Profil Monumen Trikora Jayawijaya di Salakan: Sejarah, Lokasi dan Posisi

Monumen Trikora Jayawijaya di Salakan, yang bisa juga disebut Tugu, jadi salah satu simbol penting perebutan Irian Barat dari Belanda.

Ikon daerah Banggai Kepulauan ini tetap berdiri kokoh sampai hari ini. Lokasinya pun cukup strategis, ada di perbukitan Salakan, menghadap ke laut.

Tapi, mengapa monumen ini ada? Mengapa dibangun? Apa sejarahnya? Lokasinya dimana? Dan pertanyaan lain serupa.

Penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

Sejarah Monumen Trikora Jayawijaya di Salakan

Monumen Trikora Jayawijaya di Salakan
via goodnewsfromindonesia.id

Monumen Jayawijaya di Salakan merupakan satu dari sekian banyak simbol perjuangan Indonesia untuk merebut kembali Irian Barat yang dikuasai Belanda setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia.

Persoalan Irian Barat, yang kini disebut Papua, cukup pelik bahkan eskalasinya masih terasa sampai hari ini.

Berdasarkan kesepakatan dalam sejumlah perundingan maupun kesepakatan pada Konferensi Meja Bundar (KMB) seharusnya Irian barat diserahkan ke Indonesia.

Pemerintah juga melakukan usaha lewat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan diplomasi tingkat tinggi untuk masalah ini.

Sayangnya, pihak Belanda tidak patuh pada hasil perundingan tersebut. Akibatnya, mereka tidak mau menyerahkan bumi cendrawasih. Setiap upaya diplomasi selalu gagal.

Baca Juga:

Tak ada kesepakatan. Alih-alih, Belanda justru makin senter untuk memasukkan Papua Barat kedalam Negara Indonesia Timur (NIT).

NIT versi belanda ini terdiri beberapa pulau mulai dari Bali, Maluku, Nusa Tenggara dan Sulawesi sebagian bagian dari kekuasaannya.

Frans Kaisepo, tampil sebagai penentang paling dominan atas maksud Balanda itu. Ia mengganti nama Nederlands Nieuwe Guinea menjadi IRIAN.

Sebuah nama yang diberikan pihak pemerintah Belanda untuk Papua menjadi Irian, yang merupakan akronim dari Ikut Republik Indonesia Anti Nederlands.

Geram atas sikap Belanda, operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) kemudian digamborkan, dan menjadi operasi dilakukan Indonesia.

Operasi ini adalah operasi militer terbesar yang pernah dilakukan oleh Indonesia. Melibatkan ribuan pasukan, kapal perang, kapal selam dan lain sebagainya.

Sebelumnya, Pada 19 desember 1961, Presiden Soekarno mengumumkan pelaksanaan Operasi Trikora di alun-alun Utara, kota Yogyakarta.

Kemudian membentuk komando Mandala dengan pucuk pimpinan tertinggi berada di tangan Mayor Jenderal Soeharto sebagian Panglima Komando, yang kelak jadi presiden Republik Indonesia ke dua.

Tugas komando Mandala ini adalah untuk merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan operasi militer demi menggabungkan Papua bagian barat dengan indonesia.

Isi dari operasi Trikora berkaitan dengan tiga poin utama yakni: Melaksanakan Mobilisasi Massa, Mengibarkan bendera merah putih disana lalu Mengusir Belanda dari tanah Papua.

Bisa di bilang, kekuatan utama Indonesia saat itu terletak pada salah satu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Uni Soviet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi.

Kapal ini diberi nama KRI Irian, yang mempunyai bobot 16.640 ton dengan total 1270 awak kapal termasuk 60 perwira didalamnya.

Soviet tidak pernah memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain, kecuali Indonesia. Sekarang, kapal-kapal terbaru Indonesia hanya dari kelas Sigma dengan bobot tak lebih dari 1600 ton.

Mengapa diberi nama Monumen Trikora Jayawijaya?

Monumen Trikora Jayawijaya di Salakan

Monumen Trikora dengan tinggi 17 meter ini diresmikan oleh Soeharto setelah menjadi Presiden pada 12 Agustus 1995.

Monumen ini tepat menghadap Teluk Ambelang dan Pulau Bakalan, tempat dimana kapal-kapal perang pada tahun 1961 berkumpul.

Di kaki bukit, terdapat prasasti berisi ucapan terima kasih masyarakat Tinangkung kepada Soeharto.

Selain itu, tertulis pula kapal-kapal TNI-AL dan pasukan dari berbagai kesatuan yang pernah singga di Salakan.

Seperti Pasukan Pendarat (Pasrat) 45, Batalion III/KKO yang bermarkas di Surabaya dan Batalion Kesehatan.

Termasuk juga pasukan relawan dan puluhan Batalion yang terlibat langsung dalam operasi Trikora.

Untuk mencapai monumen yang berbentuk segitiga ini, pengunjung harus menapaki 214 anak tangga.

Di sekitar tugu, ada halaman berteras sebagai tempat mengenang perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya untuk membebaskan Irian Barat.

Monumen Trikora Jayawijaya Di Salakan

Dikisahkan, pada Agustus 1962, daerah Banggai Kepulauan adalah daerah terpencil dan sepi dari lalu lintas perhubungan laut.

Dan sekonyong-konyong datang kapal-kapal perang dengan ukuran besar, Kapal Selam dan banyak kapal niaga, yang makin lama makin banyak jumlahnya.

Titiknya berada di Teluk Bakalan, di depan Salakan. Pasukan bersenjata ini sengaja dipusatkan di perairan Teluk Bakalan yang selalu sigap mendukung operasi Trikora.

Teluk bakalan dipilih sebagai pangkalan militer darurat karena letaknya yang strategis untuk mendukung pelaksanaan operasi.

Selain itu, lokasi ini, dianggap sebagai wilayah yang jadi penghubung antara pulau Jawa dan Papua.

Kembali ke pertanyaan kunci, lantas mengapa monumen ini diberi nama Monumen Trikora Jayawijaya?

Kembali ke pelaksanaan operasi Trikora atau tiga perintah rakyat. Selain itu, nama Jayawijaya dipilih karena disini terdapat pegunungan bersalju, satu-satunya di Indonesia.

Profil dan Posisi Monumen Trikora Jayawijaya Salakan

Dari sejarahnya tersebut, boleh di bilang, Monumen ini merupakan titik modernisasi bagi Banggai Kepulauan.

Nilai sejarahnya terletak pada kenangan orang-orang Banggai untuk melihat langsung kekuatan militernya sendiri.

Meski operasi ini sudah terjadi 40 tahun silam, monumen ini secara resmi jadi saksi bisu sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Agar jelas, berikut disajikan profil dan posisi Monumen trikora di Salakan pada tabel dibawah ini:

Nama monumenTrikora Jayawijaya Salakan
LokasiKec. Tinangkung, Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah
Tanggal diresmikan12 Agustus 1995
Diresmikan olehSoeharto 
Jenis objek wisataAtraksi budaya dan sejarah
PengelolaTidak ada

FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini akan saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Kapan Operasi Trikora mulai dilaksanakan pemerintah Indonesia?

Secara resmi, operasi Trikora mulai dilaksanakan pada 19 Desember 1961 dan berlangsung sampai 16 Agustus 1962.

2. Apa arti Trikora Sebenarnya? Dan apa isi perintahnya?

Trikora merupakan kepanjangan dari Tri Komando Rakyat atau tiga komando rakyat, yang isinya seperti ini:

  • Gagalkan pembentukan negara boneka Papua
  • Kibarkan bendera Merah Putih di Irian Barat
  • Dan bersiap untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa

Tiga perintah dasar diatas yang diserukan Soekarno, Presiden pertama RI, di Yogyakarta yang kemudian membentuk Komando Mandala.

Pucuk pimpinan Komando Mandala ini ada ditangan Mayor Jenderal Soeharto. Dan secara umum, tugas dasar komando ini adalah untuk melaksanakan operasi militer.

3. Kapan operasi Trikora Berakhir?

Soal ini sudah saya sebutkan diatas dimana operasi Trikora secara resmi berakhir pada 16 Agustus 1962 atau sekitar 8 bulan.

Sesuai perjanjian, pada 1 Mei 1963, Belanda harus menyerahkan Papua barat ke Indonesia. Dalam proses pengalihan tersebut, wilayah Papua Barat secara administratif dipegang oleh UNTEA.

United Nations Temporary Executive Authority atau UNTEA adalah otoritas Eksekutif Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dibentuk oleh PBB.

Hanya saja, penyerahan secara resmi Irian Barat ke Indonesia baru diberikan Belanda kepada Indonesia pada 1 Oktober 1962.

Penutup

Hingga kini, Monumen trikora ini tetap berdiri kokoh diatas perbuktian Salakan, menghadap ke Pulau Bakalan.

Disitulah kapal-kapal perang RI bersandar. Seolah merekam semua peristiwa yang terjadi pada waktu itu, untuk kemudian disampaikan kepada para pengunjung.

Jika ada koreksi, masukkan atau ada hal lain yang ingin disampaikan terkait postingan ini boleh sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang profil Monumen Trikora Jayawijaya di Salakan termasuk sejarah, lokasi, profil dan posisi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Satu pemikiran pada “Profil Monumen Trikora Jayawijaya di Salakan: Sejarah, Lokasi dan Posisi”

Tinggalkan komentar