Pengertian Pemimpin dan Kepemimpinan: Teori, Jenis, Klasifikasi, Fungsi dan Contoh

Pemimpin dan kepemimpinan adalah dua istilah yang saling terkait satu dengan yang lain. Dengan demikian, menjelaskan satu definisi secara tidak langsung akan menjelaskan pengertian yang lain.

Dan secara awam, dua kata di atas merujuk pada seseorang yang pandai berbicara di depan umum, punya kemampuan mediasi serta berkharisma.

Kadang juga, kata pemimpin sering diartikan sebagai ketua, presidium, manager dan juga bos. Meski bos dan pemimpin itu cukup berbeda.

Mengapa demikian? Karena kepemimpinan tidak ada hubunganya dengan posisi seseorang dalam hirarki perusahaan atau senioritas.

Lantas, apa perbedaan antara pemimpin dan kepemimpinan? Apa pengertian pemimpin? Apa definisi kepemimpinan?

Atau mungkin pertanyaan lain seperti apa yang dimaksud dengan gaya kepemimpinan? Apa saja teori kepemimpinan? Apa fungsi kepemimpinan?

Jika penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Pengertian pemimpin dan kepemimpinan

kepemimpinan
Gambar via industryweek.com

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana dua istilah di atas yakni pemimpin dan kepemimpinan saling terkait satu dengan yang lain.

Karena itu, perlu dijelaskan definisinya satu per satu agar jelas, berikut penjelasannya:

1. Pengertian pemimpin

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], pemimpin punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Orang yang memimpin
  • Dan petunjuk atau buku pedoman

Dua pengertian di atas kemudian melahirkan beberapa istilah terkait seperti pemimpin kontingen, pemimpin redaksi, pemimpin sosio-emosional.

Tapi apa sih pengertian pemimpin yang sebenarnya? Pemimpin adalah orang yang memimpin sekelompok orang yang tergabung dalam komunitas, organisasi atau lembaga.

Kata ini sendiri diserap dari istilah pimpin, yang dalam KBBI berarti orang yang memimpin atau yang memimpin.

Dengan demikian, bisa dipahami kalau pimpinan adalah orang yang punya kualifikasi, kemampuan atau keahlian dalam memimpin.

Kemampuan tersebut bisa dipahami sebagai keahlian dalam mengarahkan, mempengaruhi dan menginspirasi anggota yang dipimpinnya.

Lantas, apakah agar individu bisa disebut pemimpin ia harus punya jabatan jadi ketua organisasi atau kepala dalam suatu lembaga?

Secara teknis, tidak harus demikian. Artinya, seorang pemimpin tidak harus memimpin sekelompok orang yang secara sah muncul dalam struktur organisasi.

Artinya, istilah pemimpin dalam konteks ini lebih merujuk pada sifat dan kemampuan. Dengan demikian, apabila ada seseorang yang punya kemampuan mempengaruhi orang lain, ia layak disebut pemimpin.

2. Pengertian kepemimpinan

Jika pemimpin tidak ada hubungannya dengan senioritas maka kepemimpinan pun tidak ada hubungannya dengan gelar atau keahlian seseorang.

Lantas, apa sih pengertian kepemimpinan? Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Jadi, kepemimpinan adalah satu proses memimpin yang dilakukan oleh seseorang atau individu untuk mencapai visi dan misi organisasi atau lembaga yang ia pimpin.

Organisasi atau lembaga tersebut hanyalah wadah, sementara orang-orang yang tergabung didalamnya membutuhkan seorang yang dapat mengarahkan mereka untuk mencapai visi dan misi.

Di KBBI, kepemimpinan merupakan proses pemimpin atau cara memimpin. Pemimpin sendiri adalah orang yang memimpin.

Dalam pancasila, ada beberapa asas utama kepemimpinan, yang kemudian disebut sebagai kepemimpinan pancasila. Asas tersebut antara lain:

  • Ing Ngarsa Sung Tuladha yang berarti Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang-orang yang dipimpinnya
  • Ing Madya Mangun Karsa yang berarti Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya
  • Tut Wuri Handayani yang bermakna Pemimpin harus mampu mendorong orang-orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab

3. Pendapat ahli

Kepemimpinan dan pemimpin sudah diulas dalam berbagai buku yang didalamnya sudah mendefinisikan secara jelas apa itu pemimpin dan arti kepemimpinan, misalnya:

  • Menurut Robert K. Tanenbaum, pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan di koordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.
  • Menurut Prof. Maccoby, pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya.

Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.

Teori pemimpin dan kepemimpinan

kepemimpinan adalah
Gambar via pinterest.com

Untuk mendukung pengertian ini, ada beberapa teori tentang kepemimpinan yang umum diterima dalam masyarakat. Antara lain:

1. Teori kepemimpinan sifat

Teori ini pada dasarnya menekankan bahwa kepemimpinan dalam dirinya diperoleh dari garis keturunan dan sifat-sifat yang melekat atau diwariskan di dalam dirinya.

Sebagai contoh, ibu dan ayahnya adalah seorang Politikus. Misalnya, ayahnya adalah seorang Bupati di salah satu kabupaten di Indonesia, begitu juga dengan ibunya.

Dalam perjalanannya, anaknya pun demikian. Artinya, orang-orang mempercayai bahwa sifat-sifat kepemimpinan yang ia peroleh berasal dari sifat orang tua.

2. Teori kepemimpinan berdasarkan wibawa

Teori kepemimpinan ini menekankan pada sifat-sifat yang melekat pada dirinya tetapi lebih cenderung personal dan individual.

Misalnya, jika seorang terlihat berwibawa ia bisa diangkat sebagai pemimpin atau dianggap bisa memimpin.

3. Teori kepemimpinan situasional

Misalnya, dalam suatu wilayah atau kelompok masyarakat terjadi konflik yang berkepanjangan. Konflik ini disebabkan oleh gesekan antar individu dalam kelompok tersebut yang melibatkan individu yang lain.

Sementara, sang pemimpin tidak dapat mengatasinya. Maka dibutuhkan seorang pemimpin yang baru, yang paham mengenai situasi dan berusaha menyelesaikan konflik tersebut.

Baca Juga:

Dalam perjalanan Indonesia, ada beberapa kepemimpinan situasional yang dialami Indonesia.

Yakni pada masa Transisi reformasi oleh Habibie atau pada saat konflik bernuansa agama di Ambon yang pada saat itu dipimpin oleh mantan Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo H. Sarundajang.

4. Teori kepemimpinan kelompok

Kepemimpinan dalam kelompok sebenarnya cukup luas, dimana mencakup kelompok-kelompok suku, agama hingga organisasi tertentu.

Pada dasarnya, pemimpin kelompok dipilih berdasarkan garis keturunan, pendidikan dan pengetahuan yang diperoleh dan lain sebagainya.

Nah itu dia beberapa teori tentang kepemimpinan. Anda juga bisa membantah atau menambahkan teori-teori yang sudah dijelaskan di atas pada kolom komentar nanti.

Jenis-jenis kepemimpinan

kepemimpinan adalah
Gambar via Shutterstock

Dalam proses memimpin, yang disebut kepemimpinan, dapat dibedakan berdasarkan beberapa jenis, diantaranya:

1. Otoriter (Dominator)

Seorang pemimpin yang otoriter adalah seorang pemimpin yang cenderung dominator dan kadang disebut pemimpin yang suka menang sendiri.

Otoriter juga diartikan sebagai pemimpin yang ingin berkuasa sendiri [cenderung bersikap nepotisme atau suatu perilaku yang mengutamakan kerabat dekat, sanak saudara, terutama dalam jabatan dan lingkungan pemerintah].

Pemimpin yang otoriter juga selalu bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan kepemimpinannya. Kadang juga dianggap sebagai pemimpin yang bertangan besi.

2. Persuatif (Crowd Crouser)

Pemimpin tipe ini adalah seorang pemimpin yang demokratis, yang berusaha membujuk secara halus kepada anggota yang ia pimpin.

Pendekatan persuasif dilakukan dengan dialog atau pendekatan yang lain. Yang umumnya, untuk mendengar dan membuat para anggotanya yakin terkait dengan kepemimpinan yang ia jalankan.

3. Demokratis (Group Developer)

Demokratis sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, demos dan kratos yang berarti suara rakyat.

Pada dasarnya, pemimpin yang demokratis adalah pemimpin yang berusaha menjalankan tugas kepemimpinan berdasarkan suara untuk mencapai mufakat.

Dalam politik, kepemimpinan yang demokratis diperoleh dan dipilih langsung oleh rakyat dengan sistem one man one vote.

Dan apabila ada individu dengan suara terbanyak, ialah yang akan menjadi pemimpin suatu kelompok masyarakat.

4. Intelektual (Eminent Man)

Manusia adalah makhluk yang berakal budi, yang budinya lebih tinggi dibanding hewan lain yang ada di bumi.

Oleh karena itu, dalam perjalanannya, manusia kemudian ingin memiliki seorang pemimpin yang memiliki pengetahuan diatas rata-rata.

Sebenarnya, intelektual adalah seseorang yang punya kecerdasan yang tinggi. Memiliki pikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan.

Atau juga, memiliki totalitas kesadaran, terutama menyangkut pemahaman dan pemikiran.

Kepemimpinan yang intelektual adalah seorang yang dipilih atau diangkat menjadi pemimpin karena kemampuan yang ada didalam dirinya.

5. Eksekutif (Administrator)

Dalam sebuah Negara, peran lembaga eksekutif, dalam hal ini pemerintah, adalah orang-orang yang diberi kekuasaan untuk menjalankan undang-undang.

Salah satu contoh pemimpin eksekutif adalah Presiden, Menteri dan orang-orang yang terlibat di dalam pemerintahan itu sendiri.

Kepemimpinan eksekutif lebih cenderung dipilih secara politis. Proses pemilihannya biasanya dilakukan secara demokratis atau musyawarah untuk mencapai mufakat.

6. Representatif (Spokesman)

Pemimpin yang representatif adalah seorang pemimpin yang memiliki kecenderungan untuk memperkenalkan, memberi hingga menjadi contoh dalam kepemimpinan.

Representatif sebenarnya berasal dari dua suku kata, yakni re yang berarti kembali dan presentatif dari asal kata presentasi yang berarti pemberian.

Jadi, secara tidak langsung, representatif adalah pemberian kembali tugas-tugas kepemimpinan kepada seseorang atas dasar nilai-nilai yang sudah diberikan sebelumnya.

Disisi lain, Plato, dalam bukunya yang berjudul In The Republic, mengajukan tiga tipe kepemimpinan, diantaranya:

  • Ahli filsafat adalah seorang pemikir, intelektual atau orang-orang yang punya kemampuan berpikir lebih tinggi yang menjadi seorang negarawan yang bertujuan untuk memimpin atau memerintah republik dengan penalaran dan keadilan
  • Militer adalah seorang pemimpin yang dipilih untuk mempertahankan kedaulatan Negara dan juga sebagai pelaksana kebijaksanaan dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan
  • Pedagang juga termasuk dalam fungsi kepemimpinan. Fungsinya terletak pada upaya untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan pokok dan material penduduk.

Klasifikasi pemimpin

kepemimpinan adalah
Gambar via fenderbender.com

Berdasarkan tugas yang ia emban dan juga dalam perkembangannya, pemimpin kemudian diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, antara lain:

  • Pemimpin berdasarkan kemampuan sendiri
  • Berdasarkan prestasi dan penonjolan dirinya
  • Pemimpin yang lahir dari kelompok dan dipilih oleh kelompok sendiri
  • Pemimpin karena jabatan atau kepala, dimana ia memiliki suatu posisi dalam peranan yang cukup besar untuk menggunakan wewenangnya.

Peran Pemimpin dan kepemimpinan

kepemimpinan adalah
Gambar via magisnet.com

Dalam buku the 8th Habits (1989) yang merupakan sekuel dari The Seven Habits of Highly Effective People karya Stephen R. Covey, ada empat peran pemimpin dalam kepemimpinannya, diantaranya:

1. Modeling

Modeling, dalam konteks ini, berarti pemimpin harus menjadi role model atau orang yang dicontoh oleh anggotanya.

Artinya, peran pertama seorang pemimpin adalah memberikan contoh yang baik kepada anggota yang dipimpinnya.

Pada akhirnya, menjadi model yang tepat akan membentuk tim yang hebat dan efektif dalam menjalankan tugas atau dalam mencapai visi dan misi.

Contoh sederhana dari modeling ini ada banyak mulai dari datang tepat waktu sehingga anggota bisa mengikutinya sampai berbuat baik.

2. Pathfinding

Dalam arti yang lebih sederhana, Pathfinding adalah penentu arah. Artinya, pemimpin harus bisa mengajak anggotanya mencapai visi dan misi.

Dan tujuan tersebut harus dicapai dengan menentukan arahnya bagaimana. Selain arah, juga diperlukan strategi yang matang agar anggota bisa tahu apa yang harus dilakukan.

3. Aligning

Aligning secara umum dipahami sebagai proses untuk menjaga agar anggota tim tetap solid dalam menjalankan tugas untuk mencapai visi dan misi tersebut.

Dan apabila anggota tim ada yang tidak bekerja efisien atau hubungan antar anggota sudah retak, tugas pemimpin adalah untuk menyatukannya lagi.

4. Empowering

Empowering atau memberdayakan merujuk pada bagaimana seorang pemimpin fokus pada bagaimana mengembangkan skill anggota.

Caranya banyak mulai dari meningkatkan bakat dan minat, memberikan tanggungjawab sampai dengan turun bersama untuk membantu anggota dalam bekerja jika dibutuhkan.

Fungsi-fungsi kepemimpinan

kepemimpinan
Gambar via gamatechno.com

Secara umum, ada beberapa fungsi pokok kepemimpinan. Fungsi ini berdasarkan tugas yang ia jalankan selama memimpin, diantaranya:

a. Fungsi perencanaan

Seorang pemimpin akan menjadi perencana dari setiap perjalanan organisasi dan kelompok dengan tujuan untuk mencapai visi dan misi yang sudah ditentukan.

b. Fungsi memandang ke depan

Fungsi ini lebih diutamakan pada peran seorang pemimpin yang visioner. Dimana, ia berusaha melihat dan memandang apa yang ada didepan lalu berusaha untuk meraihnya.

c. Fungsi pengembangan loyalitas

Untuk menjalankan fungsi perencanaan dan fungsi memandang ke depan, pemimpin harus bisa mengasah loyalitas anggota yang ia pimpin.

Fungsi ini lebih ditekankan pada kepatuhan dan kesetiaan anggota untuk menjalankan tugas-tugas dalam kelompoknya dan bertanggung jawab atas tugas yang sudah diberikan.

d. Fungsi pengawasan

Dimana, seorang pemimpin harus bisa mengawasi tugas-tugas yang sudah ia berikan kepada anggota apakah berjalan sesuai dengan rencana [visi dan misi] atau justru sebaliknya.

Jika tidak, seorang pemimpin harus tegas dan berusaha mengembalikan pada tugas yang sudah diberikan sebelumnya.

e. Fungsi mengambil keputusan

Seorang pemimpin harus bisa bisa mengambil keputusan apalagi dalam situasi genting. Oleh karena itu, pemimpin harus bisa tegas, tidak ragu-ragu dan tahu risiko yang ia ambil.

f. Fungsi memberi motivasi

Fungsi ini sebenarnya sangat penting dalam kelompok. Fungsi ini juga terkadang menjadi obat penawar untuk meningkatkan kinerja dan loyalitas anggota yang dipimpinnya.

Oleh karena itu, pemimpin harus bisa memberikan motivasi baik individual maupun kelompok secara keseluruhan.

Motivasi adalah dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Mengapa fungsi ini sangat penting? Karena dapat mendorong seseorang atau kelompok tertentu untuk tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang sudah dikehendaki.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin saja akan diajukan terkait postingan ini bakal diulas dalam bentuk QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa perbedaan pemimpin, pimpinan dan kepemimpinan?

Pemimpin merujuk pada individu atau seseorang yang punya kemampuan untuk memimpin. Kemampuan memimpin ini bisa diperoleh secara alami, berdasarkan pelatihan atau reputasi yang didapat.

Semetara, kepemimpinan mengacu pada model pemimpin yang bisa dilihat dari karakter, tabiat atau dan kemampuan lain.

Artinya, apabila pemimpin merujuk pada kemampuan untuk memotivasi, mempengaruhi, membuat ide, menggerakan anggota maka kepemimpinan adalah bagaimana ikut bersama-sama mencapai tujuan.

Inti perbedaan dari pemimpin dan kepemimpinan ada pada kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan sementara, kepemimpinan adalah kemampuan untuk bekerja sama mencapai visi.

Dengan demikian, saat berbicara tentang pemimpin atau kepemimpinan, tidak berbicara tentang jabatan atau gelar yang didapat melainkan ada kemampuan dimaksud.

Jadi, hubungan antara pemimpin dan kepemimpinan ada pada bagaimana seseorang ikut ambil bagian dalam proses kepemimpinan dengan ia sendiri bertindak sebagai pemimpin.

2. Apa yang dimaksud dengan pemimpin kontingen, pemimpin redaksi dan pemimpin sosio-emosional?

Pemimpin kontingen adalah orang yang ditunjuk untuk memimpin kontingen negara dalam kegiatan internasional, sepak bola atau bola basket misalnya.

Disisi lain, pemimpin redaksi adalah pimpinan tertinggi dalam keredaksian suatu media yang kadang juga disingkat jadi pemred.

Sementara, pemimpin sosio-emosional adalah orang yang berperan dalam menjaga kebersamaan dan memfasilitasi hubungan interpersonal dalam kelompok.

3. Apa perbedaan pemimpin dan pimpinan?

Pimpinan adalah orang-orang yang ditunjuk secara struktural untuk memimpin anggota dalam satu divisi, lembaga atau perusahaan.

Misalnya, manajer dapat disebut pimpinan. Sementara, pemimpin adalah individu yang punya kualifikasi untuk menjadi pimpinan, baik yang ada di dalam struktur atau tidak.

Penutup

Sebenarnya, berbicara tentang kepemimpinan adalah berbicara tentang suatu kondisi khusus dan pembahasannya tidak akan pernah selesai.

Namun, sebagian besar pengertian atau definisi kepemimpinan serta bagian-bagiannya sudah dijelaskan secara singkat dibagian atas.

Demikian artikel tentang pemimpin dan kepemimpinan: definisi, tugas, tipe dan fungsi seorang pemimpin. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar