Pengertian Data Vektor dan Data Raster serta Contohnya

Ada dua istilah yang umum digunakan dalam proses pembuatan sistem informasi geografis (SIG) yakni data vektor dan data raster.

Misalnya, saat buat data spasial yang harus divisualisasikan layarnya dan data tersebut harus berasal dari fitur nyata.

Layar atau fitur nyata ini biasanya muncul dalam proses pembuatan peta yang didalamnya harus terdapat bisa dimunculkan beberapa informasi seperti demografi, mobilitas manusia, rumah, tanah, lanskap wilayah dan lain sebagainya.

Lalu, apakah kedua istilah di atas punya hubungan dengan format gambar seperti gambar raster atau bitmap yang sering disebut vektor?

Secara teknis ya. Hal ini berkat mode presentasi data yang dibuat dimana satunya menggunakan sel atau matriks kisi sementara yang lainnya menggunakan titik aau simpul yang berurutan.

Tapi apa sih yang dimaksud dengan data vektor? Apa pengertian data raster? Apa perbedaan data vektor dan data raster? Jika penasaran, simak artikel dibawah ini sampai habis.

1. Pengertian Data Vektor

Pengertian Data Vektor dan Data Raster

Secara umum, data vektor adalah data yang menggunakan titik atau simpul berurutan untuk merepresentasikan data.

Setiap simpul berisi dua koordinat yakni x dan ay. Dengan demikian, apabila merujuk pada pengertian di atas, batas wilayah provinsi, fitur linier, jalan dan sungai adalah contoh data vektor.

Lebih teknisnya lagi, data vektor adalah data spasial yang selain menggunakan simpul dan titik, juga menggunakan garis dan poligon atau area.

Dengan demikian, data vektor dapat dibedakan dalam tiga bagian yakni data vektor titik, data vektor garis dan data vektor poligon.

Baca Juga:

Semua informasi di atas umumnya muncul pada sebuah peta sebagai penanda lokasi, posisi atau kondisi tertentu dari permukaan yang digambarkan.

Misalnya, garis yang bisa digunakan untuk menunjukkan rute perjalanan dari titik A ke B serta batas-batas kabupaten, provinsi atau negara.

Termasuk juga batas-batas untuk area-area tertentu seperti hutan lindung atau yang lainnya. Sementara untuk poligon umum digunakan untuk menunjukkan daerah berair, danau misalnya.

Salah satu kelebihan dari data vektor adalah kemampuannya menggambarkan seluruh topologi permukaan dengan grafik yang akurat.

Juga bisa dipakai untuk menggeneralisasi dan memperbaharui data raster tapi dengan struktur atau proses yang sedikit berbeda dan agak sulit untuk mensimulasikannya sebab unitnya berbeda.

2. Pengertian data raster

Pengertian Data Vektor dan Data Raster

Disisi lain, data raster adalah data yang tersimpan pada kotak persegi empat atau grid, yang disebut dengan sel, sehingga ruangnya terlihat teratur.

Ada banyak contoh dari data raster ini mulai dari foto digital atau foto satelit dari suatu permukaan atau wilayah yang muncul dalam peta.

Dari sini bisa diketahui kalau data raster adalah data berbentuk grid kontinu yang hasilnya seperti gambar pada umumnya yang diambil pada kamera DSLR atau Mirrorless.

Hasil gambarnya sendiri ditampilkan dalam standar warna RGB (Red, Green dan Blue) dengan struktur bagian dalam gambar terbentuk dari pixel atau picture element.

Dengan demikian, resolusi dari gambar tersebut bergantung pada ukuran dan jumlah pixelnya. Artinya, semakin kecil ukuran yang dipresentasikan maka makin tinggi pula resolusinya.

Untuk menghasilkan data raster bisa dilakukan dengan sistem penginderaan jauh dan cocok untuk menunjukkan batas-batas gradual seperti jenis tanah, kelembaban tanah atau suhu.

termasuk juga lahan dan pengelolaan suatu kawasan hutan entah itu hutan hujan, hutan lindung dan lain sebagainya.

Hasil dari SIG berupa gambar raster ini kemudian disebut peta raster yang diperoleh dari foto aerial, foto satelit atau scan dari gambar peta yang dalam ilmu kehutanan sering disebut penginderaan jauh.

Perbedaan Data Vektor dan Data Raster serta Contohnya

Lantas, apa sih perbedaan data vektor dan data raster? Pasti penasaran, kan? Jika iya, lihat tabel dibawah ini:

PerbedaanData vektorData raster
PengertianData koordinat titik yang menyimpan data spasialData dari matriks pixel yang resolusinya bergantung pada jumlah pikselnya
BentukTitik, garis dan poligonData tematik, dan peta
Tipe dataData diskritData kontinu
UkuranKecilBesar
VisualisasiTitik-titik (vertex)Piksel (matrix row dan kolom)
KelebihanLebih terlihat menarik, estetis dan akurat serta datanya tidak bergantung pada ukuran gridStruktur datanya cenderung sederhana, bisa menyimpan data dalam berbagai model seperti garis, poligon dan titik, bisa overlay dengan cepat
KekuranganHasilnya cenderung kurang menarik serta butuh pemeliharaan secara berkala agar data yang ada tetap akuratData spasial yang ditampilkan kurang akurat, ukuran datanya cenderung lebih besar serta kemungkinan hilangnya presisi apabila data di restrukturisasi
Sumber dataDari hasil transformasi data raster ke format vektor baik secara digital atau manualSatelit, pesawat terbang, drone dan lain sebagainya
Format dataDXF, DWG, SHP dan lain sebagainyaBMP, JPG, TIFF, GRID, BIL, BIP, BSQ dan lain sebagainya

Dari tabel diatas dapat dengan jelas diketahui dimana letak perbedaan antara data vektor dan data raster.

Contoh sederhana adalah dari meta datanya dimana data vektor terbuat dari titik, garis dan poligon semetntara data raster dari pixel.

Istilah pixel ini mengacu pada bentuk data tematik, kontinu dan lain sebagainya. Dan dengan demikian bisa menghasilkan titik, garis dan juga poligon.

Sayangnya, dari segi ukuran, data raster lebih besar daripada data vektor. Hal ini disebabkan karena data vektor terdiri dari piksel.

Dan seperti yang kita ketahui, semakin banyak pixel dalam suatu gambar, semakin besar resolusi dan ukurannya. Artinya, dibutuhkan memori atau tempat penyimpanan yang besar juga.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan terkait postingan ini bakal diulas dalam bentuk QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apakah data raster dan data vektor ada hubungannya dengan peta raster dan peta vektor?

Secara teknis, kedua istilah di atas merujuk pada peta yang ditampilkan dalam dua format yakni raster dan vektor.

Dengan demikian, apabila peta vektor terbentuk dari titik, garis dan polygon maka pada peta raster menunjukkan hasil fotografi dari area tersebut termasuk dari foto satelit.

2. Bisa mengkonversi data raster ke data vektor?

Kedua jenis data diatas punya data pembentukan yang berbeda-beda dengan demikian, sangat sulit atau mungkin tidak bisa di konversi.

3. Apa saja contoh data raster dan data vektor?

Suhu, tekanan udara, pH tanah, ekoton, elevasi, aliran dan jarak antar suatu objek merupakan contoh dari data raster.

Sementara, batas-batas administratif termasuk juga fitur linier, jalan raya dan sungai adalah contoh dari data vektor.

Penutup

Dari penjelasan diatas bisa diketahui kalau data vektor adalah data yang menggambarkan sebuah objek berdasarkan lokasinya di dalam ruang.

Sementara data raster adalah data yang menggambarkan sebuah objek dengan menggunakan grid atau jaringan sel yang disebut raster,

Kedua data diatas memiliki fungsi, bentuk, kelebihan dan kekurangannya masing-masing namun tetap umum digunakan dalam pembuatan informasi geospasial.

Demikian artikel tentang pengertian data vektor dan data raster. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar