Macam-Macam Mazhab Ekonomi dan Tokoh Pentingnya

Mazhab ekonomi dipahami sebagai dasar pikiran dari ilmu ekonomi yang terus dipelajari sampai hari ini.

Dengan demikian, mazhab tidak terbentuk satu atau dua tahun saja melainkan butuh puluhan hingga ratusan tahun.

Kadang juga, istilah mazhab ini dipahami sebagai aliran-aliran dalam ilmu ekonomi, aliran pemikiran ekonomi dan lain sebagainya.

Apapun penyebutannya, semua merujuk pada dua keadaan, yakni:

  • Haluan atau aliran mengenai sesuatu. Misalnya, dalam Islam, tentang hukum fikih yan menjadi ikutan umat Islam dan dikenal dengan empat Mazhab seperti Mazhab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali
  • Golongan pemikir yang sepaham dalam teori, ajaran atau alirant ertentu di bidang ilmu, cabang kesenian, dan sebagainya yang berusaha memajukan hal tersebut

Istilah mazhab sendiri kadang disebut dengan Muzhab, yang merupakan bentuk tidak baku dari Mazhab itu sendiri.

Dan untuk anda yang ingin tahu daftar Mazhab dalam ekonomi dan tokoh pentingnya atau mungkin aliran pemikiran ekonomi serta aliran ekonomi, simak artikel ini sampai habis.

Jenis Mazhab Ekonomi dan Tokoh Pentingnya

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 8+ mazhab ekonomi dan tokoh pentingnya yang ada sampai sekarang.

1. Mazhab Ekonomi Skolastik

Skolastik dipengaruhi oleh berbagai pemikiran seperti Aristoteles termasuk juga tulisan ahli agama Katolik dan Kristen di abad pertengahan atau dari abad ke-10 sampai ke-15.

Ciri utama dari mazhab skolastik ada pada buah pemikiran yang hubungannya sangat kuat dengan masalah-masalah etis dan keadilan.

Untuk diketahui, ada dua dasar pemikiran sehingga lahir mazhab skolastik, yakni:

  • Pemahaman bahwa semua kebutuhan ekonomi atau kepentingannya merupakan sub-ordinat dari satu pengorbanan yang dilakukan seseorang
  • Perilaku ekonomi punya hubujngan yang kuat dengan perilaku seseorang yang punya kaitan erat dengan moralitas

Tokoh penting dari aliran skolastik adalah Albertus Magnus yang lebih dikenal sebagai Albertus Agung [1193-1280] dan Thomas Aquinas [1225-1274].

2. Merkantilisme

Pada dasarnya, merkantilisme adalah sistem ekonomi yang menatukan dan meningkatkan kekayaan keuangan suatu bangsa.

Pengaturan ekonominya nasional dilakukan oelh pemerintah lewat berbagai kebijakan yang bertujuan untuk mengumpulkan cadang emas.

Termasuk didalamnya memperoleh neraca perdagangan yang positif, pengembangan pertanian dan industri sampai monopoli terhadap perdagangan luar negeri.

Baca Juga:

Hanya saja, penekanan dari aliran ini ada pada opsi perdagangan. Artinya, apabila suatu negara ingin maju dan berkembang maka ia harus melakukan perdagangan lintas negara.

Jadi, kekayaan yang diperoleh oleh negara bisa didapat dari surplus perdangangan supranasional yang dilakukan dalam bentuk perak dalam emas.

Surplus tersebut nantinya akan dikelola dan dijadikan sumber kekuasaan. Makanya, pada waktu itu, mayoritas negara-negara pengatur merkantilisme mengurangi impor dan meningkatkan ekspor.

Untuk pelopor ide merkantilisme ini ada banyak seperti Jean Boudin, Thomas Munn, Jean Baptist Colbert dan David Hume.

3. Fisikokrat

Fisiokrat adalah aliran yang mula-mula muncul di Priancis dan dipelopori oleh Francois Quesnay, dokter konsultan untuk Raja Louis XV di Versailles.

Pada dasarnya, aliran ini percaya bahwa satu-satunya sumber kekakyaan negara hanya diperoleh dari agrikultur atau pertanian.

Artinya, agrikultur merupakan sumber kemakmuran ekonomi. Penekananya ada pada sistem tubuh manusia yang secara alamiah tumbuh.

Dengan demikian, dianggap bahwa sistem ekonomi ini akan bekerja maksimal jika peran pemerintah dikurangi atau diminimumkan.

Kepercayaan kaum Fisiokrat terkait dengan hukum alam ini tertuang dalam doktrin Laissez faire et laissez passer, le monde va de lui meme.

Dokrin itu berarti bawha segala aktivitas ekonomi semuanya diserahkan ke pasar. Dimana, ada banyak kekebasan dalam aktivitas perdanganan tanpa campur tangan pemerintah langsung.

Secara harafiah berarti, biarkan mereka merdeka, melakukan perdagangan bebas, karena dunia akan berputar dengan sendirinya.

4. Mazhab Ekonomi Klasik dan Neo-Klasik

Selanjutnya ada mazhab klasik dan Neo klasik, yang dimulai setelah terbitnya buku Adam Smith tentang kesehatan nasional.

Untuk Neo-klasik sendiri dianggap sebagai wajah baru dari mazhab klasik. Berikut penjelasannya:

a. Mazhab klasik

Mazhab klasik dimulai setelah terbitnya buku the wealth of Nations karya adam Smith. Dimana, ia berpendapat bahwa sistem ekonomi tidak akan lebih baik jika ada campur tangan pemerintah.

Di buku tersebut, ia mempercayai hadirnya invisible hand atau tangan-tangan tak terlihat yang bekerja dibaliknya.

Tangan, dalama konteks ini, dianggap sebagai pasar itu sendiri. Artinya, pasar akan melahirkan permintaan dan penawarannya sendiri.

b. Mazhab Ekonomi neo-klasik

Istilah neo-klasik, atau aliran klasik yang baru, di pelopori oleh Thorstein Bunde Veblen, Ekonom dan Sosiolog asal Amerika.

Mazhab ini sendiri secara langsung menajarkan soal proses pembentukan harga, unit produksi dan distribusi untuk memenuhi sistem permintaan dan penawaran pada pasar.

Selain Thorstein Bunde Veblen, ada penggagas lain dari aliran ini seperti Léon Walras, Carl Menger dan William Stanley Jevons.

5. Keynesian

Salah satu dasar pemikiran yang pengaruhnya paling besar terhadap ilmu ekonomi Makro adalah Keynesian, yang diambil dari nama penggagasnya, J. M. Keynes.

Dalam bukunya the General Theory of Emplyoment, Interset and Money, banyak mengulas soal depresi ekonomi yang disebabkan oleh pengangguran, rendahnya daya beli masyarakat dan lain sebagainya.

6. Mazhab Ekonomi Sosialisme

Sosialisme dianggap lebih cenderung ke ideologi negara ketimbang ekonomi. Meski demikian, dasar pemikirannya dari ekonomi.

Dalam ekonomi, ia dianggap sebagai sistem yang berusaha agar semua harta benda, industri dan perusahaan dikendalikan oleh negara.

Artinya, pemanfaatan setiap sumber-sumber ekonomi dilakukan secara kolektif selain labor atau buruh.

Dengan demikian, terjadi pergeseran kekayaan dari swasta ke pemerintah secara berangsur-angsur dengan atau tanpa kompensasi ke pemilik tunggal.

Karena konsepnya ekonomi, maka penerapannya dalam ideologi negara menjadi komunisme, yang secara langsung menggabarkan pergeseran kepemilikan aset industri tersbeut.

Hanya saja, peralihan kepemilikannya dilakukan secara cepat dan revolusional, dengan paksaan dan tanpa imbal balik.

7. Sosialisme utopis

Sosialisme utopis adalah aliran yang menganggap bahwa segala sesuai dalam negara adalah milik bersama dan kebutuhan masing-masing orang disediakan secara adil.

Dengan kata lain, agar bisa menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhuhan harus dilakukan secara kolektif.

Dengan begitu, setiap orang tidak perlu kerja siang dan malam dengan jam kerja yang lama, tapi bekerja cukup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri untuk hari itu.

Dalam sistem ini, uang tidak dibutuhkan. Artinya, pakaian setiap orang sama, perhiasaan atau benda-benda berharga lainnya tidak ada.

Pemerintahan dilakukan secara demokratis, dan pimpinan ditunjuk seumur hidupnya yang dipilih sendiri oleh rakyat.

Penutup

Intinya, mazhab diatas menggunakan pendekatan yang sama dalam pengaplikasian ilmu ekonomi sehingga bisa di kelompokkan dengan mudah.

Meski demikian, banyak ekonom dan ahli tidak secara terbuka mengatakan bahwa mereka manut pada aliran tertentu atau sebaliknya.

Demikian artikel tentang mazhab ekonomi dan tokoh pentingnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar