Silvanna Samaliwu Best investment on life is skill, trust, experiences, knowledge, passion, study case. You can success if you have been wide it [Investasi terbaik dalam hidup adalah keahlian atau kemampuan, pengetahuan, passion dan pengalaman dalam mempelajari akibat. Anda bisa sukses jika mengembangkan hal tersebut]

3 Masalah Inti Sanitasi Perkotaan di Indonesia, Sudah Tahu Belum?

2 min read

masalah sanitasi di Indonesia

Masalah Sanitasi Perkotaan di Indonesia – Tingkat urbanisasi di Indonesia yang tinggi telah mendatangkan masalah bagi kawasan perkotaan salah satunya adalah limbah.

Tahun 2013 lalu, Indonesia telah beralih ke sistem pengololaan lumpur tinja yang lebih kredibel namun pengalihan ini malah menyisahkan masalah sanitasi perkotaan Indonesia lebih kompleks.

Kata kunci artikel
  1. Tingkat urbanisasi yang tinggi di Indonesia ikut berkontribusi pada tingginya limbah perkotaan. Hal ini berdampak pada permasalahan sanitasi penduduk yang tinggal di kawasan pinggiran kota.
  2. Terbatasnya akses sanitasi di kawasan perkotaan secara tidak langsung memisahkan kontak higenis antar manusia yang tinggal disana. Tetapi 95% kotoran tetap mencemari lingkungan.
  3. Pendekatan baru untuk target pengelolaan sanitasi di kawasan perkotaan akan mulai di realisasikan pemerintah tahun 2019 mendatang.

3 Masalah Inti Sanitasi Perkotaan di Indonesia

Beberapa penelitian mengatakan bahwa pada tahun 2025 nantinya, 67,5% masyarakat Indonesia telah menghuni kawasan perkotaan seperti dilansir dari World Bank. Ini berarti setengah dari penduduk Indonesia akan menjadi masyarakat aktif kota.

Penelitian ini juga hendak mengatakan bahwa tingkat urbanisasi di Indonesia sangat cepat terjadi dan kota-kota di Indonesia tumbuh lebih cepat daripada kawasan asia tenggara lain.

Tantangan kemudian datang seiring dengan tingginya urbanisasi di kawasan perkotaan. Salah satunya adalah pengelolaan kawasan kota berbasis pengelolaan manajemen limbah dan sanitasi yang baik.

Sebagian besar keluarga yang tinggal di kawasan perkotaan bergantung pada tank septik yang terletak di dekat rumah mereka.

Sayangnya, sebagian besar dari tank septik itu tidak kedap air. Ironisnya, ada pemahaman yang salah dari masyarakat Indonesia terkait dengan tank septik ini, bahwa tanki septik yang baik adalah tanki septik yang bocor, sebab itu tidak perlu di kosongkan.

“Sebagian besar tetangga saya memiliki tank septik di rumah. Sumur umum terletak didekat beberapa septik tank itu, jadi saya tahu kalau sumur itu terkontaminasi,” ujar Yoyok Cahyono Upoyo yang merupakan warga Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ia adalah salah satu dari jutaan penduduk perkotaan yang mengalami masalah sanitasi buruk.Keadaan ini bahkan disadari oleh Yoyok. Bahkan, ia sadar dengan resiko yang akan dihadapinya.

“Bakteri dari tank septik itu berbahaya bagi keluarga saya, terutama anak-ana saya. Mereka bisa terkena diare, atau tidak tumbuh sebaik anak-anak lain seusianya,” tutur Yoyok lagi.

Faktanya, sekitar 9 juta orang atau sekira 30% anak-anak di Indonesia dalam kategori balita (bayi lima tahun) mengalami stunting, dan disebabkan oleh air yang terkontaminasi dengan limbah dan tinja.

1. Masalah toilet umum

Di kawasan perkotaan, akses ke fasilitas sanitasi yang sudah di siapkan pemerintah Indonesia sebenarnya telah meningkat beberapa tahun terakhir.

Selain itu, 76% masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan sudah memiliki toilet sendiri namun tetap masih ada masalah.

Direktur Perumahan dan Pemukiman Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Tri Dewi Virgiyanti mengatakan bahwa pihaknya terus mempersiapkan akses toilet yang layak bagi masyarakat dan ada terus meningkat setiap tahun.

“Kami tidak bisa berhenti untuk memastikan bahwa masyarakat 100% memiliki akses toilet yang layak. Kami juga harus ingat bahwa hanya 5% limbah manusia berada pada tempat yang aman, sementara sisanya mencemari lingkungan,” ujarnya.

Perkataan Virgiyanti ini juga mengatakan bahwa akses toilet memiliki masalah karena sebagian besar terkontaminasi dengan limbah. Artinya, 95% limbah manusia yang berada di dalam tanah berpotensi tercampur dengan limbah.

Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa ketika tanki septik dikosongkan tinja biasanya akan dipindahkan ke lokasi lain seperti lapangan terbuka ataupun di tepi sungai. Permasalahan sanitasi ini sebanarnya lebih buruk dari yang diperkirakan.

Hal ini dikarenakan fakta bahwa hampir setengah sungai Indonesia tercemar berat dan sebagian besar lainya tercemar dengan limbah rumah tangga. “Sekitar 68% sungai Indonesia tercemar dan 70% tercemar oleh limbah domestik,” beber Virgiyanti.

2. Akses terhadap air bersih

Selain itu, sungai-sungai yang terkontaminasi tersebut akan mempersulit akses terhadap air bersih karena meningkatnya biaya air pengolahan air.

Banyak sungai yang terkontaminasi itu membutuhkan upaya pengolahan untuk bisa dikategorikan sebagai air bersih dengan peningkatan biaya hingga 25%.

Setiap tahun akibat karena pengelolaan sanitasi yang buruk ini pemerintah mengalami kerugian hampir 56 triliun rupiah atau setara dengan $ 4,2 miliar.

3. Akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak

Target pemerintah Indonesia untuk mencapai akses air bersih dan sanitasi yang baik akan dimulai pada tahun 2019 mendatang.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencapai tujuan termasuk mengelola fasilitas sanitasi yang jauh lebih baik. Lebih dari 90% rumah tangga di Indonesia bergantung penuh pada sanitasi.

Namun sejak tahun 2013 lalu, fokus pengelolaan limbah tinja mulai bergeser dari pembangunan fasilitas pengelolaan sanitasi yang mencakup: pengelolaan tank septik, pengobatan septage, daur ulang lumpur yang diolah dan penataan lubang bocor dari tanki septik standar yang ada.

Pengelolaan sanitasi ini mulai dilakukan oleh beberapa daerah di Indonesia. Jumlahnya sudah ada 16 kabupaten yang merintis pengolahan lumpur tinja dengan dukungan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dibantu oleh sejumlah donor dari Bank Dunia. Indikator kesehatan dikatakan mulai membaik sejak pengolahan ini mulai dilaksanakan. ~

Silvanna Samaliwu Best investment on life is skill, trust, experiences, knowledge, passion, study case. You can success if you have been wide it [Investasi terbaik dalam hidup adalah keahlian atau kemampuan, pengetahuan, passion dan pengalaman dalam mempelajari akibat. Anda bisa sukses jika mengembangkan hal tersebut]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *