Macam-Macam Jenis Puisi dan Contohnya: Puisi Lama, Baru dan Modern

Di Indonesia, macam-macam jenis puisi dikategorikan dalam tiga faktor utama yakni puisi lama, puisi baru dan puisi modern atau mutakhir.

Berbagai penyebutan diatas muncul dengan merujuk pada periode waktu dimana puisi itu dibuat dan karakteristik lain yang melekat di dalamnya.

Misalnya puisi lama seperti peribahasa, pantun, gurindam dan mantra yang diwariskan secara turun temurun dan tidak diketahui siapa pembuatnya.

Ciri lain yang melekat dari puisi lama ada pada aturan-aturan tradisional mulai dari rima, bait, leksem dan lain sebagianya.

Tentu saja berbeda dengan puisi baru dan puisi modern, yang cenderung bebas. Plus, puisi itu diketahui dengan jelas siapa yang memperkenalkannya pertama kali.

Oleh karena itu, untuk anda yang sedang cari jenis-jenis puisi dan contohnya, jenis puisi lama, jenis puisi baru, jenis puisi modern sampai jenis puisi mutakhir, simak artikel ini sampai habis.

Macam-Macam Jenis Puisi dan Contohnya

Lantas, apa saja jenis-jenis puisi dan contohnya? Pasti penasaran, kan? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.

A. Macam-macam Puisi Lama

Macam-Macam Jenis Puisi dan Contohnya: Puisi Lama, Baru dan Modern
Gambar via newyorker.com

Seperti yang sudah disebutkan diatas yang mana puisi terbagi dalam tiga jenis dan yang pertama adalah puisi lama.

Puisi lama mengacu pada periode waktu puisi tersebut dibuat. Artinya, agar puisi bisa disebut lama, ia harus dibuat antara tahun 1920-1933 menurut Balai Pustaka.

Ada banyak contoh penulis puisi lama dengan merujuk pada periode tersebut mulai dari Merari Siregar, Marah Roesli, Muhammad Yamin sampai Nur Sutan Iskandar.

Dari berbagai angkatan diatas, ada beberapa puisi yang muncul, yang kemudian dianggap sebagai macam-macam jenis puisi lama, diantaranya:

1. Mantera

Mantra secara umum dipahami sebagai rangkaian kata yang memiliki kekuatan magis. Secara awam, apabila seseorang di bawah kendali mantra, maka pikiran dan tindakannya akan ditentukan berdasarkan mantra tersebut.

Mantra dapat merujuk pada kata-kata gaib nan ajaib yang diucapkan, dan menggambarkan bahwa ada pengaruh psikologis akibat kata-kata tersebut.

Umumnya, saat mendengar mantra, orang-orang sering mengasosiasikannya dengan kehidupan nyata seseorang.

Meski demikian, ia juga bisa berupa kiasan untuk puisi yang mempengaruhi emosi dan perspektif seseorang secara langsung.

2. Peribahasa

Peribahasa adalah jenis ungkapan yang mengungkapkan kebenaran dasar dan dapat digunakan dalam keadaan yang paling umum.

Bisa juga diartikan sebagai nasehat, pengingat atau sesuatu yang menggugah hati nurani individu dan masyarakat dan lebih efektif mempengaruhi kesadaran seseorang.

Dalam konteks puisi atau sastra, peribahasa terbagi dalam beberapa jenis seperti Pepatah, Bidal, Perumpamaan, Ungkapan, Tamsil sampai dengan Pameo.

3. Pantun

Pantun adalah bentuk puisi lisan dari Melayu yang banyak dipakai untuk mengungkapkan gagasan atau emosi yang rumit.

Dan biasanya digambarkan dengan sesuatu yang memiliki nomor genap, berdasarkan skema kalimat A-B-A-B.

Istilah pantun juga memiliki beberapa jenis salah satunya adalah pantun dua kerat yang hanya terdiri dari dua baris.

Sementara, ada juga pantun yang lebih panjang dan terdiri dari 16 baris yang disebut dengan pantun enam belas kerat.

4. Syair

Syair, yang kadang juga disebut secara bergantian dengan puisi, adalah bentuk sastra yang menggunakan kualitas estetis dan sering berirama.

Hanya saja, puisi lebih merujuk pada istilah umum dan syair, bisa diartikan sebagai apa yang tertulis atau isi dari puisi tersebut.

Untuk iramanya sendiri, seperti fonestetik, bunyi simbolisme akan membangkitkan makna, atau mengganti makna nyata yang biasa saja.

Artinya, puisi adalah komposisi sastra yang ditulis oleh penyair dan berisikan syair, dengan menggunakan prinsip-prinsip puisi penulisan puisi pada umumnya.

5. Gurindam

Gurindam adalah bentuk syair tak beraturan dalam puisi tradisional Melayu. Tapi, ia memiliki ciri kha sendiri dimana ada dua klausa kombinasi.

Dimana, klausa relatif membentuk gratis dan dengan demikian, terkait dengan baris kedua, yang dianggap sebagai klausa utamanya.

Setiap pasangan baris, yang secara teknis disebut Stanza, menjelaskan ide lengkap dalam pasangan dan memiliki rima yang sama.

Tidak ada batasan jumlah kata per baris dan ritme per baris juga tidak tetap. Karena itulah ia kadang disebut sebagai puisi tak beraturan.

6. Talibun

Di KBBI, talibun adalah bentuk puisi lama dalam kesusastraan Indonesia (Melayu) yang jumlah barisnya lebih dari 4.

Biasanya, antara 16-20, serta mempunyai persamaan bunyi di akhir baris. Bentuknya sendiri seperti pantun, dengan jumlah baris genap seperti 6, 8, atau 12 baris.

Karena kemiripan inilah, banyak orang yang sulit membedakan apakah puisi tersebut merupakan pantun atau talibun.

7. Karmina

Karmina atau pantun kilat adalah puisi lama yang hanya terdiri dari dua untai baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris keduanya merupakan isinya.

Ciri utama dari puisi jenis ini ada pada pola sajaknya yang a-a, yang umumnya dibuat sebagai sindiran atau ungkapan kepada seseorang secara langsung.

Jumlah kata dalam karmina juga terbatas pada beberapa suku kata dimana tiap barisnya hanya terdiri dari 8-12 kata saja.

Selain itu, sampiran yang ada di baris pertama dan isi pada baris kedua tidak memiliki hubungan makna sama sekali dan setiap barisnya diakhiri dengan koma.

8. Seloka

Seloka, di KBBI, adalah jenis puisi yang mengandung ajaran, seperti sindiran dan lain sebagianya, yang biasanya terdiri atas 4 larik yang berima a-a-a-a, yang mengandung sampiran dan isi.

Seloka berasal dari bahasa Sansekerta, Sloka yang berarti berisi pepatah. Karena itu, dalam praktiknya, puisi lama jenis ini umum digunakan dalam dialog harian.

Pada masyarakat melayu, dialog harian sering diselingi dengan sindiran, ejekan dan gurauan yang kemudian melahirkan kebiasaan ini.

Pada puisi ini terdapat bait yang tiap baitnya terdiri dari empat baris dengan rima a-b-a-b. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran dan ketiga serta keempat adalah isinya.

Oh iya, di beberapa tempat, seloka kadang disebut secara bergantian dengan pantun sambung menyambung yang dilakukan oleh beberapa orang.

B. Macam-Macam Puisi Baru

Macam-Macam Jenis Puisi dan Contohnya: Puisi Lama, Baru dan Modern
Gambar via cloudinary.com

Puisi baru, kadang juga disebut puisi modern, adalah jenis puisi yang lahir dari angkatan pujangga atau sesudah periode puisi lama diatas.

Ciri utama dari puisi baru ada pada proses pembuatanya yang sudah tidak terikat lagi dengan aturan-aturan tradisional seperti puisi lama diatas.

Karena itu, ada puisi yang hanya terdiri dari 2 baris saja atau lebih banyak. Penyebutan puisi lama sendiri merujuk pada periode dimana puisi tersebut dibuat.

Beberapa penulis atau ahli menyebut istilah puisi baru dengan angkatan pujangga baru, yang dimulai pada periode 1930-1945.

Dengan demikian, penulis-penulis kenamaan seperti Amir Hamzah, Sutan Takdir Alisyahbana sampai Armijn Pane masuk angkatan ini.

Lantas, apa saja jenis-jenis puisi baru? Ada banyak jenisnya, berikut diantaranya:

1. Distikon

Distikon adalah jenis puisi baru paling pendek dan hanya terdiri dari dua untai saja. Artinya, bait dari puisi jenis ini hanya ada dua baris saja.

Untuk rimanya sendiri adalah a-a. Dan atas alasan itu, puisi jenis ini kadang juga disebut puisi 2 baris atau puisi 2 untai.

2. Quatrain

Quatrain, yang dalam bahasa Indonesia disebut sajak empat baris, adalah puisi lengkap, yang muncul dari tradisi puitis di beberapa peradaban.

Mulai dari Persia, India Kuno, Yunani Kuno, Roma Kuno dan juga Cina. Puisi ini masih ditemukan hingga abad-21 dan muncul dalam banyak bentuk dan bahasa.

Baca Juga:

Di abad pertengahan, puisi ini populer terutama di Iran, dimana pada waktu itu, Ruba’i membentuk fraksi dari repertoar puisi persia yang luas.

Hingga lahirlah beberapa tokoh quatrain terkenal seperti Omar Khayyam dan Mahsati Ganjavi dari Seljuk Persia.

Ada lima rima yang umum ditemui pada puisi baru jenis ini mulai dari A-B-A-A, A-A-A-A, A-B-A-B dan juga A-B-B-A.

3. Terzina

Terzina adalah salah satu jenis puisi yang setiap baitnya terdiri dari tiga kalimat dengan rima yang variatif mulai dari A-A-A, A-A-B, A-B-C serta A-B-B.

Dalam beberapa kasus, ia sering disebut sebagai istilah yang berbeda seperti sajak 3 seuntai yang merujuk pada untaian baris puisi atau puisi tiga larik.

4. Quin

Quin yang kadang juga disebut quint, adalah puisi yang hanya terdiri dari 5 baris dan merupakan satu dari sekian banyak jenis puisi baru.

5. Sektet

Jika quint hanya terdiri dari lima baris, maka sektet lebih sedikit lebih banyak. Artinya, sektet adalah jenis puisi baru yang terdiri dari enam baris.

6. Septina

Septina, yang kadang juga disebut septime, adalah jenis puisi baru yang tiap baitnya terdiri dari 7 baris. Karena itu, ia sering juga disebut puisi tujuh seuntai.

7. Stanza

Istilah Stanza berasal dari bahasa Italia, Stanza yang berarti ruang dan merujuk pada sekelompok baris dalam puisi yang biasanya dipisahkan dengan baris lain atau dengan lekukan.

Umumnya, stanza punya rima dan skema yang menarik, meski ada juga stanza yang tidak dibuat dengan format tradisional tersebut.

8. Soneta

Soneta atau puisi soneta awalnya berkembang di Italia pada abad ke-13 yang awalnya digunakan untuk mengekspresikan cinta romantis di antara kaum bangsawan.

Secara tradisional, soneta mempunyai beberapa aturan dasar yang paling umum adalah ada 14 baris, yang menggunakan skema reguler dari sajak dan berirama.

Untuk skema rima Soneta umumnya adalah A-B-A-B seperti yang ditunjukan dalam Soneta Pertama buatan William Shakespeare.

9. Sajak Bebas

Sajak bebas, yang kadang juga disebut syair bebas, adalah jenis puisi baru yang lebih bebas dari ritme, rima dan aturan-aturan konvensional lain.

Meski demikian, ia tetap memberikan ekspresi yang artistik. Dan dengan cara ini, penulis bisa menyesuaikan atau mengatur puisinya sesuai keinginan pribadi.

Namun, tetap memungkinkan penyair menggunakan beberapa item puisi seperti aliterasi, rima, dan irama untuk menciptakan efek yang dianggap cocok untuk karya tersebut.

C. Macam-macam Puisi Mutakhir

Macam-Macam Jenis Puisi dan Contohnya: Puisi Lama, Baru dan Modern
Gambar via nyt.com

Puisi mutakhir adalah jenis puisi yang lahir atau ditulis setelah periode puisi baru diatas. Dengan demikian, ada beberapa angkatan penulis dalam periode ini.

Pertama adalah angkatan 45 dengan ciri utama dari kebebasan penulisan sajak dan penggunaan kalimat dalam puisi.

Dengan demikian, penulis seperti Chairil Anwar, Sitor Situmorang, Asrul Sani dan Harjadi S. Hartowardojo termasuk penulis angkatan 45.

Selanjutnya ada angkatan 66 dengan contoh penulis seperti Taufik Ismail, Sapardi Djoko Damono, Linus Suryadi hingga W.S Rendra.

Lalu ada angkatan 70 sampai hari ini dengan contoh penulis seperti Emha Ainun Najib, Sutardji Calzoum Bachri dan lain sebagainya.

Lantas, apa saja jenis-jenis puisi mutakhir ini? Ada banyak jenisnya, seperti:

1. Balada

Balada adalah jenis puisi modern yang menceritakan sebuah cerita, biasanya tapi tidak secara umum, memiliki empat baris bait yang disebut kuatrain.

Bentuk balada sangat beragam, dan puisi dalam bentuk ini punya ratusan skema rima yang berbeda satu sama lain.

Hampir setiap kebudayaan di Dunia menciptakan atau membentuk balada versi mereka, sering kali dalam puisi epik, yang dikaitkan dengan mitologi atau kepercayaan.

Namun, kata balada secara umum mengacu pada puisi liris yang cenderung pendek dan dihasilkan oleh banyak penyair Eropa pada abad ke-13.

Istilah balada juga sering merujuk pada lagu yang melow, romantis dan sentimental. Meski demikian, ia tidak ada kaitannya dengan balada versi sastra sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas.

2. Romance

Romance, yang juga bisa disebut romantis, adalah jenis puisi lama yang mempuisikan hal-hal indah atau perasaan seseorang.

Istilah romantis sendiri berasal dari bahasa Perancis, Romantique yang secara eksplisit berarti indah dari perasaan.

Dengan demikian puisi mutakhir jenis ini lebih merujuk pada isi puisi yang mengungkapkan perasaan, kasih sayang dan hal-hal indah lainnya.

3. Ode

Ode, yang dalam beberapa kasus disebut Orde, adalah puisi mutakhir yang bentuknya serupa dengan himne. Artinya, isi puisi jenis ini adalah tentang sanjungan atau pujian.

4. Elegi

Elegi adalah puisi refleksi yang serius, biasanya tentang ratapan untuk saudara, teman atau orang-orang yang sudah meninggal pada umumnya.

Hanya saja, istilah ini cukup kompleks karena secara formal, merujuk pada teks dengan nada yang muram dan pesimis.

Kadang juga diartikan sebagai penanda untuk ekspresi tekstual, dan kadang juga dianggap sebagai ratapan kepada orang yang telah atau baru meninggal.

5. Satire

Satire atau satir, adalah salah satu bentuk puisi yang berisikan hal-hal seperti kejahatan, kebodohan, kemiskinan dan kekurangan manusia dibuat ejekannya.

Karena itu, dalam prakteknya, ia sering disebut sebagai seni mengolok-olok, seni tentang ironi, parodi, karikatur dan lain sebagainya.

6. Himne

Hymen adalah jenis lagu, yang pada awalnya digunakan untuk nyanyian religi dalam kebaktian atau misa gereja-gereja kristen dan Katolik.

Isi dalam himne berkaitan dengan pemujaan atau doa, yang umumnya ditunjukkan kepada Tuhan atau kepada tokoh personifikasi yang dipercayai.

Dan tentu saja, Hymne berbeda dengan Mars atau lagu-lagu yang dibawakan secara umum dalam berbagai istilah berbeda, Jingle misalnya.

7. Epigram

Epigram adalah pernyataan singkat, namun menarik dan mudah diingat, dan terkadang digunakan sebagai sindiran.

Umumnya dianggap sebagai alat retorika berupa pernyataan satir yang berkesan, singkat, menarik dan mengejutkan.

Salah satu contoh epigram bisa dilihat dari pernyataan John F. Kenedy, yang berbunyi: Mankind must put an end to war, or war will put and end to mankind.

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya kira-kira seperti ini: Umat manusia harus mengakhiri perang, atau perang akan mengakhiri umat manusia.

D. Jenis-Jenis Puisi Berdasarkan Strukturnya

Perbedaan Pantun, Gurindam, Syair, Mantra, Peribahasa dan Bidal
Gambar via publishingperspectives.com

Sementara, apabila dilihat dari strukturnya, puisi bisa dibedakan berdasarkan beberapa jenis, diantaranya:

1. Puisi Terikat

Puisi terikat adalah jenis puisi yang patuh pada aturan penulisan puisi yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian, puisi terikat adalah istilah lain untuk puisi lama.

Lantas, apa saja aturan dalam puisi terikat? Aturannya general tapi mayoritas berkaitan dengan jumlah kata, baris, larik, bait, rima sampai dengan irama.

Jenis puisi terikat sendiri ada banyak sebagaimana yang sudah dijelaskan pada puisi lama diatas. Lantas, apakah puisi terikat ini sama dengan puisi lama? Jawabannya Ya.

2. Puisi Bebas

Jika puisi terikat patuh pada aturan tertentu, maka puisi bebas lebih luwes. Artinya, ia tidak terikat pada aturan-aturan tradisional diatas.

Puisi bebas sendiri adalah istilah lain untuk puisi baru atau puisi modern. Lantas, apa saja jenisnya? Ada banyak, sebagaimana yang sudah disebutkan pada jenis-jenis puisi baru diatas.

Lantas, apakah puisi baru, puisi bebas dan puisi modern itu sama? Ya. Perbedaannya hanya pada penyebutan atau istilahnya saja.

3. Puisi Inkonvensional

Puisi inkonvensional adalah istilah lain untuk puisi mutakhir, yang tidak terikat pada aturan-aturan dan tentu lebih bebas.

Hanya saja, yang membedakan antara puisi bebas dan inkonvensional di atas pada periode waktu pembuatannya.

Inkonvensional, dalam konteks ini, merujuk pada keadaan dimana setiap orang bisa membuat puisi tanpa harus memperhatikan rima, irama, kata, bait dan unsur-unsur lainnya.

Puisi inkonvensional sendiri terdiri dari banyak jenis mulai dari mantra, mbeling dan puisi konkret. Puisi mbeling adalah sajak ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang.

Kadang juga disebut dengan sajak main-main. Sementara, puisi konkret adalah jenis puisi inkonvensional yang lebih mementingkan grafis.

Artinya, kata-kata dalam puisi akan disusun menyerupai wujud tertentu, dalam bentuk gambar, lalu diberikan atau dipublikasikan.

5. Tipe-Tipe Puisi Berdasarkan Isi dan Metode penulisannya

Perbedaan Pantun, Gurindam, Syair, Mantra, Peribahasa dan Bidal
Gambar via wallpaperaccess.com

Dalam buku Teori dan Apresiasi Puisi (1991) yang ditulis oleh Herman Waluyo, puisi dapat dibedakan berdasarkan cara penyair mengungkapkan gagasannya.

Artinya, isi dan metode penulisan puisi tersebut dapat dibedakan menjadi tiga bagian yakni puisi naratif, lirik dan deskriptif. Berikut penjelasannya:

1. Puisi naratif

Puisi naratif adalah jenis puisi yang menguraikan kejadian atau suatu peristiwa yang dialaminya dalam bentuk cerita yang dipuisikan.

Artinya, ia adalah prosa yang subjeknya merupakan suatu rangkaian kejadian. Dari pendapat ini maka balada dan romansa termasuk jenis-jenis puisi naratif.

2. Puisi lirik

Puisi lirik adalah jenis puisi yang isi atau cara penyampaiannya dilakukan lewat larik atau baris, yang kadang juga disebut leret.

Dengan melihat penjelasan diatas bisa disimpulkan kalau elegi, ode dan serenada masuk dalam kategori puisi lirik.

3. Puisi deskriptif

Puisi deskriptif adalah puisi yang isinya mendeskripsikan suatu kejadian, keadaan, peristiwa atau suasana yang dianggap menarik.

Dengan demikian, apabila merujuk pada pendapat diatas maka satire atau puisi kritik sosial lainnya masuk kategori ini.

Penutup

Puisi ada banyak jenisnya, sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas. Dan tak menutup kemungkinan daftar diatas akan bertambah seiring waktu berjalan.

Mengapa demikian? Karena puisi adalah ilmu dinamis. Ini terlihat dari lahirnya berbagai angkatan diatas dan variasi jenisnya.

Demikian artikel tentang macam-macam jenis puisi dan contohnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

24 pemikiran pada “Macam-Macam Jenis Puisi dan Contohnya: Puisi Lama, Baru dan Modern”

  1. I just want to thank you for sharing your information and your blog this is a simple but nice article I have ever seen I like it I learn something today.

    Balas
  2. Wow, luar biasa gan. Saya ngeblog lebih lama dari agan tapi penghasilannya masih jauh lebih kecil. haha

    Penasaran nih, penghasilan segitu dapat dari 1 blog aja atau ada lebih dari satu blog gan?

    Balas
  3. Postingan ini membuatku semangat ngonten lagi. Ya, lebih kurang udah hampir 3 tahun tp blm juga bisa merasakan gajian pertama dari adsense.
    Ternyata ngeblog emg gk mudah, tp jg tidak terlalu sulit jika mau berusaha seperti mbak.
    Terimakasih atas sharingnya mbak..

    Balas
  4. Keren min.. kalau saya masih di blogger.

    Entah kenapa trafik stagnan, padahal update artikel tiap hari. Lalu statistik trafik harian blog kita hampir samaan, tapi dapat 100k sehari udah bersyukur kalau saya.

    Semenjak format iklan link dihapus bener2 anjlok..

    Balas
    • Punya saya juga begitu. Dulu, saat format iklan link masih ada, pendapatan bisa sampai 500rb per hari. Sekarang tidak lagi. Sayang sekali memang iklan link di hapus padahal ia lebih banyak mendapatkan klik dari pengunjung

      Balas
    • Saya pakai unlimited hosting untuk paket pelajar di tahun pertama. Tahun kedua ini saya pakai yang unlimited. Harganya cukup murah, banyak diskon. Poin Niagahoster juga bisa tukar jadi uang. Cek harganya disini

      Balas
    • Saya pakai plugin Quick AdSense untuk penempatan Iklan. Pertama, dibawah gambar, ditengah dan akhir gambar. Sisanya pakai auto ads. Tapi untuk di beranda, tidak saya tempatkan iklan agar tampilannya lebih rapi.

      Balas
  5. Cool!!! Keren kak..sangat menginspirasi..saya barusan gabung GA, blm sebulan, insyaAllah semangat buat update artikel. Thnks kak share pengalamannya!^^

    Balas
  6. Saya berkaca diri dan mencermati setiap kata-kata rangkaian abang saya akan mengikuti step by step semuanya dari nol seperti yang abang katakan terimakasih banyak bang sudah memberikan ilmu yang bermanfaat untuk blogger pemula sepertiku yang belum bisa berpenghasilan walaupun hanya 1000 rupiah. Terimakasih salam hormat Asep Rohimat

    Balas

Tinggalkan komentar