Pemakaian Titik dan Koma Saat Menulis Angka di Indonesia dan Negara Lain

Ada perbedaan pemakaian titik dan koma saat menulis angka di Indonesia dan negara lain termasuk penanda desimal.

Perbedaan tersebut kadang membuat bingung beberapa orang, terlebih awam atau yang jarang berurusan sama angka-angka.

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah mengapa ada perbedaan? Bukankah titik dan koma sama-sama merujuk pada tanda baca?

Ini kembali ke kebiasaan literasi dari negara tersebut dan simbolismenya. Pada akhirnya, kebiasaan tersebut diadopsi ke dalam suatu aturan.

Misalnya, di Indonesia, yang aturan pemakaian titik dan koma untuk menulis angka ada dalam pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) yang dikeluarkan kementrian pendidikan.

FYI, pemakaian titik dan koma saat menulis angka disinggung di artikel sebelumnya tentang pemakaian simbol Rp dan IDR yang benar.

Mengapa demikian? Karena kata angka diatas sering merujuk pada penulisan nominal terlebih yang berkaitan dengan harga suatu barang atau jasa.

Oleh karena itu, untuk anda yang sedang cari perbedaan pemakaian titik dan koma saat menulis angka di Indonesia dan negara lain, simak artikel ini sampai habis.

1. Pemakaian Titik dan Koma Dalam Angka di Inggris dan negara barat lainnya

Pemakaian Titik dan Koma Saat Menulis Angka di Indonesia dan Negara Lain
© Canva Photos

Pertama akan dibahas pemakaian titik dan koma saat menulis angka di negara lain. Istilah negara lain, dalam konteks ini merujuk pada negara-negara Eropa, Amerika dan Australia.

Di negara-negara tersebut, angka ditulis seperti biasanya. Hanya saja, saat menulis angka ribuan, digunakan simbol koma untuk sebagai penanda satuan.

Misalnya, 1000 secara formal akan ditulis 1,000. Kasus yang sama juga berlaku untuk satuan lainnya entah itu ribuan, jutaan, atau satuan lebih tinggi lainnya.

Baca Juga:

Disisi lain, apabila menulis mata uang, maka biasanya ada tambahan bilangan 00 dibelakangnya nominal utama.

Bilangan tersebut adalah penanda desimal. Dan pada beberapa negara masih menggunakan mata uang terkecil yakni sen.

Dan untuk menentukan harga sebenarnya, maka penulisan sen tetap wajib dilakukan. Dan dalam kasus ini, bukan koma lagi yang akan digunakan melainkan titik.

Dengan demikian, saat menulis USD 1,000 maka akan menjadi seperti ini: USD1,000.00. Ini berlaku untuk nominal selanjutnya.

2. Pemakaian Titik dan Koma Dalam Angka di Indonesia

Pemakaian Titik dan Koma Saat Menulis Angka di Indonesia dan Negara Lain
© Canva Photos

Pemakaian titik dan koma di Indonesia berbeda dengan yang ada di luar negeri. Mengapa demikian? Sudah dijelaskan di pembuka artikel.

Berbeda, dalam konteks ini, berarti kebalikannya. Artinya, jika di luar negeri, penanda ribuan menggunakan koma maka di Indonesia menggunakan titik.

Dengan demikian, 1000 secara formal akan ditulis 1.000. Hal yang sama juga berlaku untuk satuan berikutnya entah itu puluhan ribu, ratusan ribu, jutaan hingga milyaran.

Dalam beberapa kasus, misalnya dalam laporan bank, ada tambahan angka 00 di belakang satuan terlebih saat menulis jumlah uang.

Jika itu terjadi, maka akan digunakan koma. Sehingga, apabila jumlah uang tersebut Rp1.000 lalu ditambahkan dengan jumlah sennya, maka akan menjadi Rp1.000,00.

Perbedaan Pemakaian Titik dan Koma Saat Menulis Angka di Indonesia dan Negara Lain

Lantas, dimana letak perbedaan pemakaian titik dan koma saat menulis angka di Indonesia dan negara lain? Simak tabel dibawah ini:

PerbedaanPemakaian titik dan koma di IndonesiaPemakaian titik dan koma di Luar Negeri
Penggunaan paling umumSaat menulis jumlah uang atau satuan angka lainnya yang jumlahnya ribuanSaat menulis jumlah uang atau satuan angka lainnya yang jumlahnya ribuan
Pemakaian titikDigunakan sebagai penanda ribuanDigunakan sebagai penada sen
Pemakaian komaDigunakan sebagai penanda Sendigunakan sebagai penanda ribuan
Contoh penulisan nominalRp100.000 dan Rp200.000USD 1,000 dan USD 2,000
Contoh penulisan desimalRp100.000,00 dan Rp200.000,00USD 1,000.00 dan USD 2,000.00
Contoh penulisan desimal2,5; 5,3; 6,71; 5.721,15 dan lain sebagainya2.5; 5.3; 6.71; 5,721.15 dan lain sebagainya

Dari tabel diatas bisa diketahui dimana letak perbedaan pemakaian titik dan koma saat menulis angka di Indonesia dan negara lain.

Pengetahuan dasar semacam ini sangat penting terlebih jika anda sering berurusan sama angka-angka atau untuk transaksi agar tidak mudah disalahpahami.

Misalnya, saat anda ingin menawarkan jasa gig service di situs freelance dengan target pelanggan atau konsumen dari luar negeri.

Karena anda menggunakan platform luar negeri, tentu saja anda harus mengikuti sistem penulisan harga di luar negeri. Ini penting agar calon pelanggan tidak salah memahami harga yang dipatok.

Intinya, di Indonesia, titik (.) digunakan sebagai penanda ribuan sementara di Inggris atau negara-negara lainnya menggunakan tanda koma (,).

Format penulisan diatas juga berlaku saat menulis angka desimal, yang merujuk pada persepuluhan atau suatu sistem bilangan yang menggunakan basis sepuluh.

Selain itu, dengan mengetahui perbedaan pemakaian titik dan koma pada angka memudahkan anda mengidentifikasi harga suatu barang.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan diajukan terkait postingan ini akan diulas dalam bentuk QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apakah ada pengecualian dalam penulisan titik (.) dalam angka di Indonesia?

Ada dan sudah diatur juga dalam PUEBI. Dimana, ada tiga situasi dimana penggunaan titik pada bilangan tidak perlu dilakukan.

Pertama, tidak perlu menggunakan titik pada angka yang tidak menunjukkan jumlah misalnya dalam kasus nomor telepon atau tahun lahir.

Dengan demikian, saat menulis tahun lahir, seseorang tidak perlu pakai titik lagi begitu juga saat menulis nomor telepon.

Kedua saat menuliskan tahun pada sub judul atau judul artikel misalnya saat menulis artikel tentang UU Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Dan yang ketiga atau terakhir pada penulisan tahun pada surat menyurat. Jadi, penggunaan titik hanya sebatas pada angka-angka saja.

2. Apakah ada pengecualian penulisan koma (,) selain angka di Indonesia?

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana penulisan koma pada angka hanya dipakai sebagai penanda desimal atau angka desimal saja.

Dengan demikian, selain menulis angka, maka tidak perlu dipakai koma kecuali dalam beberapa kasus tertentu misalnya saat menulis panjang suatu jalan atau wilayah.

Misalnya, panjangnya adalah 3,19 KM atau mungkin lebih. Jadi, sekalipun tidak menunjukkan bilangan tapi tetap wajib pakai angka.

3. Apakah wajib menulis angka satuan dengan titik (.) dan desimal dengan koma (,) di Indonesia?

Benar dan wajib karena itu aturan ini sudah diajarkan disekolah-sekolah dan telah menjadi praktik lumrah dalam dunia perbankan, ekonomi, industri dan lain sebagainya.

Dalam beberapa kasus memang ada tulisan atau literatur yang menggunakan basis penulisan angka yang berbeda karena satu dan lain alasan.

Misalnya, penulisan suatu produk asal Indonesia yang akan dijual di luar negeri atau suatu produk luar negeri yang juga dijual di Indonesia tapi price listnya masih menggunakan harga asal.

Penutup

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana mengetahui penggunaan titik dan koma saat menulis angka desimal sangat penting.

Sebenarnya ini pengetahuan dasar yang wajib diketahui oleh setiap orang terlebih di internet sekarang ini dimana transaksi terjadi lintas negara.

Demikian artikel tentang perbedaan pemakaian titik dan koma saat menulis angka di Indonesia dan negara lain. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

puteka85.blogspot.com/2014/03/beda-titik-koma-angka-indonesia-inggris.html

id.quora.com/Mengapa-penulisan-titik-dan-koma-pada-angka-di-Indonesia-terbalik

Tinggalkan komentar