Pengertian Nama Domain: Jenis, Fungsi, Kegunaan dan Contoh

Ada yang menyebutnya nama domain atau domain name dan ada juga yang menyebut sebagai alamat web atau web address.

Apapun penyebutannya, semua merujuk pada alamat yang diketikkan orang ke bar pencarian browser untuk menemukan satu situs web.

Atau mungkin saat mengetikkan keyword tertentu di Google atau Bing, akan muncul result yang berisikan banyak sekali nama domain yang membahas konten yang dicari.

Setiap nama domain yang digunakan cukup unik dan tidak bisa digunakan oleh orang lain, di server berbeda, dalam satu waktu.

Inilah yang menjadi alasan mengapa alamat web ini seperti alamat jalan di dunia nyata, yang hanya dipakai untuk satu lorong saja.

Dengan membeli domain, berarti anda membeli hak nama pribadi di internet. Dan ini bisa dilakukan oleh siapa saja entah itu individu, organisasi, lembaga pemerintah, perusahaan dan lain sebagainya.

Dan untuk mendapatkan hak tersebut, anda harus memberikan sejumlah kompensasi kepada penyedia layanan pemilihan nama domain.

Jadi penting untuk mempunya nama domain sendiri, apalagi jika itu organisasi profit atau bisnis. Selain untuk meningkatkan kehadiran di internet, juga bisa meningkatkan branding dan kepercayaan pelanggan.

Tapi, apa pengertian nama domain? Domain artinya apa? Apa saja contoh domain? Apakah ada pengertian domain dan contohnya?

Atau mungkin pertanyaan lain terkait seperti apa sih fungsi domain yang sebenarnya? Apa saja contoh nama domain yang bagus? Apa saja macam-macam domain dan contohnya?

Jika penasaran jawaban dari semua pertanyaan yang ada di atas, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Pengertian Nama Domain

Pengertian Nama Domain
Gambar via searchenginejournal.com

Domain adalah nama unik yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu situs web atau blog saat diakses lewat internet.

Secara teknis, ia bisa diartikan sebagai string yang terdiri dari teks dan angka yang dipetakan dengan alamat IP numerik.

Alamat IP numerik inilah yang digunakan untuk mengakses situs web tersebut dari perangkat lunak klien ke server.

Jadi, bisa diartikan sebagai teks yang diketik oleh pengguna di bar pencarian browser untuk menuju situs web tertentu.

Contoh sederhana dari nama domain ini adalah Google.com, paulipu.com, bungkul.com, yahoo.com dan lain sebagainya.

Hanya saja, alamat sebenarnya dari situs web tersebut bukanlah nama domainnya melainkan alamat IP numerik yang dimaksud.

Baca Juga:

Misalnya, IP Google adalah 103.21.244.0 dan berkat DNS atau Domain Name Server, pengguna bisa memasukkan nama domain yang mudah diingat oleh manusia untuk diarahkan ke situs dimaksud.

Dengan demikian, saat anda mencari di Google paulipu.com berarti anda melakukan pencarian DNS untuk IP Numerik dimaksud.

Semua domain yang ada di ranah internet dikelola oleh pendaftar domain, yang mendelegasikan reservasi itu ke register.

Artinya, siapapun yang ingin buat blog atau situs web dapat mendaftarkan nama domain mereka dengan register, yang saat ini sudah ada lebih dari 300 juta nama domain di seluruh dunia.

Intinya, nama domain adalah nama situs web atau blog yang digunakan untuk menemukan dan mengidentifikasi komputer lewat internet.

Untuk kombinasi nama domain tergantung keinginan namun harus diakhiri dengan ekstensi domain sesuai dengan profil register.

Misalnya, jika situs web itu dibuat oleh INdividu, maka tidak boleh menggunakan nama domain tingkat negera seperti go.id untuk situs pemerintah Indonesia.

Atau mungkin, lembaga publik seperti perusahaan tidak boleh menggunakan TLD milik pemerintah dengan domain lain misalnya mil.id untuk anggota TNI di Indonesia.

Dengan demikian, apabila Individu boleh pakai domain seperti .com, .net dan lain sebagainya. Perusahaan pun demikian, boleh pakai alamat yang sama.

Hanya saja, pengelola domain mewajibkan agar entitas bisnis yang ingin membuat situs web, wajib mendaftarkan alamat domain dengan akhiran CO.ID untuk Indonesia.

Sedang cari nama domain yang tepat untuk bisnis anda? Atau untuk untuk pribadi? Kunjungi langsung Niagahoster disini.

Jenis Domain Name

Pengertian Nama Domain
Gambar via 101red.com

Nama domain merupakan infrastruktur penting di Internet sehingga memudahkan orang-orang untuk mengunjungi suatu situs web dengan mudah.

Dengan alamat yang terdiri dari teks dan angka tersebut, anda bisa melakukan pencarian situs web apa saja secara spesifik.

Mengapa demikian? Karena setiap komputer yang terhubung ke Internet bisa dijangkau lewat alamat IP Publik.

Misalnya, alamat IPv4 seperti 173.194.121.32 termasuk juga alamat alamat IPv6 seperti 2027:0da8:8b73:0000:0000:8a2e:0370:1337.

Lantas, apa saja jenis domain yang ada sekarang ini? Untuk saat ini, ada empat macam domain yang secara resmi diakui, yakni:

1. Top-Level Domain (TLD) 

TLD adalah akhiran untuk nama domain atau eksistensi domain dimaksud yang dipilih untuk mengidentifikasi tujuan dari penggunaan ekstensi dimaksud.

Hanya saja, sufiks ini digunakan terbatas pada beberapa bagian saja. Dan untuk contoh nama domain TLD ini ada banyak, seperti:

  • .com yang diperuntukan untuk bisnis komersial
  • .org yang diperuntukan untuk organisasi biasanya organisasi nirlaba
  • .gov yang diperuntukan untuk lembaga pemerintah
  • .edu yang diperuntukan untuk lembaga pendidikan tinggi atau universitas
  • .net untuk organisasi jaringan
  • .mil yang diperuntukan untuk lembaga militer di suatu negara

Oh iya, untuk diketahui, TLD ini diklasifikasikan dalam dua kategori utama yakni Domain Tingkat atas Generik atau gTLD serta Domain Tingkat Atas Kode Negara atau ccTLD. Berikut penjelasannya:

  • Generic Top-Level Domain (gTLDs) adalah nama domain tingkat atas generik yang mengidentifikasi kelas domain yang terkait dengannya seperti .com, .org, .edu, dan lain sebagainya
  • Country Code Top-Level Domain (ccTLD) adalah ekstensi domain dua huruf, seperti .uk atau .fr , yang ditetapkan untuk suatu negara, lokasi geografis, atau wilayah.

2. nTLD

nTLD atau new top-level domain names mengacu pada nama domain tingkat atas, seperti TLD diatas namun ditujukan untuk organisasi atau perusahaan secara spesifik.

Karena itu, umumnya, nTLD hanya dipakai untuk memperkuat merk atau brand dari suatu entitas perusahaan dan bisa disesuaikan.

Jadi, penggunaan nTLD satu ini cukup fleksibel sehingga relevan dengan jenis bisnis yang dikelola. Contohnya, .voyage, .app, .ninja, .cool dan lain sebagainya.

Struktur Nama Domain

Pengertian Nama Domain
Gambar via owogram.com

Nama domain atau bisa sebut saja domain punya struktur yang digunakan untuk mengidentifikasi rangkaian angka unik yang disebut IP Address.

Jika berkunjung ke satu situs web, anggap saja situs tersebut paulipu.com, maka rangkaian teksnya akan terlihat seperti ini, gambar gembok diikuti paulipu.com

Meski demikian, ada struktur tambahan di depan alamat domain tersebut. Dan umumnya, nama domain terdiri dari beberapa unsur, yang bisa disebut struktur, sebagai berikut:

  • http dan https atau Hypertext transfer protocol, yang jika sudah mengamankan dengan sertifikat SSL maka akan menjadi HTTPS atau Hypertext transfer protocol secure dengan tambahan teks secure dibelakangnya
  • www yang mengacu pada nama domain tingkat tiga yakni world wide web
  • Nama domain yang digunakan untuk mengidentifikasi alamat IP tersebut yakni Paulipu
  • Dan .com yang merupakan domain TLD, yang juga dikenal dengan istilah ekstensi domain atau akhiran domain

Selain nama domain, ada juga subdomain, yang biasanya merupakan domain anak dari domain utama. Misalnya, paulipu.com dengan domain anak blog.paulipu.com.

Ini hanya contoh ya. Di beberapa kasus, mungkin anda melihat prefix pada domain name yang terlihat seperti ini: paulipu.com/id/ atau paulipu.com/en/ dan sebagainya.

Sebenarnya, itu sama saja dengan domain kebanyakan. Hanya saja, penambahan item tersebut untuk mengidentifikasi domain dengan konten pada kategori tertentu.

Misalnya, media online internasional, yang punya banyak domain dan aktif di beberapa negara. Dan ya, secara umum, bisa disebut anak domain juga.

Contoh domain name

Pengertian Nama Domain
Gambar via tutsplus.com

Untuk contoh domain name atau nama domain ini ada banyak. Contoh sederhana bisa dilihat domain yang dipakai di blog ini yang merupakan bagian dari gTLD.

Agar jelas, berikut disajikan beberapa contoh nama domain, seperti:

  • Generic Top-Level Domain atau gTLD seperti .com, .org, .net, .biz, .info, .me, .google, .Android, .mitsubishi dan lain sebagainya
  • Country Code Top-Level Domain atau ccTLD seperti .id (Indonesia), .cn (tiongkok atau China), .de (Jerman), .us (Amerika Serikat), .jp (Jepang) dan lain sebagainya
  • Sponsored Top Level Domain atau sTLD seperti .aero, .edu, .gov, .jobs, .travel dan lain sebagainya

Selain daftar di atas, contoh nama domain ada banyak. Jadi, bisa kunjungi platform tempat beli domain untuk lihat listnya.

Tips memilih nama domain yang tepat

Pengertian Nama Domain
Gambar via tutsplus.com

Sebelum memilih nama domain, tentukan terlebih dahulu domain itu digunakan untuk apa apakah individu atau organisasi.

Jika digunakan oleh perusahaan atau bisnis, baiknya diskusikan dulu dengan tim, pimpinan atau pemangku kepentingan lain.

Sementara, apabila digunakan untuk instansi pemerintah, sebaiknya pakai ekstensi domain yang khusus digunakan oleh pemerintah saja.

Tujuannya untuk meningkatkan otoritas atau kepercayaan dari publik bahwa situs tersebut memang dikelola oleh pemerintah.

Agar jelas, berikut disajikan tips memilih nama domain yang tepat untuk blog, diantaranya:

1. Pilih nama domain yang mudah diucapkan, dieja, dan singkat

Sebelum memilih ekstensi domain atau mengatur bagaimana tampilan website atau blog akan terlihat, langkah pertama adalah menentukan nama domain yang akan digunakan.

Intinya, pastikan nama domain yang akan digunakan itu mudah diucapkan, di eja dan singkat yang memungkinkan nama domain itu lebih mudah diingat.

Jika nama domain mudah diingat, maka jika orang ingin mencari sesuatu, mereka bisa saja langsung mengklik linknya langsung.

Selain itu, saya juga menyarankan agar anda menggunakan nama domain yang tak lebih dari 15 huruf atau lebih dari 5 huruf.

Perhatikan juga untuk tidak menambahkan angka di dalam nama domain tersebut karena hal ini membuat nama domain anda terkesan tidak professional.

Kecuali dalam keadaan khusus misalnya, branding bisnis atau nama bisnis yang digunakan mengandung angka.

2. Tentukan ekstensi yang tepat

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana ekstensi domain adalah akhiran dari domain setelah nama generik yang digunakan.

Sebagai saran, jika digunakan untuk individual, tetap pertimbangakn untuk pakai ekstensi .COM karena inilah yang paling populer.

Dan ini merupakan ekstensi domain paling familiar di Internet. Bahkan, menurut Statista, akhiran domain .COM dapat meningkatkan jumlah klik link dibanding ekstensi lain.

Disisi lain, jika ingin menunjukkan identitas soal konten yang disajikan dan dari negara mana domain itu diregistrasikan, boleh pakai .ID

Disisi lain, jika digunakan oleh organisasi, boleh pakai ekstensi .ORG atau .OR.ID. Dua pilihan itu bebas, tapi ada baiknya pakai yang .OR.ID saja untuk merujuk pada organisasi asal Indonesia.

Sementara, apabila digunakan untuk bisnis, boleh pakai ekstensi komersial .COM. Jika mau lebih terpercaya, boleh pakai ekstensi .CO.ID

Intinya, pilihlah ekstensi domain paling familiar atau paling banyak digunakan dengan tetap mempertahankan branding.

3. Cek ketersediaan domain

Langkah selanjutnya adalah mengecek ketersediaan dari domain yang dipilih karena bisa saja sudah didaftarkan oleh orang lain, dengan nama yang sama sekalipun ekstensinya berbeda.

Jika sudah digunakan, boleh pakai nama yang lain. Meski anda juga masih punya kesempatan untuk mendapatkan nama domain yang diinginkan karena bisa dibeli saat sudah expayer.

Dengan catatan, orang yang membeli domain tersebut tidak memperpanjang lagi. Sementara, apabila domain name itu sudah dipilih, langsung beli.

Harga domain rata-rata adalah Rp100.000. Kemungkinan lebih murah jika ada promo dari penyedia. Meski bergantung sama ekstensi yang dipilih.

Karena harga dari ekstensi domain tersebut berbeda-beda. Misalnya, .Com yang bisa dibeli seharga Rp115.000, .Online Rp15.000, .Co.Id Rp275.000 dan lain sebagainya.

4. Pertimbangkan untuk beli dengan hosting

Jika berencana membuat situs web jangka panjang dengan pengaturan tak terbatas dan bisa disesuaikan sendiri antarmuka situs, disarankan untuk beli sekalian sama hosting.

Biasanya, provider domain juga menyediakan hosting. Bahkan, ada beberapa promo yang jika anda membeli sama hosting, maka domain akan didapatkan secara gratis.

Tapi hanya berlaku untuk pembelian pertama. Untuk jenis hosting yang dipilih pun beragam mulai dari shared hosting, unlimited hosting, cloud hosting sampai VPS.

Jika budget terbatas, boleh pakai shared atau unlimited dulu karena cenderung murah. Sementara, jika punya duit lebih, boleh pakai cloud atau VPS karena harganya yang cukup mahal.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin saja akan ditanyakan terkait postingan ini akan saya ulas dalam QnA di bawah, seperti:

1. Apa perbedaan nama Domain dan URL?

URL atau Uniform resource locator adalah alamat situs web yang didalamnya berisikan nama domain serta informasi lainnya mulai dari protokol keamanan, domain tingkat tiga dan lain sebagainya.

Disisi lain, domain adalah nama generik untuk mengidentifikasi alamat IP dari server yang digunakan. Dari sini sudah jelas perbedaannya dimana, kan?

Artinya, nama domain merujuk pada alamat spesifik dari situs web sementara URL merujuk pada alamat lengkap dari suatu situs, termasuk nama domain.

2. Apa saja bagian-bagian dari sebuah nama domain?

Soal ini sebenarnya sudah saya sebutkan di atas pada paragraf struktur domain. Intinya, nama domain dipecah menjadi dua atau tiga bagian.

Masing-masing dipisahkan oleh titik. Saat dibaca dari kanan ke kiri, pengidentifikasi dalam nama domain beralih dari yang paling umum ke spesifik.

Bagian di sebelah kanan titik terakhir adalah nama domain atau TLD termasuk didalamnya TLD generik seperti .COM, .NET, .ORG, .AC.ID, GO.ID dan lain sebagainya.

Di sebelah kiri TLD ada domain tingkat dua atau 2LD dan disebelah kirinya lagi ada domain tingkat ketiga atau 3TLD.

3. Dimana saya bisa beli nama domain?

Ada banyak penyedia nama domain yang ada saat ini, baik di Indonesia atau di luar negeri. Apakah ada rekomendasi? Ada yakni Niagahoster.

Domain dan hosting yang saya gunakan diregistrasikan di perusahaan tersebut. Untuk harga variatif, paling murah bisa dapat Rp10.000 untuk ekstensi domain tertentu.

4. Apa perbedaan nama domain, subdomain dan hosting?

Perbedaannya ada pada cara kerjanya. Dimana, domain adalah identifikasi unik untuk alamat IP server dan subdomain adalah bagian dari domain atau domain anak.

Sementara, hosting adalah tempat penyimpanan atau server dimana semua data-data dari domain tersebut berada mulai dari gambar, teks, tema, plugin dan lain sebagainya.

Ulasan lebih lengkap soal perbedaan antara nama domain, subdomain dan juga hosting sudah saya bahas di artikel sebelumnya disini.

5. Apakah beli domain harus disertai dengan hosting?

Tidak wajib kecuali jika anda berencana beli domain untuk digunakan di platform blogging open source seperti WordPress.

Jika hanya dipakai di Blogger, tidak wajib beli hosting karena Google, pemilik dari blogger, sudah menyiapkan hosting gratis selamanya untuk setiap pengguna di platformnya.

Penutup

Memilih nama domain berarti anda membuat ranah atau area sendiri di internet yang dijadikan sebagai sarana promosi produk atau sekedar berbagai pengalaman.

Artinya, siapapun yang ingin menjadi menunjukkan kehadiran di internet, memiliki domain name sendiri adalah wajib.

Hanya saja, domain tersebut tidak diperoleh secara gratis. Ada biaya yang harus dikeluarkan untuk berlangganan dan pembayarannya dilakukan setiap tahun.

Demikian artikel tentang pengertian nama domain termasuk jenis, struktur, contoh dan tips memilih nama domain yang tepat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar