Macam-Macam Jenis Hosting: Dari Shared Hosting Sampai VPS

Sederhananya, hosting atau yang biasa disingkat web hosting adalah tempat menyimpan semua file dari situs.

Dalam perkembangannya kemudian, hosting ini terbagi dalam beberapa kategori paket yang disesuaikan sama kebutuhan pengguna sehingga lahirlah jenis hosting.

Mulai dari shared hosting, dedicated hosting, cloud hosting sampai yang tertinggi dengan settingan khusus yakni VPS.

Misalnya, saat buat satu situs di internet, biasanya tempat penyimpanan di arahkan langsung ke hosting penyedia.

Contohnya nih, anda buat blog gratisan di WordPress. Penyimpannya ke hosting WordPress begitu juga saat buat blog di Blogger yang datanya tersimpan di server Google.

Hanya saja, ada banyak kelemahan jika anda tidak punya akses ke hosting untuk konten di internet mulai dari settingan yang kurang sampai fiturnya yang terbatas.

Karena itu, biasanya penyedia menawarkan paket hosting yang bisa dibeli dengan harga tertentu sesuai kebutuhan.

Ada sih beberapa yang memang beli dari penyedia platform seperti WordPress, meski pembayarannya terbatas pada beberapa metode saja.

Untuk yang belum punya akses ke metode pembayaran tersebut, pilihannya jatuh ke situs atau layanan penyedia hosting pihak ketiga.

Baik dari penyedia layanan blogging seperti WordPress atau pihak ketiga seperti Niagahoster atau yang lainnya, menawarkan hosting dalam bentuk paket.

Inilah yang kemudian melahirkan berbagai istilah teknis seperti shared hosting, dedicated hosting, cloud hosting sampai dengan VPS.

Karena itu, untuk anda yang sering bertanya macam-macam hosting, jenis hosting, perbedaan shared hosting dan cloud hosting.

Termasuk juga perbedaan VPS dan cloud hosting, perbedaan dedicated hosting dan VPS, simak artikel ini sampai habis.

1. Apa itu Shared Hosting?

Macam-Macam Jenis Hosting: Dari Shared Hosting Sampai VPS

Jenis hosting yang pertama adalah shared hosting, atau yang jika di Indonesiakan berarti Hosting Bersama.

Seperti juga namanya, dimana shared hosting ini harus berbagai space, disk dan bandwidth dengan pengguna shared hosting lain.

Salah satu kelebihan dari hosting jenis ini ada pada harganya yang cenderung murah. FYI, dibeberapa penyedia, shared Hosting ini diberi nama Unlimited Hosting.

Untuk harganya sendiri, sekarang di bandrol mulai dari Rp10.000/bulan. Dengan demikian, karena pembayarannya per tahun maka biaya yang dikeluarkan hanya Rp120.000 saja.

Baca Juga:

Selain harganya yang murah, settingannya pun tidak terlalu ribet. Bahkan, ada beberapa penyedia yang bantu settingan sampai blog atau situs bisa diakses.

Karena prinsipnya berbagi memori atau disk, tentu saja ada banyak kekurangan menggunakan shared Hosting ini.

Misalnya, untuk langganan yang versi murah diatas, dimana kunjungan bulanan ke situs dengan paket hosting ini terbatas, hanya 15.000 per bulan.

Bagaimana jika kunjungan ke situs sudah lebih dari itu? Situs akan sering down dan sulit diakses pengunjung.

Dampaknya bukan saja pada blog tersebut, tetapi juga ke blog atau situs lain dengan server yang sama.

Untuk mengatasinya, pemilik situs atau blog bisa upgrade ke paket yang lebih tinggi sesuai dengan jumlah trafik yang diperoleh.

2. Dedicated Hosting

Macam-Macam Jenis Hosting: Dari Shared Hosting Sampai VPS

Macam-macam hosting berikutnya adalah Dedicated Hosting, yang bagi saya pribadi, merupakan versi upgrade dari shared hosting di atas.

Bisa disebut shared hosting juga, namun dengan paket, harga dan covert traffik yang lebih bagus. Begitu juga dengan benefit yang ditawarkan.

Tetapi, dari segi penggunaannya, ia hanya digunakan oleh satu orang saja sehingga tidak berbagi sumber daya dengan pengguna lain.

Ibaratnya sebuah rumah dimana shared hosting diartikan sebagai tempat kos-kosan dimana penghuni harus berbagi fasilitas dengan penghuni lain.

Mulai dari kamar mandi, dapur, tempat jemuran dan lain sebagainya. Sementara, dedicated hosting ini ibarat kondominium atau perumahan cluster.

Jadi, ada banyak sekali rumah dalam satu wilayah. Dan setiap rumah ini ditinggali oleh satu keluarga. Namun harus berbagi fasilitas umum seperti jalan sampai dengan taman bermain.

Kelebihan dari dedicated hosting ini juga ada pada tingkat keamanannya yang tinggi dan pengguna dapat akses lebih ke fitur hosting seperti root dan admin area.

Artinya, kontrol keamanan server bisa lebih bagus lagi. Beberapa penyedia menyebut dedicated hosting ini sebagai shared hosting untuk versi tertinggi yakni Bisnis atau Enterprise.

Kalau di Niagahoster, bisa lihat hosting unlimited untuk paket Personal dan Bisnis yang support kunjungan bulanan lebih dari 100 ribu.

Dengan fitur dan berbagai kelebihan diatas, tentu saja harga dari dedicated hosting ini lebih mahal di banding shared hosting.

3. Apa itu Cloud Hosting?

Macam-Macam Jenis Hosting: Dari Shared Hosting Sampai VPS

Selanjutnya ada cloud hosting atau penyimpanan awan, yang fungsi dasarnya sama seperti dua jenis hosting diatas dengan server penyimpanan yang beda.

Memilih jenis hosting satu ini jadi pilihan yang tepat jika kunjungan rata-rata bulanan blog atau website anda lebih dari 150 ribu.

Atau mungkin, pemilik dari satu atau lebih blog yang jika diakumulasikan total kunjungan kedua blog tersebut lebih dari angka diatas.

Ada banyak benefit yang didapatkan jika memilih cloud hosting mulai dari kapasitas server yang hampir serupa dengan VPS, dukungan trafik tinggi sampai dengan teknologi konteinerisasi terpisah.

Beberapa layanan juga menyediakan Wp Accelerator dan LiteSpeed untuk meningkatkan performa caching, fitur SSD Enterprise dan dukungan perpindahan ke server lain dengan cepat apabila situs down gegera trafik melonjak tiba-tiba.

Saya sendiri pernah alami kejadian tersebut. Sekira awal tahun 2021, trafik blog ini melonjak dari yang sebelumnya dibawah 100 ribu per bulan jadi lebih dari 140 ribu per bulan.

Lonjakan trafik ini macam ini saya anggap wajar pada awal tahu. Misalnya, di tahun 2019 lalu, saat itu masih pakai shared hosting bayi dengan kunjungan rata-rata 15.000 per bulan.

Karena aksesnya yang lambat dan ada pertumbuhan trafik, saya naikan paketnya ke personal, atau yang bisa disebut dedicated hosting awal tahun 2020.

Sesuai prediksi, awal tahun 2021, terjadi lonjakan trafik hingga 45% di 3 bulan pertama awal tahun. Inilah yang mendorong saya untuk upgrade hosting dari sebelumnya dedicated ke cloud.

Sama seperti versi hosting yang lain dimana cloud hosting ini juga ada banyak paket dengan harga yang tentu saja tak murah.

Paling murah bisa dapat Rp150.000 per bulan atau Rp1.800.000 per tahun yang bisa dukung kunjungan bulanan hingga 450.000.

Tertinggi ada paket Corporate dengan harga Rp720.000 per bulan atau setara dengan Rp8.640.000 yang dukung kunjungan hingga 1.350.000 per bulan.

Blog ini sendiri pakai paket yang personal, dengan model langganan per tiga tahun. Harga normalnya adalah Rp600.000 perbulan atau sekira 7.200.000 per bulan.

Karena langganannya per 3 tahun maka biaya yang harus saya bayarkan adalah Rp21.600.000. Tapi, pada waktu langganan pertama, ada potongan harga.

Jadi, biaya yang harus saya bayarkan adalah Rp5.221.146,00. Amat sangat murah untuk hosting yang bisa covert trafik kunjungan blog lebih dari 900.000 per bulan.

4. Apa itu VPS?

Macam-Macam Jenis Hosting: Dari Shared Hosting Sampai VPS

Penyimpanan data situs yang terakhir dan paling tinggi dari setiap jenis paket diatas adalah VPS atau Virtual Private Server yang kadang juga disebut server virtual pribadi.

VPS sebenarnya berasal dari satu server utama yang dibagi menjadi beberapa server virtual. Dan setiap server virtual tersebut diberikan akses ke setiap situs web individual.

Pemilik bisa atur sesuka hati VPS tersebut sesuai kebutuhan. Memang sih, VPS masih harus berbagi server dengan pengguna lain, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit.

Selain itu, kunjungan bulanan yang bisa di cover jauh lebih banyak, dengan kemampuan dan keamanan yang lebih terjamin.

Cocoknya sih digunakan oleh pemilik bisnis atau toko online dengan volume kunjungan bulanan yang tinggi dan terus meningkat.

Di beberapa penyedia layanan hosting, VPS ditawarkan dalam tiga versi mulai dari VPS KM Indonesia, Cloud VPS Hosting serta Cyberpanel VPS Hosting.

Tiap versi VPS tersebut punya paketnya sendiri-sendiri mulai dari small, start up, profesional dan juga bisnis.

Dengan berbagai benefit yang didapatkan, harga yang di bandrol untuk setiap paket itu pun tak bisa dibilang murah.

Misalnya, pada VPS KM Indonesia, harga tertinggi di bandrol sebesar Rp1.200.000 per bulan untuk paket VPS Super Power.

Keuntungannya apa aja? Banyak mulai dari dukungan CPU 4 Cores, RAM 16 GB, Disk Space 320GB dengan Bandwidth 6TB.

Kasus yang sama juga berlaku untuk VCloud VPS Hosting yang paket termahalnya ada di Platinum dengan harga Rp1.800.000 per bulan.

Sayangnya, karena pengaturannya yang ribet, VPS cukup jarang di gunakan terlebih oleh pemula kecuali mereka yang sudah expert dan punya tim yang khusus menangani hosting.

Perbedaan Shared Hosting, Dedicated Hosting, Cloud Hosting dan VPS

Poin terakhir yang tak kalah penting untuk dibahas adalah perbedaan. Komparasi ini penting agar anda bisa melihat hosting jenis mana yang cocok sesuai kebutuhan.

Lantas, apa sih perbedaan shared hosting, dedicated hosting, cloud hosting sampai VPS? Pasti penasaran, kan? Simak tabel perbandingannya di bawah.

PerbedaanShared HostingDedicated HostingCloud HostingVPS
KecocokanPemula atau Belajar Website sampai Sesuai untuk Budget Minimal yang ingin buat landing page dan Blog pirbadiCocok untuk Website Bisnis, UKM, Organisasi, Komunitas, Toko Online, Portal Berita, Toko Online dan lain sebagainyaSitus trafik tinggi, Website Bisnis dan Toko OnlineSitus berlalu lintas tinggi seperti Universitas, Toko Online, startup dan lain sebagainya
Rentang hargaRp10.000/bulan sampai Rp 40.223/BulanRp30.000/Bulan sampai Rp100.000/bulanRp150.000/Bulan sampai Rp720.000Rp90.000/bulan sampai Rp 1.080.000
Cover trafik~15.000/bulan sampai ~60.000/month~135.000/bulan sampai ~180.000/bulan450.000 pengunjung/bulan sampai 1.350.000 pengunjung/bulan>1 juta kunjungan/bulan
Jenis paketBayi dan pelajarPersonal dan BisnisBasic, Standar, Premium dan CorporateSmall, StartUp, Professional, Business, Business Plus, Premium Gold sampai Super Power
BandwidthUnlimited Unlimited Unlimited 1TB-6TB 
DatabaseUnlimited Unlimited Unlimited 20GB-320GB

Perbedaan paling jelas terlihat dari total trafik yang berhasil di cover. Dengan demikian, jika baru buat blog pribadi pertama kali di WordPress, bisa pilih dulu shared hosting.

Nantinya, jika blog mulai berkembang dan trafik mulai ada, bisa upgrade ke paket yang lebih tinggi apakah masih dalam kelas yang sama atau ke kategori hosting yang lain.

Misalnya, sebelumnya anda beli paket bayi seharga Rp10.000/bulan dengan trafik yang berhasil di cover adalah 15.000 view/bulan.

Dan ternyata di tahun pertama trafik bulanan sudah lebih dari angka tersebut, bisa upgrade ke paket Pelajar, atau mungkin ke personal dan Bisnis.

Saat upgrade paket, tentu saja ada biaya yang harus dikeluarkan. Karena itu, pertimbangkan juga budget yang dimiliki.

Penutup

Sampai disini sudah paham kan kalau web hosting itu ada banyak tipe atau jenisnya. Dan setiap tipe itu terdiri dari beberapa kategori.

Tujuannya agar pemilik situs web atau blogger bisa menyesuaikan dengan kebutuhan website dan trafik yang diperoleh.

Satu hal penting lagi dari hadirnya setiap kategori tersebut yakni pemilik blog atau situs web bisa membeli paket hosting yang sesuai dengan budget.

Demikian artikel tentang macam-macam jenis hosting: dari shared hosting sampai VPS. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ***

Tinggalkan komentar