NPWP Adalah: Pengertian, Dasar Aturan, Fungsi dan Cara Mengisi Formulir NPWP Online

NPWP adalah nomor pokok wajib pajak yang diberikan kepada seseorang untuk memudahkan pengadministrasian saat bayar pajak.

Dan ada dua jenis NPWP yang dikeluarkan Kemekeu yakni NPWP orang Pribadi dan NPWP Badan.

Saya sendiri tertarik membahas hal ini setelah pemerintah memutuskan untuk menarik pajak Blogger, Youtuber dan influencer beberapa waktu lalu.

Makanya banyak yang kemudian bertanya-tanya, bagaimana sih cara buat NPWP pribadi dan badan?

Apakah pembuatan NPWP bisa dilakukan secara online atau daring? Apa saja syarat pembuatan NPWP? dan pertanyaan lain serupa.

Sebelum lanjut ke pembahasan ini tentang cara buat NPWP atau cara buat NPWP online, baiknya saya bahas dulu definisi NPWP.

Apa itu NPWP?

NPWP adalah akronim dari Nomor Pokok Wajib Pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat Jendral Perpajakan dibawah Kementrian Keuangan.

NPWP digunakan oleh wajib pajak perorangan atau pelaku usaha sebagai bentuk ketaatan pajak.

Secara teknis, NPWP merupakan sarana pengadministrasian wajib pajak.

Dengan demikian, setiap orang harus punya NPWP sebagai identitas resmi dalam transaksi perpajakan yang dilakukan manual atau online.

Dalam aturannya, setiap wajib pajak akan diberikan 1 NPWP dengan karakteristik sebagai berikut:

  • NPWP terdiri dari 15 digit angka
  • 9 digit angka pertama adalah kode identifikasi wajib pajak
  • 6 digit terakhir adalah kode administrasi wajib pajak

Karena diatas sudah saya sebut istilah wajib pajak, tentu tak lengkap jika saya ga bahas pengertian wajib pajak.

Lantas, apa sih wajib pajak itu? Wajib pajak adalah perorangan yang sudah memenuhi syarat membayar pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Salah satu syarat dasar wajib pajak adalah lahir dan bertempat tinggal di Indonesia dan minimal sudah berusia 183 hari, asalkan sudah memenuhi kriteria PKP [Penghasilan Kena Pajak]

Artinya, poin ini tetap kembali sama kondisi wajib pajak. Sekalipun ia belum berusia 18 tahun tapi sudah punya pekerjaan dan penghasilan sendiri, maka ia akan dikenakan pajak.

Misalnya pemain sinetron atau artis yang sudah dapat kontrak dan penghasilan dari pekerjaan yang dilakoni.

Sampai disini sudah paham kan apa itu NPWP? Kalau sudah paham, mari lanjut ke poin berikutnya yakni Manfaat NPWP.

Lantas, apa saja manfaat buat NPWP? Ada banyak manfaatnya, seperti:

  • Mempermudah berkas administrasi saat hendak buat rekening Bank untuk buat tabungan baru atau kredit termasuk kemudahan saat pembuatan rekening investasi atau yang lazim disebut Rekening Dana nasabah [RDN] dan kemudahan investasi saat buat rekening efek
  • Dapat digunakan saat mengajukan permohonan pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan [SIUP], terlebih bagi pelaku usaha
  • Mempermudah saat meminta rekening koran di Bank
  • Sebagai salah satu syarat pembuatan paspor
  • Mempermudah wajib pajak saat mengurus restitusi pajak, pengajuan pengurangan bebab pajak, untuk mengetahui berapa jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak dan untuk dapat potongan yang rendah bagi pemilik NPWP
  • Dan lain sebagainya.

Dasar aturan pembuatan NPWP

Setiap warga negara wajib membayar pajak. Tujuannya untuk membiayai semua kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan, pembangunan dan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara luas.

Pajak sendiri adalah iuran wajib masyarakat kepada negara tanpa adanya kontraprestasi [balasan] langsung.

Jadi NPWP ini wajib dimiliki semua orang. Meski demikian, negara tak boleh memungut pajak sembarangan.

Artinya, ada dasar aturan dalam pemungutan pajak, diantaranya:

  • Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-27/PJ/1995 yang mulai berlaku pada 23 Maret 1995 tentang Jangka Waktu Pendaftaran dan pelaporan Kegiatan Usaha Serta Tata Cara Pendaftaran bagi Wajib Pajak dan Pengukuhan Pengusaha kena Pajak
  • Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-150/PJ/1999 tentang perubahan KEP-27/PJ/1995 tentang Jangka waktu Pendaftaran dan Pelaporan Kegiatan Usaha Serta Tata Cara Pendaftaran wajib Pajak dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
  • Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-515/PJ/2000 tentang Tempat Pendaftaran Bagi Wajib pajak tertentu dan Tempat pelaporan Usaha bagi Pengusaha Kena Pajak Tertentu
  • Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-516/PJ/2000 tentang Jangka Waktu Pendaftaran dan Pelaporan Kegiatan Usaha, tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan NPWP, serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
  • UU No 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
  • Keputusan Ditjen Pajak Nomor KEP-535/PJ/2000 tentang Tempat Lain Sebagai Tempa Terutangnya Pajak Bagi pengusaha kena Pajak
  • Keputusan Ditjen Pajak Nomor KEP-161/PJ/2001 tentang Jangka Waktu Pendaftaran dan Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak, serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
  • Keputusan Ditjen Pajak Nomor KEP-167/PJ/2003 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-515/PJ/2000 tentang Tempat Pendaftaran bagi wajib Pajak Tertentu Dan Tempat Pelaporan Usaha Bagi Pengusaha Kena Pajak tertentu
  • Dan yang berlaku saat ini adalah Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-02/PJ/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Direktur jenderal Pajak Nomor Per-20/PJ/2013 Tentang Tata Cara Pendaftaran dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak, Pelaporan Usaha da Pengukuhan Pengusaha Kena ajak, Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Perubahan Data dan Pemindahan Wajib Pajak
  • Sementara, jika berangkat dari ketertarikan yang saya singgung diatas tentang kewajiban membayar pajak bagi Blogger, Youtuber dan pelaku usaha E-Commerce tertuang dalam peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakukan Perpajakan Atas Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (E-Commerce) yang telah sudah ditandatangani pada 31 Desember 2018 lalu.

Peraturan diatas pada dasarnya menjelaskan bahwa setiap transaksi online, termasuk pendapatan Youtuber dan Blogger dari AdSense, akan dikenakan pajak.

Dengan kata lain, barang atau jasa yang diperdagangkan akan dikenai pajak pertambahan nilai atau pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) per 1 april 2019.

Disebutkan juga nilai yang akan dikenai pajak sebesar 10%, sementara nilai PPnBM berdasarkan pelaporannya dan mengikuti peraturan yang ada.


Baca Juga:


Pajak ini bukanlah pajak jenis baru bagi pedagang online karena aturan ini berkaitan dengan tata cara dan prosedur perpajakan.

Dengan demikian, para pedagang ataupun penyedia jasa berdagang serta blogger, Youtuber dan Influencer harus punya NPWP sendiri.

Fungsi NPWP

Diatas sudah saya bahas manfaat NPWP, agar lengkap, berikut saya sajikan beberapa fungsi NPWP, diantaranya:

  • Sebagai sarana pengadministrasian wajib pajak
  • Merupakan identitas wajib pajak
  • Agar pelaporan wajib pajak jadi tertib dan pengawasan lebih terstruktur
  • Sebagai salah satu syarat penting dalam dokumen berkaitan dengan perpajakan

Setelah memahami pengertian dasar NPWP, Manfaat dan Fungsinya, mari lanjut pada tata cara pembuatan NPWP.

Jika anda ingin buat NPWP, baik untuk orang pribadi atau badan, silahkan ikuti panduan dibawah ini sebab akan saya ulas cara buat NPWP Online dan Offline.

Sebelum itu, baiknya saya bahas dulu apa syarat-syarat buat NPWP untuk orang pribadi atau badan dibawah ini.

Syarat buat NPWP orang Pribadi seperti karyawan atau pekerja Kantor

Jika anda ingin daftar NPWP orang pribadi dan status pekerjaan anda adalah karyawan, pekerja kantor, Guru dan PNS, berikut syarat-syaratnya:

  • Warga Negara Indonesia [WNI] yang sudah memenuhi status sebagai wajib pajak dan sudah punya KTP [bisa fotocopy], atau
  • Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki Paspor atau kartu Izin Tinggal Terbatas [KITAS] dan Kartu Izin tinggal Tetap [KITAB] yang masih berlaku [bisa di fotocopy]
  • Surat keterangan bekerja di perusahaan tempat wajib pajak bekerja (Bagi pekerja kantor atau karyawan)
  • Mengisi formulir pengajuan pembuatan NPWP online atau yang diberikan petugas dari KPP dan KP2KP

Syarat buat NPWP untuk pekerja bebas & Pengusaha

Sementara, untuk anda yang ingin daftar NPWP atas nama badan dan pekerja bebas yang wilayah kerjanya di Indonesia, berikut syarat-syaratnya:

  • Warga Negara Indonesia [WNI] yang sudah punya KTP [bisa di Fotocopy]
  • Warga Negara Asing [WNA] yang memiliki Paspor atau kartu Izin Tinggal di Indonesia [KITAB/KITAS] yang masih berlaku [bisa menggunakan fotocopy]
  • Surat keterangan usaha (SKU) yang dikeluarkan oleh kelurahan tempat dimana usaha itu berada atau bisa menggunakan bukti tagihan listrik
  • Surat pernyataan pembuatan NPWP bagi pelaku usaha dilengkapi dengan materai 6000 yang sudah ditandatangani. Surat ini bertujuan agar wajib pajak benar-benar memiliki unit usaha atau berstatus pekerja bebas.

Setelah syarat-syarat diatas terpenuhi, langkah berikutnya adalah memilih apakah ingin mengajukan pembuatan NPWP di Kantor Pajak atau mengajukan permohonan NPWP online.

2 Cara buat NPWP untuk pribadi dan badan usaha

Lantas bagaimana sih cara buat NPWP untuk pribadi dan badan usaha? Ada dua cara yakni offline dan online, berikut panduannya:

1. Cara buat NPWP di Kantor Pajak Pratama (KPP) atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP)

Untuk anda yang ingin membuat NPWP di Kantor Pajak Pratama [KPP] atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) setempat, berikut langkah-langkah dibawah ini.

  • Siapkan seluruh dokumen persyaratan pengajuan NPWP seperti yang sudah saya sebutkan diatas
  • Jika syaratnya sudah ada, langsung ke Kantor Pajak Pratama (KPP) terdekat ditempat anda tinggal. Jika alamat tempat anda tinggal tidak sesuai dengan domisili anda di KTP, ada baiknya siapkan surat keterangan domisili (SKD) yang dikeluarkan pemerintah kelurahan setempat
  • Isi formulir pendaftaran pembuatan NPWP yang diberikan saat masuk ke KPP atau KP2KP
  • Setelah formulir berhasil diisi, langkah berikutnya adalah menyerahkan formulir pendaftaran tersebut ke petugas dan minta konfirmasi kapan NPWP tersebut rampung. Jika membutuhkan waktu beberapa hari atau minggu, silahkan tunggu saja.

Terkadang, proses pembuatan NPWP ini bisa cepat, tak lebih satu hari. Kadang juga bisa memakan waktu beberapa hari sampai beberapa minggu, tergantung keadaan saat itu.

Saran saya, agar tidak bolak-balik ke Kantor Pajak hanya untuk mengecek status pembuatan NPWP, baiknya tinggal nomor telepon kepada petugas agar anda bisa dihubungi jika NPWPnya sudah jadi.

2. Cara mengisi formulir NPWP Online

Alternatif lain yang bisa dicoba adalah dengan buat NPWP online. Jadi anda tak perlu repot ke Kantor Pajak terlebih jika lokasinya cukup jauh.

Dan cara dibawah ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saat daftar NPWP online untuk orang pribadi beberapa waktu lalu.

Untuk buat NPWP online, ada tiga tahap registrasi yang harus dilalui, yakni:

  • Tahap I: Pembuatan akun di laman eregistrasi pajak
  • Tahap II: Pendaftaran jenis WP dan pembuatan password
  • Tahap III: Registrasi wajib pajak yang terdiri dari 10 langkah.

Di tahap tiga inilah yang paling banyak memakan waktu sebab anda harus isi formulir wajib pajak, identitas, sumber penghasilan, alamat dan lain sebagainya.

Lantas, bagaimana cara daftar NPWP di KPP atau bagaimana cara mengisi formulir NPWP online? Berikut langkah-langkahnya:

a. Registrasi Pajak Online Tahap I:

Di tahap I, ada empat langkah yang harus dilalui, yakni:

  • Mengunjungi situs ereg.pajak.go.id. Agar lebih mudah bisa klik tautan ini. Kalau situsnya sudah terbuka langsung masukkan email dan password di kolom kosong yang tersedia. Sementara, jika belum pernah daftar di situs ini, klik daftar di kolom log in yang terletak dibagian bawah laman masuk seperti yang terlihat pada gambar dibawahnpwp adalah
  • Setelah menu registrasi online terbuka, langkah berikutnya adalah memasukkan email aktif milik anda karena email tersebut akan digunakan dalam formulir registrasi NPWP lalu masukkan kode captcha dan klik daftarnpwp adalah
  • Akan ada pemberitahuan jika proses registrasi tahap 1 berhasil dilakukan. Disitu juga ada petunjuk tentang bagaimana melanjutkan ke registrasi tahap duanpwp adalah
  • Jadi angsung buka email yang tadi digunakan untuk registrasi dan klik link verifikasi kepemilikan email yang dikirim pajak.go.id di badan emainpwp adalah

b. Isi Formulir registrasi NPWP Online Tahap II

Di registrasi tahap dua, ada tiga langkah yang harus dilalui, yakni:

  • Link verifikasi tadi otomatis mengarahkan anda ke menu pendaftaran tahap dua. Setelah masuk ke form, langsung isi identitas pendaftar sebagai wajib pajak apakah orang pribadi atau badan, nama sesuai KTP, password, nomor HP aktif milik anda dan pilih pertanyaan keamanan serta jawaban. Jangan lupa juga selesaikan captcha lalu klik daftar. Usahakan agar anda mengisi data-data tersebut dengan benar dan pastikan data-data itu valid karena data-data itulah yang akan digunakan saat akun masuk ke form registrasi tahap tiganpwp adalah
  • Lalu anda akan dapat notifikasi kalau registrasi tahap dua berhasil dilakukan. Juga ada instruksi di notifikasi tersebut untuk membuka email agar dapat tautan registrasi tahap tiganpwp adalah
  • Dengan demikian, langsung buka email yang tadi digunakan untuk daftar lalu cari tautan verifikasinya dan klik saja disitunpwp adalah

c. Isi formulir registrasi NPWP online Tahap III

Yang paling memakan waktu adalah registrasi tahap tiga dimana ada 10 langkah yang harus dilalui, yakni:

  • Saat tautan verifikasi registrasi tahap dua di klik, akan ada informasi kalau akun berhasil di buat. Di bagian bawah, ada link arahan ke registrasi NPWP online tahap III. Klik saja disitunpwp adalah
  • Nantinya anda diminta untuk masuk ke akun pakai ID dan password yang tadi di input di form registrasi tahap I dan IInpwp adalah
  • Setelah login ke akun, akan muncul formulir registrasi yang terdiri dari 10 langkah. Di tahap pertama, anda diminta untuk memilih kategori wajib pajak, status pusat cabang dan juga kewarganegaraan. Jika pilih Indonesia, silahkan memasukkan No KTP dan No KK dua kolom bagian bawah. Kalau data diatas sudah di input, masukkan kode keamanan lalu klik Nextnpwp adalah
  • Kemudian anda diminta untuk mengisi identitas sebagai wajib pajak mulai dari nama, gelar, tempat tanggal lahir, status pernikahan, kebangsaan, NO KK, Nomor Telepon, Nomor Handphone, email dan Fax. Bagaimana jika saya tidak punya no telepon atau Fax? Boleh di kosongkan. Sudah? Klik Next untuk lanjutnpwp adalah
  • Kolom berikutnya berkaitan dengan sumber penghasilan. Sebagai contoh, jika anda mau buat NPWP orang pribadi dan status pekerjaan anda adalah Guru atau Pegawai, pilih yang pertama. Nantinya, di kolom Klasifikasi lapangan usaha akan muncul daftar kode KLUnya. Jika hendak buat NPWP badan, ada kode KLUnya sendiri namun wajib isi kolom lain seperti kegiatan usaha, pekerjaan dan klasifikasi lapangan usaha. Setelah semua kolom diisi, klik Nextnpwp adalah
  • Berikutnya mengisi alamat tempat tinggal menurut keadaan yang sebenarnya. Maksudnya gimana sih? Maksudnya anda diminta untuk mengisi alamat tempat tinggal anda sekarang karena bisa saja anda sudah tidak tinggal di alamat sesuai KTP lalu klik Nextnpwp adalah
  • Kalau kolom ini anda diminta untuk isi alamat yang tertera di KTP atau alamat tempat tinggal sesuai dengan yang ada di dokumen identitas diri. Apabila sudah, klik Nextnpwp adalah
  • Lalu alamat tempat usaha. Jika tujuan anda untuk buat NPWP orang pribadi, lewati saja kolom ini. Jika buat atas nama organisasi, yayasan atau badan usaha, masukkan alamat tempat usaha atau organisasi tersebut. Kalau sudah, klik Nextnpwp adalah
  • Nantinya, anda diminta untuk mengisi jumlah penghasilan per bulan. Pilih saja nominal yang sesuai. Contohnya nih, gaji anda Rp5.550.000 per bulan, centang kolom kedua yakni Rp. 4.500.00 s/d Rp 9.999.999 dan klik Nextnpwp adalah
  • Dan lampirkan syarat terlebih jika buat NPWP untuk badan usaha online. Jika buatnya untuk orang pribadi, akan ada pemberitahuan kalau anda tidak perlu lampirkan syarat apa-apanpwp adalah
  • Jangan lupa juga centang kolom pernyataan tentang saksi-saksi jika anda tidak mematuhi ketentuan yang ada. Kalau sudah, klik Nextnpwp adalah
  • Akan ada notifikasi tentang tariff PP23. Bisa baca dan centang saja kolom saya setuju lalu klik Nextnpwp adalah
  • Setelah itu anda akan diarahkan ke laman status pendaftaran NPWP. Di laman ini, langsung klik tombol rekam dan edit Formulir untuk melihat apakah ada kesalahan atau ada data yang salah diinput npwp adalah
  • Jika sudah benar semuanya, langsung simpan formulir tadi untuk kembali ke status pendaftarannpwp adalah
  • Setelah masuk ke status pendaftaran, klik tombol Minta Token disebelah tulisan rekam dan edit formulir. Setelah tombol itu di klik, akan ada informasi untuk mengubah status permohonan jadi DFT. Klik saya YA untuk melanjutkannpwp adalah
  • Akan ada konfirmasi kalau token sudah berhasil di kirim ke alamat email yang terdaftar di akunnpwp adalah
  • Dengan demikian, buka saja email yang tadi digunakan untuk registrasi lalu cari email baru yang dikirim DJP dan salin kode tokennyanpwp adalah
  • Apabila token sudah disalin, kembali ke laman status pendaftaran lalu klik Kirim Permohonan. Saat tombol itu di klik, akan muncul surat pernyataan informasi perpajakan. Centang saja dua pernyataan yang ada dan tempelkan token di kolom kosong yang tersedia. Jika sudah, klik Kirimnpwp adalah
  • Setelah itu akan muncul notifikasi bahwa NPWP berhasil dibuat. Notifikasi ini juga memuat kode NPWP, terdaftar di kantor pajak mana dan pemberitahuan penggantian username otomatis sesuai dengan NPWP termasuk pemberitahuan kalau informasi yang sama juga sudah di kirim ke email yang terdaftar. Jika mau tutup laman registrasi, klik Lewatkan. Bisa juga ikut survey dari DJP dengan cara klik Ikut Surveynpwp adalah

Seperti notifikasi diatas, dimana anda juga akan dapat email konfirmasi kalau NPWP yang dibuat tadi sudah berhasil dan emailnya akan terlihat seperti gambar dibawah ini.

npwp adalah

Di email itu juga ada informasi tentang metode pelaporan SPT, cara bayar pajak dan hal-hal teknis lain.

Termasuk juga berapa lama NPWP fisik yang akan dikirim DJP sampai ke alamat anda. Sepengalaman saya sih, NPWP fisiknya sampai 3 minggu.

Dan jika kartu NPWP fisik belum sampai juga dalam sebulan, bisa kunjungi kantor Pajak terdekat. Biasanya kartu NPWP sudah ada disitu.

QnA

Dalam suatu kondisi tertentu, wajib pajak mengalami kendala saat membuat NPWP offline atau online.

Karena itu banyak orang yang kemudian bertanya-tanya beberapa pertanyaan dibawah ini, seperti:

Q : Apakah NPWP istri harus ikut NPWP Suami?

A : Dalam kasus ini, jika berangkat dari sistem administrasi perpajakan yang berlaku di Indonesia, dalam satu keluarga hanya wajib punya satu NPWP.

Namun, apabila istri atau suami hidup terpisah, maka ia bisa punya NPWP sendiri. Dan ini sudah dijelaskan dalam aturan PP 74 tahun 2011 dan dalam pasal 8 UU PPh.

Lantas, bagaimana jika istri atau suami sudah punya NPWP sebelum kawin atau menikah? Subjek pajak bisa meminta permohonan penghapusan wajib pajak.

Dalam keadaan tertentu, istri harus mengajukan permohonan pembuatan NPWP secara terpisah dengan suami.

Misalnya, karena suami berstatus Warga Negara Asing [WNA]. Untuk buat permohonan pembuatan NPWP terpisah dengan suami, berikut syarat-syaratnya:

  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk Untuk WNI
  • Fotocopy Passport, Kartu Izin Tinggal Terbatas [KITAS] atau Kartu Izin Tinggal Tetap [KITAB] Untuk Warga Negara Asing
  • Fotocopy NPWP Suami
  • Fotocopy KK
  • Jika suami adalah WNA silahkan fotocopy dokumen pajaknya
  • Dan terakhir Fotocopy surat perjanjian pemisahan penghasilan sebagai wajib pajak. Surat ini pada dasarnya berisikan keterangan bahwa hak dan kewajiban pajak suami dan istri dilakukan secara terpisah.

Q : Apakah NPWP bisa kadaluarsa?

A : Saat seseorang punya NPWP maka kewajiban dan haknya sebagai wajib pajak melekat dalam dirinya seumur hidup.

Dengan demikian, NPWP tidak akan pernah kadaluwarsa. Tetapi, hak pemegang NPWP bisa saja dihilangkan.

Penghilangan hak ini berdasarkan peraturan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Nomor PER-20/PJ/2013 pasal 9 ayat 1 tentang Penghapusan NPWP yang tidak lagi memenuhi persyaratan objektif dan subjektif sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang berlaku dibidang perpajakan.

Q : Bagaimana jika dalam waktu 30 hari pengajuan NPWP tidak dikirim di alamat saya dan bagaimana jika saya berpindah alamat?

A : Pengajuan NPWP secara online akan dikirim sesuai dengan alamat yang dimasukkan saat pengajuan NPWP.

Dan jika NPWP tidak datang dalam 30 hari atau satu bulan, silahkan konfirmasi ke KPP atau KP2KP terdekat dengan membawa print out BPE [Bukti Penerimaan Elektronik].

Sementara, jika anda sudah berpindah alamat, bisa minta teman dan saudara untuk ambil NPWP tersebut atau request penggantian alamat.

Q : Apakah harus kerja dulu baru bisa buat NPWP?

A : Sebenarnya, yang diberikan NPWP adalah mereka yang sudah memenuhi persyaratan objektif dan subjektif sebagai wajib pajak baik orang pribadi atau badan.

Kalau dalam keadaan tertentu, misalnya, dalam persyaratan lowongan kerja mewajibkan anda punya NPWP, bisa gunakan NPWP orang tua lebih dulu dan jelaskan kepada pihak HRD dimana anda akan melamar kerja bahwa anda belum punya NPWP.

Kondisi macam ini biasanya dialami oleh lulusan baru atau fresh graduate yang masih berstatus pencaker.

Q : Berapa biaya pembuatan NPWP?

A : Biaya pembuatan NPWP adalah gratis baik yang online ataupun offline.

Q : Bagaimana jika NPWP hilang atau Rusak?

A : Jika anda sudah punya NPWP namun hilang atau rusak, bisa ajukan permohonan pembuatan NPWP lagi di KPP, KP2KP atau ereg pajak.

Saat ke KKP jangan lupa bawa kartu Tanda penduduk [KTP] dan nomor NPWP yang rusak atau hilang itu untuk mengajukan permohonan pembuatan kartu NPWP baru.

Penutup

Jadi, untuk anda yang sudah memenuhi status sebagai wajib pajak subjektif dan objektif, ada baiknya buat NPWP.

NPWP sendiri adalah presentasi ketaatan membayar pajak dari anda, sebagai warga negara, kepada negara itu sendiri.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin pertanyaan terkait postingan ini silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang NPWP adalah: pengertian, dasar aturan, fungsi dan cara mengisi formulir NPWP Online. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar