8 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Migrasi Ke WordPress

4 min read

migrasi ke wordpress

Banyak blogger yang kurang memperhatikan detail-detail kecil saat akan migrasi ke WordPress. Detail-detail inilah yang bakal saya ulas di artikel kali ini.

Secara pribadi, dan mungkin juga orang lain, migrasi ke WordPress adalah salah satu cara untuk meningkatkan visibilitas konten dan blog.

Anggapan semacam ini tidak salah, karena memang, WordPress lebih powerfull ketimbang platform blogging lain. Apalagi jika anda menggunakan WordPress self-host atau wordpress.org.

Patut diketahui juga, poin-poin yang saya tulis disini berdasarkan pengalaman saya sendiri saat migrasi dari blogger ke WordPress.

Jika anda punya rencana yang sama, sebaiknya simak artikel ini dengan baik tapi sesuaikan dengan platform blogging yang digunakan.

Kalau blogger gak terlalu ribet. Palingan yang jadi masalah hanyalah bagaimana mengoptimalkan SEOnya.

Beda jika anda migrasi dari platform blogging lain seperti Wix, Squarespace dan lain sebagainya. Untuk kasus semacam ini, silahkan sesuaikan saja dengan kebutuhan.

8 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Migrasi Ke WordPress

Nah untuk anda yang memiliki rencana migrasi dari blogger ke wordpress, sebaiknya siapkan 10 hal dibawah ini terlebih dahulu.

Tujuannya agar konten dan seluruh postingan yang anda pindahkan itu enggak ada masalah-masalah teknis seperti jumlah upload berlebihan atau untuk alasan kompatibilitas.

Lantas apa saja hal-hal yang harus diperhatikan saat akan migrasi ke WordPress? Pasti penasaran kan? Berikut disajikan artikelnya untuk anda.

1. Sudah punya hosting dan domain

Hal paling pertama yang harus dilakukan sebelum migrasi ke WordPress adalah sudah harus memiliki domain dan hosting.

Karena, akan lebih baik kalau anda memiliki hosting dan domain dimana kepemilikan ada ditangan anda. pastikan juga, hosting dan domain itu anda belu dari satu penyedia saja.

Saya secara pribadi lebih menyarankan untuk membelinya di Niagahoster. Selain murah, pelayanannya juga bagus. Hosting dan domain yang saya punya juga saya beli dari sana.

Hostingnya bukan beli sih, tapi merupakan hadiah setelah nama saya masuk sebagai finalis pada lomba yang diadakan oleh Niagahoster awal tahun 2018 lalu.

Selain itu juga, pastikan bahwa anda sudah menginstall WordPress melalui CPanel dan sudah punya akses ke dashboard WordPress anda. Jika hal tersebut sudah rampung, silahkan lanjut pada poin selanjutnya.

2. Sudah punya template WordPress

Memang sih, di WordPress tersedia ribuan template yang siap dipakai dengan bebas dan anda punya akses ke seluruh template tersebut namun untuk versi gratisanya saja.

Artinya, anda memiliki kesempatan untuk mencobanya satu per satu dibawah lisensi penggunaan.

Jadi, anda tidak boleh menghapus link kredit footer atau melakukan redesign karena anda tidak akan bisa mendapatkan versi update terbarunya.

Saya sarankan sih ada baiknya anda memiliki template WordPress sendiri yang siap digunakan. Anda bisa membelinya dari penyedia terpercaya, tapi, perhatikan beberapa hal dibawah ini:

a. Support

Pastikan anda mendapatkan support dan dukungan untuk penggunaan template dan pastikan juga tidak ada link kredit tersembunyi yang mengarah ke template orang lain. Jika ada, baiknya batalkan.

b. Kompatibilitas gambar

Ini maksudnya apa ya? Maksudnya adalah, usahakan template yang digunakan itu sudah support dijadikan satu untuk gambar featured dan gambar postingan.

Rata-rata, template WordPress itu, apalagi yang versi gratisnya dari dashboard, menyediakan template yang memungkinkan anda untuk merubah gambar featured. Atau gambar yang akan ditampilkan di kepada pengunjung dibagian atas.

Baca Juga : Daftar Situs Penyedia Gambar Gratis

Hal ini cukup berbahaya, karena tergolong anda melakukan clickbait lewat gambar. Pastikan juga gambar postingan dan featurednya dijadikan satu dan tidak ada duplikat gambar saat orang mengklik postingan tersebut.

3. Pastikan setiap artikel yang sudah anda pindahkan itu tidak ada yang rusak

Percaya atau tidak, setiap kali migrasi, tetap ada artikel atau gambar yang rusak. Sebagian besar berupa gambar, dikarenakan ukuran dan juga perbedaan template. Oleh karena itu, sesudah migrasi silahkan cek satu per satu artikel anda tersebut.

Untuk tulisan sendiri, memang sih ada perbedaan gaya dan style begitu juga soal warna tulisan. Itu tergantung dari setiap template.

Saya sih menyarankan agar anda mengeditnya satu per satu, alasannya sederhana sebab ada kalanya style yang anda gunakan di blogger itu terbawa-bawa ke WordPress.

Misalnya begini, di Blogger saat membuat paragraf baru, kita menyisahkan satu paragraf kosong agar terlihat lebih rapi.

Tapi di WordPress tidak. Sehingga saat anda migrasi, tampilannya akan terlihat berantakan. Selain itu juga, headingnya akan tampil berbeda.

Seperti misalnya, H2 (Subheading) di Blogger adalah H3 di WordPress atau H3 (minor-heading) di Blogger adalah H4 di WordPress.

Nah ini yang jadi masalah, sebab akan terlihat postingan anda itu agak berantakan dan tidak sesuai dengan tag headingnya.

5. Copy semua kode JS yang penting

Ada banyak sekali kode JS yang cukup penting, dan ini harus disimpan terlebih dahulu sebelum migrasi agar anda tidak repot-repot membuatnya lagi. Kode JS yang penting itu antara lain:

a. Kode verifikasi Google Search Console

Nantinya kode verifikasi Search console ini bisa anda tempatkan lewat SEO by Yoast jika anda menggunakan plugin ini, atau anda bisa menempatkannya langsung lewat header.php di menu editor tema WordPress.

b. Kode verifikasi Yahoo dan Bing

Intinya sama seperti kode verifikasi GSC diatas. Bedanya hanyalah jenis kodenya. Apalagi jika artikel anda sudah banyak yang terindeks oleh tiga mesin pencari diatas.

c. Kode iklan AdSense otomatis

Sama seperti diatas, kode iklan AdSense otomatis juga dapat disimpan untuk dipasang lagi jika nanti anda sudah menggunakan WordPress dan menempelkannya.

d. Kode lain

Intinya, semua kode-kode yang menurut anda cukup penting. Tapi, patut diperhatikan, hal ini tidak termasuk meta tag di Blogger karena kodenya akan berbeda. Kode-kode lain itu bisa kode periklanan lain seperti MGiD atau AdNow.

6. Pasang plugin migrasi

Plugin inilah yang akan membantu agar backup artikel anda dari file XML terbaca dengan baik. Tanpa plugin ini anda tidak akan bisa migrasi.

Oleh karena itu, setelah backup ada baiknya anda langsung install pluggin ini dan langsung migrasi secepatnya.

7. Jangan ubah permaliknya

Permalink adalah link atau url dari artikel anda. Model permalink di blogger dan WordPress itu berbeda. Blogger menggunakan .html dibagian akhir, sementara WordPress hanya menggunakan garing atau garis miring.

Saat anda mengubah permaliknya, itu berarti anda seperti membuat artikel baru dan meminta google untuk mengakses lagi seluruh artikel anda yang sudah terindeks Google. Dengan kata lain, anda akan kehilangan peringkat.

Kalau artikel-artikel anda banyak yang page one, saya sarankan jangan ubah permaliknya. Tapi kalau tidak, ya keputusan ditangan anda. Sebenarnya, ada beberapa keuntungan mengubah permaliknya, antara lain :

a. Menghilangkan tanggal di dalam link

Saat anda menghilangkan tanggal didalam link, berarti anda memberi tahu bahwa artikel anda tersebut merupakan artikel baru dan relevan dan tidak memberitahu google kapan artikel ini dibuat (meski sebenarnya Google tahu file XML yang akan dicrawl).

b. Menghilangkan angka dan kode teks dibagian link

Dalam beberapa kasus, artikel anda didalam blogger itu diakhiri dengan angka. Ini dikarenakan duplikat link didalam blog.

Saat anda mengubah permalink, seluruh judul akan diubah menjadi link. Jadi terkadang, jika judul blog anda panjang, linknya juga akan seperti itu.

c. Keluwesan

Salah satu keuntungan mengubah permalink adalah anda memiliki keluwesan. Maksudnya, anda tidak memiliki batasan waktu soal memposting dan tidak diketahui kapan terakhir kali anda update. Kira-kira begitu.

8. Baiknya edit kembali semua artikel yang baru saja anda migrasikan itu

Kalau artikel didalam blog anda sudah banyak, atau diatas dari 500 artikel mungkin mengeditnya akan butuh waktu yang banyak. Oleh karena itu, ada baiknya anda sisihkan sedikit waktu untuk mengedit artikel anda tersebut.

Mengapa harus mengeditnya? Untuk memaksimalkan SEO blog anda. Misalnya, untuk mengkonfigurasi dengan plugin Yoast SEO jika anda menggunakannya.

Meski sebenarnya ini sedikit berdampak pada posisi anda di mesin telusur, apalagi jika anda sudah mengubah permalinlk.

Tapi meski begitu, mungkin posisi yang bakal anda dapatkan setelah mengubah permalinknya itu akan lebih baik.

Misalnya, sebelumnya anda hanya berada di Posisi ketiga, setelah mengubah permaliknya anda bisa duduk di posisi #0 atau di featured snipped. Siapa yang tahu kan?

Penutup

Memilih migrasi ke WordPress bisa jadi pilihan yang tepat untuk anda yang ingin memaksimalkan kegiatan blogging yang hendak dilakukan.

Tapi perhatikan satu hal, sebelum migrasi, sebaiknya anda perhatikan detail-detail yang sudah saya jelaskan dibagian atas.

Demikian artikel tentang 8 Hal Yang harus diperhatikan sebelum migrasi ke WordPress. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

4 Replies to “8 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Migrasi Ke WordPress”

  1. Artikelnya informatif. Tapi ane punya pertanyaan gan. Ane punya situs platform blogspot dengan custom TLD domain dan sudah tertaut approve adsense. Kalau misalnya ane mau migrasi ke WP self hosting, domain ane perlu daftar ulang lagi gak di fitur tambahkan situs dalam dashboard adsense?

    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *