Pengalaman Jadi Blogger Selama 1 Tahun, Dapat Berapa dari AdSense?

Tepat hari ini, 21 Februari 2020, paulipu.com berusia satu tahun. Momen ini juga menandai bahwa saya sudah jadi blogger selama setahun.

Saya sendiri sudah lama ingin tulis artikel jenis ini. Sebagai overview, atau kladeiskop, tentang apa saja yang saya lakukan selama ngeblog.

Sekaligus untuk mengajak anda, terlebih blogger pemula, untuk melihat blogging dari sudut pandang yang lain.

Kalau misalnya selama ini anda buat blog dengan tujuan untuk dapat penghasilan pasif tiap bulan, sekarang tidak lagi.

Karena banyak blogger yang kecewa setelah mendapati bahwa dunia blogging itu tidak semudah yang dibicarakan banyak orang.

Misalnya, ada blogger yang bisa gajian puluhan bahkan ratusan juta dari blog. Padahal, untuk dapat penghasilan sedemikian besar, butuh usaha dan kerja keras yang tak sedikit.

Coba tanya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kembangkan blognya sehingga bisa dapat penghasilan sedemikian besar?

Setahun? Dua tahun? Mustahil. Mungkin butuh waktu lebih dari lima tahun. Dengan catatan, ia konsisten menulis selama 60 bulan.

Lantas, berapa banyak uang yang saya dapatkan dari Google AdSense setelah setahun ngeblog? Apa saja pengalaman yang saya dapatkan? Simak artikel ini sampai habis.

Migrasi ke WordPress dari Blogger

Pada 21 februari 2019, saya beli domain paulipu di Niagahoster. Harganya cukup murah, sekira 145.000 ribuan.

Dengan demikian, pada bulan tersebut secara tidak langsung menjadi awal karir saya sebagai blogger yang profesional meskipun tidak full time.

Mayoritas konten yang saya buat pada waktu itu diambil dari blog saya sebelumnya yang domainnya sudah expired.

Dan memang, saya sendiri punya satu blog yang tidak terurus. Isi kontennya berkaitan dengan tugas-tugas kuliah yang pernah saya buat.

Pada waktu itu, saya kejar kuantitas. Artinya, buat postingan dulu. Maksimal satu artikel per hari. Dengan prinsip, pengunjung akan datang dengan sendirinya.

Nyatanya, prinsip tersebut salah besar. Mungkin terpengaruh sama perkataan blogger lain yang bilang kalau blog aktif akan lebih diprioritaskan Google.

Korelasinya ada pada jumlah postingan. Dengan demikian, makin banyak postingan yang dibuat, peringkat akan semakin bagus.

Yang terjadi justru sebaliknya. Apalagi blog baru, yang belum punya kredibilitas dan basis audiens yang jelas.

Artinya, dalam dunia blogging, terlebih yang dikelola secara personal, kualitas adalah segalanya. Coba lihat blog-blog personal yang kontennya sedikit tapi populer seperti mas sugeng.

Blog tersebut memperoleh ribuan viewers setiap bulan meskipun hanya memiliki sedikit konten. Karena mas sugeng menawarkan kualitas dan bukan kuantitas.

Tiga bulan pertama setelah domain aktif, saya masih numpang host sama Google. Jadi, pada waktu itu, saya pakai Blogger.

Tapi berkat hadiah lomba yang saya dapatkan dari Niagahoster, akhirnya saya migrasikan blog ini ke WordPress. Setelah blog online, sebulan kemudian saya daftarkan ke AdSense.

Daftar ke AdSense dan Diterima

Blog paulipu diterima AdSense pada 4 Juni 2019 atau sekira 4 bulan setelah aktif digunakan.

Pengalaman Jadi Blogger Selama 1 Tahun, Dapat Berapa dari AdSense?

Pada waktu approve, kontennya sekitar 600-an dengan jumlah karakter per postingan sekitar 500-600.

Untuk template, saya comot dari situs Mythemeshop dengan nama Mythemeshare yang mirip-mirip tampilannya dengan Facebook.

Sayangnya, dengan jumlah postingan sedemikian banyak, pengunjung blog kosong melompong.

Saya sendiri masih tanamkan konsep untuk buat postingan sehari sekali. Dengan prinsip, dalam tulisan tersebut ada 500 karakter.

Dari sinilah muncul ide untuk melakukan evaluasi terhadap semua konten. Selain itu, saya juga pelajari soal bagaimana mendapatkan viewers blog yang konsisten.

Melakukan evaluasi besar-besaran

Pada juli 2019, karena grafik pengunjung belum ada peningkatan, saya putuskan untuk melakukan evaluasi besar-besaran atas konten di blog ini.

Konten-konten yang berkualitas rendah, tidak menyumbang trafik dan tidak evergreen saya hapus permanen.

Disisi lain, untuk artikel-artikel yang saya anggap bisa mendorong trafik dan relevan untuk dibaca 2-3 tahun ke depan, saya tingkatkan kualitasnya.

Dengan cara melengkapi artikel tersebut, mengeditnya berkali-kali, mengganti gambar featured post dan buat standar postingan.

Ada lebih dari 400 artikel berkualitas rendah yang saya hapus. Mayoritas kontennya berkaitan dengan tips dan trik Windows.

Baca juga:

Mengapa saya hapus? Sudah saya sebutkan diatas. Karena keyword yang saya targetkan cukup general.

Jika diketikkan di Google, yang muncul di hasil pencarian adalah konten dari media nasional salah satunya si Tribunnews. Artinya, sulit untuk bersaing di peringkat pertama SERPs.

Ada juga konten misteri, tips dan trik menulis sampai dengan tips blogging. Ini juga saya hapus karena tidak relevan lagi dan mau fokus ke satu topik.

Untuk tips blogging, mayoritas berkaitan dengan SEO. Yang kasusnya sama seperti konten Windows itu hanya saja, saingannya bukan media nasional.

Tapi dengan blog dari layanan atau situs penyedia hosting dan domain. Otoritas blognya sudah tinggi dan kualitas kontennya bagus.

Dengan demikian, mustahil untuk bisa dapat trafik dari keyword yang sudah di kuasai mereka. Lagipula, otoritas domain saya waktu itu masih dibawah 10.

Sembari evaluasi, saya juga buat postingan baru. Di masa-masa inilah, hubungan saya dengan dunia luar makin tipis. Setipis benang.

Targetnya, pada bulan desember nanti, evaluasi sudah selesai dilakukan. Tahun berikutnya, barulah fokus ke agenda lain: memperbaharui postingan.

Selama setahun jadi blogger, penghasilan AdSense sudah berapa?

Kembali ke topik. Lantas, selama setahun jadi blogger, penghasilan dari Google AdSense sudah berapa? Bisa lihat gambar dibawah ini:

Pengalaman Jadi Blogger Selama 1 Tahun, Dapat Berapa dari AdSense?

Yap, tepat setahun aktif ngeblog, saya berhasil gajian pertama kali dari AdSense. Pengalaman itu juga sudah saya buat di artikel sebelumnya disini.

Yang menarik adalah, selepas evaluasi besar-besaran yang saya lakukan, ada perubahan grafik di Google Analytics.

Puncaknya pada bulan januari-febuari 2020, dimana trafik melonjak drastis. Sehari bisa sampai ribuan orang datang berkunjung.

Mungkin saja, karena jumlah kunjungan yang meningkat drastis, saya bisa terima gaji pertama kali dari Blog.

Sebelumnya memang ada peningkatan jumlah kunjungan. Tapi tak sebesar bulan Januari dan Februari.

Selain itu, mayoritas kunjungan berasal dari sindikasi artikel yang saya posting dari Viva Blog.

Pengalaman Jadi Blogger Selama 1 Tahun, Dapat Berapa dari AdSense?

Intinya, blog ini ada perkembangan. Ini terlihat dari trafik yang terus meningkat dan kontribusi backlink dari hasil sindikasi artikel.

Disisi lain, jika bicara pengalaman jadi blogger, ada banyak hal yang saya dapatkan, langsung ataupun tidak langsung.

Di awal-awal terjun ke dunia blogging, ada banyak tulisan yang typo, tidak SEO Friendly, fokus ke kuantitas dan lain sebagainya.

Pengalaman paling menyenangkan mungkin saja karena saya berhasil di terima bergabung ke Google AdSense sebagai mitra.

Termasuk juga perasaan saat melihat ada peningkatan trafik di blog setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk setiap artikel yang saya buat.

Agar lebih rinci, saya sudah menjabarkan pengalaman-pengalaman yang saya dapat selama setahun menjadi seorang blogger antara lain:

a. Pengalaman tidak langsung

  • Belajar bagaimana menulis artikel yang baik dan benar
  • Belajar menghargai karya dan konten orang lain
  • Mulai dapat penghasilan dari dari iklan Google AdSense, referral sampai dengan content placement
  • Tahu bagaimana harus memajemen konten yang benar
  • Dan yang paling penting adalah belajar mencintai proses

b. Pengalaman tidak langsung

  • Terkoneksi dengan blogger lain entah itu di grup Facebook, WhatsApp atau Telegram
  • Menerima ilmu dan masukan dari blogger lain begitu juga sebaliknya
  • Bisa membantu blogger lain meskipun terbatas
  • Tidak cepat putus asa
  • Dan lain sebagainya

Disisi lain, ada beberapa hal yang harus saya korbankan selama menjadi seorang blogger. Suka duka ini pasti dirasakan oleh hampir seluruh blogger, misalnya:

  • Sering mengorbankan waktu tidur
  • Kadang insomnia gara-gara mikirin blog
  • Waktu bergaul dengan teman-teman jadi berkurang
  • Sering mengurung diri di kamar
  • Dan seterusnya

Meski demikian, ada banyak hal yang saya dapatkan selama setahun menjadi blogger. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

Dan semua pengalaman diatas membuat saya sadar kalau blog itu tidak sekedar menulis. Ada dunianya sendiri.

Tapi bergantung sepenuhnya dari mindset atau sudut pandang blogger terkait aktivitas yang dilakukannya.


4 hal yang harus dilakukan sebagai blogger

Berbekal dari pengalaman pahit yang saya alami, saya kemudian berkomitmen untuk membuat blog yang benar-benar blog.

Artinya, di blog saya yang baru tersebut, saya gak boleh sembarangan lagi buat konten. Disisi lain, saya juga berkomitmen untuk konsisten pada satu template.

Nah untuk anda yang baru pemula dalam dunia blogging, atau sementara mengembangkan blognya, ada beberapa tips yang bisa saya bagikan kepada anda. Antara lain:

1. Buat konten yang berkualitas tinggi

Hal yang pertama adalah konten. Konten is the king. Oleh karena itu, buatlah konten yang berkualitas tinggi.

Konten yang berkualitas tinggi itu tidak harus panjang. Kuncinya ada pada topik. Dimana anda tidak boleh tahan informasi.

Selain itu, tulisan yang dibuat harus santai, mudah dimengerti, dilengkapi dengan referensi tambahan dan ada standar kualitas.

Misalnya, panjang konten disetiap artikel saya adalah 600 karakter. Itu sudah cukup. Jika dirasa kurang, bisa tingkatkan lebih, 1000 karakter misalnya.

2. Promosi blog

Ada banyak cara melakukan promosi. Salah satunya dengan mengoptimalkan media sosial seperti Facebook atau instagram.

Tapi, setiap media sosial punya karakter sendiri. Orang datang ke blog adalah tipikal orang yang lebih suka cari jawaban lewat teks.

Disisi lain, orang data ke media sosial, tujuannya untuk cari hiburan. Jadi, jika blog anda bahas topik yang lumayan berat, bisa promosi secara visual.

Misalnya gambar, video, foto dan lain sebagainya. Dan agar blog lebih terkenal, selalu sisipkan nama blog di setiap gambar atau video yang anda buat.

3. Optimasi blog

Bicara optimasi blog maka secara tidak langsung akan berbicara soal dua hal yakni off-page dan on-page.

Off page lebih condong ke link building dan promosi. Soal promosi ini sudah saya bahas di poin sebalumnya.

Link building itu penting. Selain bisa mendatangkan lalu lintas, juga bisa dijadikan indikator oleh Google bahwa blog anda bermanfaat.

Karena blog tersebut dijadikan referensi oleh blog lain, dengan otoritas domain yang tinggi. Begitu juga dengan otoritas halaman.

Sementara, off page mengacu pada pengoptimalan konten dari dalam. Untuk otpimalkan konten dari dalam, ada banyak cara.

Mulai dari link internal, pengoptimalan SEO dasar, readibilitas atau keterbacaan konten, kecepatan situs, bounce rate dan lain sebagainya.

Jika bicara satu-satu soal dua metode diatas, artikelnya bakal amat sangat panjang. Lagi pula, saya tidak tertarik untuk bahas lebih jauh.

Alasannya sudah saya sebutkan diatas yakni persaingan. Kompetisi untuk keyword SEO off page dan on-page sangat tinggi.

Jika pengen belajar lebih jauh, boleh cari keyword terkait di mesin pencari. Nantinya akan muncul ulasan yang lengkap.

4. Evaluasi blog secara tentatif

Cara yang terakhir ini bisa dicoba terlebih untuk blogger yang punya blog tapi tidak ada orang yang datang berkunjung.

Evaluasi pertama tentu saja berkaitan dengan konten. Artikel yang anda buat di blog. Apakah layak di kunjungi atau sebaliknya.

Selain itu, buatlah standar postingan untuk konten yang dibuat. Pelajari SEO dan selalu riset keyword saat buat postingan baru.

Untuk standar postingan, karena persaingan makin tinggi, disarankan untuk buat artikel antara 1000-15000 karakter.

Penutup

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, jadi blogger itu tidak gampang. Persaingannya juga makin sengit.

Artinya, ada yang harus dikorbankan jika ingin dapat sesuatu yang lebih. Paling banyak adalah waktu.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin pertanyaan terkait postingan ini boleh sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang pengalaman jadi blogger selama 1 tahun, dapat berapa dari AdSense? Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

25 pemikiran pada “Pengalaman Jadi Blogger Selama 1 Tahun, Dapat Berapa dari AdSense?”

    • Setidaknya sudah memulai mas, itu yang terpenting. Langkah berikutnya adalah buat konten yang banyak dan berkualitas. Tetap perhatikan ritme postingan dan jangan kejar kuantitas. Itu aja!

      Balas
  1. Pengen segera migrasi ke wordpress but budget masih ribeut semoga di segeraakan bisa pindah ke wordpress biar kaya situs ini like story 🙂

    Balas
    • Iya mas. Pindah ke WordPress lebih aktraktif sih. Kalau belum punya modal, coba ikut lomba-lomba blog yang hadiahnya berupa hosting dan domain. Jika berhasil jadi finalis, bisa dapat hadiahnya. 🙂

      Balas
  2. Kalau untuk nge-blog, sebenernya mana sih yang lebih recomended apakah berbasis blogspot ataukah wordpress? karena pengalaman pribadi saya menggunakan wordpress, spertinya terkekang dengan aturan plugin SEO yoast yang meng-idealkan tulisan, sehingga menulis jadi lama karena harus menyesuaikan agar tulisan bisa greenlight, akhirnay saya pakai blogspot, dimana menulis bisa dengan bebas tanpa gangguan indikator plugin..

    Balas
    • Tergantung sih yang mana yang cocok. Saya pernah pakai Blogspot, sebelum akhirnya migrasi ke WordPress. Soal plugin SEO itu hanya panduan agar artikel yang anda buat itu support sama SEO. SEO inilah yang bikin konten anda bisa muncul di peringkat dan halaman pertama pencarian Google. Dulu, saat masih di Blogger, artikel-artikel saya sulit muncul diperingkat pertama, alasan itulah yang buat saya pindah ke WordPress. Benar, di blogger gak ada gangguan indikator plugin dan lebih cocok untuk artikel-artikel yang berdasarkan pengalaman pribadi, cerita harian dan lain sebagainya. Intinya, pilih saja yang nyamannya dimana.

      Balas
  3. Salam kenal Paulipu. Saya Arga, baru mulai blogging 1.5 bulan ini dan masih belajar.

    Terima kasih telah berbagi pengalamannya, sangat inspiratif.

    Balas
  4. Salam kenal, terima kasih sudah berbagi pengalaman. Bagi para pemula Adsense memang relatif sulit. Tahun pertama saya hanya mendapat 200 ribu rupiah saja. Setelah itu saya berhenti pasang Adsense dan lebih fokus berbagi manfaat saja.

    Balas
  5. Kalau blog adsense buat opsi kedua, kayaknya sekarang monetize nya enak pakai produk review bisa 200k – 300k an standar dengan blog visitor tinggi. Apalagi sekarang banyak bisnis mulai go online dan makin butuh review pengguna

    Balas
    • Benar mas. Pendapatan adsense juga ga konsisten. Tapi, untuk saya pribadi, adsense tetap jadi alternatif pertama, diikuti dengan produk review mengingat dalam sebulan, belum tentu ada yang order jasa tersebut. Jadi, pendapatan adsense sekalipun kecil bisa cover kebutuhan untuk beli kuota

      Balas

Tinggalkan komentar