5 Nasib Yang Akan Dialami Blogger Di Era Revolusi Industri 4.0

8 Likes Comment
revolusi industri 4.0

Memikirkan nasib yang akan dialami blogger di era revolusi industri 4.0 ini adalah suatu keharusan bagi blogger itu sendiri. Disini berarti anda memikirkan posisi anda di masa depan yang penuh ketidakpastian itu.

Terlebih jika anda adalah seorang blogger full time yang menggantungkan hidup dan mungkin juga keluarganya dari blog. Tapi anda tidak sendirian kok. Di masa ini nasib banyak orang juga dipertaruhkan.

Katakanlah, nasib-nasib para akuntan, para guru, buruh pabrik dan pekerjaan-pekerjaan lain yang terancam dengan hadirnya revolusi industri 4.0 ini.

Taruhannya sangat besar. Satu-satunya alasan untuk bisa bertahan di era ini hanyalah kecakapan. Kecakapan menggunakan teknologi.

Tetapi itu saja tidak cukup, harus ada kecakapan lain yang harus dimiliki. Entah kecakapan yang diperoleh lewat pendidikan atau belajar secara otodidak.

Dua-duanya memiliki kesamaan yakni ada kemampuan yang diperoleh hanya saja caranya yang berbeda.

Dan bukan saja di Indonesia, seluruh dunia terdampak adanya revolusi industri 4.0 ini. Misalnya laporan tentang seberapa rentannya pekerjaan terhadap komputerisasi atau laporan tentang Disruptif technologi dan masa depan pekerjaan yang diterbitkan oleh Forum Ekonomi Dunia.

Dimana disebutkan didalam laporan tersebut kalau ada sekitar 7,1 juta pekerjaan akan hilang akibat revolusi industri 4.0. Disisi lain, sekitar 2 juta pekerjaan baru akan tercipta.

Posisi blogger di era revolusi industri 4.0

Lalu posisi blogger dimana? Tidak ada dua-duanya. Artinya posisi blogger tidak termasuk di lapangan pekerjaan yang akan hilang atau yang akan tercipta.

Alasannya sederhana, karena pekerjaan blogger bukanlah pekerjaan tetap dan bukan pekerjaan fisik atau suatu pekerjaan yang dimasukkan dalam KTP.

Jadi kalau memikirkan nasib di era revolusi Industri 4.0 sebenarnya anda sedang mempertanyakan nasib anda sendiri dunia nyata.

Apakah kemampuan ngeblog dapat diterapkan di dunia nyata atau tidak. Apakah juga konten-konten anda bermanfaat bagi orang lain atau tidak.

Kalau dipikir-pikir kondisi ini memang gak aman. Sebab, menjadi seorang blogger adalah sebuah keberanian. Apalagi kalau sudah menjadi fulltime blogger.

Menggantungkan hidup dari blog atau dari tulisan yang anda buat itu merupakan langkah yang amat berani yang belum tentu dilakukan oleh orang lain.

Disini anda belum berbicara soal penghasilan yang naik turun yang bahkan dalam satu waktu bisa terjun bebas. Syukurlah kalau anda sudah punya penghasilan dan sudah ada trafik yang konstan.

Menggantungkan penghasilan dari iklan seperti AdSense juga sama bahayannya sebab setiap mitra memiliki status rawan banned.

Penghasilan anda mungkin sepenuhnya bergantung dari Iklan. Alternatif penghasilan mungkin juga bisa dari Influencer, Jasa-jasa tertentu seperti jasa buat blog, buat artikel, buat template dan lain sebagainya serta juga content placement. Itupun kalau anda bisa memaksimalkan pendapatan.

Disisi lain ada kemungkinan para blogger memperoleh pekerjaan tetap disini. Karena tinginya permintaan akan ketrampilan dan kemampuan teknis yang berisifat non-rutin dan kreatif meningkat dengan dratis.

Oleh karena itu, saat semua robot sudah disetel secara otomatis, semakin banyak tugas rutin yang bergantung pada ketrampilan untuk menerapkan pengetahuan dalam konteks yang baru dan tugas-tugas non rutin dan kolaborasi dengan yang lain, diantaranya komunikasi, timwork, telework, kreativitas, dan konten.

Jika berbicara tentang tugas non-rutin, tentu blogger adalah ahlinya, iya gak?. Soal alasannya pasti sudah tahu kok.

Salah satu alasannya adalah karena menjadi blogger adalah sebuah komitmen dengan tugas non-rutin juga.

Artinya anda bisa memilih kapan akan membuat konten dan bebas menentukan waktu kapan akan mempostingnya.

Mungkin kemampuan yang kurang dimiliki oleh para blogger bagaimana bekerja dengan tim atau teamwork dan telework. Bisakah para blogger melakukannya? Ini sebenarnya relatif. Tergantung dari pribadi blogger itu sendiri.

Anda juga belum masuk pada kemampuan yang spesifik lain yang harus dimiliki di era ini seperti kemampuan coding, IoT dan juga kemampuan lain seperti programing robotic. Dan para blogger belum tentu bisa koding atau bisa bekerja dengan tim secara efektif dan efisien.

Karena mungkin anda hanya terbiasa utak-atik HTML dan PHP atau hanya terbiasa hapus tambah widget di blog.

Begitu juga soal kemampuan lain seperti bekerja secara tim, karena sebagai blogger biasanya anda terbiasa untuk bekerja sendiri.

Apa itu Revolusi Industri 4.0?

Dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) mungkin yang masih hangat dalam ingatan soal bagaimana Penemuan-penemuan di Inggris melatarbelakangi terciptanya revolusi Industri pada tahun 1780-an.

Penemuan Mesin Uap oleh James Watt misalnya, yang menjadi dalang pemecatan besar-besaran buruh pabrik kala itu karena melatarbelakangi pembuatan mesin-mesin pabrik yang penggunaannya lebih efektif dan efisien. Pada waktu itu revolusi Industri I terbentuk.

300 tahun kemudian, beberapa tahun setelah milennium kedua dilewati, manusia sudah memasuki revolusi ke empat.

Yang dipercaya menjadi revolusi paling besar pengaruhnya terhadap peradaban. Revolusi yang terjadi di abad ke-21 ini kemudian di namai dengan revolusi industri 4.0

Istilah ini sebenarnya adalah adalah sebuah model penerapan pamasaran dalam hal transformasi digital perusahaan namun merembes bidang lain karena para pelaku usaha menyadari bahwa sistem kerja perusahaan harus terus diubah agar efisien.

Bukan hanya perusahaan saja yang terdampak revolusi yang satu ini tapi juga lembaga non-perusahaan, institusi pendidikan, lembaga pemerintah dan lain sebagainya.

Bahkan merembes lebih jauh lagi ke dunia industri skala kecil, atomik, pemasaran online, jejaring sosial, aplikasi seluler, pemasaran digital dan secara beriringan terus dikumandoi oleh raksasa-raksasa digital seperti Amazon, Google, Facebook, Apple dan perusahan-perusahan manufaktur lain seperti Walmart.

Sebenarnya juga model pemasaran dan transformasi digital perusahaan hanya terdiri dari dua konsep utama yakni organisasi produksi pabrik dan juga pengelolaan hubungan dengan klien.

Dan mungkin masih banyak yang belum tahu, kalau model revolusi industri 4.0 adalah sebuah konsep yang pertama kali dikembangkan oleh pemerintah Jerman untuk menggambarkan visi manufaktur dimana semua prosesnya saling terhubung lewat jaringan. Ini kemudian dikenal dengan istilah Internet of Things.

Industri 4.0 adalah sebuah revolusi, yang terdiri dari digitalisasi proses industri melalui interaksi kecerdasan buatan yang ada pada mesin dan optimasisasi sumber daya, yang fokus pada penciptaan metodologi komersial yang efektif. Ini menyiratkan hubungan yang antara kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan.

Kira-kira begitu pengertian mengenai revolusi industri 4.0 dan mungkin anda punya tambahan lain soal ini. Tapi tahan dulu.

Karena disini hanya dibahas soal nasib para blogger. Nasib anda dan saya di era revolusi baru ini. Lalu bagaimana nasib anda dan saya di era industri ini? Baca terus artikel ini.

5 Nasib Blogger Di Era Revolusi Industri 4.0

Ada beberapa nasib yang mungkin dialami oleh para blogger saat ini. Nasib-nasib ini menjadi masalah yang fatal jika tidak diiringi oleh kemampuan khusus yang spesifik apalagi jika malas belajar dan terlalu pecaya pada kemampuan saat ini.

Anda boleh setuju boleh juga tidak. Itu terserah anda sih. Kalau anda setuju berarti pemikiran anda searah dengan pemikiran saya.

Jika tidak, tidak apa-apa kok. Karena disini yang akan rugi bukan saja saya tapi juga anda. Dan secara umum, ada 5 nasib yang akan dialami blogger di era revolusi industri ini, antara lain:

1. Terdisrupsi

Di masa depan, lapangan pekerjaan real akan semakin kecil. Daya penyerapan lapangan kerja ini akan lebih diprioritaskan pada mereka dengan kemampuan yang dibutuhkan zaman seperti IoT, Big Data, Programing dan juga Artificial Intelegence.

Dengan demikian, karena kemampuan blogger bukanlah kemampuan yang spesifik atau berkaitan dengan empat hal diatas, maka sudah tentu akan terdisrupsi. Tergeser ke pinggiran-pinggiran eksistensi.

Syukurlah kalau anda masih muda atau masih dibawah 17 tahun sudah menjadi blogger. Kesempatan untuk memperoleh kemampuan yang dibutuhkan di atas masih terbuka lebar.

Tapi jika anda sudah menjadi blogger yang cukup berumur, artinya sudah diatas umur 30-an, kesempatan itu semakin sempit.

Alih-alih akan terdisrupsi, kembali ke desa karena hanya di desa tersedia pangan dan udara segar serta ada lapangan kerja baru. Ini didukung dengan program Pemerintah untuk pengembangan Desa yang lazim di sebut BumDes.

Karena itu sedari sekarang baiknya anda terus mengolah kemampuan yang dimiliki, memperbaharuinya dan meningkatkannya.

Kalau memungkinkan atau masih cukup umur, boleh-bolehlah kuliah dan ambil jurusan yang dibutuhkan kedepannya seperti TIK.

2. Wajib patuh pada sistem

Maksudnya apa? Maksudnya adalah jika anda sepenuhnya bergantung dari penghasilan blog mungkin anda akan kalah pada sistem. Katakanlah, penghasilan anda sebagai blogger hanya dari iklan. Google AdSense misalnya.

Tanpa anda sadari Google AdSense juga akan mengarah ke sana, yang berarti peninjauan dan pengawasan akan jauh lebih ketat.

Dengan teknologi demikian, misalnya IoT, robot-robot akan mengawasi setiap aktivitas yang akan dilakukan di blog, mulai dari waktu posting, template yang digunakan, gambar yang dipakai, kata-kata yang ada dan lain sebagainya. Pengawasan juga akan dilakukan 1×24 jam.

Jika ada satu saja yang bertolak belakang dengan Kebijakan [yang sebenarnya tafsir tentang Kebijakan itu berbeda antara blogger dan AdSense] siap-siap saja di banned. Kalau sudah di banned siap-siap pusing memikirkan biaya hosting dan perpanjangan domain ya.

Syukurlah kalau anda menggunakan Blogger gratisan jadi anda hanya perlu pusing perpanjang domain. Tapi kalau sudah memakai WordPress tentu ceritanya akan berbeda.

Selain harus memilih Hosting Terbaik juga harus memikirkan bagaimana menjaga keamanan blog atau wesbite, merawatnya, mengelolanya menjadi lebih baik dan tentu tempat hostnya harus modern dan menyesuaikan dengan perkembangan yang ada. Salah satu tempat hosting terbaik di Indonesia saat ini adalah Niagahoster.

Oh iya, domain ini juga saya beli dari Niagahoster kok. Jadi sudah berdasarkan pengalaman sendiri dan rekomendasi ini tentu tidak dibuat-buat.

Namun semuanya tetap pada pembahasan yang sama, anda harus patuh pada sistem. Patuh pada ketentuan.

Jika tidak, meskipun anda menggunakan hosting terbaik dan menggunakan akun anti banned, yang mitosnya bahwa akun Adsense antibanned adalah akun yang dibuat dibawah tahun 2015 tetapi tetap saja anda kalah dengan sistem.

3. Kemampuan yang selalu ketinggalan jaman

Nah ini juga yang cukup mengkhawatirkan. Kemampuan para blogger itu biasanya statis. Atau berhenti pada satu titik saja.

Ini biasanya selaras passion dan tujuan ngeblog itu sendiri. Mengapa saya sebut statis? Karena menjadi blogger berarti anda menjadi seorang ahli tafsir.

Sebut saja, kalau konten salah satu blog anda mempunyai trafik tinggi sementara konten yang satunya tidak pernah dibaca oleh orang lain, anda langsung mengambil kesimpulan bahwa ada kesalahan dari konten yang tidak dibaca oleh orang lain.

Anda lalu melakukan perubahan, mengevaluasinya dan melakukan persis sama dengan konten dengan trafik tinggi tersebut.

Lalu, setelah dua tiga bulan hasilnya tetap sama. Tidak berubah. Anda lalu berpikir bahwa mungkin ada yang salah.

Lalu dilakukan hal yang sama, di re-evaluasi, ditingkatkan kualitasnya, diedit, diperpanjang dan lain sebagainya. Yang justru akan membuat konten tersebut malah lebih gak bagus lagi di mata mesin telusur. Lalu apa yang salah? Anda lalu mulai menafisirkannya.

Mungkin SEO-nya yang salah, mungkin keyword-nya, mungkin templatenya, mungkin pasang artikel di waktu yang salah, mungkin salah riset kata kunci dan lain sebagainya.

Begini terus sampai anda lelah menafsirkan. Sebenarnya yang salah adalah kemampuan anda. Kemampuan anda itu ketinggalan jaman.

Kalau strategi SEO yang anda terapkan di konten anda tersebut menggunakan strategi lama, misalnya menggunakan blog zombie untuk meningkatkan domain authority dan page rank, hasilnya akan bersifat sementara.

Dan mungkin juga trafik tinggi yang anda peroleh itu hanya sementara. Coba buka mata, setiap hari ada blog yang dibuat di dunia, setiap hari ada konten dengan kategori yang sama dibuat dan di fetch as di Google.

Yang berarti setiap hari ada saja saingan untuk blog anda. Itu belum ditambah lagi dengan logartima Google yang terus berubah seiring waktu.

Jadi yang salah adalah kemampuan anda. Stop mentafisirkan. Sebagai blogger anda harus berpikir dinamis.

Selalu up to date terhadap perkembangan yang anda, banyak-banyaklah berselancar di dunia maya untuk mengetahui perkembangan apapun di Industri 4.0 ini. Dan terakhir selalu baca strategi-strategi blogger terbaru misalnya SEO tahun ini dan seterusnya.

4. Kehilangan Interaksi

Awal-awal ngeblog, banyak blogger yang kehilangan interaksi dengan dunia luar. Misalnya dengan orang tua, teman, kakak, pacar, dan orang lain.

Si blogger hanya mengurung diri dalam bilik kamar, membuat konten, mengedit artikel dan mempostingnya.

Waktu juga akan lebih banyak dihabiskan didepan komputer. Pagi kadang dijadikan malam dan malam dijadikan pagi.

Interaksi akhirnya terputus dan usaha serta kerja keras yang anda lakukan di blog mungkin tidak akan berhasil. Akhirnya stres, pusing dan lost control terhadap diri sendiri.

Untuk itu, selalu bagi waktu antara membuat konten dan juga interaksi. Sisakan sedikit waktu untuk berbincang dengan teman, keluarga, pacar dan mungkin juga mantan.

Duduk dengan mereka, cari tahu dunia dari cara pandang mereka dan belajarlah hidup di dunia tersebut. Karena tidak semua yang ada terjadi di dunia nyata ada di internet dan sebaliknya.

Perkembangan yang ada di dunia nyata lebih cepat dengan yang ada di dunia maya. Kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh media selalu lewat beberapa jam sebelum anda mengetahuinya di dunia maya.

Apalagi kenyataan bahwa revolusi industri memungkinkan anda untuk bekerja dari rumah saja, mempunyai kantor virtual dan saling terhubung lewat jaringan. Semakin hilanglah interaksi itu.

5. Semakin individualis

Sebenarnya diatas saya sudah menyinggung soal revolusi industri 4.0 yang memungkinkan anda mempunyai kantor virtual. Itu benar.

Jadi anda tidak perlu kantor lagi di era ini untuk bekerja. Anda bisa bekerja dari rumah dan memperoleh penghasilan secara tentatif dari sana.

Atau mungkin juga anda baru bisa memperoleh penghasilan setelah anda menyelesaikan tugas dan proyek tertentu yang diberikan.

Alih-alih waktu berada didalam kamar anda bertambah lebih banyak lagi karena biasanya para blogger selalu hidup di dua dunia yang berbeda.

Hidup sebagai blogger dengan pekerjaan maya dan hidup sebagai warga biasa dengan pekerjaan nyata. Tapi di revolusi industri 4.0 pekerjaan di dunia nyata lambat laun akan berubah menjadi pekerjaan maya.

Dan akhirnya anda akan lebih individualis. Lebih jarang berinteraksi dengan teman kantor, hanya berbicara kalau ada keperluan, lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer atau laptop, lebih banyak interaksi dengan media lain ketimbang berinteraksi dengan anggota keluarga , pacar ataupun adik anda sendiri.

Mengapa? Karena biasanya, setelah berinteraksi dengan laptop, anda akan mengambil smartphone dan membuka media sosial dan chat di WhatsApp.

Lalu jika sudah malas, anda akan ke ruang tamu duduk sebentar, lalu menyalakan TV. Jika sudah jenuh anda akan kembali ke kamar, mengambil smartphone dan tidur-tiduran.

Bahkan saat BAB anda juga membawa smartphone di kamar mandi. Sebelum tidur malam juga demikian. Begitu juga saat bangun pagi. Interaksi pertama bukan kepada orang lain tetapi pada smartphone. Maka semakin individualislah anda.

Sebenarnya, dari sini saya ingin mengeluarkan pendapat bahwa sebenarnya revolusi industri sudah tercipta sejak 10-15 tahun lalu. Saat anda sudah memasuki milennium ke dua.

Tapi baru anda sadari sekarang, saat ini dan baru anda terapkan saat ini setelah teknologi digital berkembang dengan gila-gilaan.

Penutup

Kira-kira 5 hal diatas mungkin akan menjadi nasib para blogger di era revolusi industri ini. Memang sih, nasib ini gak buruk-buruk amat dan tergantung pada karakter dan pembawaan diri anda sendiri.

Namun sangat disayangkan tentunya kalau ada blogger yang harus lari dari rumah karena sudah tidak bisa lagi diatur oleh orang tua karena menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam kamar.

Apalagi jika ada blogger yang harus broken atau putus dengan pacarnya hanya karena lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar, memantau trafik atau membuat konten. Dan mungkin sebagian blogger sudah mengarah ke sana atau sudah ada yang mengalaminya.

Harapannya tentu nasib yang dituliskan diatas tidak sepenuhnya benar. Artinya, sebagai blogger anda tidak mengalami hal-hal tersebut, apalagi sampai menjadi individualis.

Dan nasib-nasib yang digambarkan diatas mudah-mudahan juga hanya berhenti sampai pada tulisan ini dibuat, karena jika tidak, dampaknya akan terasa sekali bagi para blogger.

Demikian artikel saya tentang Sekedar Bertanya Soal Nasib Blogger Di Era Revolusi Industri 4.0. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa membuka satu bagi para blogger. Kesadaran yang nantinya akan berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Salam~

You might like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *