuai kaidah]
  • di kesempatan ini

Dengan kata lain, seharusnya digunakan sebagai kata ganti lain contoh sebelumnya yakni pada dan dalam. sehingga menjadi:

  • Pada pertandingan itu
  • Dalam pikirannya
  • Pada kesempatan ini

d. Tidak digunakan diikuti dengan keterangan tempat

Nah Anda juga tidak bisa gunakan kata di diikuti dengan keterangan tempat yang seharusnya. Sebagai contoh:

  • di wajahmu kulihat bulan
  • di dahumu ada tahi sapi 😀
  • di sisi kiri rumah ada rumah tetangga [tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia]

Dengan demikian, anda juga harus menggunakan kata ganti yang lain, yakni:

  • Pada wajahmu kulihat bulan
  • Pada dagumu ada tahi lalat 😀 😀
  • Pada sisi kiri rumah ada rumah tetangga

e. Perubahan kata

Preposisi pada terkadang berubah menjadi kepada hanya apabila katanya merujuk pada arah. Sebagai contoh:

  • Gadis itu melapor kepada Hansip
  • Pria itu melapor kepada Polisi

Karena itu, perhatikan dengan baik, apabila penekanannya bukan pada arah, gunakan pada. Misalnya:

  • Hadiah ini saya berikan pada Mbak Mirjan
  • Koteka ini saya hadiahkan pada Presiden Joko Widodo

2. Awalan

Awalan adalah di yang merupakan kata yang disambung dengan kata setelah di. Artinya, jika di preposisi ada spasi antar kata sementara di yang awalan tidak ada spasi.

Maksudnya gimana sih? Lihat contoh di bawah ini:

  • Dalam aturan preposisi, penulisan di diikuti dengan tempat maka katanya dipisah sehingga menjadi di rumah. Sebagia contoh: Pagi itu, Bupati sarapan pagi di rumah
  • Dalam aturan awalan, maka penulisan di ini disambung dengan kata selanjutnya. Sebagai contoh: Bupati sarapan di dikantin

Sampai disini paham kan? Kalau sudah paham, lantas bagaimana cara mengetahui kalau dalam penulisan kata dinya menggunakan awalan atau preposisi? Caranya sangat mudah.

Yakni, kebalikan dari beberapa poin yang sudah saya jelaskan dibagian atas. Yakni tempat, waktu, kata ganti orang, kata ganti tempat, kata ganti abstak dan lain sebagainya. Sebagai contoh:

  • Adiraja itu menggunakan kain tradisional yang dirancang khusus oleh penenun local
  • Dalam penulisan kata dibagian atas, sudah saya jelaskan maknanya
  • Lantas, dimana mereka akan bertemu? Apakah di Rumah atau di Kos-kosan?
  • Dan lain sebagainya.

Sebaran kata

Agar anda lebih memahami bagaimana penempatan di yang preposisi dan di yang awalan, lihat tabel fungsi dibawah ini.

KeteranganKata gantiContoh
TempatDiSaya sedang makan di rumah sekarang
PadaPada waktu itu, Ibu sedang pergi berbelanja
DalamSemuanya sudah saya tulis dalam buku itu
AtasBuku karya Edinson yang Ibu minta ada di atas meja
AntaraIndonesia terletak di antara dua lempeng tektonik
AsalDariKami berjalan dari Kampus menuju perpustakaan
Arah atau tujuanKeAyah harus berangkat ke kantor besok
KepadaKejadian itu sudah saya laporkan kepada polisi
AkanUjian sekolah tahun depan akan di hapus
TerhadapDemonstrasi itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap UU Minerba yang baru disahkan Pemerintah dan DPR RI
PelakuOlehVaksin Corona sudah melewati uji klinis yang dilakukan oleh para Ilmuwan
AlatDengan
Pria itu makan dengan tangan kiri
BerkatKeberhasilan penanganan pendemi Covid-19 berkat kesadaran setiap orang
PerbandinganDaripadaPermainan Timnas Indonesia U-22 lebih baik daripada permainan Timnas Thailand U-22
Hal atau masalahTentangBuku itu khusus untuk membahas tentang makan-makanan khas Indonesia
MengenaiPidato yang dibawakan Presiden mengenai penanggulangan bencana non-alam
AkibatHinggaApapun yang terjadi, tetaplah berjalan hingga lelah
SampaiSaya harus bisa makan makanan ini sampai habis
TujuanUntukSetiap hari pria itu beli bunga Mawar untuk istrinya
BuatHadiah ini sebaiknya diberikan saja buat dia
GunaGedung itu dibuat guna memenuhi program kerja
BagiBantuan itu diberikan bagi orang-orang Miskin

Penutup

Meski terkesan sederhana, tapi penempatan di sangat penting dalam kepenulisan terlebih jika tulisan tersebut bersifat publik atau resmi.

Jika anda mahasiswa, saat buat tugas akhir, pasti dapat ceramah singkat tentang hal ini dari dosen pembimbing. Saya pun demikian, bahkan harus revisi dua kali hanya karena masalah ini.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini jangan lupa sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang cara menulis di preposisi dan awalan yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar