Pengertian dan Macam-macam Jenis Hutang Yang Berlaku di Indonesia

Di artikel kali ini akan saya ulas pengertian utang dan macam-macam jenis hutang. Penasaran? Simak artikel ini sampai habis.

Tidak semua hutang itu salah alias negatif. Bahkan, entitas produktif sekalipun seperti perusahaan dan negara itu berhutang.

Namun, kata ini terlanjur dianggap negatif karena banyaknya kasus hutang yang terjadi di masyarakat dan diperparah dengan ulah penagih hutang atau debt collector.

Untuk perorangan, dampaknya mungkin sangat kecil. Hanya saja, jika dalam skala perusahaan sampai negara, dampaknya bisa sangat besar.

Misalnya, kasus gagal bayar hutang Evergrande, salah satu perusahaan Properti asal China yang dianggap bisa mempengaruhi perekonomian dunia.

Namun, di artikel ini saya tidak akan bahas soal Evergrade, melainkan definisi utang, termasuk jenis-jenisnya apa saja.

Oleh karena itu, untuk anda yang sedang cari jenis-jenis hutang jangka panjang, jenis-jenis hutang lancar, jenis hutang jangka pendek, contoh hutang jangka panjang dan contoh utang.

Termasuk juga pengertian hutang, pengertian utang lain-lain adalah termasuk contoh utang lain-lain, simak artikel ini sampai habis.

Pengertian Utang adalah

Dalam kamus besar bahasa Indonesia [KBBI], Hutang yang merupakan bentuk tidak baku dari Utang, punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Uang yang dipinjam dari orang lain
  • Kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima

Istilah ini kemudian melahirkan beberapa gabungan kata seperti utang budi, utang dagang, utang dana, utang jangka panjang,utang jangka pendek dan lain sebagainya.

Beberapa gabungan kata itu secara tidak langsung mengulas jenis hutang. Agar jelas, berikut beberapa gabungan kata utang dan artinya:

  • Utang budi adalah mendapat kebaikan hati dari orang lain dan wajib dibalas
  • Utang dagang adalah utang jangka pendek dari individu atau badan usaha sebagai akibat pembelian barang dan jasa
  • Utang dana adalah bagian dari utang nasional yang sebagian besar tidak diwajibkan pemerintah membayar sesuai dengan tanggal yang ditentukan
  • Utang kayu ara adalah utang yang tidak akan dibayar
  • Utang konversi adalah utang jangka pendek yang diubah menjadi utang jangka panjang, biasanya dalam bentuk obligasi atau surat hutang
  • Utang korporasi adalah utang perusahaan, beberapa perusahaan atau badang usaha yang sangat besar yang dikelola dan dijalankan satu perusahaan besar
  • Utang luar negeri adalah nilai pinjaman yang harus dibayar kembali oleh sebuah negara kepada negara pemberi pinjaman ataupun lembaga donor asing, biasanya pinjaman yang diberikan dalam bentuk investasi, pendanaan sejumlah proyek atau pinjaman lunak
  • Utang nasional adalah utang yang dimiliki pemerintah pusat berupa pinjaman dan suarat berharga negara yang didapat dari berbagai sumber, seperti sektor swasta, negara asing dan sebagainya atau bisa juga disebut utang pemerintah
  • Utang nyawa adalah tertolong hiudpnya, dapat hdiup karena pertolongan orang
  • Utang piutang adlah uang yang dipinjam dari dan yang dipinjamkan kepada orang lain
  • Utang usaha adalah utang perusahaan kepada pihak luar

Intinya, utang adalah sesuatu yang sudah dipinjam oleh orang lain, termasuk didalamnya uang atau benda, yang wajib dikembalikan dalam jangka waktu tertentu.

Siapapun bisa berhutang baik itu invidu, kelompok orang, perusahaan sampai negara sepanjang ia mampu memenuhi kewajibannya dalam membayar.

Aktivitas berhutang pun jadi salah satu hal lumrah dalam kehidupan sehari-hari dengan besaran pinjaman berbeda-beda.

Kalau aktivitas ini dilakukan orang per orang, tentu besaran pinjamannya kecil. Ini disesuaikan sama kemampuan bayar peminjam.

Beda halnya jika dilakukan oleh bisnis ke bank, pemerintah ke organisasi internasional seperti IMF. Pihak peminjam disebut debitur dan pemberi pinjaman disebut kreditur.

Dalam skala perusahaan, biasanya utang digunakan sebagai ongkos operasional atau belanja barang yang tidak mampu mereka bayar dengan normal.

Dan sesuatu bisa atau layak disebut hutang apabila ada syarat pengembalian dibaliknya dengan atau tanpa disertai bunga.

Maka dari itu, bisa dipastikan kalau hutang merupakan uang atau barang yang dipinjam oleh satu pihak ke pihak lain dan akan dikembalikan dalam jangka waktu tertentu.

Bentuk hutang paling umum adalah pinjaman dalam bentuk uang tunai, baik itu jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek sampai hipotek.

Termasuk jugan kredit kendaraan bermotor seperti mobil atau motor, pinjaman barang pribadi sampai tagihan kartu kredit.

Sesuai dengan syarat pinjaman dimana peminjam diharuskan membayar kembali pokok hutang, jika yang dipinjam itu uang pada tanggal tertentu.

Kalau disertai dengan bunga, maka perlu dihitung lagi bunganya. Jika pengembalian dilakukan bersamaan dengan pokok, berarti tentu biaya yang harus dibayarkan lebih besar.

Hanya saja, perhatikan juga jenis bunga pinjamannya apakah Flat atau Efektif sebab perhitungannya beda-beda.

Macam-Macam Jenis Utang Berdasarkan Jangka Waktu dan Pengelolaan Keuangan

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan macam-macam jenis hutang berdasarkan bentuk, jangka waktu dan pengelolaan keuangan.

1. Macam-macam jenis hutang berdasarkan bentuk

jenis hutang

Jika dilihat dari bentuk, hutang terdiri dari empat jenis utama, yakni hutang dengan jaminan, tanpa jaminan sampai hipotek. Berikut artikelnya:

a. Hutang dengan jaminan

Hutang dengan jaminan atau secured debt adalah suatu keadaan dimana kreditur memberikan pinjaman, biasanya dalam bentuk uang, dengan jaminan.

Contoh paling sederhana hutang dengan jaminan adalah saat pinjam meminjam di Bank. Biasanya, pihak bank minta jaminan.

Jaminannya apa saja? Bisa sertifikat rumah, sertifikat tanah dan bangunan. Kasus ini juga berlaku saat gadaikan BPKB motor.

Dimana, jaminannya adalah BPKB dan nominal pinjamannya disesuaikan sama harga kendaraan bermotor yang jadi jaminannya.

Beberapa contoh diataslah yang paling banyak digunakan sebagai agunan yang ketika debitur gagal bayar, hak gadai otomatis berpindah kepada kreditur.

b. Hutang tanpa jaminan

Hutang tanpa jaminan atau Unsecured Debt adalah kebalikan dari hutang dengan jaminan yang sudah saya jelaskan diatas.

Artinya, bentuk hutang satu ini tidak memerlukan agunan sebagai bentuk jaminan. Lantas, bagaimana kreditur mengetahui kalau debitur pasti bayar hutangnya?

Ada beberapa macam. Misalnya, debitur merupakan peminjam tetap disatu lembaga keuangan sampai pertimbangan khusus.

Baca Juga:

Dengan kata lain, karena tidak adanya pengalihan agunan yang diterbitkan, profil kredit debiturlah yang digunakan untuk menentukan apakah menyetujui atau menolak pinjaman yang diajukan.

Contoh paling sederhana bisa dilihat dalam kasus-kasus pinjol atau pinjaman online yang banyak beredar sekarang ini.

Dimana, peminjam tidak perlu buat jaminan, cukup instal aplikasi, foto KTP sampai verifikasi identitas, maka uang langsung dikirim.

Sayangnya, sekalipun jaminannya tidak ada, tapi data pribadi jadi permasalahan utama. Selain itu, debitur harus siap berurusan sama DC online yang suka ngancam sekalipun telat bayar 1 jam.

c. Hutang bergulir

Lalu ada hutang bergilir atau revolving debt yang merupakan fasilitas pemberitan pinjaman dalam sistem jalur kredit dimana peminjam bisa pinjam terus dana tanpa batasan.

Dalam kasus ini, peminjam dapat menggunakan dana yang disiapkan pemberi pinjaman dalam jumlah tertentu lalu debitur akan bayar pinjaman tersebut plus bunga.

Setelah pinjaman dibayar, ia akan meminjam dengan uang lagi dalam jumlah yang sama atau mungkin lebih.

Contoh paling sederhana dari hutang bergulir adalah kartu kredit dimana ada perjanjian sebelumnya dari Bank dengan pengguna kartu kredit.

Selama peminjam memenuhi kewajibannya, limit kartu kredit tetap ada. Sehingga, kartu kredit ini bisa digunakan untuk belanja atau untuk aktivitas lainnya tanpa harus punya uang cash.

d. Hipotek

Di KBBI, hipotek punya dua pengertian dasar. Pertama, kredit yang diberikan atas dasar jaminan berupa benda tidak bergerak.

Kedua, sarat pernyataan beruang untuk jangka panjang yang berisi ketentuan bahwa kreditor dapat memindahkan sebagian atau seluruh hak tagihannya kepada pihak ketiga.

Definisi Hitpotek atau Mortgages yang pertama mirip-mirip dengan poin pertama diatas pada kategori hutang dengan jaminan.

Namun, hipotek lebih khusus. Contoh paling sederhana bisa dilihat saat seseorang beli rumah KPR atau pembelian real estat lain.

Bentuk hutangnya dijamin, tapi jaminannya bukan seritifkat rumah atau yang lainnya melainkan gaji atau pendapatan yang diperoleh.

Selain itu, hipotek juga bisa di amortisasi atau dalam jangka waktu lama, bisa 10-20 tahun. Makanya itu, hipotek termasuk bentuk hutang paling besar di beberapa negara.

2. Macam-macam jenis hutang berdasarkan jangka waktu pengembalian

jenis hutang

Jenis hutang yang kedua bisa dilihat berdasarkan jangka waktu pengembalian hutan apakah jangka pendek, jangka menengah atau jangka lama. Berikut ulasannya:

a. Utang jangka pendek

Di KBBI, Utang jangka pendek adalah utang yang harus dilunasi dalam tahun fiskal yang sedang berjalan.

Tahun fiskal berjalan ini bisa diartikan kurang dari 1 tahun. Ciri utama dari hutang jangka pendek ini adalah debitur harus membayar pinjamannya dari penghasilan yang diperoleh.

Contoh paling sederhana dari utang jangka pendek ini bisa lihat utang dagang, utang pajak, utang biaya dan utang wesel dengan penjelasan sebagai berikut:

Utang dagangUtang dagang adalah utang janga pendek dari individu atau badan usaha sebagai akibat pembelian barang dan jasa
Utang pajakUtang pajak adalah utang jangka pendek yang timbul dari transaksi pembelian barang atau jasa di satu perusahaan yang terkena pajak. Pajaknya sendiri ditanggung pembeli. Dengan kata lain, semakin banyak transkasi jual beli yang terjadi makin besar pula utang pajak yang harus dibayarkan perusahaan kepada negara
Utang biayaUtang biaya adalah utang tanggunggan yang diberikan perusahaan kepada karyawannya sebagai bentuk tanggungan awal. Contoh paling sederhana adalah reimburse biaya perjalanan dinas, tunjangan karyawan dan lain sebagainya
Utang weselUtang wesel adalah aktivitas pinjam meminjam yang disertai dengan bukti tertulis. Dalam bukti ini ada informasi soal tanggal jatuh tempo pembayaran yang sudah disepekati debitur dan kreditur

b. Utang jangka menengah

Selanjutnya adalah utang jangka menengah. Utang jenis ini cukup fleksbiel dalam pembayarannya tagihan yang harus dibayarkan debitur.

Disebut hutang jangka menengah karena ada kesepakatan awal antara peminjam dan pemberi pinjam soal tanggal jatuh tempo pembayaran.

Misalnya, pemberi pinjaman mengharuskan peminjam untuk bayar di tanggal yang sama tahun depan setelah uang diperoleh peminjam.

Namun, karena satu dan lain alasan, atau mungkin permintaan khusus dari peminjam, dimana ia meminta penyelesaikan pembayaran pinjaman lebih cepat atau lebih lama.

Dengan kata lain, utang jenis ini bisa disebut utang jangka pendek atau jangka panjang sebagaimana jenis-jenis pinjaman dalam akuntasi.

Tapi karena ada kesepakatan awal antara peminjam dan pemberi pinjaman soal durasi pembayaran, maka lahirlah istilah pinjaman jangka menengah.

c. Utang jangka panjang

Dalam KBBI, utang jangka panjang adalah utang yang boleh di lunasi setelah satu tahun atau mungkin lebih.

Mayoritas utang jangka panjang akan jatuh tempo 10 tahun. Soal ini bisa bergantung sama periode pelunasan yang disepakati.

Hanya saja, disebut utang jangka panjang karena nominal yang dipinjam debitur jumlahnya cukup banyak sehingga harus dilunasi dalam jangka waktu lama.

Artinya, jika utang jangka pendek nominalnya kecil sehingga pengembaliannya singkat maka utang jangka panjang nominalnya besar sehingga pengembaliannya butuh waktu yang lama.

Selain pokok pinjaman, mayoritas utang jangka panjang berbunga yang sudah ditetapkan kreditur dan sudah disepakati debitur.

3. Macam-macam jenis hutang berdasarkan pengelolaan keuangan

jenis hutang

Macam-macam jenis hutang yang terakhir mengacu pada pengelolaan keuangan yang dilakukan seseorang sehingga lahirlah istilah utang produktif dan utang konsumtif, berikut ulasannya:

a. Utang produktif

Sederhananya, utang produktif adalah permintaan pinjaman kepada kreditur dimana uang yang dipunjam itu bisa menghasilkan uang lagi.

Mari ambil kasus bentuk hutang dengan jaminan. Misalnya, debitur pinjam uang di bank untuk beli motor dengan jaminan sertifikat rumah.

Setelah permintaan pinjaman disetujui dan motor berhasil dibeli, maka kreditur menggunakan motor tersebut untuk dagang atau dijadikan ojol.

Termasuk juga pinajaman untuk modal usaha, investasi, untuk pembangunan properti yang bisa disewakan lagi dan lain sebagainya.

Intinya, utang produktif adalah bentuk hutang yang bisa menghasilkan profit atau surplus dengan contoh-contoh yang sudah saya jelaskan diatas.

b. Utang konsumtif

Utang konsumtif adalah kebalikan dari utang produktif diatas. Artinya, utang konsumtif adalah utang yang tidak menghasilkan surplus atau profit.

Dengan kata lain, utang jenis ini bisa dipahami sebagai utang yang digunakan untuk membeli barang yang habis untuk di konsumsi.

Barang yang dibeli itu tentu saja punya penyusutan nilai atau pasti nilainya akan mengalmai depresiasi atau penurunan harga.

Contoh paling sederhana adalah hutang di bank untuk beli-beli barang branded, iPhone, iMac, sepeda motor dan mobil.

Meski demikian, tergantung perlakuan debitur atas barang yang dibelinya tersebut dari uang yang diperoleh saat berhutang.

Misalnya, jika ia hutang untuk beli iPhone dan iMac untuk dukung kegiatannya sebagai streamer, tentu ia masuk kategori hutang produktif.

Atau mungkin hutang untuk beli sepeda motor dan mobil yang nantinya digunakan untuk rental, buka usaha jasa mengemudi atau mungkin digunakan untuk Ojol, maka tidak termasuk utang konsumtif.

Intinya, utang produktif adalah aktivitas berhutang untuk beli barang yang tidak menghasilkan apa-apa sementara barangnya terus mengalami penyusutan nilai.


FAQ

Beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan terkait postingan ini bakal saya ulas dalam QnA dibawah, berikut daftarnya:

1. Apa perbedaan hutang dan pinjaman?

Dua istilah diatas sering digunakan secara bergantian. Bahkan, dianggap sama atau sinonimnya.

Meski demikian, ada perbedaan teknis antar keduanya. Dimana, hutang adalah segala sesuatu yang terutang antar satu orang ke orang lain.

Orang lain ini bisa lembaga pemberi pinjaman, bank atau mungkin kelompok orang seperti organisasi sampai koperasi.

Artinya, utang bisa melibatkan properti nyata, uang, jasa atau benda berharga lainnya seperti surat berharga.

Hanya saja, dalam ilmu akuntasi atau keuangan, definisi utang lebih sempit lagi dimana hanya dipahami sebagai uang yang dikumpulkan lewat penerbitan obligasi atau surat utang berharga.

Disisi lain, pinjaman adalah suatu bentuk hutang, tapi lebih khusus lagi, dimana satu pihak meminjamkan uang kepada orang lain.

Sebelum itu, pemberi pinjaman akan menentapkan syarat pembayaran, termasuk bunga dan tanggal jatuh tempo.

2. Apa saja contoh utang?

Contoh hutang ada banyak beberapa diantaranya sudah saya sebutkan dibagian atas.

Intinya, aktivitas apapun yang berhubungan dengan pinjam meminjam uang, barang dan jasa yang melibatkan dua belah pihak maka ia disebut hutang.

Contoh hutang bisa lihat tagihan kartu kredit, tagihan listrik, kredit mobil, hipotek, tagihan perumahan dan lain sebagainya.

3. Apa perbedaan kreditur dan debitur?

Soal ini sudah saya jelaskan diatas dimana kreditur adalah orang yang memberi pinjaman sementara debtiur adalah orang yang meminjam.

Untuk contoh saja, anda pinjam uang ke saya Rp10 juta maka saya disebut kreditur. Sementara, anda sebagai peminjam atau yang menerima uang tersebut dengan pengembalian, disebut debitur.

4. Apakah hutang dan utang itu sama?

Hutang adalah bentuk tidak baku dari utang, sebaliknya juga demikian. Dengan kata lain, hutang dan utang itu sama.

Penutup

Pada akhirnya, utang adalah sesuatu yang terutang antara satu pihak ke pihak lain dan ini wajib dibayar oleh orang yang berhutang.

Bentuk hutang pun ada banyak. Paling sederhana bisa lihat aktivitas pinjam meminjam tetangga, teman sampai kenalan.

Demikian artikel tentang pengertian dan macam-macam jenis hutang. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan komentar