Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder dan Tersier serta Contohnya

Jika diklasifikasikan berdasarkan tingkat kepentingannya, kebutuhan manusia dapat dibagi dalam tiga kategori yakni kebutuhan primer, sekunder dan tersier.

Klasifikasi diatas berasal dari fakta bahwa ada kebutuhan yang sifatnya mendesak, cukup mendesak dan bisa ditunda untuk memperolehnya.

Dua kebutuhan pertama yakni primer dan sekunder diperkenalkan oleh Henry Murray (1893–1988), seorang psikolog Amerika yang mengembangkan teori kepribadian.

Teori tersebut dibuat berdasarkan motif, tekanan dan kebutuhan. Murray sendiri menjelaskan bahwa kebutuhan sebagai potensi atau kesiapan untuk merespon dengan cara tertentu dan dalam keadaan tertentu.

Dari pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa kebutuhan adalah motif yang menunjukkan bahwa kepribadian adalah cerminan dari perilaku, yang pada dasarnya dikendalikan oleh kebutuhan.

Dalam hal prioritas, ada kebutuhan yang bersifat sementara dan ada juga yang berubah-ubah. Dan kebutuhan lain ada dalam sifat manusia.

Dan saat berbicara soal kebutuhan, Murray menyebutkan ada dua jenis kebutuhan yakni primer dan sekunder.

Primer merujuk pada kebutuhan dasar dan sekunder merujuk pada kebutuhan yang umumnya bersifat psikologis, prestasi dan kemandirian misalnya.

Keduanya merupakan bagian dari kebutuhan psikogenik yang berfungsi sebagian besar pada tingkat bawah sadar dan punya peran penting dalam kepribadian.

Selain murray, tingkat prioritas kebutuhan juga bisa dilihat dari teori kebutuhan Maslow, yang lebih dikenal sebagai Piramida Maslow.

Di mana, pada area paling bawah ada kebutuhan fisiologis, yang kemudian diasosiasikan dengan kebutuhan sebagaimana yang akan diulas di postingan ini.

1. Apa itu kebutuhan primer?

Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder dan Tersier serta Contohnya
© wikimedia.org

Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok atau kebutuhan utama yang tidak bisa ditunda waktunya. Artinya, sifatnya sentral, penting dan wajib.

Misalnya, manusia yang membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Dalam konteks makanan, maka saat lapar, ia tidak bisa menunda untuk makan.

Jika ditunda dalam durasi yang tidak bisa ditolerir lagi, maka ia akan meninggal. Artinya, dalam konteks kebutuhan, maka makanan adalah kebutuhan primer itu sendiri.

Artinya, kebutuhan primer adalah kebutuhan dasar atau sangat mendasar. Dan ini wajib dipenuhi. Jika tidak, akan mempengaruhi kelangsungan hidup.

Selain makanan, yang merupakan sumber energi utama makhluk hidup, kebutuhan primer juga terlihat dari minuman, pakaian, tempat tinggal, dan tentu saja, oksigen.

Intinya, kebutuhan primer adalah kebutuhan dasar yang berasal dari tuntutan biologis, yang tidak bisa ditunda untuk memperolehnya.

Jika mengambil contoh dari piramida Maslow yang berkaitan dengan fisiologi, maka ini berkaitan dengan kemampuan bertahan hidup.

Menariknya, ia bisa diakses dari alam langsung, udara, makanan dan minuman misalnya. Dan dalam praktiknya, ia juga dijual untuk mendapatkan penghasilan.

Dalam buku Kewirausahaan Pedoman Praktis: Kiat dan Proses menuju Sukses (2008) karya Surya Suryana, kebutuhan primer dikelompokan dalam tiga jenis, yakni:

  • Sandang, secara umum berarti bahan pakaian. Dengan demikian, apabila berbicara soal kebutuhan, istilah sandang lebih merujuk pada kebutuhan untuk memiliki dan mengenakan pakaian sebagai penghangat tubuh. Karena itu, ia merupakan satu kebutuhan primer yang tidak boleh dilupakan manusia di era sekarang ini
  • Pangan yang merujuk pada makanan yang berarti setiap orang membutuhkan makanan untuk mendukung aktivitas yang dilakukannya, langsung maupun tidak langsung. Kebutuhan makanan sifatnya mendesak, tidak bisa ditunda
  • Papan, yang dalam konteks kebutuhan berarti tempat tinggal atau rumah, yang merujuk pada keinginan untuk memiliki tempat tinggal baik itu permanen, semi permanen atau sementara untuk berlindung dari hujan, angin dan seterusnya.

Jika diperhatikan, apabila satu dari tiga kebutuhan primer diatas, maka kebutuhan dasar manusia belum terpenuhi.

Artinya, memenuhi sandang, pangan dan papan atau kebutuhan primer adalah penting dan genting sebelum memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier.

2. Apa itu kebutuhan sekunder?

Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder dan Tersier serta Contohnya
© npr.org

Jika kebutuhan primer tidak bisa ditunda dan wajib untuk diperoleh, maka tingkatan kebutuhan kedua yang lebih lunak dikenal sebagai kebutuhan sekunder.

Secara umum, kebutuhan sekunder adalah kebutuhan tingkat dua dari makhluk hidup. Jika menggunakan pendekatan Murray, maka ia berkaitan dengan psikologis seseorang.

Artinya, jika primer merujuk pada kebutuhan fisiologis maka sekunder pada kebutuhan psikologis, yang pada fokus pada peningkatan kualitas hidup.

Baca Juga:

Untuk meningkatkan kualitas hidup, manusia-manusia memerlukan usaha-usaha tertentu menggunakan seperangkat kemampuan yang dimilikinya atau yang berasal dari orang lain.

Meski demikian, dalam hal prioritas, kebutuhan ini juga sama pentingnya. Bahkan dianggap sebagai kebutuhan dasar juga.

Intinya, kebutuhan sekunder adalah kebutuhan tambahan yang diperlukan setelah kebutuhan primer diatas terpenuhi.

Misalnya, jika manusia sudah bisa makan, minum dan tempat tinggal maka ia memerlukan perabot di dalamnya sebagai fasilitas penunjang.

3. Apa itu kebutuhan Tersier?

Pengertian Kebutuhan Primer, Sekunder dan Tersier serta Contohnya
© bauersecure.com

Selain dua jenis kebutuhan diatas, ada juga kebutuhan tersier, yang timbul seiring waktu berjalan setelah dua kebutuhan pertama diatas terpenuhi.

Kebutuhan tersier diasosiasikan sebagai kebutuhan sosial. Artinya, ia muncul berdasarkan koeksistensi dengan orang lain.

Dan ini muncul dari fakta bahwa manusia adalah makhluk sosial, yang membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup.

Ia muncul dalam bentuk afiliasi dalam satu kelompok sosial atau pengakuan keberadaannya. Dua poin inilah yang disebut sebagai kebutuhan tersier.

Bayangkan begini, bagaimana jika anda tidak punya teman di sekolah? Atau mungkin punya tetangga, tapi tidak pernah saling mengenal, justru diam-diam saling memusuhi?

Secara psikologis, tentu ada perasaan paranoid, merasa terancam, tidak aman, dan lain sebagaimana. Jadi, diperlukan koneksi untuk masuk ke dalam komunitas tertentu.

Intinya, kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang tidak terlalu esensial dan muncul ketika dua kebutuhan diatas dauh terpenuhi.

Perbedaan Kebutuhan Primer, Sekunder, Tersier serta contohnya

Tapi, apa sih pengertian kebutuhan primer, sekunder dan tersier? Apa saja contoh tiga jenis kebutuhan diatas? Jika penasaran, simak tabel dibawah ini:

PerbedaanKebutuhan primerKebutuhan sekunderKebutuhan Tersier
PengertianKebutuhan primer adalah kebutuhan paling dasar yang tidak bisa ditundaKebutuhan sekunder adalah kebutuhan psikologis untuk mendapatkan keamanan dan kenyamananKebutuhan tersier adalah kebutuhan yang bisa ditunda saat memperolehnya
AsosiasiFisiologisPsikologisSosial
JenisKebutuhan sandang, pangan dan papanKebutuhan jasmani dan RohaniKebutuhan individu dan Sosial
SifatWajib diperoleh semua orangWajib diperoleh semua orang dengan tingkat prioritas yang berbedaKebutuhan berbeda-beda sesuai selera, keadaan dan apa yang ada saat itu
ContohMakanan, minuman, tempat tinggal, mandi, kebutuhan seksual, udara, istirahat dan lain sebagainyaKeamanan fisik, moral, punya pekerjaan, hangat di waktu dingin, punya ponsel untuk berkomunikasi, bebas memilih agama, dan lain sebagainyaPunya teman, menerima kasih sayang dari keluarga, hidup dalam komunitas sosial dimana keadilan berlaku, punya pasangan, punya pekerjaan tetap, status sosial di masyarakat, punya rumah mewah, mobil sport, baju branded sampai liburan ke luar negeri

Dari tabel diatas sudah cukup menjelaskan dimana letak perbedaan kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan juga kebutuhan tersier.

Paling umum ada pada tingkat kepentingannya. Misalnya, kebutuhan primer yang sifatnya mendesak dan tidak bisa ditunda untuk mendapatkannya.

Anggap saja begini, anda sedang lapar dan ingin makan. Jika tidak makan, maka tubuh akan kesulitan untuk mendapatkan energi penting untuk tetap beraktivitas.

Jika kebutuhan makan tidak dipenuhi dalam jangka waktu tertentu, maka seseorang bisa kehilangan kesempatan untuk hidup.

Tapi, makan pun harus dilengkapi dengan kebutuhan primer yang juga tidak bisa ditunda seperti minum. Artinya, ada kesinambungan dari setiap kebutuhan primer yang masing-masing tidak bisa ditunda.

Istilah makan minum mungkin terlalu dasar. Coba bayangkan, jika anda makan dan minum tapi tidak punya piring dan gelas? Maka bisa pakai wadah lain.

Yang jadi masalah, apapun wadahnya, dua kebutuhan tersebut tidak bisa ditunda. Di era modern, selain makan dan minum, kebutuhan primer juga mencakup rumah atau tempat tinggal dan sebagainya.

Disisi lain, kebutuhan sekunder berkaitan dengan kebutuhan jasmani dan rohani. Misalnya, jika anda seorang individu dan tergabung dalam satu kelompok, tentu ada harus memiliki rasa aman secara fisik.

Rasa aman secara fisik bisa diperoleh dari kemampuan komunikasi, ambil bagian dalam satu organisasi dalam kelompok tersebut seperti agama atau mungkin ormas dan seterusnya.

Sementara, kebutuhan tersier lebih merujuk pada kebutuhan sebagai individu dan kelompok yang harus diperoleh apabila dua jenis kebutuhan sebelumnya sudah terpenuhi.

Karena manusia adalah makhluk sosial, maka pada kebutuhan sosial ini, individu atau seseorang harus memiliki teman dan mendapatkan kasih sayang dari keluarga.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin saja akan ditanyakan terkait postingan ini bakal diulas dalam bentuk QnA dibawah, diantaranya:

1. Apa sih yang dimaksud dengan kebutuhan? Apa fungsinya?

Kebutuhan adalah perasaan kekurangan yang muncul dari keinginan untuk memuaskannya. Dalam ekonomi, ia dicirikan sebagai kebutuhan terbatas dan tak terbatas, berdasarkan kualitas dan kuantitas.

Sehingga, ia harus secara terus menerus diciptakan. Kebutuhanlah yang menciptakan itu. Dengan demikian, misalnya, apabila kebutuhan primer seperti makanan hilang atau rusak, ia wajib diganti.

Disisi lain, kebutuhan juga akan menyiratkan kebutuhan lain, seperti alat dan instrumen. Misalnya, kebutuhan untuk makan, diperlukan alat-alat masak juga.

2. Apa saja jenis-jenis kebutuhan manusia?

Sebenarnya, kebutuhan manusia ada banyak jenisnya. Dan tiga kebutuhan diatas diambil berdasarkan sifat atau intensitas apakah mendesak atau tidak. Agar jelas, berikut disajikan jenis-jenis kebutuhan:

Tipe kebutuhanJenis kebutuhan
Berdasarkan intensitas atau tingkat kegentingannyaKebutuhan primer, sekunder dan tersier
Berdasarkan waktu pemenuhannyaKebutuhan sekarang, kebutuhan akan datang, kebutuhan tidak terduga dan kebutuhan sepanjang waktu
Berdasarkan sifatnyaKebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani
Berdasarkan subjekKebutuhan pribadi dan kebutuhan sosial atau kelompok masyarakat
Berdasarkan kelas konsumsiKelompok benda baku, kelompok peralatan dasar dan teknologi produksi serta kelompok waktu senggang

3. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia?

Kebutuhan manusia terus bergeser. Artinya, ada penambahan pada setiap kebutuhan primer. Ambil contoh misalnya, seiring dengan meningkatnya teknologi, ada kemungkinan internet dianggap sebagai salah satu kebutuhan sekunder.

Tapi internet harus memiliki daya, dalam hal ini listrik. Dan listrik, saat ini, dianggap sebagai salah satu kebutuhan antara primer dan sekunder.

Hal ini terjadi karena listrik, terlebih di daerah perkotaan, adalah sumber utama untuk aktivitas seperti makanan, bepergian, bekerja dan lain sebagainya.

Karena itu, apabila berbicara soal faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia, bisa dikategorikan menjadi enam bagian yakni: Sifat manusia, Peradaban, Pendapatan dan sumbernya serta lingkungan masyarakat.

Penutup

Berbicara tentang kebutuhan secara tidak langsung akan berbicara soal bagaimana cara manusia untuk bertahan hidup setiap harinya.

Karena itu, ada kebutuhan dasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum menjalankan berbagai aktivitas, baik langsung ataupun tidak langsung.

Demikian artikel tentang perbedaan kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar