Menulis Buku Untuk Pemula: Pengertian, Cara dan Tips Cepat

Bagi yang hobi menulis, pernah kepikiran untuk buat buku sendiri? Jika iya, simak cara menulis buku bagi pemula yang baik dan benar dibawah ini.

Sebelum itu, duduk dulu. Tenangkan hati dan siapkan kopi. Kalau sudah, mulailah cari ide terkait dengan buku yang mau ditulis.

Bagaimana cara dapatkan ide? Ada banyak. Bisa mulai dari diri sendiri, orang lain, lingkungan, fiksi atau mungkin pengalaman.

Kalau sudah, buat brainstorming terkait buku yang mau ditulis, seperti:

  • Pertama, tentukan jenis buku yang mau ditulis apakah itu novel, ensiklopedia, nomik, antologi, biografi, karya ilmiah, buku referensi, buku ilmiah, buku digital dan lain sebagainya
  • Kedua, tentukan genre buku apa yang akan ingin ditulis apakah Romantis, Fanfiction, Science Fiction, Fantasi, Historical, memoar, bibliografi dan seterusnya
  • Ketiga, lakukan riset terkait dengan buku yang dimulai dari topik apa yang paling menarik dan trend buku yang sedang berkembang
  • Keempat, susun garis-garis besar tentang buku dalam bentuk Bab per bab untuk memudahkan dalam penulisan nantinya

Empat hal diatas bisa dibuat dalam catatan khusus yang mudah dilihat. Misalnya, jika mau tulis buku pakai komputer, bisa buat catatan khusus dibawahnya.

Catatan itu bertindak sebagai pengingat kalau anda punya projek buku yang sedang dikembangkan.

Dan untuk anda yang sedang bertanya tentang cara menulis buku yang benar, panduan menulis buku sampai kerangka menulis buku, simak artikel ini sampai habis.

Apa pentingnya memilih genre buku?

Sebelum lanjut, saya perlu singgung sekali lagi soal genre. Apa apa sih yang dimaksud dengan genre buku? Apa pentingnya bagi sebua buku?

Dan bagaimana menentukan genre yang cocok dan sesuai keinginan? Apakah genre tersebut merupakan ide awal penulisan buku?

Genre adalah gaya atau kategori cerita yang akan ditulis dalam buku. Agar dapat genre yang sesuai, pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah jenis buku yang mau ditulis.

Apabila genre tersebut tidak sesuai dengan ide awal penulisan, lakukan evaluasi sedini untuk menghindari rasa jenuh nantinya.

Saat evaluasi, lakukan mind mapping atau buat box idea sendiri agar tulisan anda tetap terkait dengan bab selanjutnya.

Baca Juga:

Disinilah pentingnya genre. Karena dengan pemilihan aliran tulisan yang cocok secara langsung akan membantu anda mengontrol tulisan.

Genre juga mempengaruhi panjang naskah, karakter yang bangun, pengaturan naskah, tema, plot, istilah-istilah penting dalam buku dan lain sebagainya.

Sering juga ada sub-genre dalam genre, misalnya kisa romatis dengan unsur ketegangan dan misteri seperti romantic suspense.

Jadi, sangat penting untuk mengetahui genre buku sendiri. Ini akan membantu anda dalam proses pembuatan buku agar sesuai dengan kategori pembaca.

Sebelum itu, anda perlu riset kecil-kecilan dengan beberapa pertanyaan, antara lain: Buku dan penulis apa yang populer di genre yang ditulis tulis?

Disinilah riset kecil-kecilan anda itu benar-benar berguna. Sementara, penelitian yang akan anda lakukan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan buku.

Anda hanya perlu ke tempat buku, toko buku dan lain sebagainya, lalu cari genre yang sesuai atau mendekati lalu lakukan 4 step dibawah ini:

  • Siapkan buku catatan dengan pena. Bisa juga pakai media penulisan lain, ponsel misalnya
  • Kunjungi Gramedia atau toko buku terdekat termasuk toko buku online dan lihat buku apa yang paling laris pada genre yang sudah dipilih
  • Teliti para penulis buku tersebut. Buka profil media sosial mereka ataupun situs webnya. Lalu lihat apa yang mereka lakukan atau apa yang mereka teladani dalam kehidupan sosial mereka sendiri. Jangan menyalinnya, tetapi usahakan mendekati dan usahakan agar tidak terlalu mirip
  • Periksa ulasan mereka. Lihat apa yang disukai atau tidak disukai oleh pembaca tentang buku tersebut. Ini akan memberikan anda tips tentang apa yang harus anda hindari atau tiru dalam tulisan sendiri

Simple, kan? Kalau hanya berbicara memang simple tapi kalau melakukan maka berat. Tahap-tahap pertama penulisan buku mungkin masih agak gampang.

Karena itu, ada baiknya anda siapkan mental anda sejak dini. Buatlah komitmen dan target yang ingin anda capai dari tahap penelitian hingga tahap launching.

Cara Menulis Buku Untuk Pemula Yang Baik dan Benar

Setelah semuanya matang dan anda sudah siap menulis, ikuti langkah-langkah dibawah ini untuk menulis buku yang benar bagi pemula.

1. Buat garis-garis besar buku

Cara Menulis Buku Bagi Pemula Yang Baik dan Benar

Paling pertama adalah membuat garis-garis besar tentang buku. Prosesnya sama seperti menulis sinopsis tapi lebih rinci.

Artinya, di tahap ini, anda harus bisa menjabarkan secara umum tentang buku mulai dari kata pertama yang mau digunakan dan kata penutup.

Kalau masih bingung, tidak perlu buat garis-garis besarnya secara detail. Sebab bisa ditulis nanti setelah masuk ke tahap penulisan.

Ada beberapa cara atau metode yang bisa dicoba untuk membantu anda membuat garis-garis besar buku, diantaranya:

  • Menggunakan metode Snowflake atau the Snowflake method
  • Menggunakan struktur tiga angka atau The Three-Act Structure
  • Menggunakan teknik perjalanan pahlawan atau The Hero’s Journey
  • Menggunakan model garis plot fretag atau The Fretag Plot Outline Model

Anda harus melihat hal yang anda sukai diatas lalu apakah metode itu sesuai dengan gaya anda. Jika sudah selesai alias sudah siap maka anda bisa masuk ke tahap selanjutnya.

Setiap penulis menggunakan teknik dan metode yang berbeda-beda. Ini biasanya disesuaikan sama karakter penulisan yang diadopsi.

Begitu pula dengan anda. Metode paling mudah adalah metode penulisan kotak atau Box Method. Caranya gimana?

Dengan menggambar 10-20 kotak di lembar HVS kosong. Kotak-kotak tersebut mewakili setiap bab yang berisikan ringkasan tentang apa yang terjadi di bab tersebut.

Ini memberikan gambaran visual mengenai cerita yang dibangun. Beberapa penulis bahkan memasang kartu indeks di dinding untuk mempermudah mereka saat menulis.

Jadi, awal menulis buku hanyalah sebuah proses sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Proses sederhana inilah yang bisa melahirkan buku-buku populer.

Anda juga mungkin perlu membuat beberapa garis kotak sampai terasa bagus dan benar.

Penting untuk disadari bahwa kotak-kotak tersebut harus sesuai dengan alur cerita yang anda angkat. Disini anda harus menulis dengan bebas dan lepas. Semuanya dimasukkan ke dalam kotak.

Jangan khawatir mengenai subplot pada tahap ini. Jangan pikirkan dialog atau deskripsi karakternya, atau nama karakter hingga backstory-nya.

Masukan saja kerangka cerita ke dalam kotak. Yang paling penting adalah menelurkan ide cerita ke dalam kotak.

Untuk pengerjaan akan dilakukan nantinya. Itu dapat menyempurnakan kerangka cerita anda. Untuk itu, disini anda perlu lakukan dengan detail dan berlapis, karena disini adalah proses dan langkah demi langkah saat menulis.

Panjang buku akan menentukan berapa banyak kata yang anda butuhkan untuk setiap bab.

Sebagai contoh, jika anda menulis buku maka 10.000 – 20.000 kata setiap bab sudah lebih dari cukup, 1.000 kata juga gak masalah.

Jika buku yang anda tulis panjangnya sampai 45.000 hingga 55.000 kata, anda dapat menggunakan 3.000 kata per babnya.

Mayoritas novel diharapkan oleh pembaca untuk mengganti sudut pandang (POV) antara minat laki-laki dan minat cinta wanita, jadi anda membaginya disini.

Misalnya 1.500 kata untuk minat cinta laki-laki dan sisanya untuk minat cinta perempuan. Ini membantu anda untuk membuat tempo dan konsistensi cerita yang dibuat.

2. Mulailah menulis

Cara Menulis Buku Bagi Pemula Yang Baik dan Benar

Setelah tahap pertama rampung maka selanjutnya anda bisa langsung memulai tahap penulisan.

Siapkan berbagai peralatan tempur saat menulis mulai dari laptop, pena, kertas perencanaan yang anda tulis sebelumnya dan lain sebagainya.

Dan jangan lupa, atur jadwal menulis setiap hari. Misalnya, dalam sehari anda menulis 1 bab dengan 10.000 karakter kata maka usahakan agar hal itu tercapai.

Buat target bulanan juga. Misalnya, jika target bukunya sepanjang 150.000 karakter maka anda bisa menulis selama 6 bulan.

Ini adalah waktu yang cukup untuk merangkai kata demi kata yang akan ditulis sehingga hasilnya lebih baik.

Beberapa penulis yang sedang giat-giatnya ingin menulis, misalnya, ia sedang mengalami trance mungkin akan menulis tanpa henti.

Tapi usahakan hubungan dengan dunia luar tidak terputus. Sesuaikan dengan aktivitas anda sehari-hari. Sebab, ide bisa datang kapan saja dan dimana saja.

3. Editing

Cara Menulis Buku Bagi Pemula Yang Baik dan Benar

Jika proses kepenulisan sudah rampung ditulis ada baiknya anda tinggalkan begitu saja selama satu atau dua minggu.

Waktu seperti ini sangat dibutuhkan dengan tujuan untuk mengistirahatkan dan menenangkan diri setelah melalui periode menulis.

Selama itu, anda bisa lakukan aktivitas menyenangkan lainnya. Misalnya, jalan-jalan ke tempat wisata, ke mall, kunjungi keluarga atau sesuatu yang menurut anda fun.

Intinya, lupakan sejenak buku yang ditulis. Yang penting, jangan lupa benaran. Karena bisa bikin usaha anda sia-sia.

Setelah refreshing selesai, kembali ke aktivitas sebelumnya untuk menyelesaikan tahap paling berat saat menulis buku.

Mengapa berat? Karena anda harus melalui proses demi proses yang bagi sebagian orang cukup menguras waktu dan energi sebab harus melakukan tiga poin dibawah ini:

  • Mengedit kata per kata, kalimat per kalimat, paragraf per paragraf hingga bab per bab
  • Memeriksa setiap kata apakah sesuai dengan PUEBI, tidak ada yang typo dan cermat preposisi
  • Mengulangi langkah tersebut terus menerus sampai anda merasa kalau buku tersebut sudah siap di kirim ke penerbit

Seorang penulis pasti tahu buku yang ia tulis tidak akan pernah sempurna. Namun anda harus membuat standar ini agar anda bisa diterbitkan.

Karena kebanyakan mengedit juga akan menghilangkan kisi dan makna kalimat serta kata. Artinya bakalan anda disorientasi ide yang terjadi tanpa disadari.

4. Sentuhan akhir

Cara Menulis Buku Bagi Pemula Yang Baik dan Benar

Kadang penulis suka malas baca tulisan sendiri. Padahal, sebagai penulis, ia dalah pembaca pertama dari tulisan tersebut.

Artinya, tahap ini harus dilewati. Sifatnya wajib. Dan usahakan tulisan tersebut dibaca sampai selesai lalu buat penilian.

Misalnya, dari skala 1-10, buku anda berada di mana? Untuk dapat jawaban yang objektif, posisikan diri anda sebagai orang lain.

Misalnya, orang yang nantinya bakal beli buku anda. Orang yang rela keluarkan uang sepersekian ribu hanya untuk lihat isi didalamnya.

Selanjutnya minta teman, pacar, suami, istri, kenalan dan orang-orang terdekat untuk membaca karya anda tersebut. Mintalah pendapat dari mereka.

Jika ada masukkan atau kritikan yang membangun, lakukan evaluasi. Karena ini penting untuk mendapatkan respon yang paling otentik dari sebuah tulisan.

Setelah itu, berikan sentuhan akhir pada tulisan, dengan bahasa-basa sastra atau bahasa-bahasa yang mudah dimengerti sebagai kata ganti agar tulisan lebih renyah.

5. Naskah rampung & siap dikirim

Cara Menulis Buku Bagi Pemula Yang Baik dan Benar

Kalau semuanya sudah siap, langkah paling terakhir adalah mengirimnya ke penerbit dan disinilah poin paling penting.

Artinya, sebagai penulis, anda harus siap atas segala kemungkinan yang akan terjadi. Yakni apabila naskah anda ditolak, jangan depresi apalagi bunuh diri.

Inilah esensi sebenarnya dari menulis. Karena menulis itu gak gampang. Dan para penulis biasanya sudah punya mental yang kuat untuk menghadapi tiap tantangan tak terduga seperti naskah di tolak penerbit.

Ada beberapa tahap yang harus anda lewati pada poin ke-5 ini, antara lain:

  • Mencari informasi tentang penerbit baik alamat, nomor telepon, email dan juga genre buku yang mereka terima untuk diterbitkan
  • Mengirimkannya. Terkadang beberapa penerbit mengizinkan penulis untuk mengirim naskah lewat email terkadang juga mengharuskan naskah itu dibuat untuk versi cetak. Itu tergantung ketentuan dari penerbit
  • Mengirimkannya lewat kantor pos, email atau media-media lain
  • Tunggu keputusan penerbit yang biasanya cepat biasanya juga lambat.

Sembari menunggu anda bisa berdoa mudah-mudahan naskah anda bisa diterima dan mulai dipublikasikan sehingga bisa dibaca oleh banyak orang.


FAQ

Untuk beberapa pertanyaan yang akan diajukan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa saja tantangan yang dihadapi saat menulis buku?

Ada banyak dan bergantung sama situasi yang ada saat itu. Misalnya, jika sudah berkeluarga, pasti ada gangguan dari anak, suami atau keluarga.

Tapi, tantangan tersebut bisa di hindari. Seperti minta waktu sama suami untuk jaga anak atau sebaliknya.

Tantangan paling besar ada dalam diri sendiri yakni komitmen untuk menolak rasa bosan yang datang tiba-tiba.

Misalnya, hari ini lagi semang-semangatnya tulis buku. Bahkan sampai 3 bab kelar dalam sehari. Lalu esoknya mood encok entah kenapa.

Nah tantangan-tantangan seperti inilah yang harus di hindari jika ingin buku yang ditulis itu selesai tepat waktu.

2. Bagaimana cara menulis buku tentang kisah hidup?

Metodenya sama seperti diatas hanya saja, soal genre, anda sudah tahu pasti. Tapi, kembali ke jenis kisah hidup seperti apa yang akan ditulis.

Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan model kepenulisan apakah itu dalam bentuk memoar, biografi atau bibliografi.

Hanya saja, untuk menulis buku tentang kisah hidup, ada beberapa elemen penting yang harus dilibatkan, seperti:

  • Fokus pada kisah hidup orang yang ditulis atau pada satu kenangan paling penting yang pernah dialaminya dan paling berpengaruh
  • Buat kerangka buku atau outline agar saat penulisan hasilnya lebih terstruktur
  • Riset, riset dan riset. Ini penting untuk mengetahui bagaimana buku kisah hidup bisa menarik dan dibaca orang lain

3. Bagaimana cara menulis buku di word?

Microsoft Office Word adalah salah satu media menulis paling banyak digunakan penulis. Jika punya komputer atau laptop, manfaatkan aplikasi tersebut.

Bisa buat kerangkanya dulu seperti yang sudah saya ulas diatas. Kalau sudah, baru lakukan penelisan dengan teknik dan metode yang sama.

4. Apakah ada panduan menulis buku PDF?

Di Google Banyak. Tinggal cari keyword panduan menulis buku PDF maka hasilnya akan muncul. Salah satunya bisa dilihat lewat tautan ini.

5. Bagaimana cara menulis buku untuk diterbitkan?

Agar buku bisa diterbitkan, paling pertama ya harus menulis dulu. Ikuti metode dan cara menulis buku yang sudah saya ulas diatas.

Kalau sudah, cari penerbit buku yang banyak tersedia sekarang ini. Tentukan juga, mau dicetak atau disebarkan secara online.

Kalau ogah kirim ke penerbit atau mungkin naskah selalu ditolak, bisa terbitkan di aplikasi seperti Google Play Book atau sejenisnya.

6. Apa saja kerangka menulis buku?

Kerangka buku, yang bagi saya pribadi, adalah gambaran awal dari daftar pustaka tentang buku yang mau ditulis.

Artinya, untuk kerangka menulis buku selalu dimulai dari pendahuluan atau prolog, jika tulisannya bebas atau novel.

Didalam pendahuluan ini, ada mind set atau box idea yang berisikan poin-poin penting tentang pendahuluan dari buku.

Contohnya nih, anda mau tulis buku tentang Teknik Ternak Lele 3 Bulan. Maka, pada pendahuluan, harus sebutkan sejarah lele, populasi lele, jenis-jenisnya apa saja dan prospek usaha.

Berikutnya, bahas soal model usaha yang dikembangkan dan bagaimana tekniknya. Diikuti masalah yang mungkin akan dihadapi saat ternak berlangsung.

Gambarkan juga soal bagaimana lele akan dikembangbiakan, pemanfaatan, makanan, pembibitan dan lain sebagainya.

8. Bagaimana sistematika penulisan buku yang baik dan benar?

Sistematikanya bergantung sama genre atau jenis buku yang ditulis. Kalau tulis buku referensi atau monografi, maka kerangkanya akan terlihat seperti ini”

  • Cover depan yang terdiri dari judul utama, nama penulis dan nama penerbit apabila nantinya buku itu diterbitkan
  • Isi buku yang terdiri dari judul utama buku, isi buku dan lain sebagainya
  • Cover belakang buku

FYI, monograf sendiri adalah istilah untuk tulisan, atau bisa juga disebut karangan dan uraian, mengenai satu bagian dari suatu ilmu atau mengenai masalah tertentu.

Dengan demikian, sistematika yang sama juga berlaku saat menulis buku ilmiah atau buku sejenisnya.

Penutup

Tidak ada usaha yang tidak membuahkan hasil. Intinya, mulai dulu. Jika keinginan sudah muncul, mantapkan itu.

Pertahankan ritme dan konsisten menulis. Misalnya, menulis 1000 karakter per hari dalam jangka waktu 1 bulan atau lebih.

Harapannya, dalam beberapa bulan ke depan, buku buatan anda terpampang di toko buku besar seperti Gramedia sehingga bisa dibaca oleh banyak orang.

Jika ada tambahan, masukkan atau mungkin koreksi terkait postingan ini boleh sampaikan di kolom komentar.

Demikian artikel tentang panduan dan cara menulis buku untuk pemula yang baik dan benar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar